Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 95


__ADS_3

Imam sangat muak sekali ketika Suci dipojokkan seperti ini. Imam sudah mengetahui masa lalu Suci. Imam tidak pernah marah kepada Suci kenapa bisa berbuat senekat ini. Lalu Imam berteriak dengan kencang sambil mendinginkan suasana, "Saya tegaskan sekali lagi Raka adalah putra saya. Mulai malam ini Raka akan memakai nama belakang saya yaitu Raka Nur Pradipta. Jika kalian masih menuduh Raka. Cepat atau lambat aku bisa melaporkan kepada pihak kepolisian. Apakah kalian paham itu?'


Seluruh warga terkejut dengan nama Pradipta. Entah kenapa nyali mereka menciut. Sebagian dari mereka adalah karyawan Pradipta. Yang di mana mereka bekerja di pabrik sayur milik Imam itu. Mereka yang menjadi karyawan Pradipta mundur satu-satu dan pulang ke rumah. Karena mereka tidak mau berurusan dengan sang CEOnya itu.


Melihat mereka yang mundur satu persatu ibu Nilam dan ibu Tina sangat geram dan masih berdebat. Mereka tidak gentar dan terus menyudutkan Suci. Suci mengangkat wajahnya sambil bertanya, "Kenapa ibu sangat membenci aku. Salahku apa sama ibu? Aku tidak pernah berbuat keonaran."


"Kamu tahu apa kesalahan terbesar kamu! Kamu tahu! Ha!" bentak ibu Nilam.


"Aku ingin tahu apa masalahnya Bu," jawab Suci yang menahan rasa sesak di dalam dada.


"Kamu telah menghancurkan anakku dengan cara menjebaknya!" bentak Ibu Nilam lagi.


"Saya tidak tahu itu Bu. Saya tidak pernah mengajak Wulan ke mana-mana," jawab Suci dengan jujur.


Imam menarik tangan Suci dan mendekati ibu Nilam. Lalu Imam memutuskan sesuatu untuk Suci sambil berkata, "Baiklah keputusan aku sudah final. Malam ini aku akan menyelidiki putri ibu. Jika Suci memang menjebak putri ibu dan melakukannya. Saya akan mengajak Suci pergi dari sini dan tidak akan pernah kembali ke sini. Jika Suci tidak melakukannya ibu bisa pergi dari kampung ini."


Sejenak Ibu Nilam terdiam dan memikirkan keputusan Imam. Akhirnya Ibu Nilam menyetujui keinginan Imam. Lalu sebelum Pak RT membubarkan mereka Imam berkata, "Tunggulah besok jika mau tahu jawabannya. Karena aku sendiri yang akan mencari bukti-bukti Suci tersebut."


Mereka paham akan ucapan Imam. Lalu mereka membubarkan diri masing-masing. Kemudian Pak RT meminta maaf atas kejadian yang tidak mengenakkan itu. Tak lama Pak RT pun meminta izin untuk kembali ke rumah.


Imam dan Suci akhirnya masuk ke dalam rumah. Imam segera menarik tangan Suci untuk berbicara. Suci pun menganggukan kepalanya sambil berkata, "Aku percaya sama kamu. Karena aku tahu semua hidupmu berada di markas. Sekarang aku akan membantumu untuk mencari kebenaran berita itu."


"Maafkan aku telah merepotkan kamu," jawab Suci.


"Lebih baik kamu istirahat. Biarkan aku mencari informasi itu," perintah Imam.

__ADS_1


Suci menganggukkan kepalanya dan menghempaskan bokongnya di sofa. Lalu Imam menatap wajah Suci dan menyuruhnya untuk tidur di dalam bersama Raka, "Tidurlah di dalam bersama Raka. Malam ini aku mencari bukti. Atau kamu mau menungguku untuk mencari bukti itu. Setelah itu kita buat adiknya Raka."


Mata Suci membulat sempurna. Bagaimana bisa Imam mengatakan itu hingga membuat Suci kesal dan menghentakkan kakinya. Kemudian Suci berdiri dan melewati Imam begitu saja. Sementara Imam yang melihat Suci pergi langsung tertawa lucu. Baru kali ini Imam menggoda seorang perempuan. Yang notabennya adalah ibu dari putranya sendiri.


Imam memutuskan keluar untuk mengambil laptopnya. Namun Imam melihat beberapa orang memakai baju serba hitam. Imam mengerutkan keningnya sambil bertanya, "Ada apa kalian di sini?"


"Selamat malam tuan muda," ucap salah satu pengawal.


"Kenapa kalian ada di sini?" tanya Imam.


"Maaf tuan muda, kami disuruh oleh Tuan Irwan mengikuti anda," jawab sang pengawal itu.


"Aish... Papa... Ke mana pun aku selalu diikuti," kesal Imam.


"Bukan masalah itu Tuan. Kami menjaga anda dari amukan warga kampung ini," jawab pengawal itu lagi.


"Tapi tuan?" tanya pengawal itu lagi.


"Enggak ada tapi-tapian. Kalian pulang saja dan biarkan aku yang akan menghubungi papa," titah Imam lagi.


Mereka menganggukan kepalanya sambil perlahan mundur. Lalu Imam mengambil laptopnya dan masuk ke dalam. Sebelum tidur Imam mencari data-data tentang wanita tadi. Menurut Imam itu sangat mudah sekali karena ilmu meretas yang pernah dipelajari oleh Jake sangat berguna. Dan Imam pun tidak bergantung kepada Jake segera terus-menerus.


Hanya butuh dua jam saja Imam mendapatkan informasi tentang putrinya ibu Nilam. Imam tersenyum lebar dan menemukan sebuah bukti. Yang di mana bukti itu hampir saja menyudutkan Suci. Imam akhirnya menghempaskan tubuhnya di sofa.


Siang yang cerah di kediaman Erra. Lee yang masih tidur terlelap terkejut karena mendapatkan serangan bertubi-tubi dari sang suami. Lee membuka matanya dan melihat Erra yang tersenyum manis. Lalu wajah Lee memerah dan membuang wajahnya ke sembarang arah.

__ADS_1


Melihat wajah sang istri memerah Erra tersenyum manis. Pagi ini Erra bersyukur karena lepas dari mimpi buruk. Mimpi tersebut membuat Erra ketakutan kehilangan sang istri. Erra memandang wajah Lee sambil memohon, "Jangan tinggalkan aku. Karena kamu adalah nyawaku sekarang."


Mendengar perkataan itu Lee tersenyum manis dan berkata, "Aku tidak akan meninggalkan kamu."


"Kamu mau makan apa?" tanya Erra.


Tak lama kemudian di luar ada yang mengetuk pintu dengan kencang. Siapa lagi kalau bukan para mama yang ingin merawat Lee. Erra memutar bolanya dengan malas lalu segera bangun. Sebelum membuka pintu Erra memakai bajunya.


"Sepertinya para mama datang ke sini," ucap Lee.


Erra menganggukan kepalanya sambil tersenyum manis, "Ya... Para mama sangat menyayangimu. Terutama mama Rani."


Teringat awal-awal yang di mana Erra dijodohkan dengan Lee. Saat itu Erra tidak sadar kalau yang menjadi istrinya adalah Lee. Erra tersenyum manis dan membuka pintu lalu melihat Rani dan Caroline. Tak lupa juga dengan para papa. Erra mengerutkan keningnya karena tidak sengaja melihat Fendy dan Garda.


Saat Erra belum memberikan ijin, mereka langsung menyerobot masuk ke dalam. Hampir saja Erra terjatuh karena para mama memiliki tenaga yang kuat. Kemudian Erra menelan salivanya dan memuji kekuatan para mama itu.


"Kenapa kalian sepagi ini datang?" tanya Erra yang bingung.


"Apa kamu bilang?" tanya Rani dengan suara menggelegar.


"Ya... Kalian datang terlalu pagi," jawab Erra tanpa mengetahui kalau hari ini jam sudah menunjukkan jam sebelas siang.


"Apa!" teriak Bayu. "Kamu bilang hari ini sudah siang?"


Rani membuka gorden kamar Erra. Di luar matahari sudah meninggi dan Erra mengatakan masih pagi. Ingin rasanya Bayu melemparkan Erra ke Sungai Amazon dan memberikan tugas untuk menjinakkan ikan piranha di sana.

__ADS_1


"Kamu tahu ini jam berapa?" tanya Bayu.


__ADS_2