Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 475


__ADS_3

"Kakak besar berada di dapur. Kemungkinan besar sedang mengambil lalapan. Kak Imam berada di dapur untuk mencuci wajan dan spatula. Kak Erra sedang membersihkan dapur," jelas Suci yang memberitahukan mereka sedang menikmati hari.


"Ya sudah begitu. Untung saja kalian tidak keluar," ucap Rani dengan lega. "Ya sudah kalau begitu. Mama sudah lega karena baik-baik saja."


"Memangnya Mama berada di mana?" tanya Lee yang ikutan nimbrung di samping Suci.


"Kami berada di Brussels. Kami sedang mengejar kalian. Karena kami mau menangkap kalian," jawab Rani yang membuat Lee tersenyum bahagia.


"Kami? Berarti Mama Caroline ikut juga ya?" tanya Lee yang permasalahan dan mencari keberadaan Caroline.


"Mama kamu tidak ikut. Mama kamu sedang dikurung oleh Papamu. Awalnya kami ingin mengajak mamamu itu. Eh... papamu itu menyuruhnya tidak ikut," jawab Rani.


"Lama-lama papa seperti kakak tampan saja. Posesifnya minta ampun," kesal Lee.


"Biarkan saja mereka berpacaran lagi. Siapa tahu nanti kamu dan Garda memiliki seorang adik baru," ledek Mama Yi.


Mata Lee membulat sempurna. Bagaimana bisa Lee memiliki adik baru? Sedangkan dirinya sudah menjadi dewasa dan sedang mengandung bayi. Ah... rasanya tidak mungkin bagi Lee.


"Rasanya itu tidak mungkin. Kalau itu terjadi Kak Garda yang bingung," jelas Lee yang membuat Rani dan Widya tertawa.


"Bisa jadi. Apalagi di Jakarta hawanya sangat dingin dan turun hujan," celetuk Mama Yi mulai mengompori Lee.


Lee hanya tertawa saja. Ia tahu bagaimana kondisi Mama papanya itu. Jujur mereka tidak mungkin memiliki seorang bayi.


Mama Yi juga hanya meledek Lee sambil menggelengkan kepalanya. Ia tidak mungkin juga membenarkan ucapannya. Karena dirinya tahu siapa Caroline sebenarnya.


"Maafkan Mama ya," ucap Mama Yi.


"Kok mama meminta maaf sama aku sih?" tanya Lee.


"Soal adik bayi," jawab Mama Yi.

__ADS_1


"Enggak apa-apa ma. Biarkan saja mereka berdua. Aku malah suka mereka berdua," ucap Lee tersenyum.


"Kalau begitu lanjutkan makan malam kalian. Jika badannya sudah selesai kita bisa bertemu di suatu tempat. Yang dimana tempat itu menjadi tempat favorit kita," jelas Rani.


"Baiklah," balas Lee yang serius.


Sambungan terputus.


Mereka akhirnya mendekati ke pasangannya masing-masing. Mereka melihat sedang menikmati makan malam dengan indah.


Jujur saja melihat mereka sangat akur sekali. Mereka jarang sekali membuat konflik dan mencuat ke permukaan. Persahabatan ini bisa membuat seluruh para penghuni di dunia ini sangat itu sekali.


"Siapa yang telepon tadi?" tanya Erra.


"Para mama. Mereka sangat khawatir sekali dengan keadaan kita. Mereka takut kita keluyuran malam-malam begini pas ada badai," jelas Lee.


"Yang enggak. Gila saja kalau kita menerjang badai tersebut. Memangnya kamu mau terkena hipertermia?" tanya Erra.


"Memangnya kamu sedang patah hati?" tanya Nanda yang menatap wajah Lee.


"Aku nggak patah Hati. Kan bener di luar dingin banget. Sampai-sampai tubuhku dingin dan seluruh organ tubuhku juga membeku. Lalu apakah aku salah dengan pernyataanku tadi?" tanya Lee.


"Nih aku kasih tahu. Kalau kamu ngomong di depan orang-orang seperti itu. Nanti orang-orang curiga kalau pernikahanmu selesai," jawab Nanda yang memberikan satu solusi buat Lee.


"Sebenarnya aku nggak mempermasalahkan dengan ucapannya Lee. Hatinya membeku itu bukan termasuk patah Hati. Lee kalau ngomong sering memakai kiasan yang aneh. Banyak sekali orang-orang yang tidak paham akan kiasan itu. Bahkan kiasan seperti itu bisa menyindir orang yang tidak bagus bekerja," tambah Erra.


"Harusnya begitu. Kamu jadi seorang CEO hanya diam saja dan tidak melihat orang-orang yang sedang bekerja itu. Lee memang sudah sering turun ke bawah dan memeriksa semuanya. Meskipun diam dia memiliki butuh yang sangat valid sekali," jelas Nanda yang paham dengan Lee.


"Ngapain sih kalian berantem? Bukankah hari ini kita harus menghabiskan waktu? Aku harap kalian baik-baik saja hingga akhir hayat," tanya Angela.


"Kita nggak sedang berantem. Aku menegur Lee karena pembicaraannya itu yang sangat aneh sekali," jawab Nanda.

__ADS_1


.


"Nggak ada yang berantem di sini. Jujur aku yang salah dan menyulut masalah ini. Tapi kalianlah yang bisa mengerti pembiayaanku ini. Soal Hati membeku itu hanya istilahku saja. Soalnya tubuhku benar-benar kedinginan seperti ini. Ditambah lagi terasa dingin itu masuk ke dalam tulang-tulangku," jelas Lee.


"Hati membeku boleh. Tapi jangan keterusan. Kamu nggak tahu jika Erra diambil sama wanita lain?" tanya Imam.


Langsung saja wajah Lee berubah menjadi muram. Lee sangat ketakutan ketika sang suami diambil orang. Jujur dirinya sekarang egois dan tidak mau mengalah. Jika ada yang menyentuh sang suami, ia tidak akan melepaskannya saja.


"Jangan sampai kita seperti ini. Jangan sampai enam pilar utama memiliki kasus tentang hubungan asmara. Jujur selama aku hidup, menjadi menantu enam pilar utama tidak mudah. Banyak leluhur yang menuliskan apa-apa saja yang harus dilaksanakan," jelas Imam.


"Bukannya tidak ada. Tapi belum saja sampai seperti itu. Kita harus menjaga bagaimana hubungan ini tetap berjalan dengan baik. Banyak sekali mereka ingin menjatuhkan kita. Soal pernikahan atau apapun itu terserah kalian. Kita hanya saling melindungi satu sama lain," Tambah Nanda.


"Ya nggak bisa terserah. Kita harus memutuskan, bagaimana caranya saling melindungi satu sama lain," seru Imam.


"Ayo deh kita makan. Nggak usah bahas yang aneh-aneh. Lagian masalah seperti ini ngapain kita perpanjang? Kalau kita bayar semuanya ini dan nggak makan-makan. Percuma dengan kakinya. Yang koki sedang merenung dan menatap nasi goreng itu," ledek Erra


yang sebenarnya tidak keberatan sama sekali.


Akhirnya mereka sudah tidak membahas apapun soal itu. Memang dasarnya Lee, Lee sering sekali membahas apapun tentang itu. Tapi merekalah yang membuat masa ini menjadi besar.


Syukurlah suasana dapat dikendalikan. Erra menyuruh mereka makan dan tetap diam. Sedangkan lainnya menikmati menu nasi goreng itu.


Malam ini mereka tidak ingin tidur sama sekali. Karena di luar badai sangat dahsyat menerjang Belgia. Mereka memutuskan untuk sharing tentang pengalaman ketika hamil pertama kali. Para pria pun tidak mempermasalahkannya.


Pagi menjelang, ketika suasana masih mencekam di luar. Mereka memutuskan untuk tinggal di rumah lagi. Jujur mereka tidak bisa kemana-mana. Seharusnya hari ini mereka berjalan-jalan ke pusat kota. Namun apa daya cuaca nggak bisa diajak kompromi.


"Kita nggak bisa keluar lagi. Cuaca di luar masih menyeramkan seperti ini. Jujur kita nggak bisa mencari coklat yang berasal dari pabriknya," jelas Nanda.


"Itu benar. Cuaca semakin dingin. Entah pada ini kapan berakhirnya. Untung saja di kulkas sudah memiliki bahan makanan yang cukup," sahut Angela.


"Ya sudah kita nikmati saja. Nggak usah mengeluh pada keadaan," sahut Imam.

__ADS_1


"Memangnya berapa hari badai akan berlangsung?" tanya Suci.


__ADS_2