
"Jujur saja papa bukan pria brengsek seperti orang-orang yang mereka sebut. Kamu tahu papa seperti itu. Papa sengaja menyewa mereka untuk membebaskan dari dunia gemerlap. Rata-rata mereka korban human trafficking. Sengaja dijual sama keluarganya untuk keserakahan keluarganya itu," jawab March.
Mereka terdiam dan memandang March. Mereka tidak percaya apa yang dikatakan oleh March. Jadi selama ini March adalah..
"Aku memang sengaja menyelamatkan mereka," jawab March. "Yang tahu hanya Lee."
"Kenapa aku enggak dikasih tahu?" tanya Jake. "Papa tahu enggak setiap hari mama sangat khawatir pada papa."
"Maafkan aku," balas March yang tertunduk lesu.
"Kenapa hanya Lee yang tahu?" tanya Irwan yang mengerutkan keningnya.
"Karena Lee orang yang pertama memergoki aku bersama perempuan di dalam hotel," jawab March. "Lee saat itu marah dan memaki papa. Setelah papa jelasin Lee mengerti. Dan sekarang dia tutup mulut dan tidak menceritakan pada semuanya. Inilah privasi papa yang sebenarnya. Papa enggak mau semuanya tahu. Karena papa sengaja menyembunyikannya."
Flashback On.
Malam itu Lee sedang pergi ke klub malam demi membuntuti sang tersangka. Lee berpakaian baju hitam-hitam agar penyamarannya sempurna. Lee memasuki klub itu dengan disambut musik disko. Ia mendapat pesan dari seseorang kalau sang tersangka berada di sebelah pojok.
"Muak juga di sini. Lebih baik aku pilih tidur," kesal Lee dalam hati.
__ADS_1
Lee berjalan menuju ke bartender sambil memesan jus alpukat. Kenapa Lee tidak memesan anggur atau wine? Karena Lee tidak menyukai minuman itu. Bisa dikatakan Lee bersih dari minuman berakhohol.
Suara dentuman musik semakin menggelegar. Lee tidak bisa menghubungi Angela sang kaki tangannya. Dengan terpaksa Lee mengirimnya sebuah pesan agar tidak kehilangan tersangka. Namun Lee tidak sengaja melihat March yang berada di klub malam itu. Lee bertanya dalam hati kenapa ada papa March di sana? Apa yang sedang dilakukannya? Lee hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar.
Tak lama ada seorang wanita muda kira-kira usia tujuh belas tahun mendekati March. Dengan penuh senyum yang menggoda tangan wanita itu menyentuh dada March. Mata Lee membulat sempurna dan tangannya terkepal.
"Jadi benar ya apa yang dikatakan oleh seluruh manusia di dunia ini Papa March itu playboy cap kakap merah?" tanya Lee dalam hati. "Bagaimana kabar mama Naomi yang berada di Indonesia ya?"
Pria yang bekerja di bartender itu menyerahkan jus alpukat itu ke Lee. Lee melemparkan kartu ATM untuk segera membayarnya. Selesai membayar Lee masih memperhatikan March.
"Cih... Pake senyum segala. Untung saja Papa March tampan. Coba kalau dia sudah peyot. Mana ada wanita mau mendekatinya," kesal Lee dalam hati.
Lee tidak bisa menyalahkan sepenuhnya kepada mereka. Karena mereka juga terpaksa melakukannya. Lalu apakah Lee tahu yang namanya human trafficking? Bisa jadi mereka adalah korban human trafficking. White Eragon belum pernah mengurusi masalah itu.
Tatapan Lee tidak bisa lepas dari gerak-gerik March sambil merasakan wajahnya terkena api. Lee tidak bisa membayangkan jika mama Naomi melihatnya secara langsung. Akhirnya Lee memutuskan bahwa sang tersangka diberikan kepada Angela bersama Pita. Sedangkan Lee harus mengikuti March.
Sejam berlalu March akhirnya pergi dari klub itu. Lee memutuskan untuk mengikutinya. Ketika dirinya mengikuti March, beberapa anggota White Eragon mencegahnya. Lee mengangkat wajahnya sambil memberikan kode agar mereka minggir. Mereka pun minggir memberikan jalan kepada Lee. Untung saja mereka tidak menyerang Lee secara membabi buta. Jika mereka menyerang kemungkinan besar ketua Bayu murka.
Lee menyuruhnya mereka pulang dan mengikuti gerak-gerik March. Tanpa sengaja March belok ke arah hotel milik Lee. Matanya membulat sempurna dan merutuki dirinya. Kenapa bisa March masuk ke dalam hotel miliknya. Dengan terpaksa Lee melangkahkan kakinya sambil melihat suasana ramai.
__ADS_1
"Gimana ini kalau aku ketahuan oleh para pegawaiku? Ah... Biarkan saja. Aku membiarkan saja. Capek tahu kalau kucing-kucingan seperti ini!" kesal Lee dalam hati.
Setelah March selesai memesan hotel, March menyuruh perempuan itu ikut dengannya. Mereka masuk lift dengan santai. Lee mengusap wajahnya dengan kasar. Ia memutuskan untuk duduk di sofa sambil meraih ponselnya.
"Jujur saja gue malas lihat perselingkuhan papa March seperti ini. Ingin rasanya gue minta sama papa Bayu memindahkan ke daerah konflik perang," ucap Lee dalam hati sambil membuka data hotel miliknya itu.
Lee langsung mencari nama March saat reservasi hotel itu. Lee tersenyum manis sambil mengepalkan tangannya. Jujur saja Lee sangat membenci orang-orang yang selingkuh. Mau gimana lagi Lee harus menggebreknya.
Lee berdiri sambil mendekati meja resepsionis. Saat itu Lee melihat kedua resepsionisnya sangat sibuk sekali. Mau tidak mau Lee memanggilnya untuk meminta kartu agar bisa masuk. Awalnya mereka menolak karena sang papa sudah memberikan peringatan untuk menjaga data-data para penyewa. Akan tetapi Lee memaksanya untuk mengeluarkan kartu itu.
Lee akhirnya naik ke lantai tujuh belas. Lee melihat jam lalu memegang mulutnya karena mengantuk. Jujur saja Lee ingin menyerah untuk menggrebek sang papa. Namun apa daya hatinya tetap melakukannya.
Sesampainya di lantai tujuh belas Lee akhirnya mencari kamar March. Tak butuh waktu lama Lee menemukan kamar yang dipakai oleh March. Tanpa basa-basi Lee membuka kamar itu. Matanya mencari keberadaan March. Jantung Lee berdetak semakin kencang. Lee tidak bisa membayangkan kalau sang papa berselingkuh.
Lee menutup pintu itu lalu mengendap-endap seperti pencuri. Ia mulai menajamkan telinganya agar mendengar suara sialan itu ketika memadu kasih. Kalau sampai terjadi Lee adalah orang pertama yang akan menghajar March.
Ketika sampai di kamar Lee tidak mendengar suara sialan itu. Lee mengerutkan keningnya sambil bertanya dalam hati. Kok enggak ada suara sialan itu ya. Lee mulai berpikir kalau March melakukannya di toilet. Namun sebelum itu Lee melihat March duduk sofa dan sang gadis berpakaian seksi itu berdiri ketakutan.
Lee mulai mengintipnya sambil memandang mereka masih memakai pakaian lengkap. Lee semakin bingung apa yang dilakukan oleh mereka. Kenapa mereka tidak melakukannya? Bukannya bercinta kok malah diam? Memangnya gadis itu tidak tahu apa kalau pria tua di hadapannya sangat tampan? Kalau aku jadi kamu sudah aku makan itu pria tua itu.
__ADS_1
"Siapa nama kamu?" tanya March dengan tatapan dingin.