
“Marvin berada di Indonesia. Semenjak Chandra memburunya, Erra dan Lee menangkap Marvin. Lalu Imam memberikan sebuah pekerjaan untuk merawat perkebunan di daerah Malang sana,” jawab Marco.
“Ternyata kamu sudah mengetahui di mana Marvin berada. Kenapa kamu tidak bilang kepadaku saat Marvin diburu oleh Chandra? Kamu tahu tidak ada Marvin nggak rame,” dengus Ignatius.
“Aku baru tahu informasi itu dari Samuel. Aku kira Marvin jadi korban Chandra,” jawab Marco.
“Bagaimana ceritanya Marvin diburu sama Chandra?” tanya Ignatius.
“Kamu tahu bagaimana Marvin diburu?” tanya Marco.
“Aku tidak tahu penyebabnya kenapa dia bisa diburu?” tanya Ignatius.
“Denis tertangkap oleh Lee. Hingga Marvin mau dijadikan tawanan. Tapi Marvin keburu kabur. Seluruh ponsel dan sosial medianya tidak bisa aku hubungi. Kabar yang aku dengar terakhir Marvin kabur ke Amazon Brazil,” jawab Marco.
“Bener-bener deh Candra teman sendiri dihabisi,” keluh Ignatius.
“Kamu tahu kenapa Marvin bisa jatuh miskin? Begitu juga dengan Sheva. Candra telah mengambil seluruh asetnya dan membuatnya bangkrut seketika. Candra sengaja melakukannya karena mereka berdua tidak menurut sama sekali,” jawab Marco yang merasa kasihan kepada mereka.
“Kok gue baru tahu kalau Candra sekejam itu kepada temannya sendiri?” tanya Ignatius.
“Karena lu nggak terlalu dekat sama dia. Gue bener-bener kecewa saat Marvin bangkrut lalu Gue sengaja menyelidikinya. Jadi dalam di belakang Ini adalah Candra. Kalau menurut lu gimana?” tanya Marco.
“Gue nggak tahu jawabannya gimana? Sudah lupakanlah saja. Aku sudah nggak peduli soal itu. Hanya tinggal Adam saja di sini. Kalau dia bisa mengerti dengan dirinya sendiri maka tidak akan terjadi peperangan sekarang atau masa depan,” ucap Ignatius berharap tidak ada perang antar mafia
“Mulai sekarang kita nggak usah ikut-ikutan lagi membela Adam lagi. Cepat atau lambat jika singa betina mengaung aku terpaksa angkat tangan dan tidak akan membela,” ujar Marco yang berjanji dalam hati.
“Sekarang kita nikmati hidup dengan tenang dan menunggu kelahiran anak-anak kita. Aku sudah menarik diri dari lingkaran ini. Jika kamu menarikku, akan aku hajar kamu!” tegas Ignatius.
__ADS_1
Malang Indonesia.
“Nis, sudah selesai?” tanya Marvin.
“Sudah, tinggal panen saja. Besok ada orang yang datang ke sini mengambil rempah-rempah untuk perusahaan Tristan,” jawab Denis.
“Baguslah kalau begitu,” ucap Marvin. “Den... Apakah kamu tidak dengar berita tentang kematian Chandra?”
“Sudah pa,” jawab Denis. “Sekarang tinggal satu yang belum yaitu Adam. Aku harap enam pilar utama bisa mengatasi masalah ini. Sudah banyak korban yang berjatuhan karena Adam maupun Candra.”
“Lalu, rencanamu apa setelah ini? Apakah kamu masih ingin di sini? Atau pergi ke negara lain?” tanya Marvin.
“Aku udah nggak mau kemana-mana. Biarkan aku disini bersama papa. Aku akan mencari seorang istri untuk merawatku. Begitu juga dengan papa. Aku memperbolehkan Papa menikah lagi. Biar papa ada yang mengurus, membuatkan sarapan dan merawat papa hingga ajal menjemput,” ucap Denis dengan tulus.
“Kalau itu mau kamu baiklah. Kamu sudah mengizinkan papa untuk merengkuh kebahagiaan lagi. Carilah istri yang baik buatmu. Lalu beri nafkah dengan uang baik. Jangan sekali-sekali kamu kembali ke masa lalumu. Karena yang kamu hadapi adalah masa depan,” ucap Marvin.
“Bagaimana keadaan Mama?” tanya Dennis.
“Entahlah. Semoga mamamu masih hidup,” jawab Marvin.
“Aku akan meminta bantuan ke singa betina,” ucap Denis.
“Kenapa kamu minta bantuannya lagi? sudah terlalu banyak sehingga betina membantu kita. Apa yang kamu inginkan?” tanya Marvin.
“Aku ingin singa betina membantuku untuk mencari keberadaan mama. Meskipun sudah nikah aku tidak peduli. Aku harap bisa menemukannya,” jawab Denis dengan sedih.
“Apakah singa betina mau menolong kamu?” tanya Marvin.
__ADS_1
“Semoga saja dia bisa bantu,” jawab Dennis lemah.
“kalau begitu kita tunggu singa betina ke sini dan membantu kita untuk menemukan mama,” kata Marvin.
Kedua pria berbeda generasi itu menghela nafasnya dan menatap langit mendung. Entah kenapa mereka teringat akan kejadian beberapa tahun lalu. Denis yang saat itu berusia lima belas tahun harus kehilangan mamanya. Dan dirinya menjadi budak Chandra. Namun Denis tidak pantang menyerah agar bisa keluar dari Candra.
Ketika keluar dari lingkungan Candra, Denis bisa merasakan hidup bahagia. Mengenal seorang perempuan yang akan menjadi istrinya. Akan tetapi Candra merenggut kebahagiaan itu dengan cara membunuh calon istrinya. Mau tidak mau Denis kembali lagi ke lingkungan itu. Ia berjanji tidak akan menikah jika masih dalam lingkungan Candra.
Begitu juga dengan Marvin, gara-gara Chandra perusahaan dan seluruh asetnya menghilang. Seluruh karyawan diberhentikan tanpa pesangon oleh Candra. Jika ada yang menuntut pesangon maka keluarganya akan mendapat celaka. Marvin tidak tahu harus bagaimana menghadapi Chandra. Ia menatap langit sambil meratapi nasibnya. Lalu Marvin memutuskan untuk mengikuti Chandra. Ia sebagai kurir obat-obatan terlarang di jalur udara. Sejak saat itu seluruh karirnya hancur seketika.
New York City USA.
Lee yang sudah selesai makan merasakan perutnya kenyang. Ia mengelus perutnya berharap akan ada bayi mungil berada di dalamnya. Namun dirinya sadar, kalau masalah itu tidak dapat terealisasikan dalam waktu dekat. Ia harus mencari cara untuk membuat Adam menyerah.
“Jangan bersedih begitu. Kamu tahu kenapa? Dirimu tak kunjung hamil juga?” tanya Nanda.
“aku tahu Kak. Aku nggak ingin orang berpendapat, kalau aku wanita mandul. Dan semua orang memandangku lalu mengejek karena tidak bisa memberikan keturunan untuk Kak Erra,” ucap Lee dengan penuh kesedihan.
Kedua pria itu menggeleng serempak. Mereka bisa merasakan hati sedih bagai teriris pisau. Baru kali ini Lee yang notabene ceria bisa menjadi sedih seperti itu. Akhirnya Nanda berkata, “Jika kamu bersedih terus kasihan suami kamu. Kamu tahu Erra senang melihatmu tertawa terbahak-bahak. Kalau orang mengejekmu tidak bisa memiliki anak itu salah. Mereka tidak tahu apa yang sedang kamu kerjakan. Mereka hanya menari di atas penderitaan orang. Suatu hari nanti kamu akan mendapatkan kebahagiaan seutuhnya. Bersabarlah... Jangan pernah dengerin apa kata orang.”
“Aku takut kak Erra marah. Dan meninggalkanku begitu saja karena tidak bisa memberikan seorang keturunan,” ucap Lee dengan nada serak.
“Jangan berpikir seperti itu. Aku tahu sifat Erra bagaimana? Dia bukan pria yang seenaknya meninggalkan wanitanya begitu saja. Kamu tahu, Erra itu sangat menyayangi dan mencintai kamu selamanya. Yakinlah pada hatimu. Jangan pernah menyerah untuk mendapatkan sesuatu yang belum kamu capai. Dan jangan pernah lelah berharap ke suamimu itu. Erra lebih suka wanitanya meminta sesuatu dan berharap kepadanya. Dia bukan pria yang brengsek. Dia juga bukan pria nakal. Tapi dia pria baik. Jujur, aku memang jarang berkumpul dengannya karena berbeda organisasi. Kami adalah seorang sahabat dan saudara yang tidak bisa dipisahkan. Kami sudah mengenal satu sama lain semenjak dilahirkan di bumi ini. Jangan pernah menyerah tetap semangat. Aku ingin melihat kamu mengaum terus menerus demi mendapatkan perhatian dari singa jantan. Suatu Hari nanti akan ada singa singa kecil yang bisa mewarnai mansion kamu,” tutur Nanda dengan lembut.
“Baik kak. Aku tidak akan pernah menyerah sedikitpun dan meninggalkannya. Karena rumah tangga itu dibangun secara bersama. Jika membangun sendiri sama seperti nasi para jomblo. Yang tidak memiliki pasangan manapun,” ujar Lee dengan kata kocaknya.
“Apa?” pekik Nanda sambil menepuk jidatnya.
__ADS_1