
"Kamu tahu ketika Elizabeth sedang mengancammu kemarin ketika rapat para pemegang saham," jawab Garda.
"Oh… tenang saja kak. Aku sudah melakukan sesuatu secara diam-diam. Setelah konferensi pers terjadi ketiga para pemegang saham itu sudah menjualnya dengan harga murah hingga ke jurang neraka. Aku langsung membelinya semua untuk menyelamatkan semuanya. Jadi seluruh saham milik Asco sekarang berada di tanganku," jawab Lee.
Mata mereka membulat sempurna dan tersenyum lebar. Mereka tidak menyangka kalau Lee sangat cepat menuntaskan semua pekerjaan ini.
"Dan untuk konferensi pers ini biarkan saja. Aku sudah menemukan banyak skandal yang telah dilakukan oleh Elizabeth. Salah satunya dia pernah tidur sama aktor Hollywood yang tampan yang sekarang digandrungi banyak perempuan-perempuan. Jika aku sebarkan bisa jadi bumerang buat Elizabeth. Kemungkinan besar Elizabeth akan mendapat cibiran dan diserang oleh fans aktor itu," tambah Lee.
"Bagaimana dengan sang aktor itu?" tanya Nanda.
"Ah… kakak enggak tahu saja siapa dia. Cepat atau lambat si aktor akan mencari keberadaan si Elizabeth untuk meminta pertanggungjawaban. Bahkan Elizabeth akan mati di tangan pria itu karena telah menghancurkan reputasinya," jawab Lee.
Erra mengacungkan jempolnya lalu tersenyum. Ternyata sang istri bisa sangat licik sekali. Bahkan kelicikannya sang istri malah di atas dirinya. Sedangkan yang lainnya hanya melongo. Mereka menggelengkan kepalanya sambil memuji Lee.
"Setelah kamu menikah dengan Erra. Kamu kok bertambah licik," ucap Nanda.
"Kan sudah aku katakan. Kalau Lee memang sudah licik dari lahir. Jadi kalian enggak usah kaget jika Lee licik bahkan sekarang bertambah," sahut Garda.
"Kak Garda. Apakah kakak ingin bermain-main dengan saham milik dua perusahaan itu?" tanya Lee.
"Maksudnya Malikz Groups?" tanya Garda.
"Iya… satu lagi milik Taylor Inc," jawab Lee.
"Buat apa kamu ingin membeli perusahaan pangan itu?" tanya Erra yang matanya membulat.
"Rencana beberapa bulan ini aku ingin membuat BL Company menjadi besar. Aku ingin membuka dua cabang sekaligus," jawab Lee.
"Terus apakah kamu akan mengganti Company menjadi Groups?" tanya Erra yang semakin bingung.
"Tidak. Maksudnya aku ingin disini membuat pabrik pakaian yang bisa dipakai oleh rakyat biasa dengan harga yang terjangkau. Aku bisa membuat pakaian itu dengan partai besar. Sementara di Istanbul aku masih belum menentukan apa yang cocok. Aku berharap bisa memindahkan pusatnya ke Jakarta. Supaya aku bisa berkonsentrasi untuk keluargaku," jawab Lee.
"Jika kamu ingin memperbesar BL Company. Kamu bisa menggabungkan sama Asco," ucap Sam.
"Bagaimana dengan kak Garda?" tanya Lee.
__ADS_1
"Terserah kamu. Perusahaan BL Company adalah milik kamu seutuhnya. Tapi kamu harus membicarakan semuanya ke mama. Setuju apa tidaknya itu tergantung mama," jawab Garda.
"Aku juga ingin membangun pabrik pakaian di beberapa kota terbesar di Indonesia," ucap Lee. "Aku ingin mengurangi pengangguran di mana-mana."
"Mulia sekali niat kamu sayang. Aku akan mendukungmu," ujar Erra yang semakin mencintainya.
Lee sudah mengutarakan niatnya ke kakaknya dan suaminya. Lee cukup lega dengan usulan Fendy. Begitu juga dengan Erra, Erra akan mendukung keputusan Lee. Bagaimana juga dengan Garda? Garda sama dengan Erra. Garda akan mendukung Lee. Sudah saatnya Lee memegang perusahaan untuk mengelolanya.
Di dalam ruangan Arini dan Cecilia sudah sampai. Mereka mencari keberadaan Lee karena menemukan sebuah fakta yang akan membuatnya terkejut. Tak lama datang Pita dan juga Cathy yang sedang membawa penemuan-penemuan dari Elizabeth. Mereka akhirnya mendekati Cecilia.
"Kemana kakak besar?" tanya Pita.
"Dari pagi aku belum menemukan kakak besar. Kemungkinan kakak besar di kamar," jawab Cathy.
"Kalau begitu ayo kita ke taman. Kita akan menikmati sore ini sambil melihat matahari terbenam!" ajak Cecilia.
Namun sebelum itu Fendy masuk dan berteriak, "Kalian mau kemana?"
"Ah… kami ingin menikmati matahari terbenam," jawab Fendy.
Mereka akhirnya menuju ke taman. Tanpa disadari oleh mereka ternyata Lee beserta rombongannya sudah asyik duduk manis sambil menikmati pemandangan alam.
"Kakak besar," pekik Arini dan Pita.
"Kemarilah kalian semua," sahut Lee sambil melambaikan tangannya ke arah mereka.
Dengan cepat Arini mendekati Lee dengan melewati Garda dan Nanda. Arini memberikan map itu ke Lee sambil berkata, "Selama bertugas di sana kami menemukan banyaknya barang bukti yang janggal. Kami sangat terkejut sekali dengan kelicikan Elizabeth."
"Apakah itu benar?" tanya Lee yang meraih map itu.
"Ya… itu benar. Elizabeth Taylor sering melakukan kecurangan. Banyak para petani gandum tidak dibayar. Tagihannya pun sangat banyak sekali," jawab Cecilia.
Sontak saja Lee terkejut. Bagaimana bisa seorang Elizabeth memiliki hutang yang banyak. Bukannya Elizabeth bisa melunasi hutang tersebut jika barang-barangnya laku?
"Rasanya itu tidak mungkin. Aku tidak percaya itu. Jika benar Elizabeth tidak membayar petani gandum… bisa dipastikan mendapatkan amukan dari mereka," jawab Lee.
__ADS_1
Entah kenapa Lee merasakan perusahaan Taylor Inc banyak yang janggal. Sedari kemarin Lee belum paham dengan Taylor Inc. Lee mengerutkan keningnya sambil berkata, "Perusahaan ini sangat janggal. Aku belum paham apa maksudnya? Jika membeli perusahaan ini bisa dipastikan aku bangkrut dan membayar semua hutang-hutang milik Elizabeth."
"Jika kamu ingin membeli perusahaan itu. Kamu harus mencari aset Elizabeth terlebih dahulu. Kamu bisa jaga-jaga untuk membayar hutang itu memakai aset Elizabeth," celetuk Fendy.
"Jika aku bisa menemukan aset Elizabeth. Lalu aku memakainya membayar hutang mereka. Bisa dikatakan merampok," ucap Lee.
"Bisa jadi," usul Fendy.
"Jika itu membuat kamu rugi. Mending kamu hancurkan saja Taylor Inc dengan beberapa skandal yang dimiliki oleh Elizabeth," ujar Garda. "Itu cara yang mudah."
Lee menganggukkan kepalanya tanda paham. Lee sedang memikirkan konsekuensinya jika membeli pabrik itu. Lee akan mengurungkan niatnya untuk tidak gegabah.
"Baiklah… aku tidak jadi membeli pabrik itu," seru Lee.
Mereka semuanya setuju. Mereka akan mengikuti permainan Lee. Tak lama Lee melihat Garda yang sedang mencuri-curi pandang ke Arini. Hanya selang beberapa detik Lee mendapat ide.
"Setelah kasus ini selesai aku akan mengajak kalian liburan ke pulau pribadi milik Kak Erra selama seminggu," ucap Lee.
Mereka langsung tersenyum menyambut berita bagus itu dari Lee. Sudah seharusnya Lee memanjakan semua kaki tangannya dan membuatnya bahagia.
"Bagaimana kalau liburan kali ini kita mengajak yang lainnya seperti kak Angela dan kak Suci?" tanya Pita yang menyarankan semuanya.
"Ah… aku rasa itu ide yang baik. Aku juga berencana ingin mengajak para mama dan papa," jawab Lee dengan senyum sumringah.
Mereka pun berteriak kegirangan. Sudah lama Lee tidak mengajak mereka liburan. Lee akan berbagi kebahagiaan ini dengan seluruh pengawalnya.
Senja telah datang Erra memegang tangan Lee dan bersama-sama melihat matahari terbenam. Pasangan suami istri sangat menikmati momen-momen berdua.
"Apakah kamu marah jika aku mengajak mereka liburan di pulau pribadi kamu?" tanya Lee.
"Lakukanlah. Jika itu membuat kamu bahagia. Aku senang jika kamu bahagia secara terus-menerus," jawab Erra.
"Maaf… aku harus memakai pulau kamu. Aku sendiri belum memiliki pulau pribadi," ucap Lee.
"Tak apa. Lagian juga aku jarang ke sana. Sesampainya di sana kita biarkan saja mereka senang-senang. Kita tinggal pergi ke pulau pribadi papa dengan melewati terowongan. Disana kita bisa menikmati momen-momen romantis," bisik Erra. "Apalagi kita akan bertempur fisik di atas pasir putih."
__ADS_1
"Ma… ma… maksud kamu apa?" tanya Lee dengan gugup.