Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 126


__ADS_3

"Biasa... Kami hanya butuh quality time untuk waktu bersama," jawab Yi yang sedang menyindir Nanda.


"Buat apa kalian harus pake quality time segala? Bukannya kalian selalu bersama tiap detik, tiap menit dan tiap jam?" tanya Nanda.


"Memangnya kamu saja yang mempunyai quality time segala bersama kekasih kamu itu," sindir Yi.


Nanda langsung terdiam dan menatap wajah Yi dan Joko. Lalu Nanda menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Tidak... Aku tidak memiliki quality time bersama perempuan. Kan aku sudah bilang sama mama dan papa dari dulu. Kalau aku tidak memiliki pacar."


"Masa iya sih enggak punya pacar?" tanya Yi.


"Enggak ma... Semenjak aku kehilangan seseorang yang terpenting dalam hidupku. Aku masih jomblo ma," ucap Nanda yang berbohong.


Pletakkkkk.


Yi memukul lengan Nanda sambil menatap nyalang, "Jika kamu tidak mau mengatakan pada mama. Mama yang akan mencari seseorang wanita untuk dijadikan istrimu!"


Nanda hanya terbengong dan tidak bisa berkata apa-apa. Nanda menatap Joko agar bisa menyelamatkan dirinya. Namun Joko menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, "Maaf... Kali ini papa tidak bisa membantumu."


Nanda hanya bisa mendengus kesal. Nanda tidak bisa berkata apa-apa lagi. Seketika ruangan kerja itu horor. Nanda segera berdiri dan keluar dari sana. Setelah keluar ruangan kerja itu Nanda mengaku lega dan bisa menghirup udara segar.


"Huaha.... Sangat horor sekali di dalam," ucap Nanda dalam hati.


Tak lama seorang pengawal pribadinya mendekatinya sambil memberi hormat hingga membuat Nanda terkejut.


"Tuan," sapa Thomas.


"Ada apa? Aku kira kamu setan," kesal Nanda.


"Aish... Tuan... Saya kan tampan kok bisa dikatain setan," kesal Thomas yang sebenarnya orangnya tidak suka serius.


Nanda hanya menggelengkan kepalanya sambil melihat Thomas itu yang penuh percaya diri. Bagaimana bisa Nanda memiliki seorang pengawal yang kurang ajar seperti ini. Bahkan Nanda sangat kesal sekali dengan wajah tengil Thomas. Tetapi Thomas memiliki kelebihan yang unik yaitu bisa menghitung kecepatan arah angin. Disinilah Nanda menjadikan Thomas sebagai pengawal kepercayaan.


"Maaf tuan. Ada tuan James dan tuan Arthur di bawah," jawab Thomas.


"Ngapain mereka kesini?" tanya Nanda.


"Mereka kesini ingin bertemu dengan anda tuan," jawab Thomas.

__ADS_1


"Baiklah aku akan segera ke bawah," balas Nanda.


Akhirnya Nanda turun ke bawah dan melihat James dan Arthur. Lalu Nanda mendekati mereka sambil berseru, "Hey... Tumben ke Jakarta."


James menatap wajah Nanda dengan lesu. Lalu James menggelengkan kepalanya sambil bertanya, "Apakah di White Eragon ada lowongan?"


Nanda mengerutkan keningnya sambil menghembuskan nafasnya secara kasar. Lalu Nanda menatap wajah James dan Arthur secara bergantian, "Ada apa memangnya? Apakah ada masalah di tempat bekerja?"


"Aku dipecat dari pekerjaanku," jawab Arthur.


"Apakah itu benar?" tanya Nanda yang semakin bingung. "Darimana kamu dipecat? Apakah kamu memiliki kesalahan?"


"Tidak. Aku tidak melakukan kesalahan yang fatal. Aku dipecat karena Candra," jawab Arthur.


"Lalu?" tanya Nanda.


"Kami disuruh masuk ke White Eragon membantu kalian untuk menangkap Candra," jawab James.


Seketika Nanda terdiam dan tidak bisa memutuskan apa-apa. Nanda harus membicarakan ini ke Joko terlebih dahulu, "Lebih baik aku bicarakan ini ke para papa. Aku tidak bisa memutuskan semuanya."


Beberapa saat kemudian Joko dan Yi datang dan melihat dua anggota kepolisian dari Amerika. Mereka menatap tajam dan mulai memasang kuda-kuda. Ketika Joko ingin menyerang mereka, Nanda menghentikan sementara agar tidak terjadi peperangan.


"Apa?" pekik Joko. "Apa benar itu Arthur dan James?"


"Ya itu benar. Mereka adalah James dan Arthur anak angkat papa Andi," jawab Nanda.


"Aish... Kok aku baru sadar," ucap Joko.


"Kenapa mereka datang kesini?" tanya Yi.


"Kami dipecat dari pihak kepolisian. Tapi kami disuruh pulang oleh atasan kami untuk masuk ke dalam tubuh White Eragon. Tujuannya adalah hanya untuk membantu White Eragon menangkap Candra Malik," jawab James.


"Apakah itu benar?" tanya Nanda.


"Ya.. itu benar. Kami memang keluar dari kepolisian. Jika tidak percaya tanyakan saja pada paman Bayu," jawab Arthur.


"Kebetulan sekali kami ingin pergi ke markas. Sebelum kami pergi kalian makanlah terlebih dahulu," suruh Yi.

__ADS_1


"Kok bibi tahu kalau kami belum makan?" tanya Arthur.


"Dari wajah kalian yang sangat meyakinkan itu," jawab Yi.


"Kalau begitu pergilah makan!" ajak Nanda pergi ke dapur dengan mengajak James dan Arthur.


Sementara itu Bayu yang berdua di kamar bersama Rani terkejut dengan isi email itu. Bayu melihat Rani yang masih duduk di tepi ranjang dan mendekatinya. Lalu Bayu membisiki Rani dengan hembusan nafasnya yang lembut, "Aku tinggal dulu. Mama bersiap-siap untuk ke markas."


"Baik pa," balas Rani.


Lalu Bayu bangun dan menuju ke luar kamar. Bayu tidak paham apa maksudnya ini. Bayu bergegas mencari keberadaan Andi karena tidak paham atas isi email tersebut. Sesampainya di sana Andi bersama Lee sedang bermain game online. Mereka sedang menunggu para pasangannya.


"Kalian sepertinya sedang sibuk!" seru Bayu.


"Ya... Kami sedang sibuk dengan mencoba permainan yang sedang dibuat oleh Kak Jake yang berkoloborasi dengan Kak Greg," jawab Lee yang masih asyik menyerang Andi dengan susah payah.


"Aku tadi dapat email dari kepolisian Amerika. Mereka bilang akan menyetop pekerjaan James dan Arthur agar bisa bergabung dengan White Eragon," ucap Bayu yang menghembuskan nafasnya secara kasar.


Mereka berteriak dan menghentikan sementara permainan itu. Mereka dengan kompak menatap Bayu dengan penuh tanda tanya. Kenapa polisi yang mempunyai jabatan tertinggi menghentikan kedua anak angkatnya itu? Yang lebih dibuat terkejutnya lagi kenapa juga mereka harus bergabung dengan White Eragon?


"Ada apa sebenarnya? Kok ada yang aneh dengan kedua anak-anakku itu?" tanya Andi.


"Christian menyuruh mereka masuk ke White Eragon. Tujuan mereka masuk ke White Eragon adalah untuk menangkap Candra," jawab Bayu.


"Mana ada pihak kepolisian meminta kerjasama dengan mafia. Yang ada kita akan hancur lebur," kesal Andi.


"Apakah kamu enggak sadar kalau hampir kepolisian di setiap negara meminta bantuan kita untuk membumi hanguskan para musuh?" tanya Bayu.


"Kok gue lupa ya... Kalau mereka sering meminta bantuan kita. Yang jadi pertanyaan kenapa Chris meminta bantuan kepada kita?" tanya Andi balik.


"Hanya untuk menangkap Candra sialan itu," jawab Bayu.


"Wah... Sekarang Candra sedang diburu oleh pihak kepolisian ya," jawab Lee dengan tersenyum manis.


"Ya... Tumben saja ya... Kenapa juga mereka memburu Candra," ucap Bayu. "Apakah Candra sudah membuat onar?"


"Kita enggak bisa membuat keputusan seperti ini. Cepat atau lambat pasti akan tahu kejahatan Candra yang sebenarnya. Aku sendiri yakin kalau Candra itu adalah raja obat-obatan terlarang," sahut Lee yang menghentikan permainannya ketika Erra keluar.

__ADS_1


"Mari kita berkumpul di markas!" ajak Erra.


__ADS_2