Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 350


__ADS_3

Malam itu mereka akhirnya membubarkan diri. Mereka memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu. Mereka akan menyerang pada pagi harinya atau siang hari.


Sebelum beristirahat Lee memasang wajah puppies eyesnya ke Garda dan Jake. Ia memegang tangan Garda seperti anak kecil. Lalu Garda menoleh melihat Lee sambil tersenyum manis. Ia menghadap ke arah Lee sambil bertanya, "Ada apa?"


"Begini kak... bisakah kakak menolongku?" tanya Lee.


"Untuk apa?" tanya Garda balik.


"Apakah kakak masih mengingat tentang rencana kita? ini sudah menjelang hari H-nya. Kalau kita bisa membatalkan semua para hacker dan pengunjung di pasar malam itu, kemungkinan besar mereka tidak akan jadi datang. Kita bisa meyakinkan mereka kalau Adam itu seorang penipu," jawab Lee yang menjelaskan keinginannya itu.


"Sial... aku hampir melupakan itu. Sepertinya aku harus melakukannya. Kalau begitu malam ini aku akan mengaktifkan tim Warriors lagi," ujar Garda yang membuat Lee tersenyum puas.


"Baik kak," balas Lee.


"Kalau begitu ajak Erra. Biar Erra tidak mengamuk," usul Garda yang membuat mata Lee membola sempurna.


"Siap kapten!" seru Lee yang membuat Garda mengacungkan jempol.

__ADS_1


Lee segera meninggalkan Garda yang setia di kamar Imam. Ia tersenyum manis melihat sang adik sedang bahagia. Jujur Garda merasakan ada sesuatu yang tidak bisa dikatakan Sedari kecil Garda sangat menyayangi adiknya itu.


"Sepertinya kamu sedang merencanakan sesuatu?' tanya Imam yang belum beranjak dari duduknya.


"Misi utama menggagalkan perhelatan pasar gelap itu adalah membuat surat dengan nada provokasi dan menyuruh mereka untuk tidak datang ke acara tersebut. Lalu kita akan mengganti uang pembelian tiket itu dengan memakai uangnya Adam," jawab Garda yang membuat Imam bergidik ngeri.


"Ternyata kamu sangat mengerikan melebihi para papa," celetuk Imam yang membuat Garda tersenyum simpul.


"Aku memiliki gen licik dari papa Andi. Yang dimana papaku adalah seorang pria tampan yang berkharismatik tapi memiliki otak licik. Otak liciknya ternyata mengalir ke dalam otakku dan Lee," ucap Garda yang membuat Imam yang menggelengkan kepalanya.


"Aku memang mengakui ya. Apa yang kamu katakan benar apa adanya," ucap Imam. "Aku tidak membayangkan berapa kerugian yang akan ditanggung Adam."


"Aku tidak bisa membayangkan Bagaimana korban-korban Adam mendengar kata bangkrut di media massa. Jika itu terjadi maka seluruh korban Adam sangat bersyukur sekali. Bahkan mereka akan terharu meskipun usahanya tidak kembali lagi ke tangannya," ujar Imam.


"Kamu bener. Setahuku dari beberapa orang yang pernah diajak kerjasama oleh Candra kehilangan asetnya hingga tidak tersisa. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana mereka hidup tanpa aset tersebut. Yang lebih parahnya lagi seluruh anggota keluarga mereka di blacklist di dunia kerja. Bayangkan saja jika mereka di blacklist seperti itu, mereka tidak bisa makan apalagi minum. Untuk menikmati hari saja mereka tidak bisa melakukannya. Mereka dibayang-bayangi oleh debt colector untuk membayar hutang. Tapi mereka tidak melakukannya. Yang melakukannya adalah Adam dan Chandra. Itulah yang membuat kami geram. Apakah kamu merasakan seperti itu?" jelas Garda.


"Aku sudah mendengarnya ketika usiaku sepuluh tahun. Papa pernah mengatakan soal ini kepadaku saat usiaku menginjak lima belas tahun. Papa pernah berkata jika Adam maupun Candra adalah orang yang paling kejam di dunia. Sudah banyak korban terjatuhan. Mereka tidak bisa menuntutnya kembali. Karena Adam dan Chandra memakai hukum saat mengambil harta mereka," ujar Imam yang membuat Garda mengusap kepalanya.

__ADS_1


"Sangat licik sekali ternyata. Bisa-bisanya ada memakai hukum untuk mengambil aset mereka. Kalau begitu kita ambil lagi lalu bagikan kepada para korban tersebut meskipun tidak banyak. Karena uang mereka dipakai untuk hura-hura bersama para perempuan klub malam," usul Garda ke Imam.


"Bagaimana caranya untuk mengambil uang tersebut?" tanya Imam yang membuat Garda tersenyum iblis.


"Kita akan mencari rekening milik Adam. Aku tahu ada menyimpan aset sebesar enam puluh lima persen di dunia bawah. Kalau kita mengambilnya, kita bisa memberikan ke seluruh korban. Dan ini akan menjadi tugas utama Lee. Lee sangat pandai untuk mencari keberadaan uang. Karena Lee adalah seorang perempuan. Kemungkinan besar Lee mengetahui aset yang kita miliki. Aku tidak munafik soal itu. Karena sekali mencari tetap akan dicarinya sampai ketemu," imbuh Garda.


"Yah itulah adik kecil kita. Memang adik kecil kita memiliki otak di atas rata-rata. Lee adalah wanita yang sangat unik sekali. Bahkan Lee adalah wanita yang berbeda. Di usianya wanita seperti itu memilih untuk berkumpul sama teman-temannya. Membanggakan suaminya kerja sebagai CEO, ikut arisan para sosialita, pergi ke salon melakukan perawatan dan belanja gila-gilaan. Tapi sifat itu tidak berada di Lee. Begitu juga dengan calon istriku. Calon istriku sama seperti Lee Lee. Coba bayangkan saja aku memberinya kartu hitam tapi tidak ada pengeluaran uang sama sekali. Aku ingin Suci menghabiskan uang tersebut. Tapi apa daya Suci mengatakan lebih baik uangnya disimpan. Kita harus belajar hemat jangan pernah menghamburkan uang. Lalu aku bersorak kegirangan. Aku mendapatkan seorang calon yang baik hati. Tidak silau pada harta dan kekayaanku. Jika aku menikah dengan orang yang tidak tepat maka asetku akan terkuras habis olehnya. Itulah kenapa aku memilih Suci," jelas imam yang membuat karya tersenyum manis.


"Ketimbang kamu pilih Gisel. Gisel adalah wanita yang kurang baik buat kamu. Aku sudah melihat kelicikan Gisel pada waktu itu. Dia adalah seorang tukang selingkuh. Aku mengatakan ini semuanya berdasarkan fakta. Seharusnya aku menegurmu agar tidak menjalin hubungan dengan Gisel. Tapi kamu sedang mabuk asmara jadinya terpaksa aku membatalkan menegurmu saat itu juga. Jika orang yang sedang mabuk asmara maka kambing dibedakin akan dianggap cantik. Itulah ungkapan orang-orang yang sering sekali menyindir makhluk yang sedang kasmaran," terang Garda yang membuat Imam tertawa terbahak-bahak.


Selang beberapa menit selesai mengobrol, Lee datang bersama pasukan warriors milik Black Dragon. Mereka sudah menyiapkan alat tempur yang sangat canggih. Namun mereka tidak membawa senjata api yang benar-benar mumpuni. Melainkan mereka membawa tas jinjing masing-masing.


Imam yang merasa ruang tamunya mulai kedatangan orang lagi segera minggir. Akan tetapi Lee melarangnya untuk pergi. Kemungkinan besar Garda maupun Jake akan meminta bantuan. Akhirnya Imam tidak menjadi pergi.


"Apakah kita tidak melibatkan Papa Andi?" tanya Jake.


"Tidak perlu. Anggap aja aku sebagai papa Andi. Aku sudah memiliki konsep yang di mana harus kita kerjakan malam ini. Jika kita tidak mengerjakannya perhelatan pasar gelap itu pun akan terjadi. Aku tidak mau Adam melakukan hal itu. Aku pikir akan membuat ada menangis tersedu-sedu bagaikan anak kecil kehilangan permen," jelas Garda yang membuat mereka diam.

__ADS_1


"Apakah kita terlalu kejam menjadi musuh Adam?" tanya Nanda yang membuat Lee menggelengkan kepalanya.


__ADS_2