
"Lebih baik kita bicarakan dengan serius bersama Erra. Kita buat program yang dimana bisa menyelamatkan perempuan-perempuan yang masih polos terjerat pada dunia hitam. Masalah human trafficking ini memang sangat parah," usul Garda.
"Tapi sekarang yang bisa membedakan perempuan-perempuan polos," ucap Irwan.
"Apakah ada ketuanya?" tanya Imam.
"Adalah. Tapi kamu jangan ikut-ikutan terjun," suruh Irwan.
"Lebih baik kita melatih para pengawal untuk memiliki insting yang kuat dan paham akan situasi keadaan perempuan itu. Kalau turun percuma kita masih banyak pekerjaan yang banyak ditambah lagi dengan dunia bawah tanah," ujar Garda.
"Ide bagus itu. Setelah ini kita akan membicarakan semuanya ke Erra dan papa Bayu. Setelah disepakati kita bisa memilah Pengawal untuk membentuk sebuah insting yang kuat," usul Garda.
Beberapa saat kemudian datang Erra, Greg dan Lee. Mereka memutuskan masuk ke dalam dan melihat mereka yang sedang bersantai.
"Ada apa?" tanya Lee.
"Duduklah. Aku jelasin semuanya setelah ini," suruh Garda.
"Memangnya ada apa?" tanya March yang menatap Garda.
Mereka duduk secara bersamaan. Lalu mereka Lee segera meraih ponselnya sambil membaca pesan dari Garda, "Soal pasar gelap?"
"Ya... Kamu benar. Adam dan Candra memerintahkan seratus hacker dunia untuk melindungi acaranya. Kita tidak bisa masuk ke dalam karena mereka memasang sistem deteksi tercanggih saat ini," jawab Garda yang menghembuskan nafasnya secara kasar.
"Dan itu berlaku buat seluruh anggota White Eragon," tambah Garda.
"Apa?" pekik Lee.
"Ya... Masalah ini sangat memberatkan bagi kita. Aku butuh bantuan Papa March dan Papa Bayu mungkin," jawab Garda.
"Jangan terlalu berharap dengan papa. Sedari dulu papa tidak paham dengan apa namanya teknologi. Papa selalu meminta bantuan papa Irwan atau papa March. Atau papa Andi" imbuh Erra.
"Lalu, aku memakai papaku gitu?" tanya Garda.
"Apakah kamu keberatan?" tanya Erra lagi.
"Ya... Kamu enggak usah keberatan. Lagian juga papa Andi sudah mumpuni dalam dunia menghacker," jawab Imam.
__ADS_1
"Aku ingin meminta tim khusus dalam berperang melawan mereka. Aku tidak mungkin sendirian melawan mereka," ungkap Garda sambil menatap Lee.
"Buatlah. Kemungkinan disini hacker di White Eragon ada dua belas orang. Jika kita mengerahkan mereka kemungkinan besar bisa menghabisi seratus orang. Jangan lupakan virus yang telah kita buat sebelumnya. Kita bisa mengupgrade virus itu," ucap Lee.
"Bukannya kita pernah membuat virus yang dimana bisa menghancurkan Strada Groups pada waktu itu," ucap Greg yang mengingatkan Lee.
"Upz... Itu virus sudah aku upgrade lima kali. Aku belum tahu kehebatan virus itu," jawab Lee.
"Ribuan virus bisa menghancurkan perusahaan," ucap Erra dengan lucu. "Ini hanya analisaku ya. Bagaimana kalau ditambah dengan virus milikmu Da?"
Mata Jake membulat sempurna dengan virus Garda. Jake hanya menggelengkan kepalanya sambil menghela nafasnya secara kasar, "Virusnya Lee diupgrade sebanyak lima kali. Lalu ditambah lagi dengan milik Garda. Ditambah lagi dengan milik papa. Apa jadinya?"
"Apakah kita membuat virus baru?" tanya Lee.
"Hmmp... Kalau digabungkan lalu cloning hingga satu juta virus dan dikirimkan kepada mereka. Apa yang akan terjadi?" tanya Greg dengan mata berbinar.
"Aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi," ucap Lee.
"Apakah papa Bayu sudah tahu?" tanya Erra.
"Hacker? Pasti si Adam nyari hacker yang sering melakukan kejahatan di cyber crime. Jika iya kita bisa membuka idenditasnya," sahut Lee yang tersenyum devil.
"Tak bisalah," sanggah Erra. "Memangnya kamu bisa mengecek semuanya?"
"Apa?" pekik Lee yang lupa akan hal itu. "Aku mau mengecek satu-persatu?"
"Sepertinya enggak perlu. Kita buat sesuatu yang bisa mengejutkan mereka dengan cara sedang mereka kemudian ambil sedikit yang mereka. Kita kumpulin semuanya lalu sumbangkan ke orang-orang yang kurang mampu," saran Garda.
"Ide kakak bagus juga. Kalau begitu kita akan melakukannya," jawab Lee dengan semangat.
Sedari dulu Lee memang membobol uang orang. Namun Lee ada maksud tertentu. Lee sering mengambil uang mereka karena telah berurusan dengan dirinya. Setelah mengambil Lee memberikan uang itu ke panti asuhan seluruh dunia. Lee memang memiliki kepribadian yang unik dan tidak mudah ditebak. Wajahnya seperti anak kecil bisa berubah menjadi polos seketika. Beberapa menit kemudian mendadak bisa menjadi iblis.
Keesokan harinya Lee melihat beberapa para pengawal yang berjaga. Lee mencium aroma yang tidak membuatnya nyaman. Lee masuk ke dalam lalu mengambil teropong dan sebuah pistol. Ketika ingin keluar Lee dipanggil oleh Andi. Lee hanya bisa tersenyum manis lalu menghampiri sang papa.
"Pagi pa," sapa Lee dengan hangat.
"Pagi juga sayang," sapa Andi kembali sambil mengacak rambut Lee karena gemas.
__ADS_1
"Papa," rajuk Lee sambil memajukan mulutnya sepuluh meter.
"Kenapa coba kamu marah?" tanya Andi.
"Tahu enggak papa. Aku habis menata rambutku tadi pagi. Lalu papa membuatnya berantakan," ucap Lee.
Andi tidak sengaja melihat Lee yang memegang pistol dan teropong. Ia mengerutkan keningnya sambil bertanya, "Kamu mau ngapain?"
"Perasaanku enggak enak pa," jawab Lee.
"Maksudnya?" tanya Andi.
"Ya udah deh pa. Aku mau naik ke atas pohon untuk mencari keberadaan musuh. Siapa tahu musuh masih berkeliaran di sini," jawab Lee yang meninggalkan Andi.
Saat berlari Lee tidak sengaja menabrak Garda. Hingga tubuh mungil terpental dua meter saja. Lee jatuh tersungkur sambil berkata, "Ya ampun... Aku baru saja menabrak gajah."
Andi yang melihat tabrakan itu hanya terkekeh. Andi sangat bingung sekali dengan bentuk tubuh Garda dan Lee. Jujur saja Garda memiliki tubuh yang sangat besar sekali. Sedangkan Lee memiliki bentuk tubuh mungil. Sangking mungilnya Lee bisa menyelinap masuk ke dalam pertahanan musuh. Andi teringat akan dirinya dan sang istri. Ia mengakui kalau dirinya juga tidak memiliki tubuh sebesar Garda. Andi segera pergi meninggalkan mereka sambil merasakan kepalanya pusing memikirkan kedua anaknya.
"Apakah aku menabrak gajah?" tanya Lee berdiri.
"Kamu menabrak aku. Jadinya kamu mental dariku," jawab Garda yang terkekeh melihat sang adik terjatuh.
"Tubuh kakak keras sekali. Untung saja aku hanya jatuh tersungkur. Bagaimana kalau aku mengulanginya lagi?" tanya Lee yang mendekati Garda.
"Kamu akan terlempar ke hati Erra. Kamu tahukan kalau suami kamu sangat bucin sama kamu," jawab Garda. "Kamu mau kemana pagi-pagi begini?"
"Aku ingin mengintai para musuh. Cepat atau lambat mereka akan menyerang hari ini," jawab Lee.
"Bukannya kamu ke Los Angeles?" tanya Garda.
"Nanti sore. Kalau sekarang kemungkinan besar para musuh bisa menyerang pagi ini," jawab Lee yang memiliki firasat pada markas ini.
"Hmmp... Lalu?" tanya Garda yang merasakan ada sesuatu pada sang adik.
"Sebaiknya kita berkemas. Kita tidak bisa berlama-lama lagi disini. Aku ingin mengintai mereka di atas pohon," jawab Lee.
"Apa!" pekik Garda.
__ADS_1