Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 451


__ADS_3

"Kita lihat saja nanti. Masa... Anaknya mafia tidak bisa membuat bom. Ujung-ujungnya mereka bisa ditertawakan oleh para musuh," ejek Bayu.


"Iya kamu benar. Seharusnya sedari dulu kita memberikan pelajaran pembuatan bom. Namun nyatanya pelajaran itu tidak terjadi," jawab Joko.


"Lebih baik kita bicarakan saja kepada calon ketua baru White Eragon. Nanti usulan kita ditampung dan dibicarakan baik-baik. Pasti pelajaran ini ada sisi baiknya dan sisi buruknya. Sisi baiknya kita bisa menyimpan banyak jenis bahan peledak untuk berperang dengan mafia lainnya. Sisi buruknya, aku takut mereka membuat masalah di dunia bawah tanah," jelas Irwan.


"Lebih baik ditiadakan saja. Ujung-ujungnya kita sebagai mafia bawah tanah tidak diwajibkan bermain-main dengan bahan peledak. Sedari dulu ada peraturan tertulis dari sang pendiri agar tidak membuat masalah menjadi runyam antara organisasi satu dengan lainnya. Seharusnya kita menjadi penengah antara mereka jika terjadi gesekan," jelas Bayu.


"Aku setuju itu. Sedari dulu aku memang tidak ingin membuat kekacauan lebih jauh. Apakah kita harus memperjelas peraturan itu demi masa depan?" tanya Irwan.


"Kamu benar. Jangan sampai anak cucu kita membuat masalah besar. Sudah cukup masa lalu yang membuat kita tidak nyaman. Semoga saja para calon anggota enam pilar utama bisa mendidik anak-anaknya menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa," jawab Joko.


"Amin."


Mereka mengucapkan Amin dengan serempak. Mereka memang sangat menginginkan hidup damai dan tidak ada pertumbuhan darah lagi. Mereka sepakat untuk melanjutkan White Eragon hingga turun ke generasi selanjutnya. Tujuan utamanya adalah White Eragon dikhususkan untuk menjaga perdamaian dunia bawah tanah.


Selesai berdiskusi, mereka memutuskan untuk pergi meninggalkan laboratorium itu. Jake dan Garda sangat bersyukur sekali. Sebab usulan para papa langsung ditolak. Jika mereka berhasil membuat bom, bisa dipastikan White Eragon akan mengalami kerugian besar. Bagaimana bisa terjadi? Jika takarannya tidak pas, bom itu tidak akan meledak sama sekali. Jika takarannya lebih banyak, kemungkinan besar bom itu akan menghancurkan banyak fasilitas yang berada di sekitarnya. Itulah mengapa Garda meminta mereka untuk membatalkannya.


Sesampainya di rumah sakit, Widya mencari keberadaan Suci. Namun Widya tidak menemukannya. Kemudian Irwan mendekatinya dan menceritakan calon menantunya bersama Imam menghilang dari Indonesia. Ia juga menceritakan kalau Angela dan Lee bersama pasangannya juga hilang begitu saja.


Akhirnya Widya bernafas lega sambil tersenyum, "Aku yakin mereka sedang berjalan-jalan ke luar negeri. Aku tahu mereka suka kabur-kaburan ketika belum hamil. Kamu tenanglah jangan terlalu panik seperti itu. Apalagi sang kakak besarnya itu sangat mendukung kegiatannya masing-masing."


Irwan pun menepuk jidatnya karena lupa. Jujur dirinya saat itu terlalu panik sekali. Kenapa tidak terpikirkan olehnya, jika mereka sering kabur setelah menyelesaikan tugasnya.


"Kok aku lupa ya? Kalau mereka itu hobinya kabur-kaburan. Kenapa juga aku harus mencarinya? Padahal Imam berada di samping Suci," ucap Irwan.


"Kenapa juga kamu sangat panik sekali? Biarkanlah saja mereka menikmati perjalanan menuju ke negara yang mau dituju. Jika tahu aku juga ikut bersama Raka," ujar Widya.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan aku?" tanya Irwan.


"Kamu kan sudah dewasa. Apapun kamu bisa melakukannya. Aku jadi rindu jika berjalan sama mereka. Ingin rasanya mengajak mereka berbelanja," jawab Widya yang membuat Irwan memasang wajah malasnya itu.


"Apakah kamu sudah selesai melihat si kembar?" tanya Irwan.


"Sudah. Ayo kita pulang. Raka sudah sangat capek sekali melihat kedua adik Jake. Raka sangat mengagumi mereka dan ingin membawanya pulang ke rumah," jawab Suci yang melambaikan tangannya ke arah Mbak Yeni sang pengasuh Raka.


Mbak Yeni pun mendekati Widya sambil menggendong Raka yang tertidur. Tiba-tiba saja Irwan menatap wajah sang cucu tersenyum manis. Lalu mereka memutuskan untuk pulang ke rumah.


Sebelum Widya dan Irwan pergi, Bayu mendekatinya sambil membawa ponsel. Begitu juga dengan Joko. Joko pun membawa ponsel lalu mendekati Bayu.


"Kalian jangan khawatir seperti itu. Mereka sedang mencari coklat ke Belgia," ucap Bayu.


"Apakah mereka mengirimkan satu pesan kepadamu?" tanya Irwan.


"Ya itu benar. Nanda mengirimkan sebuah pesan agar tidak mencarinya terlebih dahulu. Angela sedang menginginkan coklat asal Belgia. Mereka sekarang sedang menuju ke sana," jelas Joko yang membuat Irwan menepuk jidatnya.


Untung saja Irwan belum mengesahkan hukuman buat mereka. Jika mereka sudah mengesahkan. Mau tidak mau putra-putrinya itu yang akan menanggungnya.


Kenapa mereka sempat mengirimkan satu pesan kepada orang tuanya secara diam-diam? Karena mereka tidak ingin orang tuanya bingung. Ketika mereka menuju ke bandara, mereka memang sengaja membuat prank terlebih dahulu. Namun ujung-ujungnya mereka tidak tega dengan ulah yang diciptakannya itu. Jujur senakal-nakalnya mereka, mereka masih sangat menyayangi kedua orang tuanya itu.


"Kalau begitu aku ikut deh," kesal Irwan.


"Bagaimana kalau kita susul mereka? Aku sudah tidak lama menikmati coklat asal Belgia itu," usul Rani.


"Ah.... Rasanya itu ide yang baik," sahut Widya.

__ADS_1


"Besok pagi saja. Kita akan akan ke sana bersama-sama," ucap Mama Yi.


"Baiklah. Kasihan Raka sudah tidur," ujar Widya.


Setelah membuat janji, mereka memutuskan untuk pergi dari rumah sakit. Hari ini memang banyak kejutan. Pertama Lee ikut arisan bersama ibu-ibu kompleks. Kedua Naomi membiarkan bayi kembarnya. Ketiga Lee, Suci dan Angela kabur ke Belgia. Untung saja mereka mengirim pesan terlebih dahulu. Jika tidak habislah mereka. Pulang-pulang mendapatkan ceramah dari para papa.


Sesampainya di mansion, Rani membersihkan tubuhnya. Lalu Bayu masih asyik bersantai di atas ranjang. Bayu tidak sengaja membuka aplikasi sosial medianya. Tidak sengaja Bayu melihat unggahan Lee bersama Suci dan Angela. Ada senyum tabung terbit dari bibirnya. Ia diam-diam mendoakan kebahagian mereka. Yang dimana mereka adalah anggota White Eragon. Jujur selama ini dirinya sangat respect sekali kepada para awalannya dan pengawalnya.


"Semoga kalian berbahagia menyambut pernikahan dan kelahiran penerus enam pilar utama generasi selanjutnya," ucap Bayu dalam hati.


Ceklek.


Pintu terbuka.


Rani yang selesai membersihkan tubuhnya langsung mendekati Bayu. Ia menghempaskan tubuhnya dan berbaring di samping sang suami.


"Kamu lagi lihat apa sih?" tanya Rani yang penasaran dengan Bayu.


"Aku sedang melihat para calon ibu muda. Mereka sangat cantik sekali dan kocak," jawab Bayu yang memperlihatkan foto Lee di ponselnya.


Rani yang penasaran sekali akhirnya melihat. Ia tersenyum lucu dan bahagia. Ia lalu memandang Bayu dan berkata, "Tidak salah kalau pilihan Erra adalah terbaik."


"Itu benar ma," jawab Bayu.


"Meskipun bar-bar Lee memiliki tata Krama yang baik," ujar Rani.


"Aku berharap mereka bahagia selamanya. Tadi aku sempat mengobrol sama Joko. Setelah pernikahan Imam, Joko akan mempersiapkan pernikahan Nanda. Joko berharap Angela adalah wanita terakhir buat Nanda," sahut Bayu.

__ADS_1


"Aku setuju pendapat papa. Aku juga mendoakan mereka bahagia selamanya," jelas Rani yang mendoakan hubungan Nanda dan Angela.


"Aku tidak habis pikir, mengapa Nanda diam-diam menyembunyikan hubungannya bersama Angela? Lebih baik mereka jujur saja tentang hubungan mereka," tanya Bayu.


__ADS_2