
“Semenjak aku menikah dengan kakak tampan,” jawab Lee.
“Iya.. kamu benar. Sebelum kamu menikah, kamu sering sekali menjadwalkan untuk membumihanguskan seluruh markas di dunia ini. Sekarang sudah tidak ada lagi. Jika aku malas kamu menarikku untuk melakukan pembakaran markas secara besar-besaran. Tapi sekarang kamu malah asik berduaan dengan sang kakak tampanmu itu. Kami sekarang jadi pengangguran Lee semenjak kamu menikah,” jelas Nanda yang wajahnya dibuat-buat sedih.
“Aku harus ngomong apa ya sama kakak? Setiap malam kakak tampan selalu mengurungku di kamar. Seluruh ponsel semuanya disita. Dan kakak tampan membuat aku bergidik ngeri di dalam kamar. Bagaimana aku bisa kabur dengan keamanan yang berlapis-lapis seperti tembok besar,” keluh Lee yang membuat Nanda tertawa terbahak-bahak.
“Ya begitulah... Jika wanita sudah menikah. Tidak bisa sembarangan kamu kabur dari kamar. Sedetik saja kamu kabur Kakak tampan akan mencari keberadaanmu. Bahkan kakak tampanmu akan mengirimkan sinyal-sinyal kepada kami dan para papa untuk mencarimu,” jelas Nanda yang mengerti tabiat sahabatnya itu.
Setelah mengobrol mereka mendekati Erra dan duduk. Kemudian Lee melihat Erra yang sedang asyik membaca majalah. Sementara itu Erra mengalihkan perhatiannya untuk melihat Lee. Ada senyum tercetak jelas di mulut Erra. Mereka saling berpandangan seperti orang baru saja melihat. Mereka tersenyum bahagia dan mendeklarasikan bahwa ikatan cinta yang mereka semakin kuat.
Nanda yang melihatnya tersenyum bahagia. Dirinya tidak menyangka kalau kedua sahabatnya itu menyatu dalam ikatan pernikahan. Ia masih mengingat bagaimana Erra ketika masih kecil. Saat Lee berusia satu tahun, Erra sudah mengklaim Lee adalah miliknya. Erra sudah menjadikan Lee istri masa depannya. Kelak suatu hari nanti Erra akan menikahi Lee.
“Rencana a sama rencana b sudah ada,” ucap Nanda.
Sontak saja mereka terkejut dan memandang wajah Nanda. Nanda tersenyum lucu melihat mereka terkejut secara bersamaan. Kemudian Lee berkata, “Sepertinya rencana b lebih efektif ketimbang rencana a.”
“Apakah Kita akan menyusun rencana sekarang?” tanya Nanda.
“Ke mana para papa?” tanya Erra.
“Entah di mana mereka,” jawab Nanda sambil mengedikkan bahunya.
“Terus nasib kedua tawanan kita bagaimana?” tanya Erra. “Kalau kita pergi mereka akan di sini sendirian?”
“Kita bawa saja. Bukannya kita akan menyatukan mereka sama keluarganya?” tanya Lee kembali.
“Baiklah kalau begitu,” balas Erra yang menyetujui permintaan Lee.
Erra menyetujui permintaan sang istri untuk mengajak kedua tawanan itu ke Indonesia. Mereka menyuruh para pengawal untuk menyiapkan segala kebutuhan kedua tawanan itu. Sementara itu Bayu dan Andi datang melihat kedua anaknya. Jujur mereka sangat geram sekali akan keputusan Lee.
“Kenapa kamu bawa tawanan itu ke Indonesia?” tanya Andi yang menatap tajam ke wajah sang putri.
“Begini Pa... Aku berencana mengajak kerjasama kedua tawanan itu. Aku menyelamatkan keluarganya dan mereka memiliki sebuah link tentang perhelatan pasar gelap itu. Setelah aku menyelamatkan keluarga mereka, Nicky sudah memberikan link itu. Yang di mana link itu berisikan banyak informasi tentang pasar gelap. Jadi aku memiliki rencana untuk membatalkan perhelatan pasar gelap itu. Kemungkinan besar aku mengajak seluruh papa dan 6 pilar utama membuat pengumuman buat para peserta. Aku harap Papa mengerti atas keputusanku. Mengingat sebentar lagi akhir tahun kita akan disibukkan oleh perusahaan pusat dan cabang. Kita bisa menghancurkan pasar gelap itu dari jauh,” jelas Lee.
“Kenapa tidak berperang saja?” tanya Bayu.
“Jujur aku ingin sekali berperang. Tapi nanti akan ada pergesekan-pergesekan antara para mafia. Jika aku melakukan perang akan ada korban berjatuhan mulai dari seluruh anggota mafia dan rakyat sipil. Aku tidak mau itu pa. Lebih baik aku mencari jalan terbaiknya saja. Jika Papa marah aku terima, jika menghukumku tidak apa-apa karena aku salah,” jawab Lee.
__ADS_1
“Kamu nggak salah. Kamu memang cerdas sekali ngambil keputusan. Beberapa hari terakhir papa juga berpikiran seperti itu. Kita adalah organisasi mafia bukan tujuan untuk membunuh. Tujuan utama kita adalah saling melindungi satu sama lain,” jelas Andi yang membuat Lee lega.
“Terus bagaimana dengan Papa Bayu?” tanya Nanda.
“Papa akan menghormati keputusan kalian. Papa nggak ingin membuat peperangan semakin sudah cukup kita saling menghancurkan seperti ini. harusnya kita berhenti dan saling berjabat tangan untuk menjaga satu sama lain,” jelas Bayu yang tidak ingin terjadi peperangan antara dunia mafia.
“Kalau begitu baiklah pa,” balas Lee. “Saatnya kita bersiap untuk pulang!”
“Kamu pulang sama siapa?” tanya Andi.
“Yang pastinya aku pulang bersama Kak Erra sama Kak Garda,” jawab Lee.
“Apakah aku boleh ikut?” tanya Nanda.
“Sekalian saja Imam dan Sam ajak juga!” perintah Erra.
“Sepertinya ada kalian rencanakan?” tanya Bayu yang menatap dari dia kepada ketiga anak-anaknya itu.
“Tidak ada,” dusta Erra.
“Sepertinya aku mencium bau yang tidak enak. Aku harus memilikinya terlebih dahulu,” ucapkan di dalam hati.
Sore pun tiba. Para papa dan anak-anaknya terpisah dalam dua pesawat. Pesawat pertama datang lebih awal sekitar jam lima sore. Pesawat itu akan mengangkut para papa untuk pergi ke Jakarta. Sementara yang lainnya sedang menunggu pesawat Nanda yang akan mendarat.
“Jadi begini, kenapa kita terpisah dengan para papa? Aku jelasin ya satu persatu. Aku ingin menghancurkan markas besar Black Lotus,” ucap Lee dengan serius hingga membuat mereka terkejut kecuali Erra, Nanda dan Garda.
“Itu ide sangat bagus sekali,” puji Jake.
“Kalian ini... Bukannya menghentikan aku? Malah menyuruhku untuk membuat masalah baru,” keluh Lee.
“Aku tidak mau menghentikan kamu. Aku juga pengen merasakan sensasi melihat markas musuh kamu hancurkan. Rasanya itu sangat mengasyikkan,” ujar Greg.
“Kalau begitu kita buat rencana sekarang. Nanti malam pesawat akan tiba jam delapan. Kita bisa mampir ke Turki dengan alasan liburan. Terus kita menginap di hotel mewah. Kamu tahu apa maksudku?” tanya Nanda yang membuat mereka bertanya-tanya.
“Kenapa harus menginap di hotel mewah?” tanya Imam.
“Baiklah... Aku jelaskan. Kamu tahu kalau di Turki itu adalah basisnya Adam. Jika kita pergi ke Turki maka seluruh pengawal Black Lotus bisa memantau kita secara terus-menerus,” jawab Nanda yang membuat mereka terkejut.
__ADS_1
“Apa maksudmu?” tanya Erra.
“Selama ini kamu nggak tahu ya? Kalau kita masuk ke sana berarti menyetorkan nyawa ke mereka. Kita bisa berkamuflase untuk menjadi warga biasa yang sedang berlibur. Aku ingin mengajak kalian berlibur ala Sultan. Sampai di sana kita check in di hotel paling mewah. Kemudian malamnya kita pergi ke markas Black Lotus,” jelas Nanda.
“Oh... Jadi itu maksudmu. Misi kita adalah menghancurkan markas Black Lotus tetapi kita membalutnya memakai liburan ala Sultan. Lalu bagaimana caranya kita masuk ke hotel? Sementara kita memakai identitas asli?” tanya Lee.
“Aku hampir melupakanmu. Papa Andi pernah memberikan aku sebuah identitas palsu untukmu. Kamu bisa memakai identitas itu tanpa harus memakai identitas asli. Habis ini aku carikan dan kamu bisa memilikinya,” jawab Nanda.
“Kenapa harus lewat Nanda?” tanya Garda.
“Kamu harus tahu satu hal soal adikmu itu. Saat Papa menyuruhnya sekolah di Helsinki seluruh kebutuhannya aku yang memegang. Mulai dari a sampai z. Maka sampai saat ini pun aku masih memegangnya juga. Sekaligus aku adalah pelatih dalam hal beladiri dan menembak,” jawab Nanda. “Begitu juga dengan Sam. Sam juga dikasih kepercayaan untuk memegang Lee. Dan kamu tahu gara-gara memegang Lee... Kami memutuskan untuk sekolah di Helsinki. Anggap aja kami seorang pengawal bayangan Lee. Semoga kalian paham kenapa aku dan Sam selalu berada di sekitaran Lee.”
“Aku harap kalian nggak akan marah sama kami. Di sana kami juga digembleng oleh ayah Fendi. Kami bekerja dan latihan secara fisik dan mental dengan keras. Semakin lama kami bisa menjadi pria tangguh dan Lee menjadi wanita tangguh. Andaikan kami nggak berpisah dari papa, kami bisa menjadi anak manja dan cengeng. Di kota Helsinki kami mengerti penderitaan para papa saat sebelum menjadi ahli waris,” jelas Sam.
“Kalau begitu Aku tidak marah sama kalian. Aku sangat bangga memiliki adik yang tangguh bahkan keberaniannya bisa menghasilkan dunia mafia bergetar,” ucap Garda.
Di dalam pesawat Andi yang selesai menyadap pembicaraan anak-anaknya tersenyum bahagia. Ternyata mereka berpisah memiliki rencana yang epic. Andi sangka mereka berpisah hanya untuk berjalan-jalan sebentar.
Sedangkan Bayu yang berada di samping Andi hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Bayu ingin marah kepada Lee akan tetapi niatnya itu diurungkan. Sebenarnya amarah Bayu bukan untuk membuat Lee bersedih. Melainkan Bayu sangat khawatir sekali dengan keadaan sang menantunya itu.
“Apakah kamu melihat ada sesuatu yang mencurigakan?” tanya Bayu yang khawatir.
“Kenapa kamu khawatir seperti itu?” tanya Andi sambil menatap wajah sahabatnya itu.
“Kamu tahu, aku khawatir dengan putrimu itu,” jawab Bayu.
“Kenapa kamu terlalu khawatir? Bukannya putriku bersama dengan para kakak?” tanya Andi lagi.
“Selama Adam masih hidup, Lee masih dalam keadaan bahaya,” jawab Bayu dengan tegas.
“Apakah kalian mau pergi ke Turki?” tanya Andi yang membuat Bayu terkejut.
“Kita pulang ke Jakarta,” jawab Bayu.
“Aku sudah menyuruh pilot untuk mendarat di Istanbul,” ujar Andi.
“Kenapa kita ke sana?” tanya Bayu.
__ADS_1