Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 168


__ADS_3

"Tenang saja adikmu aman dari musuh," jawab Nanda yang menenangkan Garda. "Mari masuk!" 


Mereka melangkahkan kakinya masuk. Seluruh para pengawal berbaris rapi menyambut kedatangan Sam dan Nanda. Jujur saja kedua pria itu sangat malas sekali mendapatkan sambutan seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, mereka adalah pengawal terbaik Nanda dan Sam. 


Nanda dan Sam berjalan acuh tak acuh. Nanda segera membubarkan mereka. Tak lama seorang pria bertubuh kekar mendekati Nanda sambil menyapanya, "Selamat datang Tuan muda Nanda, Tuan muda Sam, Tuan muda Garda dan Tuan muda Erra."


Erra seakan tidak percaya dengan orang bertubuh kekar itu. Bagaimana bisa pria itu mengenalnya? Padahal dirinya tidak pernah menampakkan dirinya di lingkungan White Eragon. 


"Apakah kamu mengenalku?" tanya Erra dengan mata melotot. 


"Ya… saya mengenal anda. Anda adalah putra dari ketua besar kami yaitu ketua Bayu," jawab pria itu. 


"Baiklah," balas Erra sambil menganggukkan kepalanya. 


"Ra… meski kamu tidak pernah hadir di lingkungan White Eragon. Seluruh pengawal White Eragon mengenalmu. Bahkan kamu memiliki sifat dingin sedingin salju pun mereka tahu. Mereka sangat mudah mengenali karakter kamu," jelas Sam. 


"Tuan Nanda… tuan Sam… izinkanlah saya cuti malam ini!" teriak pria itu dengan semangat. 


"Cuti apa? Bukannya kamu sangat anti cuti ketika aku memberikannya?" tanya Sam yang mengerutkan keningnya. 


"Cuti untuk melamar seorang gadis di markas sebelah. Ketimbang saya menyerang secara terus-menerus. Kasihan mereka yang tidak bersalah harus menanggung beban dari saya," jawab pria itu lagi. 


"Terserahlah. Jika kamu ingin menikah besok aku kabulkan. Setelah ini jangan ada peperangan lagi antara pihakku dan pihaknya Lee. Jika ada peperangan lagi aku pastikan kalian akan menikah secara mendadak!" perintah Sam. 


Glek. 


Semudah itukah hukuman yang diterima oleh pengawal. Ya itu mudah sekali bagi para pengawal yang berjenis kelamin pria. Lalu bagaimana dengan pengawal yang dimiliki oleh Lee? Apakah mereka mampu menerimanya menjadi suaminya? Jawabannya kembali ke diri masing-masing. 


Nanda dan Sam sering mendapatkan informasi kalau kubunya sering mengobrak-abrik kubu Lee. Dikarenakan kubu mereka telah jatuh cinta atas kecantikan dan kemolekan tubuh para gadis di markas sebelah. Ketika kubu Nanda menyatakan cinta, kubu Lee lah yang menolak mentah-mentah. Bahkan mereka tidak mau. Mau tidak mau mereka sering berperang. Alhasil Cecilia kaki tangan Lee dan juga Fendy sering turun tangan mengamankan mereka. Lalu menghukum mereka dengan cara militer. Namun mereka tidak ada kapok-kapoknya. Sehingga mereka jengah dengan keadaan dan membiarkan bubar sendiri. Sungguh aneh para pengawal White Eragon di cabang Inggris dan pemegang kekuasaan tertinggi Eropa. 

__ADS_1


"Lebih baik kamu istirahat. Nanti malam kita kesana. Lee akan baik-baik saja. Kamu tahu pengawal Lee lebih ganas ketimbang sini," saran Sam. 


Akhirnya Garda dan Erra menurut saja. Lalu Sam memanggilkan pelayan untuk menyiapkan kamar mereka. Sementara di bangunan lain Lee sedang mengecek harga saham milik Taylor Inc. dan juga Malikz Groups. Lee tersenyum merekah karena penutupan harga saham sore ini banyak yang turun. Lee bersiap-siap untuk menghitung uang pribadinya, uang gajinya, uang penghasilannya di BL Company dan juga uang yang diberikan oleh Erra tiap bulannya. Tentu saja uangnya sangat cukup untuk mengakuisisi kedua perusahaan tersebut. Lee akan membuka dua cabang BL Company sekaligus. Menurut Lee itu sangat menarik sekali. Lee harus berbisnis dan mengembangkan BL Company. 


"Tidak sia-sia aku belajar bisnis dari kak Erra. Rasanya aku ingin terjun langsung," ungkap Lee dengan bahagja. 


"Apakah kakak akan membelinya secara langsung?" tanya Pita. 


"Kakak besar… jangan pernah membeli saham milik Malikz Groups," seru Cecilia. 


Lee dan Pita menoleh kaget. Mata mereka memicingkan secara serempak. Tiba-tiba saja Lee menatap ke arah Cecilia dan bertanya, "Ada apa memangnya?"


"Kakak tahu kalau Candra sering memainkan sahamnya bersama para pemegang saham. Candra sering melakukan kecurangan dalam menjual saham. Gara-gara saham milik Candra turun bisa dipastikan mereka membelinya. Tapi mereka secara tidak sadar dijebak," jawab Cecilia yang sudah pulang dari Taylor Inc. 


"Maksudnya?" tanya Lee. 


"Maksudnya jika kakak membelinya. Para pemegang saham akan melepaskannya secara serempak. Tapi dibalik itu semuanya Candra akan menariknya lagi dengan cara halus. Kakak tahukan cara halus apa?" tanya Cecilia balik. 


"Candra meminta hackernya untuk mengambil semua data-data orang itu. Selain itu juga Candra mengambil seluruh aset yang dimiliki oleh orang tersebut dan melemparkannya ke jalan. Setelah itu saham baru dibelinya lagi akan direbutnya kembali," jawab Cecilia. 


"Apakah data-data orang tersebut dijual?" tanya Lee lagi yang semakin penasaran. 


"Ya… dengan harga yang cukup fantastis. Sangking fantastisnya Candra memiliki kantong yang tebal. Bisa dikatakan kekayaannya bisa dimakan tujuh turunan," jawab Cecilia lagi. 


"Apaan? Candra enggak pernah menikah," seru Cathy yang berada di depan pintu. 


"Ah… Cathy benar. Ternyata kamu mengetahui semuanya tentang Candra," ucap Lee. 


"Kami di sini memiliki tugas untuk mengawasi gerak-gerik Candra," ujar Cathy. 

__ADS_1


"Jadi gimana kak? Apakah kakak mau beli?" tanya Pita. 


"Mau…. Tapi enggak sekarang. Aku memiliki ide sebelum berangkat kesini. Aku harap kak Garda enggak akan lupa dengan ide itu," jawab Lee yang tersenyum devil. 


"Apa… tuan Garda?" pekik Arini yang baru saja datang. 


"Ya… dia adalah kakakku," jawab Lee.


Mata mereka melotot seakan tidak percaya. Bagaimana bisa Lee memiliki kakak yang sangat dingin sekali? Apakah Lee tidak takut dengan si balok es itu? Tidak sengaja Lee melihat wajah mereka yang sangat aneh sekali. Lee mengerutkan keningnya sambil bertanya, "Ada apa dengan kalian? Kenapa mata kalian melotot?" 


"A… a… a… apakah itu benar kalau Tuan Garda adalah kakaknya kakak besar?" tanya Cecilia. 


"Ya… itu benar. Dia adalah kakakku yang pernah hilang beberapa tahun yang lalu. Aku secara tidak sadar mendekatinya dan mengajaknya berbicara. Bahkan sering jalan ke mall ketika Kak Garda masih menjadi kaki tangan Kak Erra," jawab Lee yang berkata jujur. 


"Apakah Tuan Garda saat itu dingin seperti es balok?" tanya Cathy. 


Lee menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, "Tidak. Dia pria yang sangat hangat. Bahkan sangking hangatnya kakak enggak pernah marah sama aku."


"Syukurlah… hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mengenalnya," ungkap Arini yang benar-benar kesal sama Garda. 


"Kamu sepertinya kesal terhadap tuan Garda?" tanya Cecilia. 


"Jika aku boleh berganti pekerjaan sebagai asisten dan sekaligus sekretarisnya tuan Garda kemungkinan besar aku meminta bagian lain di Sebastian," jawab Arini. 


"Kamu ini ada-ada saja. Nanti aku ajarin kamu caranya menaklukan Kak Garda. Biar Kak Garda mau bicara sama kamu, tertawa dan tersenyum. Jika kamu melihatnya aku yakin bakalan terpesona," ucap Lee. 


"Ah… nanti ujung-ujungnya galak," ungkap Arini yang sebenarnya takut jika membicarakan tentang Garda. 


Ceklek. 

__ADS_1


Pintu terbuka. 


Ketika sedang berdiskusi para gadis itu terkejut dengan apa yang dilihatnya. Mereka sangat terpanah dengan tubuh kekar milik pria yang usianya tidak muda lagi. Pria itu mendekati Lee dan bertanya, "Apa yang sedang kamu lakukan disini?"


__ADS_2