
Kisah ini akan menceritakan pertemuan Lee, Garda dan Erra. Awal pertemuannya ketika berada di kantor Asco waktu itu. Berhubung dua ahli waris sedang mengingat pertemuannya bersama Lee. Mari kita simak baik-baik.
Flashback On.
Pagi ini Sam sudah sampai di kediaman Sebastian. Sam melangkahkan kakinya masuk ke dalam. Lalu Sam disambut oleh Alicia.
"Hey… Sam… apa kabar?" tanya Alicia.
"Kabarku baik-baik saja," jawab Sam. "Dimana Lee?"
"Masih di kamar lagi bersiap-siap," jawab Alicia. "Tunggulah disini. Aku akan memanggil Lee."
Sam menganggukan kepalanya sambil menunggu Alicia memanggil Lee. Sam mendapatkan sebuah pesan dari Erra sambil membacanya, "Dimana sekretaris yang kamu janjikan seminggu yang lalu?"
Sam pun membalas pesan itu, "Sabarlah… jangan terburu-buru. Nanti aku antarkan."
Tak lama Lee turun dari atas. Lee langsung mendekati Sam sambil tersenyum, "Apakah paman mengantarkanku?"
"Ya… aku akan mengantarkan kamu," jawab Sam.
"Sebentar… aku akan berpamitan sama mama," pinta Lee.
Lee mendekati Alicia sambil meminta izin akan berangkat kerja. Setelah itu mereka berangkat ke kantor Asco. Di dalam perjalanan Lee merasakan jantungnya berdegup tanda gugup. Tangan Lee mulai berkeringat dingin. Sementara Sam yang sedang menyetir mengerti atas kegugupan Lee. Sam sangat paham tentang Lee.
"Kenapa kamu gugup seperti itu?" tanya Sam.
"Aku gugup karena bertemu dengan atasan baruku," jawab Lee.
"Tapi kenapa kamu tidak gugup ketika bertemu dengan musuh?" tanya Sam.
"Ah… itu lain. Aku lebih baik bertemu dengan musuh ketimbang bos. Apalagi bosnya galak banget. Aku malah tidak menyukainya," jawab Lee.
"Tenang saja… bosmu tidak galak. Pahamilah bos kamu itu," saran Sam.
Satu kata pahamilah adalah kata yang sangat membagongkan bagi Lee. Kenapa kata itu seperti pasangan kekasih. Harusnya kata pahamilah untuk disematkan orang yang baru saja menjalin cinta.
"Satu lagi kamu harus melindungi bos kamu itu. Kamu tahu kenapa banyak orang yang tidak menginginkan bosmu menduduki kursi CEO. Karena bos kamu memiliki otak jenius. Yang dimana bosmu sangat pandai membawa nama perusahaannya ke penjuru bumi. Banyak sekali yang ingin membunuhnya," ucap Sam secara blak-blakan.
__ADS_1
"Aku usahakan agar pak bos selamat," sahut Lee.
Sesampainya di sana Sam memarkirkan mobilnya di area parkir VVIP. Sam mengajak Lee keluar, "Ayo kita keluar."
Sam melangkahkan kakinya menuju ke lobi dengan diikuti Lee. Sebelum masuk ke ruangan CEO, Sam menanyakan keberadaan sang CEO ke resepsionis. Sang resepsionis mengatakan kalau sang CEO sudah sampai sedari tadi. Sam langsung mengajak Lee ke lantai atas memakai lift CEO. Sesampainya di lantai atas Sam berpesan kepada Lee tetap stay di sini. Lee pun menuruti pesan dari Sam.
Sementara itu Garda dan Erra sedang berdiskusi tentang meeting nanti siang bersama klien berasal dari Thailand dengan serius. Sangking seriusnya mereka tidak mengetahui kedatangan Sam.
Sam sangat kesal karena diacuhkan oleh Erra. Sam langsung berdeham agar bisa mengalihkan perhatian kedua orang itu, "Ehem."
Erra terkejut dengan ulah Sam. Erra mendongakkan kepalanya sambil menatap wajah Sam, "Eh… sorry aku sangka tidak ada orang."
''Sialan lu," sahut Sam yang semakin kesal terhadap Erra.
"Mana sekretaris yang kamu janjikan itu?" tanya Erra.
"Asalkan sekretaris itu tahan banting," sahut Garda.
"Jangankan tahan banting. Kamu dibanting saja juga bisa," ujar Sam yang tersenyum devil.
"Kalau begitu baiklah. Aku akan mencobanya," usul Garda.
"Baiklah," balas Garda. "Suruh dia masuk!"
Sam keluar dari ruangan itu. Sam akhirnya mengajak Lee masuk ke dalam. Erra dan Garda melihat kedatangan Lee. Mereka melotot tidak percaya apa yang dilihatnya. Baginya mereka sedang mengejek Lee. Lee tahu betul kalau mereka sedang menertawainya dalam hati. Lee mulai berubah menjadi singa betina. Namun jiwanya itu langsung disembunyikan agar tidak membuat keributan.
"Apakah kamu yakin kalau gadis ini bisa menjadi sekretaris Erra?" tanya Garda yang mulai memprovokasi keadaan.
''Apakah kamu enggak yakin kalau gadis ini memiliki bakat lain?" tanya Sam ke Garda.
"Aku enggak yakin. Karena menurutku dia adalah orang biasa," jawab Garda.
"Anggapan kamu salah. Dia adalah gadis yang sangat istimewa," ucap Sam.
"Apakah dia tangguh?" tanya Garda.
"Cobalah kalau kamu ingin menghajarnya!" perintah Sam yang menatap Lee.
__ADS_1
"Aku siap melakukannya," sahut Garda.
"Lakukanlah Lee. Mereka memang meremehkan kamu," ucap Sam.
Lee hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Bagaimana bisa pertemuan pertama kali dengan si bos malah berantem. Jujur saja Lee tidak ingin bertengkar sama sekali. Lebih baik Lee berdamai dengan mereka.
Lee membuka blazernya lalu membuangnya ke sembarang arah. Lee terdiam sambil merenggangkan otot-ototnya sambil berkata, "Ah… rasanya kalian telah meremehkan aku."
Garda dan Erra tersenyum smirk. Erra langsung memasang kedap suara agar tidak ada orang yang mengetahui keributan di dalam kantor. Kemudian Erra menyuruh Garda untuk mencoba Lee. Bukan berarti menidurinya melainkan apakah calon sekretaris milik Erra kuat untuk menghadapi musuh ketika berada di jalanan.
Kemudian Garda maju untuk menguji coba kemampuan Lee. Garda mencari celah ketika Lee lemah. Namun Lee malah memasang wajah datarnya dan sangat awas sekali ketika akan ada serangan.
"Bagus juga ini perempuan. Boleh juga ternyata," ucap Garda.
Sesaat Lee tersenyum smirk lalu terdiam dan memandang wajah Garda. Entah kenapa Lee merasakan ada sesuatu yang dirasakannya. Lee mencoba lebih dekat lagi dengan Garda. Lee merasakan ada ikatan batin yang kuat antara pria itu. Sementara itu Garda mencoba memandang wajah Lee. Garda merasakan ada rasa hangat di dalam diri Lee. Garda juga merasakan ada sesuatu yang mengikat di dalam hatinya. Ingin rasanya Garda mulai mengurai rasa itu. Namun Garda tidak bisa melakukannya.
Sesaat Garda menyerang Lee. Lee yang sudah siap sedari tadi langsung menghindari Garda dan berpindah tempat dengan lincah. Sedangkan Erra tersenyum puas melihat Lee yang pandai melawan Garda. Sam tidak akan bercerita tentang Lee yang saat ini adalah ketua inti mafia kelas kakap. Siapa lagi kalau bukan White Eragon.
Serangan demi serangan Lee tetap menghindarinya. Garda memang sengaja membuat Lee lemah. Namun Lee tidak kunjung lemah melainkan sangat kuat. Lee semakin kesal karena ulah Garda. Yang di mana Garda tidak memberikan kesempatan menyerang. Dengan penuh perhitungan Lee akhirnya menyerang Garda.
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Pukulan bertubi-tubi dari Lee untuk Garda. Lee tidak akan menyerah sama sekali sebelum Garda berteriak menyerah. Erra dan Sam menggelengkan kepalanya. Betapa kuatnya Lee si tubuh mungil itu bisa menghajar Garda yang memiliki tubuh besar. Kedua pria itu hanya meringis dan mengelus dadanya.
"Apakah kamu masih mau meremehkan Lee?" tanya Sam.
"Sepertinya tidak. Aku menyerah," jawab Erra yang merasakan tulangnya yang akan remuk ketika Lee sangat brutal menyerang.
"Erra!" teriak Garda. "Tolong bawah gadis gila ini pergi dariku!"
"Apakah kamu akan menyerah tuan raksasa?" tanya Lee yang mengatur nafasnya.
"Ya… aku menyerah. Tolong singkirkan gadis ini dari sini!" teriak Garda.
__ADS_1
"Ya… baiklah. Aku memang capek menyerang orang seperti kamu yang memiliki tubuh raksasa," kesal Lee.