
Garda yang bersama Lee sengaja pergi ke taman. Garda mengajaknya duduk di bawah pohon yang rindang. Namun sebelum duduk Garda memesan makanan lewat online. Setelah itu mereka duduk berhadapan.
"Lee," panggil Garda.
"Apa kak," sahut Lee dengan lembut.
"Bolehkah kakak tanya sama kamu?" tanya Garda.
"Apa itu?" tanya Lee balik.
"Apakah kamu sangat mencintai Erra?" tanya Garda.
Lee menganggukan kepalanya sambil tersenyum, "Iya. Aku sangat mencintainya."
"Syukurlah. Begitu juga dengan Erra yang mencintai kamu," jawab Garda.
"Kak, bolehkah aku bertanya kepadamu?" tanya Lee.
"Tanyalah. Kalau kakak tahu pasti dijawab," jawab Garda dengan lembut.
"Apakah kak Erra pernah mencintai seseorang selain aku?" tanya Lee.
"Apakah kamu ragu sama Erra?" tanya Garda.
"Agak sedikit ragu," jawab Lee.
"Baguslah," ucap Garda.
Lee mengerutkan keningnya sambil bingung, "Kenapa kakak memujiku bagus?"
"Hmmp... Aku tahu kamu ragu karena masa lalu Erra yang agak tertutup itu," jawab Garda.
"Kakak benar," ujar Lee yang menundukkan kepalanya.
Garda tersenyum manis sambil mengusap kepala Lee, "Ya... Memang kamu perlu ragu. Karena kamu tidak mengetahui masa lalu suami kamu."
"Aku takut kalau Kak Erra memiliki cinta yang lain. Kakak tahukan kalau suatu pernikahan akan hancur jika tidak mengetahui masa lalu pasangan kita masing-masing," ucap Lee.
"Baiklah kakak paham apa maksudnya," ujar Garda.
"Maafkan aku kak," ucap Lee yang ketakutan.
"Tak apa. Kamu enggak salah," Garda mengelus rambut Lee dan tersenyum. "Kakak akan cerita dan perhatikan baik-baik."
Lee menganggukan kepalanya, "Baik kak."
"Semenjak kakak bertemu dengan Erra pertama kali. Kakak enggak pernah lihat Erra berdekatan dengan perempuan manapun. Dia selalu membawa foto sewaktu kamu masih kecil dan metamorfosa kamu. Erra sangat menyukai kamu ketika waktu SMA. Saat itu kamu sangat imut dan cantik," jelas Garda.
__ADS_1
"Yang pasti foto itu dari kak Sam," ucap Lee.
"Yang kamu katakan itu benar. Sam sengaja mengirimkan foto-foto kamu ke Erra. Agar Erra semangat untuk menjalani hidupnya," tambah Garda. "Jangan sekali-kali kamu ragu kepada Erra. Aku yakin Erra sangat mencintai kamu."
"Baik kak," balas Lee.
Memang selama ini hati Lee ada yang mengganjal. Lee sangat ragu akan ketulusan cinta Erra. Namun setelah bertanya kepada Garda rasa ragu itu hilang. Erra pantas dicintai oleh Lee sampai kapanpun. Lee takut jika bertanya sama Erra karena bisa saja pertanyaan itu menyinggung perasaannya.
"Aku akan mencintai kakak tampan apa adanya. Aku tidak akan ragu lagi untuk ke sekian kalinya," kata Lee yang benar-benar mencintai Erra.
"Sepertinya kamu harus menjadi asistennya Erra setelah sembuh," celetuk Garda.
"Hmmp... Apakah itu perlu?" tanya Lee.
Garda menghembuskan nafasnya secara kasar. Garda tahu sifat Erra yang satu ini. Erra memiliki sifat yang tidak mudah menerima orang lain. Meskipun orang itu memiliki jenis kelamin pria. Jika dirasa pekerjaannya kurang memuaskan Erra langsung memecatnya.
"Ya itu benar kak. Sekalian aku akan menghempaskan pelakor-pelakor yang dimana ingin merebut kebahagiaan rumah tangga kami," kata Lee.
Garda tersenyum lucu sambil membelai rambut Lee. Lalu Garda berkata, "Iya kamu benar. Selama kamu berada disisinya. Kamu bisa menghempaskan mereka. Karena pelakor itu sekarang rasa istri."
"Pelakor rasa istri!" pekik Lee.
"Ya... Masa kamu tidak tahu itu," jawab Garda.
"Pelakor rasa istri. Ah... Rasanya aku ingin menghempaskan mereka saja," jawab Lee.
"Apakah kamu ragu kepada Erra?" tanya Garda.
"Kalau begitu ya sudahlah," balas Garda.
"Kakak enggak pergi ke kantor?" tanya Lee.
"Untuk hari ini tidak. Aku ingin di rumah saja," jawab Garda.
"Apakah kakak sudah memiliki pacar?" tanya Lee.
"Belum," jawab Garda. " Kenapa?"
"Apakah kakak tidak ingin menikah?" tanya Lee.
"Menjalin hubungan bekas orang trauma itu berat," jawab Garda.
"Maksudnya?" tanya Lee. "Bolehkah aku tahu itu, masalah apa yang membuat kakak trauma?"
"Apakah kamu ingin mendengarkan kakak?" tanya Garda lagi.
"Ceritakanlah kepadaku. Kenapa kakak tidak memiliki seorang kekasih hingga detik ini. Padahal wajah kakak sangat tampan," puji Lee.
__ADS_1
"Baiklah. Kakak memang tidak memiliki kekasih hingga saat ini. Kakak pernah mengalami trauma pada kisah cinta kakak. Kakak pernah berpacaran dengan seseorang yang bernama Haruka. Haruka adalah gadis yang sangat imut. Tapi dibalik keimutannya ternyata dia adalah seorang penipu," jawab Garda.
"Apakah itu benar?" tanya Lee.
"Ya itu benar. Kakak hampir kehilangan segalanya jika Erra tidak menghentikan segera bisa jadi aku miskin," jawab Garda.
"Dia sudah memiliki seorang suami dan tiga putri," imbuh Garda.
"Memiliki seorang suami dan tiga orang putri. Lalu kakak berpacaran dengan Haruka. Setelah itu kakak ditipu. Ini aneh sekali," ucap Lee.
"Ya... Memang Haruka itu sering menipu. Enggak kakak aja," jawab Garda. "Untung saja kakak tampan kamu tidak membantainya."
"Terus mereka bagaimana?" tanya Lee.
"Diserahkan kepada polisi dan membiarkan hukum yang bicara. Setelah diserahkan kepada pihak kepolisian para korban pun muncul," jawab Garda.
"Ternyata sang kaki tangan mafia bisa tertipu juga ya," ledek Lee.
"Aish.... Kamu tahu itulah kenyataan hidup. Aku tidak mengerti kenapa sampai saat ini bisa tertipu," jawab Garda.
"Ayo kak sudah sore kita pulang. Nanti kakak tampan marah," ajak Lee yang membayangkan Erra marah.
Garda hanya terkekeh saat mengetahui Lee membayangkan Erra ngambek, "Erra tidak akan marah kamu pergi sama siapa. Erra juga tahu teman pria kamu siapa-siapa dan sudah menyelidikinya. Bahkan Erra sudah menaruh pengawal bayangan di sekitar kamu."
"Paling-paling kalau pergi sama papa itu sering," celetuk Lee.
"Aku harap Erra tidak cemburu sama papa," sahut Garda yang membayangkan Erra cemburu pada Andi.
"Aish... Bagaimana caranya kakak tampan cemburu pada papa?" tanya Lee.
Tak lama seorang pria datang dengan memakai baju hijau yang bertuliskan Bijek menghampiri mereka. Pria itu menyerahkan lima kantung papperbag ke arah Garda. Kemudian Garda menerimanya sambil mengucapkan terima kasih dan memberikan tips. Setelah pria itu pergi Lee memandang wajah Garda, "Buat apa?"
"Buat kamu ngemil lah. Badanmu semakin kurus saja," kesal Garda.
"Tapi enggak sebanyak gini kali kak," jawab Lee.
"Ah... Enggak apa-apa," ucap Garda. "Aku tahu kamu sangat menyukai kue sus milik mama Yi."
"Kakak masih ingat saja apa makanan favoritku sejak kecil," sahut Lee.
"Bahkan kamu tidak mau berbagi ke kakak tampan. Yang notabennya penyuka kue sus," tambah Garda.
"Apakah itu benar kak?" tanya Lee.
"Ya itu benar," jawab Garda. "Bahkan saat itu usia kamu baru menginjak usia setahun."
"Apa?" pekik Lee.
__ADS_1
Lee memamerkan deretan gigi putihnya ke Garda. Yang dikatakan oleh Garda memang benar apa adanya. Jika dulu Lee sama Erra sering rebutan kue sus buatan mama Yi. Bahkan Lee suka menang dan membuat Erra kesal. Padahal waktu dulu Lee masih berusia satu tahun. Jika Erra memakan kue sus Lee selalu mendekatinya dan ikut-ikutan makan. Untung saja mama Yi sangat baik mengurangi jumlah gula hingga tidak terlalu manis.
"Kita makan di rumah saja. Waktunya kita pulang!" ajak Lee.