Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 271


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang menuju ke mansion, Lee memikirkan bagaimana caranya agar tidak dikejar.


Melihat Lee yang bingung, Andi memegang tangan sang putri untuk menyalurkan kekuatan. Andi tahu kalau Lee dalam masalah.


"Papa tahu kenapa kamu diam," ucap Andi.


"Aku sedang memikirkan sesuatu. Kenapa diriku dikejar sama anak buah Candra di Amerika," ujar Lee.


"Tenanglah. Kita akan mencari solusinya," ucap Andi yang mulai menenangkan Lee.


Lee menganggukan kepalanya tanda setuju. Namun Lee merasa ada yang tidak beres. Ya... Lee akan berbuat kejahilan buat Candra. Akan tetapi Lee membuat rencana dengan Garda dan Erra. Rencana apakah itu selanjutnya? Entahlah. Kita lihat saja nanti.


Garda dan Erra memiliki jiwa yang tidak tenang. Mereka mondar-mandir seperti setrikaan yang melakukan tugasnya. Jujur saja mereka sangat khawatir dengan keadaan Lee.


"Kalian tahu kenapa kepalaku tiba-tiba saja pusing?" tanya Nanda yang membuat mereka berhenti.


"Minum obat sana. Bukannya kamu memiliki obat sakit kepala dari papa Saga?" jawab Garda dengan garang.


"Enggak peka banget jadi orang. Makanya dari dulu kamu enggak pernah mendapatkan jodoh," ejek Nanda yang semakin kesal.


"Aku sudah memiliki kekasih. Kamu tahu siapa kekasihku?" tanya Garda yang mulai mengintimidasi Nanda.


"Pasti ujung-ujungnya guling. Karena gulinglah yang membuat kamu tidak kesepian," ucap Nanda yang berhasil membuat Erra tertawa.


Garda menggelengkan kepalanya sambil menatap tajam ke Nanda. Bisa-bisanya dirinya memiliki kekasih guling. Memang gila kali ya Nanda. Tapi ada benarnya juga sih. Bukankah jika kita tidak memiliki pasangan hidup kalau tidur ditemani guling? Kalau punya pasangan hidup, buat apa memakai guling? Entahlah.


"Nasib jomblo abadi ya gini. Coba saja kalau dia memiliki kekasih? Kemungkinan besar hidupnya akan bahagia," ledek Erra.


"Aku memang tidak memiliki kekasih. Tapi aku memiliki cinta yang tulus untuk membahagiakan dua wanita yang sedang berada di dalam hidupku," jelas Garda.


Erra tidak percaya apa yang dikatakan oleh Garda. Ternyata diam-diam Garda memiliki dua kekasih. What? Apa-apaan ini Garda? Kamu membuat dunia persilatan gempar. Mana ada seorang anggota mafia memiliki dua kekasih? Yang ada malah dibantai sama kekasihnya itu. Tapi itu tidak berlaku bagi Garda. Bahkan Garda sangat mencintainya dan menyayanginya. Ingin tahu siapa kedua wanita yang dimaksud Garda?


"Apakah kamu ingin tahu siapa yang aku maksud?" tanya Garda.

__ADS_1


"Setahuku sih mana ada anggota mafia memiliki satu kekasih bahkan lebih?" tanya Erra yang memijit kepalanya.


"Ada. Yang pasti anggota mafia itu adalah badboy," jawab Garda.


"Yang dikatakan Garda memang benar apa adanya Ra. Tapi kamu sayang enggak bisa menjadi badboy. Contohnya saja Candra dan Adam. Mereka adalah badboy. Tiap hari selalu berganti pasangan," jelas Nanda.


"Kamu sangat paham sekali yang namanya Candra," ledek Garda.


"Iyalah. Aku pernah masuk ke dalam markasnya hanya beberapa hari," ucap Nanda.


"Ngapain disana? Jangan tanya kamu mengikutinya ya?" tanya Garda yang curiga.


"Ya... Enggaklah. Enak saja. Aku mah orangnya pura-pura lemah dan sering dibully sama pengawal mereka," jawab Nanda.


Garda paham apa yang dimaksud oleh Nanda. Ya... Nanda memang memiliki tubuh kurus dan kecil. Namun dibalik itu semuanya ada tenaga dalam yang tersimpan. Ditambah lagi jago buat taktik perang.


"Makanya tubuh kamu terlalu kecil. Seluruh anggota mafia sering mengejek kamu lemah. Ya... Enggak salah jika mereka membully kamu. Tapi dibalik tubuhmu yang kecil itu kamu memiliki kemampuan yang tidak bisa ditolerir. Saat kamu memimpin pasukan. Rencana pertama dan kedua gagal. Lalu kamu langsung mendapatkan ide membuat rencana baru. Itulah yang aku suka darimu," puji Garda yang secara terang-terangan.


"Jangan berkecil hati. Biarkan mereka membully kamu. Toh... Kamu adalah anggota yang teristimewa. Semoga kamu mendapatkan seorang jodoh yang baik," ucap Garda yang menyunggingkan senyumnya dengan hangat.


Saat berbicara soal kebenaran Lee tidak sengaja mendengar pengakuan Nanda. Sontak saja Lee terkejut dan memandang wajah Nanda yang tersenyum simpul.


"Apakah kakak akan memiliki adik bayi?" tanya Lee dengan mata berbinar.


"Ya," jawab Nanda yang melihat mata indah Lee berbinar.


"Ah... Cepetan ya kak... Jika sudah lahir biar aku gendong," ucap Lee.


"Bersabarlah. Nanti kalau sudah lahir aku beri tahu," ujar Nanda yang tersenyum manis.


Lee sangat girang ketika mendengar berita gembira. Lee menghempaskan bokongnya sambil menatap Garda, "Apakah kalian berantem lagi?"


"Belum sempat berantem. Suami kamu yang frustasi mencari keberadaan kamu," jawab Garda.

__ADS_1


"Darimana?" tanya Erra.


"Mau makan tapi ketemu dengan orang jadi-jadian," jawab Lee dengan kesal.


"Maksudnya?" tanya Garda.


"Maksudnya adik kamu itu. Adikmu dikejar sama anak buahnya Adam. Ternyata dia berbicara sambil melambaikan tangannya," jawab Andi.


Mereka hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Bisa-bisanya Candra mempekerjakan seorang pria gemulai untuk mengintai Lee. Mereka akhirnya mulai berpikir, apa benar Candra telah kehabisan stok pria tulen untuk dijadikan seorang pengawal?


"Sebentar. Ini aneh sekali sama Candra," ucap Lee yang mulai memandang jam di dinding.


"Sepertinya kamu harus menyampingkan ini terlebih dahulu. Lebih baik kita mencari dokumen itu. Tadi saat berangkat paman Chris mengirimkan sebuah pesan," ucap Garda.


"Pesan apa?" tanya Lee.


"Di ruangan kerja milik kakek ada pintu yang menghubungkan ke ruangan bawah tanah. Kita tidak perlu menjebol lagi pintu yang letaknya di lemari dapur," jawab Garda.


Sesaat kemudian Jake dan Greg membawa enam papperbag. Kemudian mereka menaruhnya di meja. Setelah itu Greg menatap Lee sambil berkata, "Kamu benar orang itu tadi anak buahnya Candra. Dia termasuk kaki tangan Candra yang memegang perusahaan milik Candra di negara ini dan Meksiko. Ada satu fakta yang penting, dia memang disuruh memburu kamu dengan upah sebesar lima belas juta dolar Amerika."


"Okelah... otakku mulai berpikir konyol," ucap Lee dengan sumringah.


"Sepertinya ada rencana yang akan dikerjakan oleh Lee," celetuk Jake.


"Seperti biasa kita akan melakukan hal kecurangan. Aku ingin mencari barang bukti dan setelah itu ledakkan saja secara langsung. Secara tidak langsung kita menghancurkan perusahaan Adam satu lagi," ucap Lee yang memberikan sebuah usul.


"Ada tambahan satu lagi. Kita bisa membuat sayembara di website perusahaan Candra. Lalu kita bisa memanggil seluruh anggota mafia untuk mengejarnya dan membunuhnya," tambah Garda.


"Sayembara?" pekik Jake.


"Bukankah sayembara kudu mengeluarkan uang?" tanya Andi yang notabenenya tidak ingin mengeluarkan uang sedikit untuk membasmi musuh.


"Tenanglah... kita akan memakai uang pribadinya Candra sebesar lima belas juta dollar. Papa tahu apa yang harus kami lakukan?"

__ADS_1


"Terserahlah," jawab Andi yang pasrah.


"Kamu mau menjebol rekening milik Candra?"


__ADS_2