
"Ya... Berhubungan dengan sistem keamanan," jawab Garda.
"Kenapa kamu tidak mengajakku?" tanya Irwan dengan kesal.
"Apakah papa Irwan bisa mengendalikan sistem keamanan?" tanya Garda.
"Kamu belum tahu siapa aku sebenarnya? Meskipun aku sering ke sawah, kebun, membuat bom atau menghancurkan semuanya. Aku paham dengan sistem keamanan. Sebelum ada kalian aku bersama March dan Andi yang memegang keamanan di enam pilar utama," kesal Irwan.
"Yang dikatakan oleh Irwan benar. Kami bertiga yang memegang sistem keamanan," ucap March.
"Wow... Amazing," puji Garda. "Lalu kenapa Imam tidak bisa memakai teknologi?"
"Imam sebenarnya bisa tapi malas untuk belajar. Aku ingin para ahli waris menguasai kemampuan menguasai teknologi. Agar kalian bisa langsung turun tangan jika ada cyber crime menyerang. Maka di enam pilar utama generasi sekarang hampir semua yang menguasai itu. Kamu bisa mengajak kerjasama Nanda atau Sam. Mereka juga memiliki ilmu yang mumpuni," jawab March.
"Tapi yang mumpuni hanya Lee, Jake dan Greg," ucap Garda.
Yang dikatakan oleh Garda memang benar apa adanya. Bagaimana dengan lainnya? Sam, Nanda dan Imam juga memiliki kemampuan itu. Begitu juga dengan Erra diam-diam katanya juga memiliki kemampuan seperti itu. Lalu kenapa mereka tidak cerita? Jika mereka cerita Garda bisa mengajak kerjasama.
Mereka sengaja tidak cerita karena ada sesuatu hal. Pekerjaan mereka sangat banyak sekali dan hampir menyita waktunya. Ketimbang mereka berkumpul dengan Garda, Lee, Jake atau Greg, mereka memilih mengurusi kantor dan dunia bawah tanah. Karena Bayu memang mendaulat mereka untuk fokus pada itu.
"Bukannya aku tidak bisa Garda. Aku juga mengurusi perusahaan sama dunia bawah tanah. Kamu tahukan kalau aku didaulat oleh papa Bayu untuk fokus terutama pergerakan demi pergerakan untuk menghalau mereka dari nyata maupun tidak nyata," sahut Imam.
"Maksudnya santet begitu?" tanya Garda yang membuat para papa tertawa.
"Kenapa santet dibawa-bawa sih? Lu tahukan kalau santet itu mistis," kesal Irwan.
"Ya enggak dibawa-bawa sih. Lagian lu hilangnya tak kasat mata. Kalau serangan tak kasat mata bisa jadi santet," celetuk Garda.
"Apa yang diomongin Garda memang benar. Kenapa Garda menjurus ke santet? Karena santet itu serangan tak kasat mata," imbuh Joko.
"Lha... Papa tahu?" tanya Imam.
"Hadeh... Jangankan aku. Nanda dan Sam juga tahu soal itu. Bahkan Nanda bisa menjadi dukun dadakan jika diperlukan,' jawab Joko.
Imam hanya menganggukkan kepalanya karena percaya dengan Joko. Sedangkan Irwan hanya terkekeh mendengar Joko berceloteh tentang santet. Memang mereka adalah kaum metropolitan. Tapi mereka paham akan hal itu.
Ceklek.
Pintu terbuka.
__ADS_1
Jake dan Greg masuk ke dalam ruangan. Mereka menghempaskan bokongnya di sofa dengan elegan. Mereka menatap Garda yang sulit diartikan.
"Ada masalah besar," celetuk Greg.
"Masalah apa itu?" tanya Garda.
"Igin sedang menunggu Lee menjadi janda," jawab Greg.
"Apa?" pekik mereka serempak.
"Apa yang kamu katakan?" tanya Joko dengan serius. "Kamu tahukan kalau Lee itu cinta mati dengan Erra. Begitu juga sebaliknya."
"Igin siapa ya?" tanya Imam.
"Ignatius Mulyono. Seorang CEO dari YM Groups," jawab Greg.
"What?" pekik Imam. "Bukannya kita sering memakai jasa YM?" tanya Imam ke Irwan.
"Sudah enggak. Aku memakai jasa pengiriman barang milik Greg," ucap Irwan.
"Kamu memiliki perusahaan baru?" tanya Joko ke Greg.
"Kenapa kamu enggak mengajakku?" tanya Jake.
"Memangnya kamu mau masuk menjadi manager?" tanya Greg.
"Asem tenan arek iki!" maki Jake. "Gue enggak mau jadi apapun di sana. Gue mau nanamin modal. Siapa tahu bukan enam pilar utama aja yang make. Seluruh orang bisa make jasa kita," usul Jake.
"Ada bagusnya juga usulan kamu. Boleh deh dipertimbangkan," jawab Greg.
"Omongin buat Erra dan Lee. Mereka akan setuju jika bisa melihat peluang bisnis ini. Kalau mereka setuju aku juga akan menanam modal," ucap Joko yang memberi saran.
"Lalu bagaimana dengan Igin? Apakah Erra tahu?" tanya March.
Kemudian Greg menceritakan kronologi Igin bertemu dengan Lee dan Erra. Mereka terkejut dengan pernyataan Greg. Igin sangat berani mengatakan itu semuanya di depan Erra. Mereka hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah.
"Rasanya Igin mau dilempar ke neraka ya?" tanya Joko.
"Dia belum tahu siapa Erra? Dia kira Erra itu orangnya lempeng-lempeng saja yang enggak memperhatikan Lee?" tanya Imam.
__ADS_1
"Erra langsung meminta Lee membeli sahamnya sebesar tiga puluh lima persen. Hingga akhirnya Erra mengambil ahli YM Groups," jawab Greg.
"Memangnya Lee memiliki saham di sana?" tanya Jake.
"Punya. Empat puluh lima persen," jawab Greg.
"Cinta itu buta. Cinta itu bisa mengalahkan segalanya. Karena cinta orang bisa menjadi gila," celetuk Imam.
"Semua orang kalau sudah memiliki pasangan dan sangat mencintainya. Bakalan melakukan apa saja. Menurutku apa yang dilakukan oleh Erra ada benarnya juga. Sekarang kita mikir pake logika saja. Siapa sih yang mau kalau istrinya diganggu sama pria lain?" tanya Irwan.
"Setuju pa. Aku juga enggak menampik soal itu. Bilamana Suci akan diganggu oleh orang aku akan berbuat gila," sahut Imam.
"Tapi kita harus melihat keadaan. Kita enggak mungkin langsung hajar. Ada baiknya kita menyelidikinya terlebih dahulu,'' usul March.
"Maksudnya?" tanya Imam.
"Kita enggak bisa langsung memutuskan secara langsung apakah itu cowok duluan. Bisa jadi istri kita bermain api di belakang kita. Kamu tahukan kasus ini seperti bom waktu. Banyak kok perempuan jaman sekarang bermain api," jawab March.
"Betul pa," sahut Jake yang sering memantau kasus perceraian.
"Apanya yang betul?" tanya March.
"Soal perselingkuhan," jawab Jake.
"Jika ketahuan begitu kamu bisa kok bicarakan baik-baik. Atau jika kamu enggak kuat lebih baik bercerai. Memang kata cerai itu hal yang tabu. Dan semua masalah dikembalikan lagi ke yang bersangkutan," sambung March.
"Apakah papa sering berselingkuh?" tanya Jake yang menyelidiki March.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu? Apakah kamu tidak pernah menyelidiki masa lalu papa?" tanya March yang menatap tajam ke arah sang putra.
"Kenapa aku harus menyelidiki papa? Bukannya itu privasi papa?" tanya Jake.
"Memang itu privasi papa. Jika kamu ingin tahu kebenarannya, kamu bisa kok menyelidiki papa secara mendetail. Biar kamu tahu siapa papa sebenarnya," jawab March secara terbuka.
"Jangankan papamu. Aku sendiri sudah tahu siapa papa Andi yang sebenarnya?" sahut Garda yang sedang berbalas pesan kepada Lee.
"Jujur saja papa memang badboy. Tidak pernah mengenal cinta dan perasaan. Hampir tiap malam papa menyewa perempuan. Tapi papa tidak pernah menidurinya. Melainkan membangun hasrat dan gairah milik papa," jawab March.
"Papa ini aneh? Bisa-bisanya papa memesan mereka tanpa tidur?" tanya Jake yang bingung.
__ADS_1