Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 353


__ADS_3

"Dari aku," jawab March.


"Memang, papa March selalu di depan," puji Lee.


"Oh iya... Apakah kalian sudah siap menyerang?" tanya Andi.


"Sudah. Serang lalu beri virus," jawab Greg.


"Iya... Mau bagaimana lagi? Sedangkan di lapangan sudah ada orang. Lakukanlah sekarang. Mereka sedang menunggu kalian menyerang," ucap Andi yang memberikan perintah.


Mereka akhirnya menyerang sistem pertahanan itu dalam waktu sekejap. Lalu mereka juga tidak lupa mengirimkan beberapa virus yang mematikan untuk melumpuhkan sistem keamanan tersebut.


Tak hanya butuh waktu lama mereka menemukan sebuah celah dan mengirimkan beberapa virus yang sangat mematikan itu. Kemudian mata mereka terfokus di depan layar PC mereka.


Mereka tidak bisa membayangkan, bagaimana virus itu menggerogoti semua sistem mirip Black Lotus. Memang virus ini sangat unik sekali. Namanya diambil dari merk iklan terkenal. Jika Valentine barang itu sedang diburu oleh dua insan sedang memadu kasih.


"Ratu abu-abu ternyata sangat dahsyat sekali. Sepertinya dia akan menjadi pemegang tahta terbesar di pulau seribu virus yang telah tercipta," celetuk Garda.


"Iya itu benar. Kita bisa jadikan dia Sang pemimpin. Kalau ada waktu senggang kita buat pertemuan untuk mengupdate semua virus yang berada di 6 pilar utama. Mulai dari yang lemah hingga kuat. Ditambah lagi peng-upgrade-an sistem antivirus tersebut," perintah Andi dengan serius.


Markas Black Lotus.


Beberapa orang yang mengaku sebagai hacker handal, membiarkan virus itu masuk ke dalam sistem keamanan, Mereka hanya terdiam dan s Aling memandang satu sama lain. Sesekali mereka tertawa terbahak-bahak. Karena melakukannya hanya demi protes ke Adam maupun Chandra.


"Siapa yang di antara kalian tidak mau memperbaiki sistem keamanan tersebut?" sebut saja namanya adalah Tino.


"Aku enggak peduli soal ini. Lagian di bos tidak pernah memberikan upah selama peretasan milik orang," celetuk Rio.

__ADS_1


"Aku pun juga sama. Bagaimana bisa seorang pengusaha yang terkenal tidak memberikan bonus sepeserpun. Padahal kita sudah bekerja siang dan malam," ujar Roni yang mengeluh.


"Yang kalian katakan benar. Lebih baik kita menaruh surat pemberhentian kerja. Mulai saat ini kita bisa bebas tugas. Kita akan bekerja di tempat lain maupun sendiri," seru Hassel yang sudah semangat untuk keluar dari sarang mafia ini.


"Apakah kalian tidak takut dengan Adam?' tanya Alexander yang ketakutan.


"Kenapa harus takut? Bukannya masa Adam telah selesai? Kita memiliki suara untuk mengemukakan pendapatan," jawab Rio. "Coba kita bayangkan. Seharusnya setiap penyerangan terhadap perusahaan manapun. Kita akan diberikan bonus. Dari awal kita masuk ke sini kita tidak mendapatkan apapun. Gaji juga tidak sebesar apa yang kita terima. Itu juga enggak dicicil," jawab Rio yang hidupnya sangat mengenaskan selama menjadi seorang hacker berada di Black Lotus.


"Kalau begitu taruh surat pengunduran kamu di atas PC. Aku juga begitu," suruh Hassel sambil menunjuk surat pengunduran tersebut di atas PC.


Mereka dengan serempak menaruh surat pengunduran itu di atas PC. Sembari menatap ruangan IT mereka menghembuskan nafasnya secara kasar. Mereka tidak menyangka kalau hidup di sini sama saja membunuh dirinya sendiri.


"Semoga tempat ini mendapatkan para penghuni baru dan ikhlas kerja siang malam tanpa mendapatkan apa-apa dan bonus," ucap Hassel dengan senyum yang merekah.


Mereka akhirnya pergi meninggalkan ruangan IT secara serempak. Mereka tidak menyangka kalau hidupnya terkurung dalam ruangan kecil itu dan disuruh menghancurkan banyak perusahaan dengan upah rendah. Ditambah lagi mereka tidak mendapatkan asupan gizi sedikitpun. Sungguh miris sekali hidup mereka!


Di area Black Lotus, Bayu sudah mendapatkan pesan dari Andi. Ia membuka pesan itu dengan mata berbinar. Ia tidak menyangka kalau mereka sudah menembus sistem keamanannya.


"Tidak tahu,'' jawab Sam yang berada di sampingnya.


"Ini sangat aneh sekali menurutku," keluh Bayu. "Kalau begitu kita berpencar untuk penanaman bom!"


Mereka menganggukan kepalanya secara serempak. Mereka mulai berpencar untuk melakukan penanaman bom di sekitar area Black Lotus.


Bayu dan Erra berjalan menuju ke area belakang markas. Mereka tersenyum manis karena di area sini tidak ada yang menjaga. Mereka mulai memaki kebodohan Adam dan mencibirnya.


Coba kalian bayangkan guys! Markas sebesar itu tidak ada yang menjaga sama sekali. Bagaimana nanti ada yang masuk ke dalam? Kemudian mereka melakukan pencurian atau penjarahan? Tanyakan saja pada Adam.

__ADS_1


"Seumur-umur kita menggrebek markas seseorang. Aku tidak pernah menemukan semua sudut selasari ada yang menjaga. Bahkan aku selalu menghabiskan beberapa persen tenaga yang aku buang," keluh Erra yang mendapati kenyataan yang cukup membingungkan.


"Ada beberapa faktor yang membuat Adam tidak menaruh para pengawal diberbagai sudut. Kemungkinan besar hutan ini tidak bisa dijamah oleh siapapun. Atau juga Adam suka memecat para pengawalnya itu," jawab Bayu sambil menanam bom tepat berada di dinding markas itu.


"Satu kata payah buah mereka," keluh Erra yang membuat Bayu terkekeh.


Selesai pemasangan bom tersebut, mereka akhirnya meninggalkan area itu untuk kembali ke hotel. Para pria itu tertawa melihat kekonyolan mereka sendiri. Mereka tidak menyangka kalau di usianya sudah menginjak kategori paruh baya itu melakukan hal gila.


Sedangkan sang pemilik sedang melakukan ritual di ranjang. Ia sangat menikmati kehidupan malamnya bersama para perempuan-perempuan yang sudah dipesannya itu. Sesekali Adam mengerang kenikmatan hingga ke puncak. Namun apakah Adam tahu, kalau markasnya sudah ditanam oleh bom?


Tepat jam enam pagi, mereka akhirnya berkumpul dan melihat ke langit-langit. Mereka tersenyum bahagia dan mengaku puas. Namun sampai saat ini mereka belum meledakkan bom itu. Mereka sengaja tarik ulur dan membiarkan ketika Adam tiba.


"Apakah Adam sudah tiba?" tanya Erra.


"Belum sama sekali. Aku harap Adam bisa melihat kehancuran markas itu tepat berada di depannya," ucap Imam bergantian bersama Garda maupun Lee.


"Entah tidak bisa dibayangkan kalau itu terjadi. Adam akan mengalami kerugian besar. Yaitu sebagian asetnya hilang," ejek Lee yang baru saja datang dengan membawa paperbag berisikan cemilan.


"Kenapa kalian sangat mudah sekali membobol sistem keamanan milik Adam?' tanya Erra.


"Kakak harus tahu satu hal. Beberapa hacker yang berada di markas tidak melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati. Mereka sengaja melakukannya karena bentuk protes terhadap Adam," jelas Lee yang membuat mereka terkejut.


"Memangnya ada apa?" tanya Bayu.


"Yang aku dengar dari beberapa hacker di sana tidak dibayar sepeserpun," jawab Lee sambil menghempaskan bokongnya di samping Garda.


"ternyata Adam kejam ya?" tanya Sam yang baru saja datang.

__ADS_1


"Memang sangat kejam sekali. Aku tidak bisa membayangkan hidup menjadi pengawalnya ataupun hacker," jawab Lee yang memelas.


"Tidak punya perikemanusiaan!" geram Erra.


__ADS_2