Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 312


__ADS_3

“Entahlah... aku enggak tahu kenapa kakak tampanku bisa diculik?” tanya Lee.


Nanda meraih tabnya yang berada di meja Mama Yi. Ia segera mengecek seluruh CCTV yang berada di ruangan tadi. Pria bertubuh kurus itu pun sangat serius sekali.


“Apa yang kakak temukan?” tanya Lee.


Dalam hitungan detik Erra membuka mata dan menatap ke arah Lee. Ia seakan diintimidasi oleh dan istri karena cara tertawa sang istri. Erra segera duduk dan merasakan tengkuknya sakit. Sedangkan Lee yang menunggu jawaban dari Nanda segera mengalihkan perhatiannya ke Erra. Wanita bertubuh ramping itu pun mendekati sang suami sambil menghempaskan bokongnya di samping Erra.


“Sudah bangun?” tanya Lee.


“Memangnya kamu kira aku masih tertidur?” tanya Erra Balik.


“Hehehe,” jawab Lee dengan cengengesan. “Aku kira bangunnya kalau sudah pagi.”


Mata Erra membulat sempurna. Ia bingung dengan pernyataan Lee yang sangat aneh sekali. Ia menggelengkan kepalanya sambil menjawab, “Itu mah tidur bukan pingsan.”


Semua orang yang berada di sana tergelak tawanya mendengar percakapan Lee. Mereka tidak pernah menyangka Erra pria super dingin bisa bercanda dengan leluasa. Ternyata selama ini mereka sadar kalau hidup Erra berada di Lee.


“Aku hanya pingsan,” jawab Erra.


“Kira-kira siapa ya... yang ingin menculik kakak tampanku ini?” tanya Lee yang tidak menemukan jawaban.


“Apa maksud kamu aku diculik?” tanya Erra ke Lee.


“Masa enggak tahu kalau kakak ingin diculik?” tanya Lee yang mengerutkan keningnya.


“Ya... ok sangat aneh sekali. Dan lebih anehnya lagi kok  tempat kejadian berada di tempat mama?” tanya Mama Yi.


“Entahlah. Aku enggak tahu,” jawab Lee yang mengedikkan bahunya. “Kak Garda, bagaimana menurutmu?”


“Sangat aneh sekali,” jawab Garda yang masih memikirkan motif penculikan itu. “Nanda... apakah di depan ada CCTV?”


“Kalau enggak salah lima. Aku lupa hal itu,” jawab Nanda.


“Sebelum aku masuk ke dalam, aku dilihat ada seorang gadis yang berlari memasuki mobil. Aku sangat mencurigai gadis itu sebagai dalang penculikan. Sepertinya wajah gadis itu sangat familiar sekali,” ungkap Garda.


“Apakah sangat jelas sekali kamu melihat wajahnya?” tanya Erra.

__ADS_1


“Ya... sangat jelas sekali,” jawab Garda.


“Apakah aku mengenalnya?” tanya Lee dengan serius.


“Ya.. sepertinya,” jawab Garda.


“Jika kamu merasa familiar... berarti kamu mengenalnya?” tanya Mama Yi.


“Coba aku ingat lagi,” jawab Garda yang masih mencari wanita itu di dalam otaknya.


“Spill name kak,” sahut Lee.


“Aku mencoba mengingatnya,” jawab Garda.


“berarti kamu melihat jelas siapa wanita itu ketika di depan. Sebentar aku sedang mencarinya terlebih dahulu,” ujar Nanda.


Si sebuah apartemen mewah di kawasan timur New York, seorang wanita baru saja datang. Ia melemparkan tasnya ke sembarang arah sambil menatap foto Erra. Ia tersenyum lalu menangis. Wanita itu sangat frustasi sekali ketika tidak mendapatkan Erra. Ia berteriak-teriak seperti kesetanan memanggil nama Erra. Di dalam hatinya seharusnya dirinya berhasil bisa mendapatkan Erra. Namun semuanya gagal total.


Setelah menangis wanita itu terasa terbahak-bahak melihat foto Erra yang terpampang jelas di hadapannya itu. Ia bersumpah akan mendapatkan Erra dalam waktu dekat ini. Setelah itu wanita tersebut akan menikahinya dan mengundang para wartawan untuk menyaksikan pernikahannya.


“Aku akan bersumpah kepada langit dan bumi! Jika aku tidak mendapatkan Erra dan menikahinya dalam waktu dekat ini. Jangan sebut nama aku Brenda!” tegas wanita itu dengan nada menekan.


Kembali lagi ke restoran sus yang cukup terkenal di daratan benua Amerika. Nanda yang baru saja menemukan siapa itu wanita, matanya membulat sempurna. Ia segera menyerahkan tablet tersebut ke arah Garda sambil berkata, “Bukannya wanita ini adalah anaknya Pak Dwi?”


“Maksudnya?” tanya Lee sama Garda secara bersamaan.


Lee segera meraih tab itu sambil melihatnya. Matanya membulat sempurna saat melihat wajah wanita itu dengan jelas, “Iya... kakak benar. Dia adalah Brenda.”


“Buat apa Brenda ke sini?” tanya Garda.


“Apakah kakak tahu, kalau Brenda memiliki keluarga di sini?” tanya Lee.


“Setahu aku Brenda tidak memiliki keluarga di sini. Dia itu juga bukannya anaknya Pak Dwi,” jelas Garda.


“Apa?” pekik Lee.


“Iya... Brenda bukan anaknya Pak Dwi. Dia anak angkat dari Pak Dwi yang sengaja mengambilnya di klub malam di Inggris. Lalu Pak Dwi sengaja bekerjasama dengan wanita itu demi melancarkan aksinya menguasai Asco,” jawab Garda.

__ADS_1


“Jadi selama ini?” tanya Erra.


“Ya... Pak Dwi sudah membuat skenario sedemikian rupa ketika diangkat menjadi wakil CEO sementara untuk menggantikan mama menjemput kamu di sini. Ia sengaja mendekati papamu untuk melakukan perjodohan dengan Erra. Jika papa memecat Pak Dwi otomatis Pak Dwi masih memiliki untung dan menjadikan Brenda boneka,” jelas Garda.


“Oh... berarti selama ini kita ditipu?” tanya Lee.


“Enggak peduli aku kena tipu. Yang pastinya Brenda sudah berencana ingin merusak rumah tangga kita,” sahut Erra yang menatap langit-langit.


“Ya... sama saja kita tertipu,” ujar Nanda.


“Kakak tahu dari mana?” tanya Lee.


“Aku menyuruh mata-mataku untuk menyelidikinya. Selesai rapat pemegang saham aku menjadi janggal. Pak Dwi ngotot pengen menjodohkan Erra dengan Brenda,” jawab Garda.


“Padahal di sana ada Lee juga. Dan Erra sengaja mengakui kalau Lee adalah istrinya,” tambah Nanda.


“Lee,” panggil Mama Yi yang sedari tadi sibuk dengan berkas-berkasnya namun tetap mendengarkan percakapan mereka.


“Iya ma,” sahut Lee.


“Apa yang kamu lakukan jika ada wanita yang ingin menjadikan tulang rusukmu pasangan hidupnya?” tanya Mama Yi yang ingin mengetahui jawaban dari Lee.


“Bukannya tulang rusukmu itu sudah tertanam di dalam tubuh? Jika Kak Erra ibaratkan tulang rusukku maka aku akan melindunginya. Enggak mungkinkan kalau ada seorang yang mengambil tulang rusuk itu yang sudah tertanam di dalam tubuh. Jadi jalan terbaiknya adalah mengusir orang itu dari kehidupan kita,” jawab Lee yang tiba-tiba saja garang.


 


“Mama beritahukan kamu bagaimana caranya mengusir pelakor,” kata Mama Yi.


“Boleh tuh ma,” jawab Lee yang bersorak kegirangan.


Glek.


Ketiga pria itu menelan salivanya dengan susah payah. Mereka mengangkat kedua tangannya sebagai tanda menyerah. Jujur kedua wanita berbeda generasi itu sangat menakutkan jika bersatu. Sedangkan Lee dan Mama Yi tergelak tawa. Mama Yi baru sadar jika mereka masih berada di sini. Namun Mama Yi tidak marah sama sekali jika rencananya bocor.


“Maaf,” ucap Mama Yi yang melihat ketiga pria itu menciut.


“Sepertinya mereka sangat ketakutan dengan kita?” tanya Lee yang menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


“Ya... aku sangat takut sekali jika kalian mengamuk seperti singa betina yang baru saja kehilangan anaknya,” ujar Erra secara terang-terangan.


“Benarkah itu?” tanya Lee.


__ADS_2