Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 233


__ADS_3

Ketika keluar dari bandara Lee dan Erra melihat sebuah mobil Limosin yang sudah terparkir. Geo membuka pintu mobil itu menyuruh mereka masuk ke dalam. Lee dan Erra berada di dalam satu mobil yang sama. Arthur dan James berada di dalam mobil berbeda. Jujur saja mereka tidak ingin kembali lagi kesini. Mereka memang sengaja kembali untuk mencari bukti-bukti kejahatan Candra dan Adam.


Mereka akhirnya menuju ke tempat persembunyian yang sengaja di bangun di dalam hutan. Bayu memang sengaja membangunnya, agar White Eragon tidak diketahui saat berada di Amerika.


"Apakah papa membangun markas di New York?" tanya Lee.


"Iya. Papa memang sengaja membangunnya untuk melindungi enam perusahaan cabang Amerika. Kamu tahukan kalau disini persaingan semakin ketat dan licik. Jika papa tidak mendirikan markas disini kemungkinan besar mereka menggulingkan enam pilar utama dengan mudah," jawab Erra.


"Kenapa aku tidak mengetahuinya?" tanya Lee.


"Karena ini sangat rahasia sekali. Jika ada yang mengetahui White Eragon membangun markas di Amerika bisa dipastikan akan ada serangan," jawab Erra yang memberikan tanda tanya kepada sang istri mungilnya.


Maksudnya apa? Lee kurang paham akan hal itu. Lee mulai mengolah kalimat Erra yang telah dilontarkan kepada Erra. Sepanjang perjalanan ini Lee masih belum menjawab. Karena Lee belum menemukan sebuah clue.


"Maksudnya apa?" tanya Lee.


"Kamu harus mencari tahu apa yang dimaksud semua ini," jawab Erra.


"Kakak kenapa memberikan aku teka-teki?" tanya Lee yang kesal.


"Aku tidak memberikan teka-teki. Aku hanya bisa memberikan sebuah kode agar kamu paham akan sesuatu," jawab Erra yang melihat Lee yang tidak paham.


"Harus berapa lama lagi kita menuju ke markas?" tanya Lee yang menguap.


"Kurang lebih sejam lagi," jawab Erra.


"Apakah itu benar?" tanya Lee dengan jujur.


"Ya itu benar," jawab Erra.


"Rasanya aku mengantuk sekali. Setiap perjalanan jauh bersama kak Erra aku tidak bisa tidur," ucap Lee.


"Kenapa kamu enggak tidur?" tanya Erra yang bingung.


"Karena kakak itu menyeramkan. Bisa-bisanya nanti kakak menyerangku begitu saja," jawab Lee dengan tenang.


Erra segera menarik tubuh mungil sang istri lalu memeluknya. Erra mengelus-elus punggung Lee sambil berkata, "Tidurlah.''


"Baik kak," balas Lee.


Lee akhirnya tidur dengan nyaman. Lalu Erra menatap wajah sang istri sambil berkata dalam hati, "Aku mencintaimu."

__ADS_1


Di mobil lain James dan Arthur melihat jalanan kota New York yang mulai rame. James hanya bisa menghela nafasnya secara kasar. Setelah masalah ini selesai mereka memutuskan untuk keluar dari kepolisian untuk membangun lagi perusahaan.


"Kak," panggil Arthur.


"Ada apa?" tanya James.


"Apakah akhir-akhir ini kakak bermimpi bertemu dengan mama papa?" tanya Arthur dengan serius.


"Ya. Mereka meminta perusahaan itu kembali. Papa sepertinya belum ikhlas dengan perusahaan tersebut. Entah kenapa papa bersedih ketika dalam mimpi," jawab James.


Mereka akhirnya terdiam karena mimpi yang sama terulang lagi. Mereka tidak menyangka kalau kedua orang tuanya belum rela karena perusahaan tersebut. Di tempat lain Lu dan Tung menerima laporan dari seseorang kalau Lee menginjakkan kakinya di tanah New York.


Kedua saudara kembar itu sekaligus kaki tangan Adam sangat senang sekali kepada Lee. Mereka memang sengaja menunggu kedatangan Lee. Agar mereka bisa menyerang dengan mudahnya. Jujur saja mereka memiliki dendam kepada Lee karena orang tuanya meninggal.


"Berita ini sangat bagus sekali," ucap Tung.


"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Lu.


"Kita harus menghubungi Tuan Adam agar segera kesini. Kemungkinan besar Tuan Adam bisa membantu kita," sarang dari Tung.


Tung segera menghubungi Adam lalu menceritakan kedatangan Lee. Adam sangat senang dan tersenyum devil. Lalu Adam memutuskan untuk pergi ke Amerika saat ini juga.


"Sebentar lagi nyawa Lee akan mati di tangan kita," ucap Lu dengan bahagia.


Sesampainya di markas Lee masih tertidur pulas. Erra hanya tersenyum manis dan mengangkat tubuh mungil Lee kemudian menggendongnya ala bridal style.


James dan Arthur terkejut melihat perlakuan Erra ke Lee. Baru kali ini Erra bisa romantis bahkan penuh cinta. James menyenggol Arthur sambil berkata, "Ternyata balok es bisa meleleh ya."


"Ya... Bisa. Lihat saja Kak Erra bisa romantis seperti itu," ucap Arthur yang bahagia.


"Kapan ke kantor?" tanya James.


"Besok mungkin. Kita harus berkoordinasi dengan Kak Erra," jawab Arthur.


"Sebaiknya jangan ke kantor. Lebih baik kita bertemu di suatu tempat," saran dari James.


"Memang berat kalau musuh belum mati," celetuk Arthur.


"Mereka sangat licik sekali ketika menyerang. Apalagi sang musuh tidak mau menampakkan dirinya," kesal James.


Arthur langsung masuk ke dalam. Di sana mereka disambut oleh kepala pelayan yang ditugaskan oleh Erra. Di dalam kamar Erra menanti Lee bangun. Sebelum merebahkan tubuhnya Erra mengambil tasnya dan mengambil laptopnya.

__ADS_1


"Aku enggak tahu apa yang harus dilakukan sekarang. Kenapa tiba-tiba saja perasaanku enggak enak begini?" tanya Erra dalam hati.


Erra membuka laptopnya dan merasakan kepekaan tingkat tinggi. Entah kenapa dirinya merasakan ada ancaman di sini. Erra memegang kepalanya sambil menghembuskan nafasnya secara kasar.


Istanbul Turki.


Adam menyunggingkan senyumnya yang khas. Lalu Adam menatap wajah Candra sambil mengirimkan pesan ke asistennya. Setelah mengirimkan pesan ke asistennya Adam berkata, "Umpan sudah masuk ke dalam."


"Maksudnya apa?" tanya Candra.


"Lu sama Tung memberitahukan kepada aku kalau singa betina pergi ke New York," jawab Adam.


"Bagus itu. Aku malah suka ini," ucap Candra yang terkekeh.


"Biar aku saja yang menghadapi singa betina," ujar Adam.


"Apakah kamu yakin ingin menyerangnya?" tanya Candra.


"Yakinlah. Aku sudah memiliki pasukan terlatih untuk melakukan itu," jawab Adam. "Termasuk Lu dan Tung."


"Kalau begitu lakukanlah. Aku harap kamu bisa lepas dari amukan singa betina," ucap Candra.


"Kok kamu enggak optimis sih sama aku?" tanya Adam yang kesal.


"Mana mungkin aku bisa optimis jika kamu melawan singa betina?" kesal Candra. "Semoga kaki tanganmu pulang dengan utuh dan selamat."


"Aku yakin mereka akan selamat," celetuk Adam. "Karena mereka adalah ahli kungfu dari negeri sana."


"Harapan kamu sungguh-sungguh ruaaaar biasa," ejek Candra.


Candra tidak yakin dengan apa yang dilakukan oleh Adam. Karena Candra sendiri sudah menyerah sebab kaki tangannya sangat mengenaskan sekali. Bagaimana dengan Adam? Entahlah bisa berhasil apa tidak.


Keesokan harinya Lee terbangun dari tidurnya. Lee merasakan perutnya sangat kelaparan. Tak sengaja Lee mendengar suara gemericik air berada di toilet. Kemudian Lee memutuskan untuk masuk ke dalam toilet. Tak sengaja Lee melihat Erra yang sedang membersihkan tubuhnya itu.


"Kak Erra," panggil Lee.


"Ada apa?" tanya Erra yang membilas rambutnya di bawah shower.


"Aku lapar," jawab Lee.


Erra tersenyum smirk dan menarik tangan Lee hingga jatuh ke bidang dadanya. Erra memeluk erat Lee sambil membuka baju sang istri satu-persatu. Akhirnya mata Lee membulat sempurna sambil bertanya, "Kakak mau ngapain?"

__ADS_1


__ADS_2