Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 27


__ADS_3

Sementara Greg yang di tugasin Imam untuk menuju ke pulau pribadi Erra mendapat pesan SOS dari Nanda akhirnya berbelok ke ke kota Jakarta. Greg membaca situasi ada kekacauan di sana. Greg mengepalkan tangannya dan ingin menghajar seseorang.


''Rupanya Seva sialan sudah berhasil mengembangkan alat itu. Gue harus hentikan. Gue enggak peduli. Meskipun gue harus membunuh bokap gue sendiri.'' Greg geram dengan Seva.


Sesampainya di kota Jakarta. Jet pribadi Andi mendarat dengan sempurna. Erra dan Lee memakai masker agar tidak di ketahui oleh publik. Dengan pengawalan yang ketat Lee dan Erra akhirnya sampai ke markas White Eragon.


Seluruh anggota White Eeagon yang sedang asyik bersantai di kejutkan oleh ketua Black Dragon yang sedang memasang muka garangnya.


''Kenapa gue di bawa kesini sih?'' Tanya Erra dengan aura dingin.


Lee dengan kesalnya melihat Erra dengan aura dingin ingin sekali menendangnya hingga ke pulau ular.


''Gue harus laporan sama big bos gue tentang kekacauan yang terjadi, Erra Drajat.'' teriak Lee dengan memancarkan aura mematikan bagi siapa saja yang ada di dekatnya.


''Ra... Lihat tuch Lee yang sudah menjadi singa betina dalam waktu sekejap. Lu mau di bantai habis-habisan sama singa betina.'' Nanda menepuk bahu Erra.


Seketika Erra diam dan melihat Lee yang sedang mode garang. Erra tidak bisa menelan salivanya.


''Cih... Akhirnya serigala beringas jadi kucing kejebur kolam.'' Tawa Sam meledak.


''Duduk di situ!'' titah Lee sambil menunjuk kursi yang kosong.


Erra pun menuruti perintah Lee. Lee akhirnya pergi ke ruangan rahasia. Di sana ada Andi, Joko, Saga, Irwan, March dan Bayu.


''Mana Erra?'' tanya Bayu.


''Ada di luar.'' jawab Lee.


''Apakah ada Lainnya?'' tanya Joko.


''Ada.'' jawab Lee.


''Suruh mereka masuk.'' titah Bayu.


Kemudian Lee keluar dan menyuruh Erra, Nanda, Sam, Jake dan Imam masuk. Setelah itu mereka duduk di meja panjang.


''Apa yang terjadi di sana?'' tanya Bayu.


''Kita di buat kelinci percobaan oleh Seva.'' jelas March.


''Maksudnya?'' tanya Bayu menyelidik.


''Seva sudah berhasil mengembangkan alat yang di namakan Abandon Think. Yang di mana alat itu yang akan di luncurkan pada Minggu depan. Alat itu bisa mencuci otak manusia dalam waktu satu jam.'' jelas March.


''Sepertinya aku pernah dengar pas lagi kumpul dengan Arthur.'' Lee melihat Erra.


''Arthur... Bukannya Arthur seorang interpol.'' selidik Erra.


''Ya... Arthur adalah seorang interpol yang bersih. Arthur sering membantu White Eragon jika kami ada masalah tentang kasus yang kami tangani.'' jawab Lee.


''Tugas Lee sekarang. Bawa Angela, Suci, Feli dan Indah untuk mengumpulkan barang bukti tentang Strada grup. Jangan sampai lengah tentang Seva.'' titah Andi.


''Aku ikut.'' seru Erra pun membuka suara.

__ADS_1


Mereka akhirnya berdiam diri dan memikirkan Black Dragon.


''Baiklah...'' ucap Bayu sambil menggelengkan kepalanya.


''Misi di mulai dari sekarang!'' seru Andi pun akhirnya membakar semangat mereka. Sementara itu Lee langsung menghubungi Suci, Feli, Angela dan Indah. Siang itu juga mereka langsung berkumpul di markas utama yang di ketuai oleh Lee.


''Suci siapkan jet nanti malam. Angela hubungi Arthur dan James untuk bersiap ke ch. Feli kamu tau apa yang kamu bawa dan Indah Carikan tempat menginap di sana.'' titah Lee.


''Siap kakak besar.'' mereka menjawab serentak.


''Dan kamu Erra...'' Lee melihat Erra tajam


''Apa yang harus aku lakukan?'' tanya Erra.


''Siapkan senjata terbaik yang kamu miliki.'' titah Lee.


''Baiklah... Kita pergi melihat senjata di markas.'' Jawab Erra.


Kemudian mereka langsung berangkat ke markas Black Dragon. Lee satu mobil bersama Erra. Sedangkan yang lainnya berbeda mobil.


''Lee... kamu yakin ikut misi ini?'' tanya Erra.


''Sepertinya bapak keberatan jika saya ikut.'' jawab Lee sambil membawa ponselnya.


''Jangan panggil bapak. Panggil aku Erra. Mulai sekarang kamu adalah istriku dan jangan pernah memakai bahasa formal.'' titah Erra.


''Baiklah... Aku tetap akan ikut. Karena misi ini menyangkut orang banyak. Aku harus menghancurkan Strada Grup.'' jawab Lee.


''Bagaimana kalau gagal?'' tanya Erra.


''Kamu tau anggota Black Dragon sudah menyebar di seluruh dunia. Jika kamu butuh bantuan hubungi mereka saja.'' jawab Erra.


''Untuk kali ini, kami tidak membutuhkan Black Dragon atau White Eragon. Akan aku hancurkan dengan tanganku sendiri.'' jawab Lee dengan memancarkan aura dingin.


''Baiklah aku tidak akan menghentikan langkahmu.'' Erra melihat Lee yang sedang diam.


''Ngapain juga kamu ikut. Lagian juga kamu banyak kerjaan.'' selidik Lee sambil melihat Erra.


''Jadikan aku sebagai mata-mata atau apa? Terserah kamu.'' Erra memohon Lee agar bisa bersamanya.


''Kamu yakin. Hey... Kamukan ketua mafia kenapa juga harus tunduk di bawahku? Kamu ini aneh.'' ucap Lee sambil menggelengkan kepalanya.


''Ya aku ingin bersama kamu.'' jawab Erra.


''Cih... yang bener saja. Baru kali ini ketua mafia tunduk sama pasukan khusus White Eragon.'' cibirww.


''Kamu tau. Black dragon masih dalam pengawasan di bawah naungan White Eragon.'' jawab Erra.


''Iya dech koq aku lupa ya.'' jawab Lee.


''Papa mertua kamu sering melibatkan Black Dragon jika ada tugas khusus.'' Jawab Erra.


''Terus kamu ikut jadi apa?'' tanya Lee bingung.

__ADS_1


''Kamu kan bisa menyuruhku masok senjata. Atau juga kamu bisa menyuruhku menghangatkan tubuh kamu itu.'' jawab Erra menyeringai.


''Astaga naga... Rasanya aku ingin melemparkan orang ke planet Merkurius.'' Bathin Lee menangis kencang.


Sesampainya di markas Black Dragon. Erra dan Lee melangkahkan kakinya. Suci, Indah, Feli dan Angela menyusul di belakang. Seluruh anggota Black Dragon yang kebanyakan pria pun bersiul kegirangan. Baru kali ini mereka menemukan makhluk hidup berbeda jenis. Erra sang ketua hanya diam dan berjalan angkuh untuk menunjukkan gudang senjata.


Sesampainya di sana.


''Pilihlah yang kalian mau.'' titah Erra.


Kemudian mereka memilih senjata.


''Pilihlah senjata yang bisa di simpan. Kalian tidak akan memakai AKA 47.'' titah Lee.


''Baik kakak besar.'' jawab mereka serempak.


Kemudian Lee melihat senjata yang di pajang di lemari kaca dengan mata yang berbinar-binar.


''Astaga... Senjata itu... BD 88R.'' Lee mendekati lemari itu dan memegangnya lewat kaca.


Kemudian Erra mendekati Lee.


''Kamu mau yang itu?'' tanya Erra sambil melingkarkan tangannya ke pinggangnya Lee.


''Apakah boleh aku memakainya? tanya Lee.


''Boleh... Senjata itu sudah aku luncurkan 2 bulan yang lalu.'' Jawab Erra.


''Aku minta satu lusin.'' Lee pun tersenyum manis.


''Boleh...'' Erra mencatatnya di ponsel.


Setelah memilih, mereka akhirnya duduk di meja panjang.


''Apakah kalian sudah memilih?'' tanya Lee.


''Sudah kak.'' Jawab Feli.


''Baru kali ini saya mendapatkan senjata yang canggih.'' Angela melihat BD 01S.


''Kali ini kita akan memakai senjata buatan Black Dragon. Jika kalian suka saya akan mengajukan kontrak kerjasama dengan Black Dragon soal persediaan senjata.'' Jawab Lee dengan santai.


''Ah... Saya setuju.'' jawab Suci.


''Hmmp... Bolehkah saya bertanya? Selama ini saya belum tau siapa ketua Black Dragon?'' tanya Angela.


''Kalian tidak mengenalnya selama ini?'' jawab Lee.


''Ya... Selama dia beraksi tidak pernah menampakkan wajahnya. Dia hanya memakai kemeja hitam dan memakai topeng.'' Suci semakin penasaran dengan ketua mafia Black Dragon.


''Ha... Benarkah itu?'' Lee mengingat memori tentang ketua Black Dragon yang tidak pernah menampakkan diri.


''Iya benar.'' jawab Indah.

__ADS_1


Sementara itu yang di bicarakan dengan santai. Lee juga masih tidak percaya kalau Erra adalah ketua Black Dragon. Lee percaya jika Sam yang jadi ketua mafia black dragon karena mempunyai sifat yang sangat kejam terhadap lawannya.


__ADS_2