
"Apakah kakak tahu dengan pria bertopeng itu?" tanya Lee.
"Aku tidak tahu," jawab Garda. "Kenapa?"
"Dia datang dengan sangat misterius. Terkadang juga dia menyelamatkan aku dari dalam bahaya," jawab Lee yang bingung dengan keberadaan pria bertopeng itu.
"Sudahlah jangan dipikirkan," ucap Garda.
"Bukannya aku enggak memikirkannya kakak. Aku ingin sekali-sekali menghajarnya. Dia hampir saja melecehkan aku. Bagaimana tidak pria bertopeng itu pernah merasakan tidur bersama aku," cerocos Lee dengan kesal
"Apa!" pekik Garda yang di dalam hatinya menahan tawa.
"Iya kak... Itu benar. Aku kan menikah dengan kakak tampan. Lalu kenapa dia bisa merasakan tubuhku," kesal Lee yang semakin menjadi-jadi.
Garda menahan tawanya karena Lee berkata sangat jujur sekali. Sangking jujurnya Lee mengatakan hal-hal yang mengarah ke intim. Hal itu membuat wajah Lee menjadi merah seperti kepiting rebus yang baru diangkat dari panci. Dengan cepat Lee menutup wajahnya dan berkata, "Maafkan aku karena keceplosan."
"Tak apa. Lain kali jangan pernah membicarakan hal itu ke orang lain. Karena kalau sampai itu terjadi kemungkinan besar kamu akan membuat malu suami kamu," saran Garda yang paham betul dengan sang adik.
"Baik kak. Aku janji," ujar Lee yang paham akan wejangan sang kakak.
"Ayo kita pulang!" ajak Garda.
Lee menganggukan kepalanya dan Garda langsung menancapkan gasnya untuk meninggalkan hutan. Sementara itu Erra yang sudah sampai mansion milik Sebastian membuka bajunya. Hingga Erra hanya memakai boxer dan tertidur. Ketika memejamkan matanya Erra teringat dengan wajah Lee yang sedang tersenyum manis. Jantung Erra berdetak kencang dan merasakan hatinya berbunga-bunga.
"Rasanya jantungku tidak bisa dikondisikan," ucap Erra yang benar-benar merasakan jantungnya tidak bisa dikendalikan.
Erra segera mengambil ponselnya dan menghuhubungi Lee. Saat panggilannya tersambung terdengar nada dering yang sangat kencang. Erra mencarinya dan menemukan ponsel Lee di atas ranjang. Erra hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar.
"Aish... Kemana-mana jarang sekali membawa ponsel," kesal Erra.
Bukannya Lee malas membawa ponselnya sendiri. Saat ada misi penting Lee jarang sekali membawa ponsel pribadinya. Bahkan kalaupun bawa Lee sering menonaktifkan. Lee sering membawa ponsel yang satunya lagi. Menurut Lee ponsel ini memang dikhususkan untuk berkomunikasi dengan anggota White Eragon.
Akhirnya Erra menghubungi Garda untuk menanyakan keadaannya. Namun Garda juga tidak membawa ponsel sama sekali. Bahkan ponsel Garda tertinggal di kamar. Erra langsung melemparkan ponselnya di atas ranjang. Erra akhirnya menutup mata dan pergi ke alam mimpi.
Sementara itu Andi dan Bayu mengaku lega. Karena mereka yakin Lee dan pengawal lainnya bisa membumihanguskan markas itu. Namun ketika ingin pergi Lee datang bersama Erra sambil berkata, "Aku menemukan ini."
__ADS_1
"Menemukan apa?" tanya Andi.
Lee menaruh sekuntum mawar merah hitam di atas meja. Sampai saat itu Lee sangat bingung dengan bunga itu. Melihat Lee yang bingung, Bayu mengerti apa maksudnya itu. Lalu Bayu menjelaskan apa artinya itu.
"Kamu tahu sekuntum mawar hitam adalah tanda ada organisasi yang hidup di markas itu," jawab Bayu.
"Jadi?" tanya Lee. "Apakah organisasi ini berkaitan dengan Candra?"
"Menurut papa iya," sahut Andi.
"Jadi?" tanya Lee.
"Apakah kamu ingat dengan Black Roses yang diketuai oleh Dennis?" tanya Andi.
"Arghhhhhhhhhh sialan itu orang. Rasanya aku ingin membalas dendam kepada Dennis," jawab Lee.
"Memang Black Roses tidak memiliki taring. Ketika Seva mengeluarkan Dennis, Seva membiayai Dennis dan melebarkan sayapnya ke Asia untuk memburumu. Berhubung Seva pernah masuk penjara akhirnya Candra mengambil alih Black Roses," jelas Bayu.
"Ini tidak bisa dibiarkan! Cepat atau lambat aku akan mengejarnya. Aku akan membumihanguskan Black Roses. Aku tidak mau kucing-kucingan lagi dengan namanya Dennis," kesal Lee sambil mengepalkan tangannya dan memukul meja.
"Kenapa harus mereka?" tanya Lee.
"Kamu tahu jika mereka berkolaborasi cepat atau lambat Dennis bisa ditemukan," jawab Bayu.
"Apakah itu benar?" tanya Lee yang masih bingung.
"Kinerja kamu dan Jake jika dipadukan akan mendapatkan hasil yang terbaik," jawab Bayu.
"Lalu bagaimana dengan kakak tampan?" tanya Lee.
"Di bidang teknologi Erra sangat lemah sekali. Bisa dikatakan Erra itu sangat gaptek. Tapi kalau urusan bisnis dan membuat rencana Erra memang jago," jawab Bayu.
"Kalau begitu Lee bisa berduet dengan Erra," celetuk Garda yang berada di ambang pintu.
"Bisa... Hanya waktu sekejap mereka bisa membuat rencana jika rencana A gagal," sambung Andi.
__ADS_1
"Kalau begitu Lee bisa menjadi kaki tangan Erra," kata Garda yang mulai mendekati mereka dan menghempaskan bokongnya di sofa.
"Bisa jadi," jawab Andi.
"Aku tidak akan mengangkat Lee sebagai kaki tangannya Erra. Lee akan fokus kepada pasukan khusus saja. Dan kemungkinan besar kamu yang akan menjadi kaki tangan Erra," ucap Andi.
"Padahal aku ingin mengundurkan diri dari jabatan kaki tangan Erra," kesal Garda.
"Kalau begitu kamu akan menjadi ketua pasukan khusus yang anggotanya para wanita yang super duper ganas. Lalu Lee akan menjadi kaki tangan Erra," saran Bayu ke Garda sambil tersenyum devil.
Melihat senyuman Bayu yang tersenyum devil Garda bergidik ngeri. Bagaimana bisa Garda menjadi ketua pasukan khusus yang para anggotanya adalah perempuan yang ganas? Yang lebih parahnya lagi para perempuan-perempuan itu sangat tangguh sekali. Sekali menghajar tulang-tulang musuh bisa menjadi hancur.
"Rasanya aku akan menjabat sebagai kaki tangan Erra," celetuk Garda.
"Menurutku enggak apa-apa. Lagian juga Kak Garda masih singel dan bisa mencari calon istri di antara mereka," celetuk Lee.
Gloddddaaakkkk.
Garda langsung memijit keningnya. Rasanya Garda ingin menangis saja saat ini. Garda tahu sepak terjang pasukan Lee kaya apa. Hingga membuat Lee, Andi dan Bayu tertawa terbahak-bahak.
"Sepertinya kakak kamu mulai putus asa jika mendengar pasukan khusus milikmu," ledek Bayu.
"Mereka cantik kok kak. Kakak bisa milih salah satunya. Mereka serba bisa dan tangguh," sambung Lee.
"Rasanya tidak perlu aku meminta wanita tangguh. Aku ingin meminta wanita yang kalem," ucap Garda yang menghembuskan nafasnya secara kasar.
"Garda... Bukannya papa ikut campur masalah kamu soal perjodohan kamu. Papa hanya bisa memberikan saran agar mencari perempuan yang tangguh dan mandiri. Cepat atau lambat kamu akan memegang Sebastian Groups. Jika kamu memilih wanita yang kalem bisa membahayakan dirinya dan kamu," saran Andi.
"Yang dikatakan papa benar. Papa ingin memiliki menantu yang bisa bela diri. Jika calon kakak tidak memiliki kriteria seperti itu bisa dipastikan akan repot sendiri," ucap Garda.
Garda menganggukan kepalanya tanda paham. Ada benarnya juga Garda harus memiliki calon yang bisa beladiri. Karena jika Garda menjadi ahli waris Sebastian Groups bisa dipastikan dirinya dan sang istri dalam bahaya.
"Baiklah aku paham apa yang dimaksud papa dan Lee," ucap Garda.
"Ayo kak... Kita pulang!" ajak Lee.
__ADS_1