Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 215


__ADS_3

"Aku sudah menerima uang itu," jawab pria yang lebih muda dari pria itu.


"Habisi nyawa Bayu nanti malam. Jangan sampai meninggalkan jejak. Setelah itu aku akan menghembuskan isu kalau Bayu pergi ke Amerika untuk menyusul anak istrinya. Aku tidak ingin Bayu memecatku dari kursi wakil CEO!" titah pria paruh baya itu.


Pria yang berusia muda itu menganggukan kepalanya. Pria muda itu segera pergi meninggalkan tempat itu. Lee hanya memutar bolanya dengan malas. Lee memiliki ide agar bisa mengecoh sang lawan.


Setelah mereka pergi Lee keluar dari sana. Lee bergegas meninggalkan Asco untuk makan. Selesai makan Lee kembali ke Asco. Lee memutuskan untuk beristirahat. 


Sore yang cerah.


Lee terbangun dari tidurnya. Lee melihat jam di ponselnya dan mencuci muka. Kemudian Lee turun ke lantai tiga puluh delapan. Lee melihat Bayu yang beres-beres. Lee duduk di hadapan Bayu.


"Papa," panggil Lee dengan lembut.


"Ada apa? Jika kamu berbicara lembut seperti ada yang janggal." celetuk Bayu yang tersenyum tipis.


"Papa… Aku boleh pulang ke mansion enggak?" tanya Lee dengan wajah yang berseri-seri.


"Ngapain kamu ingin pulang ke mansion?" tanya Bayu.


"Aku ingin tidur di kamar kakak tampan," jawab Lee yang tersenyum memberikan sebuah teka-teki.


Bayu hanya mengerutkan keningnya sambil bingung. Bayu akhirnya menganggukan kepalanya sambil bertanya, "Apakah kamu sangat merindukan kakak tampan?"


"Ya… aku sangat merindukannya. Bahkan Aku ingin sekali memeluknya,'' jawab Lee.


"Selesaikan kuliahmu dulu. Setelah itu pulanglah ke Jakarta,'' perintah Bayu yang mengambil jas dan kuncinya.


"Papa… biar aku yang membawa mobil," seru Lee. 


"Baiklah," sahut Bayu yang menuruti keinginan Lee.


Mereka akhirnya pergi dari ruangan CEO. Tak sengaja Lee melihat pria paruh baya tadi dan menatapnya tajam. Lee membiarkan Bayu berjalan sendirian. Lee mendekati pria paruh baya itu sambil berkata dengan dingin, "LAKUKANLAH APA YANG KAMU MAU. BESOK PAGI KAMU AKAN MENEMUKAN MAYAT ORANG SURUHANMU DI DEPAN MANSIONMU! AKU TIDAK BERCANDA!"

__ADS_1


Lee berjalan menyusul Bayu. Lee masuk ke dalam lift sambil tersenyum manis. Sedangkan pria itu hanya terdiam dan tidak paham. Pria paruh baya itu segera menghubungi orang suruhannya dan menyuruhnya segera bertindak.


Di dalam perjalanan Bayu mengobrol seputar dunia bisnis yang sedang berkembang di dunia. Namun otak Lee terfokus pada dua hal yang sedang dijalaninya. Lee fokus pada mobil dan musuh. 


"Itulah dunia bisnis. Kamu harus berkembang. Dan ingat kamu harus kuat menjalaninya," ucap Bayu yang memberikan wejangan-wejangan kepada Lee.


Lee tersenyum senang dengan wejangan-wejangan Bayu. Setiap memberikan wejangan tentang dunia bisnis Lee langsung tercatat dalam memori.


Beberapa saat kemudian ada dua mobil hitam mengikuti Lee. Lee tersenyum bahagia dan melirik Bayu, "Baiklah pa. Akan aku ingat setiap nasihat papa. Setiap nasihat papa akan berguna buat aku di masa depan. Oh… ya… papa punya pistol engga?" 


"Ada. Tuh di dashbord mobil," jawab Bayu.


Akhirnya Lee mengerem mendadak dan memutar mobilnya sambil melihat kedua mobil itu yang sengaja berhenti. 


"Papa… hubungi para pengawal!" titah Lee yang dingin yang mengambil pistol itu di dalam dashbord dan menyembunyikannya di belakang punggung.


Lee keluar lalu melihat kedua mobil itu masih terparkir. Lee hanya tersenyum dan berteriak, "KELUARLAH KALIAN! JANGAN BERSEMBUNYI DI BALIK SETIR MOBIL! AKU TAHU KALIAN SANGAT MENGINGINKAN NYAWA TUAN BAYU! AKAN AKU BERIKAN! TAPI DENGAN SYARAT! KAMU HARUS MENGALAHKAN AKU!"


Seluruh orang berada di sana langsung geram. Mereka bergegas keluar sambil menatap wajah Lee yang imut dan menggemaskan. Mereka tidak percaya kalau yang menantangnya adalah bocah cilik alias bocil. 


Pria muda tadi tertawa terbahak-bahak melihat Lee. Pria itu sangat meremehkan kekuatan Lee. Mereka belum tahu siapa Lee. Mereka akhirnya mendekati dan melayangkan pukulan ke arah Lee. Namun Lee langsung menghindar.


Malam ini Lee berubah menjadi singa betina. Lee langsung tersenyum mengejek sambil berkata, "Ah… aku sudah lama tidak bertarung."


Kemudian Lee berlari mengejar mereka dan memukul wajah para pengawal hingga bonyok. 


BUGH!


BUGH!


BUGH!


BUGH!

__ADS_1


Tak lupa juga Lee memegang tubuh sang lawan. Lee memegangnya dengan kuat dan membantingnya di aspal. Tak puas sampai itu juga Lee juga menendang lawan mereka. Hanya sekali tendangan para lawan tidak bisa bangun.


"Argh… tidak… tulangku!" teriak salah satu dari mereka.


Lee tersenyum sumringah melihat sang musuh yang terkapar di aspal. Lee menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Maaf aku tidak akan memberikan nyawa Tuan Bayu. Karena kalian kalah dari bocil."


Lee melihat pria muda itu bergidik ngeri. Pria itu sangat ketakutan dan mencoba lari. Namun Lee belum puas melihat pria itu kemudian mengejarnya.


Dengan lincahnya Lee melompat dan menendang pria itu dari arah belakang. sehingga pria itu jatuh tersungkur dan memuntahkan darah segarnya. Beberapa saat kemudian para pengawal mendekati Lee sambil memberi hormat, "Selamat malam nona."


Pria itupun terkejut mendengar para pengawal memanggil Lee nona. Pria itu merasakan kesakitan dan bertanya, "Siapakah kamu sebenarnya?"


"Enggak perlu tahu siapa aku! Pengawal… bawa pemuda itu," teriak Lee.


Kemudian pada pengawal itupun melaksanakan perintah dari Lee. Mereka membawanya ke markas. Sebelum pergi dari tempat itu Lee berpesan untuk menyuntiknya mati. Lalu menyuruhnya membuang mayat itu ke mansion Pak Dwi.


Setelah memberi perintah itu Lee melakukan mobil itu ke arah mansion. Jadi inilah alasan Lee ikut ke mansion Drajat.


 


Flashback Off.


"Begitulah Lee saat itu melindungi papa," jelas Bayu.


"Apakah Pak Dwi masih menginginkan kursi CEO itu?" tanya Rani.


"Namanya manusia yang memiliki sifat serakah. Pak Dwi itu orangnya sangat ambisi untuk mendapatkan kursi itu," jawab Lee. "Aku tidak akan memprovokasi keadaan. Terutama pada enam pilar utama. Aku memiliki data-data yang valid dengan sepak terjang Kak Erra mulai dari nol hingga detik ini. Jika mereka tetap menyerang aku akan membuka data-data tersebut. Dan satu lagi aku memiliki skandal dewan direksi orang luar. Bahkan termasuk enam pilar utama pun aku tahu."


Deg!


Mereka sangat terkejut sekali mendengar penuturan Lee. Bagaimana bisa Lee memiliki skandal enam pilar utama? Padahal mereka tidak melakukan apa-apa. Dengan akal liciknya Lee hanya mengumpulkan video-video konyol enam pilar utama. Lee sengaja menyimpannya untuk hiburan semata ketika jenuh dengan pekerjaan. Apakah mereka tertipu? Ah… mereka tertipu dengan Lee si singa betina.


Mereka hanya pasrah apa yang akan dilakukan oleh Lee. Mereka berdoa agar skandal tidak tersebar ke penjuru bumi ini. Lalu bagaimana dengan Lee? Lee berjalan mendekati meja Erra. Lalu Lee mengambil desk telepon. Lee menekan nomor sebelas. Tak lama telepon itu tersembung dan seorang perempuan menyapa Lee.

__ADS_1


"Selamat pagi," sapa orang yang berada di seberang sana.


"Selamat pagi," sapa Lee balik dengan ramah. Apakah aula meeting sudah siap?"


__ADS_2