Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 265


__ADS_3

Memang benar apa yang dikatakan oleh Irwan. Dirinya memang tidak pernah memamerkan kemesraan ke depan publik. Irwan sangat pintar menyembunyikan pernikahannya itu.


"Pernikahanku memang sangat indah. Aku memang sudah berkomitmen dengan Widya karena pernikahan itu tidak akan dipamerkan ke hadapan siapapun,'' ucap Irwan.


"Ya papa benar. Begitu juga dengan aku yang tidak mau memberitahukan pernikahan kami,'' celetuk Lee.


"Kamu harus mengklaim pernikahan kamu Lee. Cepat atau lambat pernikahan kalian akan diuji dengan adanya pelakor dan pebinor. Mereka kemungkinan besar akan merusak rumah tanggamu. Jika itu terjadi kamu bisa gigit jari,'' usul Bayu yang tidak mau melihat rumah tangga anaknya hancur.


"Jika aku tidak mau?" tanya Erra dengan serius.


"kamu harus melakukannya. Karena kamu adalah pria yang sudah beristri. Kamu harus tahu istrimu itu memiliki otak di atas rata-rata. Jika kamu tidak mengklaim Lee. Cepat atau lambat Lee akan diperebutkan oleh pria-pria yang berada di luar sana,'' jawab Bayu.


"Kalau begitu aku akan mengadakan pernikahan sebentar lagi,'' ucap Erra dengan senyum sumringah nya.


"Jangan dulu kamu melakukan resepsi. Karena setelah ini aku yang akan menikah terlebih dahulu!" perintah Imam.


"Upz... kalau begitu baiklah. Aku akan mengundurkan tahun depan,'' sahut Erra.


"Kenapa tunggu tahun depan. Kalian bisa menikah setelah Imam menikah,'' usul Irwan.


Tak lama di luar markas pesawat jet pribadi milik Erra segera mendarat. Suara bising yang ditimbulkan langsung membuat mereka bersiap-siap. Beberapa orang yang sudah ditunjuk oleh Erra mau tidak mau ikut ke Los Angeles. Kemungkinan besar di sana mereka akan membuat virus yang mematikan.


"Kenapa kamu mendaratkan jetmu disini?" tanya Bayu ke Erra.


"Hmmp... sebenarnya aku sudah menebak kalau papa akan marah,'' jawab Erra yang tersenyum smirk.


Ketika terjadi pendaratan sayap kanan langsung menghancurkan depan markas. Hingga mereka mendengarkan bunyi yang cukup keras. Mereka terkejut lalu semuanya berdiri. Bayu cepat-cepat keluar dari ruangan itu. Ia melangkahkan kakinya sambil melihat cahaya yang terang berada di ruangan depan. Bayu terkesiap melihat markas bagian depan hancur setelah terjadi pendaratan.


"Markasku!" teriak Bayu yang hatinya meringis karena melihat markasnya yang hancur.


Erra yang masih santai tersenyum manis. Entah kenapa Erra ingin menghancurkan markas ini. Namun Erra sedari dulu tidak melakukannya. Erra melihat Lee sambil terkekeh. Kemudian Lee memutar bola matanya dengan malas, "Kenapa kakak tersenyum seperti itu?"

__ADS_1


"Sebenarnya sih disini tidak boleh ada pendaratan jet. Kamu tahukan aku memiliki sebuah jet yang besar. Bahkan memuat seratus orang pun bisa,'' jawab Erra yang beranjak dari duduknya.


"Lalu, kenapa kakak melakukannya?" tanya Lee yang beranjak dari tempat duduknya kemudian mendekati Erra.


"Karena aku ingin meratakan markas ini,'' jawab Erra dengan jujur.


"Kenapa juga diratakan?" tanya Lee yang bingung dengan jawaban Erra.


"Karena tempat ini model markas yang sangat kuno. Aku sedang mendesain yang baru untuk dibangun kembali. Aku belum sempat melakukannya,'' jawab Erra yang menggandrungi Lee. "Ayo berangkat!"


Lee menganggukan kepalanya sambil menggenggam erat tangan kekar Erra. Ada perasaan bahagia di hari mereka masing-masing. Mereka sangat kompak ketika sedang bersama.


Mereka melangkahkan kakinya untuk menuju ke luar. Namun Erra sangat terkejut melihat markas depan telah hancur. Dengan senyuman devilnya Erra meraih ponselnya untuk menghubungi anggota Black Dragon. Erra segera memberikan tugas untuk segera menghancurkan markas ini. Setelah memberikan tugas Erra mengajak Lee memasuki ke dalam pesawat.


Tepat jam lima sore mereka lepas landas. Mereka menikmati keindahan langit merah yang menandakan bahwa matahari akan segera turun. Lee menyunggingkan senyumnya sambil menatap matahari yang perlahan turun.


"Bagaimana kalau kita liburan ke Bali?" tanya Lee yang didengarkan Erra.


"Aku ingin kita bisa liburan sama seperti yang lainnya,'' jawab Lee.


"Ya... akan aku kabulkan.'' ucap Erra.


"Aku akan mengaturnya tepat di bulan Januari,'' jawab Lee dengan semangat.


"Terserah kamu. Aku mah hanya ikut kamu. Karena kamu adalah hidupku,'' ujar Erra yang tersenyum devil.


Melihat Erra tersenyum devil, Lee langsung bergidik ngeri. Lee paham apa yang akan dilakukan oleh Erra ketika liburan tiba. Ujung-ujungnya Erra memilih berdiam diri di dalam kamar sambil menahan sang istri tidak boleh keluar.


"Kalau begitu kita eenggak jadi liburan. Ujung-ujungnya kakak menahanmu di ranjang sampai liburannya habis,'' kesal Lee yang sampai terdengar ke telinga March.


"Bukannya kamu sudah tahu kalau Erra itu adalah pria dewasa?" tanya March yang membuat Erra tertawa.

__ADS_1


"Aku tahu itu. Tapi bukannya liburan kita menikmati pemandangan alam sekitarnya?" tanya Lee yang membuat March tersenyum lucu.


"Lee, kalau pria sudah berkeluarga liburannya akan menahan istrinya supaya tidak keluar kamar,'' jawab March yang mendapatkan ancungan jempol dari Andi.


Setelah keluar dari toilet Andi tidak sengaja melndengar percakapan Lee. Bahkan Andi membenarkan jawaban dari March. Andi paham dengan Lee yang beberapa bulan yang lalu menyandang status istri dari Erra. Andi juga memaklumi soal itu karena Lee dari dulu memiliki tipe menyendiri.


"Lee yang dikatan papa March benar apa adanya,'' sahut Andi.


"Memangnya dulu papa begitu ya sama mama?" tanya Lee dengan polos.


"Iyalah. Kami memang berdiam diri di kamar selama liburan. Kamu pasti akan tahu apa uang dilakukan oleh kami. Dan papa memang sengaja menahan mama kamu untuk tidak pergi kemana-mana,'' jawab Andi dengan jujur.


Baru kali ini Lee menunjukkan sifat polosnya kepada Erra. Jujur sih Lee sedari lahir hingga sekarang belum pernah yang namanya pacaran. Untuk mengenal rumah tangga normal pun Lee tidak tahu. Bukannya Lee bodoh tentang rumah tangga, Lee belum siap menerima semua ini.


Lee memang wanita yang sangat unik sekali. Lee memang lebih mengenal militer dengan taktik penyerangan musuh. Lalu bagaimana dengan Erra? Erra tidak mempermasalahkan itu. Bahkan Erra tidak ingin Lee terjun ke dunia rumah tangga. Artinya Erra membiarkan sang istri berkembang di bidang lainnya.


"Ternyata kamu takut ya sama ular pitonku,'' bisik Erra yang berhasil membuat Lee meremang.


"Hmmp... apaan sih kakak? masih sore sudah mesum begini,'' kesal Lee yang membuat Erra kembali tertawa.


"Ya... bilang sajalah kamu takut dengan ular pitonku,'' ledek Erra.


Seketika wajah Lee memerah karena ulah sang suami. Bisa-bisanya Erra mengingatkan pada ular piton kebanggaannya itu. Jujur saja kalau Lee memang sangat menyukai ular piton Erra.


''Kakak ada-ada saja,'' cebik Lee.


"Kamu sudah menjadi istriku masih saja polos. Kamu tahu enggak karena kepolosanmu, aku semakin mencintaimu,'' ucap Erra dengan jujur.


"Aku enggak polos maka. Tapi aku,'' ucap Lee yang menggantung.


"Aku apa?' tanya Erra.

__ADS_1


__ADS_2