Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 184


__ADS_3

"Sepertinya kamu salah perhitungan. Kamu menganggap aku berada di Jakarta. Iya kan…. Jika aku berada di Jakarta kamu dengan bebas bisa membakar markas besarku ini agar aku kesini! Iya kan! Cepat jawab!" bentak Lee. 


Emilia terdiam dan tidak berbicara sama sekali. Semua rencana yang telah dibuatnya hancur seketika. Kenapa rencana terbesarnya ini tiba-tiba saja bocor? Apakah Lee memakai dukun? Ya…. Emilia selalu berpikiran kalau Lee memakai dukun. Ah… mana mungkin Lee bisa ke dukun. Apalagi Lee tidak mengerti ilmu santet menyantet. 


"Apakah kamu pergi ke dukun santet online untuk mencari keberadaan dan mengetahui semua rencana jahatku?" tanya Emilia. 


"Huaha… keren…. Kamu menuduhku pergi ke dukun. Bagaimana bisa aku pergi ke dukun? Bahkan aku tidak paham dengan ilmu perdukunan itu," jawab Lee. "Gara-gara kamu menuduhku pergi ke dukun aku malah ingin tertawa ngakak."


Mata Emilia membulat sempurna. Ternyata tuduhan itu tidak benar. Ketimbang Lee pergi ke dukun lebih baik menjadi mata-mata. Atau menerjunkan orang menjadi mata-mata. 


Tak lama Andi keluar dengan memakai baju serba hitam. Andi menuju ke arah Lee dan berkata, "Emilia Wallace… apakah kamu mengenalku?" 


Emilia yang masih kesakitan mengangkat wajahnya. Lalu Emilia menatap Andi yang tidak terlalu menua. Padahal usia Andi bisa dikatakan sudah kepala lima. Mata Emilia membulat sempurna kemudian perlahan berdiri. Setelah berdiri Emilia mendekati lalu menjatuhkan tubuhnya ke tubuh Andi. Andi hanya diam saja dan membiarkan Emilia menyentuhnya. Namun Lee tidak akan membiarkan Emilia menyentuhnya. 


"Jangan sentuh papaku!" geram Lee yang menarik tubuh Emilia dan melemparkannya hingga jatuh tersungkur untuk kedua kalinya. 


"Argh!" teriak Emilia yang kesakitan. 


Sorot mata Lee mulai menajam dan memandang Emilia yang berteriak. Lee sangat kesal terhadap Emilia. Bukan kesal lagi malahan ingin membunuhnya saat itu juga. 


"Kamu tahu siapa dia?" tanya Lee dingin. "Kamu tahu siapa dia!" 


"Dia adalah Andi Sebastian! Pemegang ahli waris Sebastian Corporation Groups International," jawab Emilia yang masih menatap sorot tajam mata Andi. 


"Kamu tahu siapa aku!" tanya Lee dengan nada meninggi. 


"Kamu adalah Lee si singa betina. Yang tak lain selalu menggagalkan seluruh rencana yang dibuat oleh Candra!" gertak Emilia. 

__ADS_1


"Perkenalkan nama aku Aleeyach Roses Sebastian. Aku adalah putri dari Andreas Leon Sebastian alias Andi Sebastian. Yang kamu sebut-sebut ingin menjadi istrinya," ucap Lee dengan nada datar. 


Sontak saja Emilia terkejut sekali lagi. Ternyata selama ini yang dia lawan adalah putri dari Andi. Emilia terdiam dan berpikiran kalau Lee bukan putrinya Andi. 


"Kamu bukan putrinya Andi! Kamu bohong! Kamu jangan ngarang cerita!" bentak Emilia. 


"Itu benar. Dia adalah putriku. Kami memiliki wajah yang sama," sahut Andi dengan nada serius. 


"Enggak… itu tidak mungkin! Itu tidak mungkin! Yang aku tahu Andi memiliki seorang putra saja bernama Brucce Tiger Sebastian!" teriak Emilia histeris. 


"Memang benar, dia adalah putriku. Kamu tahu kenapa aku tidak pernah mempublikasikan putriku ini ke publik? Karena aku ingin membuat hidupnya aman. Jika berada di publik Lee tidak mau memakai nama Sebastian. Hanya karena mencari orang-orang yang menghancurkan kehangatan keluarganya," jelas Andi dengan dingin. 


Beberapa saat kemudian datang Garda. Garda perlahan mendekati Lee dan menatap wajah Emilia yang berantakan. Garda tersenyum smirk lalu bertanya, "Apakah kamu mengenalku?" 


"Ya… aku mengenalmu. Kamu adalah kaki tangan Erra Drajat!" bentak Emilia. "Kamu adalah Garuda Muda Prayitno."


"Ya… namaku keduaku itu. Apakah kamu enggak tahu siapa aku?" tanya Garda. 


"Erra menjadikanku pesuruh karena aku ingin belajar banyak hal. Dia adalah kakak terbaikku. Dia yang mengajarkan aku menjadi pria seperti ini. Pria yang tidak mengenal belas kasihan sama sekali. Kamu tahu siapa aku!" tanya Garda dengan nada meninggi. 


"Kamu adalah Garuda Muda Prayitno!" jawab Emilia. 


"Oh… kamu salah. Aku adalah anak kecil yang telah kamu bunuh pada waktu itu! Kamu sengaja menyingkirkan aku dari ahli waris Sebastian bersama mama. Agar kamu bisa melihat penderitaan Andi Sebastian," ucap Garda. 


Emilia terkejut lagi untuk ketiga kalinya. Anak kecil yang telah dibunuh ternyata masih hidup. Bagaimana bisa anak kecil itu bisa bertahan? Bukannya anak kecil itu hangus terbakar bersama mobilnya ketika terjun ke jurang.


"Bukannya kamu hangus terbakar?" tanya Emilia. 

__ADS_1


"Kalau aku hangus terbakar kemungkinan besar tidak akan berdiri disini untuk melihat kematianmu," jawab Garda. "Oh… ya satu lagi. Ada yang ingin bertemu denganmu."


Beberapa saat kemudian datang Caroline Riu. Caroline berjalan mendekati Garda dan Andi. Tak lama Caroline tersenyum melihat Emilia sambil menyapanya, "Emilia Wallace…. Ya aku mengenalnya. Aku memang dulu bersahabat menjadi teman yang baik."


Emilia terkejut lagi dengan suara Caroline. Bahkan ini yang keempat kalinya. Semoga saja Emilia tidak menghembuskan nafasnya secara cepat karena mendapat serangan jantung mendadak. 


"Caroline Riu… kenapa kamu berada disini? Lalu kenapa kamu bisa berada di lingkaran enam pilar utama?" tanya Emilia yang terkejut untuk kelima kalinya. 


"Kamu tahu siapa aku? Aku adalah wanita yang kamu singkirkan demi mendapatkan Andi," jawab Caroline. 


"Apakah kamu adalah Tika?" tanya Emilia. 


"Ya… aku adalah Kartika Putri Winata. Seorang istri dari Andreas Leon Sebastian. Aku juga ibu dari Brucce Tiger Sebastian dan Aleeyach Roses Sebastian. Kamu yang telah menghancurkan keluargaku. Kamu yang telah membuat anak-anakku menderita! Sekarang kamu terima akibatnya!" bentak Caroline yang menunjukkan jiwa singa betinanya. 


Caroline mengambil pisau lipatnya dan menghujamkan ke jantung Emilia. Caroline tidak akan memberi ampun lagi kepada orang yang ingin menghancurkan hidupnya. Sudah cukup putra-putrinya menderita dan terpisah dari dirinya. Seketika Emilia langsung menghembuskan nafasnya terakhir. Caroline belum puas untuk membalas dendam. Masih ada dua lagi yang ingin dihabisinya. Yaitu Candra dan Seva. Lee yang melihat itu hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Lee meminta agar Emilia disuntik mati dengan obatnya. Namun Caroline berkata lain. Dari dulu Caroline ingin membunuh orang-orang yang telah menghancurkan keluarganya. 


"Aish… mama aku ingin membunuhnya dengan cara menyuntikkan obat yang telah dibeli oleh Kak Erra," ucap Lee. 


Namun beberapa saat kemudian Erra membawa pedang untuk diberikan oleh Garda. Garda pun menerimanya. Dengan cepat Erra menarik tubuh Lee dan memeluknya, "Lakukanlah apa yang kamu mau!" 


"Aku memutuskan untuk memenggal kepalanya dan mengirimkannya ke Candra. Dan tubuhnya kuserahkan pada seluruh hewan yang berada disini," ucap Garda yang langsung memenggal kepala Emilia. 


Setelah selesai memenggal kepalanya Emilia, Garda meminta para pengawalnya untuk membereskan mayat Emilia. Kemudian Garda menyerahkan pedang itu ke pengawal. 


Berakhir sudah kisah Emilia. Yang dimana Emilia adalah orang yang sangat menginginkan Andi menderita hingga ajal tiba. 


"Setelah ini aku akan memburu Seva," ujar Lee. 

__ADS_1


"Hancurkan dulu Taylor Inc. Setelah itu cari Marvin!" perintah Bayu. 


Beberapa saat kemudian datang Fendy yang melihat semua orang berkumpul. Fendy mendekati Andi sambil bertanya, "Apakah pestanya sudah selesai?" 


__ADS_2