Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 138


__ADS_3

"Memangnya kak Sam ada apa?" tanya Lee.


"Sam terkena masalah besar. Sam dituduh tetangganya sebagai pebinor," ucap Nanda.


"Perebut bini orang," ucap Lee dan Erra yang terkejut secara serempak.


"Kok bisa?" tanya Erra.


"Ya... Enggak tahu masalahnya apa? Kok aku yang dituduh mengambil bini orang. Setahuku perempuanlah yang suka selingkuh dari lakiknya," jawab Sam.


"Kalau begini terus ini enggak bisa dibiarkan. Berikan foto gambar istrimu itu," ucap Lee.


"Dia adalah seorang model yang pernah menjadi endors Sebastian Groups. Namanya Sriyatun Saraswati," jawab Sam.


"Pulanglah ke rumah. Temui mama Haruka. Aku akan mencari bukti-bukti perselingkuhan Sriyatun. Jika kak Sam tertangkap polisi aku yang akan bertanggung jawab!" titah Lee dengan dingin.


"Apakah kamu gila menyerahkan ketuamu sendiri?" tanya Bayu.


"Tidak pa. Aku tahu siapa Sriyatun itu. Dia pernah mendekati kak Garda dan kak Erra. Sebelum sampai jauh aku melabraknya. Aku tidak mau Sriyatun mati di tangan Kak Garda," jawab Lee. "Pulanglah kak... Aku akan ke sana setelah mendapatkan barang bukti itu."


"Lalu bagaimana dengan di Taipei?" tanya Sam.


"Serahkan pada kak Nanda," jawab Lee yang mengatur semuanya.


"Kalau begitu aku akan mengirimkan bahan meetingnya," ucap Sam.


"Baiklah," balas Nanda.


Sam akhirnya mengalah dan menuruti perintah Lee. Sam tahu apa yang dilakukan oleh adik kecilnya itu. Tak lama Sam berpamitan pulang. Namun sebelum itu Erra menghubungi pengawalnya untuk mengawal Sam. Erra merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan kasus ini. Setelah mengirimkan perintah ke para pengawalnya Erra akhirnya bersuara, "Apakah kalian merasa kalau kasus ini sangat janggal?"


"Maksudnya?" tanya Garda.


"Kita tahu siapa Sam sebenarnya. Sam adalah playboy. Namun Sam bukan seorang merebut bini orang. Kalaupun Sam ingin merebut bini orang. Pasti Sam memilih wanita yang berkelas. Wanita yang jarang dijamah suaminya. Sedari tadi aku menganalisis pembicaraan kalian," jelas Erra. "Aku sudah mengawal Sam hingga ke mansion."

__ADS_1


Entah kenapa hati Lee dan Bayu tidak tenang. Menurutnya ini sangat aneh sekali. Kenapa tiba-tiba saja Sam dituduh sebagai pebinor.


"Nda... Lebih baik kamu pergi ke Taipei!" perintah Erra.


Nanda mengangguk tanda setuju. Namun sebelum itu Bayu meminta para pengawal untuk mengawal Nanda. Kejadian demi kejadian semenjak Sebastian Groups diserang membuat Bayu menaruh curiga terhadap Candra. Bayu tahu betul kalau Candra melakukan caranya yang licik.


"Sepertinya aku akan menyusul Sam ke mansion," ucap Erra yang berdiri sambil mengambil kunci Andi di meja. "Lee... Cari bukti di apartemen Sam dan Sriyatun. Aku mencium bau busuk dibalik ini semuanya."


"Baik kak," balas Lee.


"Aku ikut," seru Garda.


Erra menganggukan kepalanya sambil keluar dari ruangan itu dengan diikuti Garda. Lalu mereka menghela nafasnya sambil merasakan perasaan yang tidak enak. Sedangkan Lee mengambil tab Garda dan mencari informasi Sam dan Sriyatun di apartemen masing-masing.


"Jangan salah loh... Masih ada Adam," celetuk Bayu.


"Aish... Kenapa itu orang ikut-ikutan ingin menghabisi nyawa enam pilar utama?" tanya Lee dengan kesal.


"Apakah kita enggak menyusul kak Sam?" tanya Lee yang tangannya gatal ingin memukul orang.


"Sepertinya tangannya kamu gatal ya ingin menghajar para musuh," ucap Andi yang paham dengan putrinya itu.


"Ya... Papa pasti tahu itu," jawab Lee.


Andi mengangguk paham dan menuruti apa yang diinginkan oleh putrinya itu. Andi segera mengambil kunci mobilnya dan mengajak Lee pergi mencari keberadaan Sam. Sementara itu Bayu hanya menepuk jidatnya. Entah kenapa anak sama bapak sama saja sifatnya. Mereka adalah tukang berantem.


"Anak bapak sama saja," kesal Bayu.


"Lalu?" tanya Rani yang mengerutkan keningnya.


"Kamu tahu sebenarnya Andi itu tampan. Tapi Andi jago banget yang namanya tawuran. Begitu juga dengan Lee. Lee juga tidak segan-segan ingin tawuran," jawab Bayu.


"Apakah papa menyesal kalau Erra memiliki menantu seperti Lee?" tanya Rani.

__ADS_1


"Tidak. Aku tidak menyesal. Malah aku bangga mendapatkan menantu seperti Lee. Bahkan aku sangat menyayanginya seperti putriku sendiri," ucap Bayu.


Lee yang berada di samping Andi yang mengemudi sudah meretas cctv milik Sam. Lee segera memeriksa seluruh apartemen Sam. Namun Lee tidak menemukan apapun dalam apartemen Sam, "Aku tidak menemukan apapun itu. Aku yakin kak Sam tidak pernah memasukkan orang begitu saja. Apalagi seorang perempuan. Yang dikatakan kak Erra benar apa adanya. Akhir-akhir ini banyak yang menyerang enam pilar utama."


"Kamu benar. Kalau papa analisa sih kemungkinan besar serangan demi serangan akan terjadi hingga kita tumbang satu persatu," jawab Andi.


"Apakah kita akan menyerang sekarang?" tanya Lee.


"Tidak perlu gegabah. Aku yakin mereka adalah musuh yang bodoh dan tolol. Karena mereka mainnya dari belakang. Yang penting kamu bersama Erra harus waspada. Kami para papa akan melihat perkembangan kalian dari dunia bawah tanah," jawab Andi.


"Fiuh... Ingin rasanya aku memiliki kekuatan dobel atau tripel. Aku sudah tidak sabar lagi untuk perang," keluh Lee yang memeriksa apartemen Sriyatun.


"Papa ingatin sekali lagi, JANGAN GEGABAH! BIARKAN SAJA MEREKA MENYERANG DARI BELAKANG. KITA TIDAK PERLU CAPEK-CAPEK MELAYANI PERANG DAN BUNUH-BUNUHAN. KITA SANTAI DI KANTOR DULU!" jelas Andi dengan suara dinginnya sambil mengancam Lee.


Kalau sudah dapat ancaman dari Andi, Lee terdiam dan tidak berkata apa-apa. Mau tidak mau Lee harus menuruti perkataan Andi. Hanya Andilah yang sanggup menghentikan langkah Lee. Tak lama kemudian Lee menemukan video yang membuatnya terkejut. Suryati ternyata simpanan...


Lee hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Lee mulai curiga dibalik kasus ini ada seseorang yang di belakang. Lee mengira-ngira kalau ini bukan Candra melainkan Adam. Ya... Adam memang diam-diam bergerak sendiri.


"Apa yang kamu temukan?" tanya Andi yang mengerem mendadak karena menemukan mobil Sam dan Erra.


"Ini sangat aneh sekali. Aku rasa ada seseorang yang berada di balik ini semuanya," jawab Lee yang sebenarnya masih mendeteksi pria itu yang sangat mirip sekali dengan Adam Malik.


"Kamu itu membuat papa ragu," kesal Andi.


"Jangankan papa yang ragu. Akupun sama. Nanti aku minta Kak Greg menyelidiki siapa pria yang sering bertemu Sriyatun" ucap Lee.


"Apakah itu suaminya?" tanya Andi yang menatap kedua mobil itu yang kosong.


"Tidak tahu," jawab Lee dengan tegas dan melihat kedua mobil itu kosong. "Waktunya bermain."


Lee keluar dari mobil tanpa membawa senjata. Lee mencari keberadaan Erra, Garda dan Sam melalui instingnya. Lee berjalan menuju ke arah barat dan memasuki hutan. Lee melihat pertarungan antara Sam, Erra dan Garda. Lee hanya bisa menghembuskan nafasnya sambil berkata, "Parah sekali ya mereka. Masa lawan mereka ecek-ecek."


"Siapa yang kamu maksud mereka ecek-ecek Lee?" tanya Andi yang sedari tadi mengikuti Lee.

__ADS_1


__ADS_2