Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 91


__ADS_3

"Ya... Erra baik-baik saja," jawab Bayu yang terdiam.


''Tapi Erra enggak seperti itu?" tanya Irwan.


"Mungkin saja hatinya masih hancur. Kamu tahukan bagaimana kehilangan calon anaknya," jawab Bayu.


Mereka terdiam dan tidak meneruskan perdebatan ini. Karena jika mereka berdebat masalah ini tidak akan selesai. Hati Erra hancur bukan karena kehilangan calon bayinya. Melainkan nyawa Lee yang terancam. Erra akan melindungi sang istri dari Candra. Lalu bagaimana dengan musuh yang bernama Adam? Adam juga sangat bahaya. Diam-diam Adam ingin menghancurkan enam pilar utama tanpa sepengetahuan Candra.


Di pesta itu Lee bisa tersenyum kembali dan melihat anggota tim khusus yang sengaja diundang oleh Erra. Lee sudah mulai tertawa ceria. Sedangkan Erra yang melihat Lee dari jauh tersenyum kembali. Hatinya mulai menghangat dan kembali ceria. Tak lama datang Jake dan Imam. Mereka saling memandang wajah Erra dengan bahagia.


"Syukurlah lu sudah pulih lagi," celetuk Jake.


"Gue harus rela melepaskan calon anak gue sekarang. Coba lihat Lee sudah mulai ceria. Masa gue enggak," ujar Erra.


"Setuju," jawab Imam. "Untung saja Lee enggak kenapa-kenapa. Lu bisa bikin lagi anak."


"Tentu. Tapi enggak sekarang. Lu tahu musuh sesungguhnya siapa?" tanya Erra


"Igin, Marvin, Marvel, Marco, Eric, Sheva, Yoona dan Emilia," jawab Imam.


"Bukan... Bukan itu. Mereka adalah kroni-kroni dari dua musuh utama," jawab Erra.


"Oh ya... Satu lagi Dennis," jawab Jake.


"Bukan, bukan itu. Dennis adalah kroni juga. Satu lagi musuh utama Black Dragon dan White Eragon adalah Candra Malik dan Adam Malik," ucap Erra yang melipatkan kedua tangannya di dada.


"Mereka," pekik Imam.


"Ya, mereka. Dalam diam mereka sangat menginginkan kematian enam pilar utama. Termasuk nyawa kita," ujar Erra.


"Darimana kamu tahu? Kenapa kamu enggak cerita sama kami?" tanya Imam yang kesal.


"Aku kira kamu sudah tahu," celetuk Erra.


"Lalu tujuan utama apa?" tanya Imam.


"Tujuan utamanya adalah ingin menguasai dunia. Kamu tahu selama ini enam pilar utama menguasai dunia terutama dalam perekonomian. Ditambah lagi kita sudah berdiri hingga empat generasi," jawab Erra.


"Yang dikatakan Erra benar apa adanya. Kalian harus tahu itu. Selama ini Erra hanya diam saja karena Candra dan Adam belum menyenggol enam pilar utama. Di sinilah mereka aman," sahut Andi.


"Jadi saat Brucce?" tanya Jake.

__ADS_1


"Iya itu benar. Mereka sangat menginginkan kematian putra dan juga istriku. Mereka ingin menghancurkan salah satu pilar utama. Namun Tuhan sangat baik sekali. Tuhan melindungi mereka dengan baik. Dan kami dipertemukan dengan cara unik," jawab Andi yang mendekati mereka.


"Aku enggak menyangka kalau selama ini Garda," ucap Jake yang menggantung.


"Itulah Tuhan memberikan clue yang di mana menjadi teka-teki. Sedari dulu Garda menjadi kaki tangan Erra aku mulai curiga. Aku memang merasakan kalau dia putraku. Setelah di Helsinki pertemuan itulah yang membuat kami bertemu," tambah Andi.


"Lalu apakah papa akan memaafkan Alicia?" tanya Erra.


"Papa selalu memaafkan Alicia. Meskipun papa tidak pernah menyentuhnya sedikitpun ketika satu mansion," jawab Andi secara terang-terangan.


"Bagaimana dengan mama Caroline Riu?" tanya Imam yang penasaran.


"Papa semakin mencintainya. Rasa cinta papa sekarang ini hingga nanti akan semakin bertambah besar," jawab Andi.


"Maksudnya di ranjang?" tanya Erra segera blak-blakan.


"Sialan lu Ra,' jawab Andi dengan kesal.


"Pa... Lihatlah putrimu yang sudah tertawa lagi," bisik Erra.


"Syukurlah semuanya sudah menjadi pulih," ucap Andi yang mengucap syukur.


"Selama Black Lotus belum menyerang. Aku akan menunggu Lee sembuh," jawab Erra.


Mereka menganggukan kepalanya karena paham. Lalu mereka bersantai menikmati hari ini penuh kegembiraan. Tak lama datang Suci bersama Raka mendekati Imam. Raka menatap wajah Imam dan merentangkan kedua tangannya untuk meminta gendong. Imam tersenyum manis lalu meraih tubuh mungil Raka, "Ikut ayah ya."


Raka menganggukkan kepalanya sambil mencium Imam. Lalu Raka memeluk Imam dengan erat. Kemudian Suci meminta ijin kepada mereka untuk berkumpul bersama mereka. Imam pun mengijinkan Suci sambil berkata, "Bersenang-senanglah. Biarkan Raka bersamaku."


"Terima kasih tuan Imam," ucap Suci yang tersenyum manis ke arah Imam.


Suci melangkahkan kakinya menuju ke para anggota inti. Sedangkan Imam merasakan jantungnya berdetak kencang. Pasalnya baru saja Imam melihat senyuman indah milik Suci. Yang di mana senyuman itu jarang dikeluarkan dari bibir tipis suci. Ah... Rasanya Imam sangat bahagia.


"Apakah kamu bahagia memiliki seorang putra?" tanya Erra yang melihat wajah Imam yang berseri.


"Ya aku bahagia. Aku sangat mencintai Raka," jawab Imam.


"Kenapa kamu tidak menikahi Suci?" tanya Erra.


"Aku belum siap berkeluarga," jawab Imam yang hatinya membeku.


"Janganlah berbicara seperti itu. Kamu harus ingat Raka sang putramu itu. Apakah kamu enggak kasihan sama Raka? Apakah kamu tidak menginginkan keluarga yang utuh?" tanya Erra.

__ADS_1


"Pria mana yang tidak ingin memiliki keluarga yang utuh? Semuanya pasti mengingingkannya. Aku takut Suci akan menolakku," jawab Imam.


"Kamu tahu Suci tidak akan menolak kamu. Suci sudah memiliki sebagian hidupmu yang dititipkan kepada Raka. Lalu apakah kamu membiarkan hidup Suci menderita dan menjadi bahan olok-olokan seluruh masyarakat," ucap Erra yang tidak ingin membuat hidup Suci yang menderita.


Imam menggelengkan kepalanya sambil menunduk, "Kamu tahu hatiku masih sakit karena Gissel?"


"Ya aku tahu itu. Tapi Gissel sudah tidak ada. Kenapa kamu memikirkannya lagi? Apakah kamu memiliki perasaan bersalah kepada wanita itu?" tanya Erra.


"Aku tidak bersalah sama sekali," jawab Imam.


"Lalu?" tanya Erra.


"Aku tidak mau Suci kecewa sama aku," jawab Imam.


"Kalau begitu cintailah Suci dengan tulus. Jangan pernah berhenti mencintainya," jawab Erra.


"Akan aku coba," ucap Imam dengan tersenyum manis.


"Jangan pernah menyerah. Aku yakin Suci adalah wanita yang baik. Meskipun awal-awalnya kamu diperk*sa," celetuk Erra yang membakar semangat Imam.


"Kamu ini," kesal Imam.


"Bicarakan rencana ini baik-baik dan lupakan mantanmu," saran Erra.


Imam menganggukan kepalanya sambil menatap wajah Erra. Lalu Imam mengucapkan kata terima kasih. Sudah seharusnya Imam mencairkan hatinya. Selama hampir dua bulan Imam hatinya bergejolak. Akhirnya Imam memutuskan untuk mencintai Suci.


Bagaimana dengan Suci? Sebenarnya hati Suci sangat bimbang dan belum mau menerima Imam. Karena Suci memiliki trauma pada namanya pria. Hampir tiap malam dadanya sangat sesak jika mengingat peristiwa yang di mana sang ibu meninggal mengenaskan di tangan sang ayah.


Suci mendekati Lee sambil tersenyum, "Syukurlah kakak baik-baik saja."


"Iya... Aku baik-baik saja. Terima kasih atas doa kalian," ucap Lee.


"Di mana Raka berada?" tanya Lee.


"Raka bersama tuan Imam,' jawab Suci.


"Apa!" pekik Angela. "Raka bersama Tuan Imam?"


"Iya... Raka bersama tuan Imam," jawab Suci.


"Jadi tuan Imam sudah mengetahuinya?" tanya Angela yang benar-benar ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2