
"Kemungkinan besar Nanda belum siap untuk memberitahukan kepada kita. Atau juga Nanda masih malu memiliki seorang kekasih yang tidak setara dengan kita," jawab Bayu sambil menjelaskan apa yang terjadi pada Nanda.
"Kamu betul. Para enam pilar utama sering mengeluhkan tidak bisa menjalin kisah cinta dengan wanita yang dicintainya. Terutama mereka memilih dari kalangan biasa. Kalau aku dan para mama sudah memutuskan tidak mencampuri urusan mereka dalam hubungan percintaan. Kami sepakat membebaskan mereka untuk memilih siapa yang dijadikan kekasihnya," jelas Rani.
"Syukurlah... Masalah sudah selesai. Kami para papa ketar-ketir jika kalian tidak mengizinkan calon menantu kita dari kalangan bawah," ucap Bayu.
"Kita nggak boleh egois. Kita juga nggak boleh melarang mereka untuk menikah dari kalangan biasa. Yang penting tujuan utamanya adalah gadis itu bisa tidak menerima keadaan putra kita. Yang memiliki seabrek pekerjaan? Kuat tidak untuk menjadi pendamping hidupnya. Udah itu saja," ujar Rani.
Bayu membetulkan apa kata Rani. Memang benar sebagai orang tua kita tidak boleh egois untuk menentukan siapa pendamping calon dari anaknya. Mereka juga menentang perjodohan. Jika ada yang berani melawan putranya, mereka langsung menolaknya.
"Bagaimana arisan tadi siang? Apakah suasana sangat ramai sekali?" tanya Bayu.
"Seru dan menegangkan. Serunya Lee bisa membawa dirinya di dalam lingkungan para ibu-ibu di kompleks. Tegangnya adalah para ibu-ibu yang masih setia menunggu Erra hampir mengamuk karena ulahku," jawab Rani sambil memegang tangan Bayu.
"Kok bisa seperti itu? Apakah kamu membuat masalah?" tanya Bayu yang penasaran sekali dengan Rani.
"Ya... Para ibu-ibu itu tidak gentar dan akan menjodohkan putrinya dengan Erra. Aku langsung menampiknya dan memperkenalkan Lee kepada mereka sebagai menantu. Mereka tidak percaya dan langsung suasana semakin panas," jawab Rani.
"Kok bisa begitu?"
"Iyalah. Mereka tahu kalau Lee sedari dulu memang sangat terkenal sekali sebagai sekretarisnya Erra. Mereka mulai bisik-bisik dan mengatakan kalau link memakai pelet. Agar Erra terpikat oleh Lee."
__ADS_1
Di saat Bayu mendengarkan penjelasan dari Rani, Bayu malah tertawa terbahak-bahak. Bagaimana bisa Lee memiliki ilmu pelet untuk memelet Erra. Sedangkan dirinya tahu kalau Erra sudah tergila-gila ketika waktu kecil. Jujur Rani juga tidak menyangka kalau mereka berpikiran sempit seperti itu.
Di tempat lain, Garda memang sengaja mengajak Arini pergi ke tempat sepi. Garda memang sengaja mengajaknya ke sana. Demi mencari tempat yang romantis. Namun bagi Arini tempat ini bukan tempat yang romantis. Mainkan tempat ini adalah tempat yang mengerikan. Jujur Kalau hari ini disuruh mencari tempat romantis. Hari ini akan bertanya kepada Rina atau Feli. Karena mereka berdua sangat ahli sekali memilih tempat seperti itu.
"Aku ini sebenarnya bingung. Sehabis dari rumah sakit menengok Mama Naomi terus diajak jalan-jalan. Di dalam perjalanan sang sopir mengatakan kalau dirinya akan menuju ke tempat romantis. Seharusnya tempat romantis itu adalah pantai atau restoran atau taman. Ini sangat beda sekali. Mana ada tempat romantis seperti ini. Yang ada hanyalah suara jangkrik bersahut-sahutan. Nggak ada penerangan. Nggak ada orang jualan. Nggak ada orang berpacaran. Eh ujung-ujungnya pergi ke tempat yang sepi dan tidak berpenghuni. Apakah ini yang dinamakan tempat romantis bagi Tuan Garda," kesal Arini.
Garda paham kalau dirinya sedang disindir. Jujur Garda tidak paham dengan tempat yang namanya romantis itu. Malahan Gardan sendiri bingung. Sebab tempat romantis baginya adalah tempat seperti ini. Sebab di markas Black Dragon. Garda suka menyendiri di tempat seperti ini.
"Kalau kamu terus-terusan menyindirku. Aku akan membuat dirimu takluk untuk kesekian kalinya. Aku tahu kalau diriku tidak romantis. Malahan definisi romantis buatku adalah rokok makan gratis. Itulah mengapa banyak wanita yang tidak paham dengan konsep romantis ala Garuda Muda Prayitno. Jadi jangan salahkan Kalau kamu tidak bisa menjadi wanita romantis," ucap Garda sedang berkata jujur kalau dirinya tidak menjadi pria romantis.
"Tapi nggak gitu kali kalau mau ngajakin pacar untuk menyatakan rasa cinta dengan romantis. Kamu bisa tanya ke aku untuk mencari tempat yang romantis. Aku dengan senang hati bisa membantumu," jelas Arini yang membuat Garda tersenyum manis.
"Jujur aku sangat malu sekali jika harus bertanya kepadamu. Bukannya membuat konsep yang romantis. Tapi kamunya juga sudah tahu duluan," sahut Garda.
"Bukankah kamu adalah seorang pasukan khusus milik adikku? Kenapa kamu menjadi takut seperti ini?'' tanya Garda.
"Itu beda lagi mas bro. Aku memang adalah pasukan khusus yang ditujukan untuk tugas tertentu. Tapi kalau seperti ini Aku sangat takut sekali dalam kegelapan. Lain kali kalau mengajakku ke tempat romantis. Jangan seperti ini ya. Nggak enak pas waktu momen-momen seperti itu ternyata ada perampok yang ingin menggagalkan rencana itu. Itu tidak asik sekali. Bisa-bisa aku menyerangnya dengan tangan kosong," jelas Arini yang membuat Garda tersenyum manis.
"Maafkan Aku. Sedari dulu memang aku tidak romantis. Aku tidak mengerti dan tidak mengetahui Di mana tempat romantis itu. Hidupku sudah aku abdikan untuk menjadi asisten Erra. Namun semuanya itu berubah drastis. Aku sendiri adalah anak orang kaya. Yang di mana Aku sendiri telah kehilangan keluargaku sejak lama. Ditambah lagi aku orangnya sering menyendiri di tempat seperti ini. Jadi wajarlah Aku bukan pria yang romantis," tambah Garda yang menjelaskan dirinya memang bukan pria romantis.
"Aku paham itu. Lebih baik kita keluar dari sini. Nanti aku saja yang mentraktirmu makan. Sebagai gantinya aku telah merusak momen kamu seperti ini," Arini mencoba merayu Garda untuk keluar dari tempat itu.
__ADS_1
"Baiklah. Akan aku kabulkan permintaanmu. Kamu tidak akan lagi ketakutan seperti ini. Maafkanlah aku. Jika sudah merusak suasana romantis seperti ini," ungkap Garda.
"Tidak apa-apa. Aku hanya memperingatkan dan memberikan tempat rekomendasi yang enak untuk berbagi cerita. Jika kamu menginginkan hal itu. Dengan senang hati aku akan memberitahukannya," sambung hari ini sambil menatap wajah Garda samar-samar.
"Baiklah kalau begitu. Ayo kita pergi dari sini. Kamu benar. Nggak lucu kalau kita berpacaran di tempat seperti ini. Rasanya seperti diikuti oleh seseorang yang tidak kelihatan," bisik Garda yang menambah suasana semakin menyeramkan.
"Kenapa coba kita nggak membuat acara uji nyali bersama kakak besar?" tawa Arini meledak.
"Memangnya Kakak besarmu itu hobi mengadakan acara seperti ini?" tanya Garda.
"Itu benar. kami dan para pengawal pun ikut uji nyali seperti ini. Bukannya uji nyali malah mereka tidur di dalam tempat itu," jawab hari ini yang membuat Garda tertawa.
"Mana ada uji nyali tidur di tempat sepi itu. Yang ada hanyalah para penghuni di sana enggak jadi mengganggu mereka," ledek Garda. "Apakah kakak besarmu itu tidak takut?"
"Kakak memiliki nyali besar. Malahan di antara kami, Kakak besarlah yang memiliki sifat menonjol. Bahkan kami juga kalah untuk menghadapinya ketika nyalinya itu keluar," jawab Arini.
"Sepertinya kita akan mengadakan uji nyali. Tapi para anggotaku tidak ada yang mau," kesal Garda.
"Nggak usah uji nyali. Mending kamu mencari seseorang untuk dijadikan tambatan Hati. Lalu kamu jangan pernah memasang wajah seperti itu. Jika wanita yang ingin mendekat denganmu menjadi ketakutan seperti itu," saran Arini.
Dengan cepat Garda menarik tubuh mungil Arini dan mencium mulut tipis gadis itu. Garda tidak akan membiarkan Arini bicara seperti itu lagi. Meskipun Arini memintanya pergi, namun Garda tetap ingin selalu bersama. Itulah Garda yang memiliki sifat misterius sekali. Ditambah lagi Garda adalah seorang pria pendiam.
__ADS_1
"Kita mau ke mana sekarang?" tanya Garda.