Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 435


__ADS_3

"Lee Sebastian," jawab Adam.


"Bagaimana bisa Lee adalah putrinya?" tanya Yoona.


Dengan terpaksa ada menceritakan masa lalu Caroline ketika kecelakaan itu. Lalu Adam bercerita hingga mendetail dan tidak ada yang ditutup-tutupinya. Kemudian ia mengakui kalau dirinya ikut dalam penyusunan skenario itu.


Hati Yoona terkoyak sudah. Ia baru tahu kalau Adam dan Chandra itu sangat kejam sekali. Sangking kejamnya Yoona terkadang ketakutan jika berada di dekatnya. Gara-gara Melisa semuanya jadi kacau. Andaikan dulu dia tidak pernah ikut-ikutan soal penggunaan itu. Kemungkinan besar Adam tidak menjadi bulan-bulanan rasa takutnya itu.


"Kalau aku lihat sih, Melisa memang sangat menginginkan Andi menjadi kekasihnya. Saat itu aku tahu posisinya. Dulu aku memang pernah bekerja di sana hanya untuk beberapa bulan saja. Melisa ingin sekali menjadi kekasihnya Andi. Tapi Andi tidak mau. Karena rasa cintanya kepada istrinya itu sangat besar sekali. Dulu aku sering mendengar kalau Andi Sebastian itu memiliki sifat yang dingin. Ditambah lagi kejam banget. Banyak karyawan yang takut jika menghadap ke Andi. Itulah yang membuat Melisa menjadi tantangan untuk menaklukkannya."


"Itulah kalau orang yang sangat ambisi sekali. Sangking ambisinya ingin menghancurkan hubungan dua insan yang saling mencintai. Aku juga bersalah kepada Lee."


"Apa salahmu kepada Lee?"


"Aku telah membunuh anaknya.Jika seandainya aku tidak menyuruh Alicia dan Gisel ke Indonesia. Kemungkinan besar mereka sudah memiliki seorang anak yang lucu. Tapi sekarang aku sudah tenang. Lee sudah memaafkanku."


"Jangan sedih begitu. Jika semua kesalahan Sudah dimaafkan. Kamu hanya perlu berbuat baik saja."


Adam hanya menganggukkan kepalanya. Jujur saja sampai detik ini Adam merasa bersalah. Lalu Adam menatap langit sambil berkata dalam hati. Andai saja kalau aku bisa balik ke masa lalu. Aku pasti akan memperbaikinya. Dan tidak akan ada lagi perpecahan satu sama lain.


Yah begitulah Adam. Setelah mendapatkan maaf dari seluruh enam pilar utama. Memang hatinya sudah lega. Akan tetapi hidupnya masih belum tenang sama sekali.


Di pinggiran kota New York. Greg bersama Jake sedang bermain kartu. Inilah hobi mereka berdua ketika tidak memiliki pekerjaan. Meskipun mainnya hanya kartu saja. Mereka bisa tertawa terbahak-bahak. Ditambah lagi mereka mengajak para pengawal bermain bersama. Menambah suasana di taman depan depan rumah Greg sangat ramai sekali.

__ADS_1


Sementara di dalam rumah Sheva dan Leony sedang melihat mereka. Terkadang mereka tertawa bersama-sama karena kekonyolan anak dan keponakannya itu. Sheva menuruti keinginan Jake untuk bertemu dengan adik kembarnya itu. Di sisi lain Sheva sangat merindukan March.


"Apakah kamu ingin kembali ke Indonesia?" tanya Sheva.


"Ya Aku ingin kembali. Sudah dua puluh tujuh tahun aku tidak pulang ke Indonesia. Aku sangat merindukan kampung halamanku. Bagaimana kabar orang-orang berada di sana?" tanya Leony sambil meneteskan air matanya.


"Apakah kamu kabur dari Indonesia? Jangan-jangan Kamu niat sekali mencariku," tanya Sheva sambil menahan senyumnya itu.


"Aku terpaksa mencarimu hanya untukmu meminta pertanggungjawaban. Tapi kamu selalu tidak berada di tempat. Jadi aku memutuskan di sini bekerja sebagai petani. Tapi syukurlah aku sudah menjadi orang sukses di sini. Tanpa dirimu aku bisa bangkit," jawab Leony dengan kesal.


"Maafkan Aku. Jika aku tahu kamu berada di New York. Aku pasti mencarimu. Tapi kamu tidak pernah berada di kota yang besar ini. Kamu malah hidup di tempat pinggiran kota seperti ini. Dengan terpaksa aku tidak bisa mencarimu. Bahkan teman-temanku yang berada di Indonesia. Mereka mencoba mencarimu. Namun hasilnya nihil. Dengan terpaksa aku mengurungkan niatku untuk mencarimu," ucap Sheva. "Kalau begitu bersiaplah. Kemungkinan besok atau lusa mereka akan mengajak kita pulang ke Indonesia. Aku juga ingin bertemu dengan adik tengilku itu. Seharusnya aku sama dia tidak perlu berpisah."


"Tapi lihatlah, mereka berdua sedang asyik bermain. Mereka tidak memperdulikan dengan statusnya itu. Meskipun Greg sebagai asisten Jake. Namun mereka sangat akrab sekali. Untung saja Tuhan memberikan sebuah ikatan yang kuat antara mereka berdua. Jika kamu berada di Indonesia. Apakah kamu akan kembali ke sini?"


"Baiklah. Kamu nggak perlu membeli rumah. Aku sudah memiliki rumah di sana. Kita bisa menempatinya bersama-sama."


"Ide yang sangat bagus itu. Kalau begitu berkemas lah. Apakah kamu tidak rindu dengan Kota Jakarta?"


Leony menganggukan kepalanya sambil berdiri. Wanita paruh baya itu pun memutuskan untuk beres-beres. Jujur saja selama tinggal di New York. Kehidupan Leony semakin membaik. Apalagi ia memiliki skill sebagai petani. Leony sangat dibutuhkan oleh warga di sekitarnya. Terkadang dirinya diminta untuk membagikan ilmu Bagaimana cara menanam dengan baik? Meskipun begitu Leony membaginya secara gratis tanpa dipungut biaya. Saat itulah para warga di sini sangat menyukainya.


Jakarta Indonesia.


Malam yang cerah bertabur bintang. Lee sedang duduk di taman sendirian. Di sana ia melihat para pengawal menyiapkan pesta barbeque.

__ADS_1


Bayu merencanakan akan mentraktir seluruh pengawal yang masih setia dengannya. Badannya kekar wajahnya sangat tampan sekali. Tidak membuat Lee takut sama mereka. Justru mereka sering dijadikan sebagai latihan Lee.


Tak lama Suci dan Widya datang. Mereka akhirnya menuju ke tempat Lee. Suci melihat Lee yang sedang duduk tersenyum manis. Kemudian Lee berdiri langsung memeluk Suci.


Sungguh bahagianya malam ini. Bisa bertemu dengan adik angkatnya itu. Lalu Lee melepaskan Suci sambil mencari keberadaan Raka.


"Di mana Raka?" tanya Lee yang sangat penasaran sekali dengan Raka.


"Raka sedang bersama ayahnya. Mereka sangat cocok sekali dan sering berantem untuk mendapatkan aku," jawab Suci.


Lew mengalihkan perhatiannya terlebih dahulu ke arah Widya. Lee juga memeluk Widya sambil menanyakan kabarnya, "Bagaimana kabar Mama? Apakah Mama sehat?"


"Mama sehat-sehat selalu. Ya sudah deh kalau begitu. Mama akan mencari tuan rumah ini. Kalian bisa mengobrol dengan panjang lebar tanpa harus ada gangguan dari Raka," jawab Widya yang sengaja menitipkan Raka kepada Imam.


"Baiklah Ma," seru Lee dan suci dengan kompaknya.


Akhirnya Widya pergi dari sana untuk mencari keberadaan Rani dan Caroline. Sedangkan Lee dan Suci duduk bersama bersampingan.


"Bagaimana kabar kamu?" tanya Lee.


"Aku baik-baik saja kak. Terima kasih ya. Setelah mendapatkan pencerahan dari kakak. Aku sudah tidak ragu lagi dengan Kak Imam. Jujur saja Kak Imam orang yang sangat dingin. Tapi dia sering memberikan kejutan demi kejutan buat aku dan Raka. Jika kakak tidak mendukungku. Kemungkinan besar aku tidak bisa berkumpul dengan Kak Imam," jawab Suci yang membuat Lee menyunggingkan senyumnya.


"Kamu nggak perlu ragu seperti itu. Papa Irwan sudah menerima Raka dengan baik. Bahkan Papa sudah mengakui kalau Raka adalah cucunya. Kamu harusnya bangga mendapatkan pengakuan seperti itu. Jarang ada yang mendapatkan pengakuan seperti itu. Bahkan mereka tidak akan mau menerima kamu. Tanpa segan-segan mereka akan menjodohkan putranya dengan gadis lain," jelas Lee.

__ADS_1


"Kakak benar. Andaikan dulu aku tidak menuruti kalian. Kemungkinan besar aku yang sudah menjadi wanita single parent," ucap Suci.


__ADS_2