Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 237


__ADS_3

Selesai makan mereka meninggalkan area gedung itu. Mereka berjalan dengan santai hingga ke ujung jalan itu. Tanpa disadari mereka sedang mengenang masa lalu mereka. Hingga akhirnya mereka sampai ke ujung jalan lalu masuk ke dalam mobil.


"Andi,'' panggil Bayu.


"Sudah kamu hubungi Christian?" tanya Bayu.


"Christian akan segera ke markas,'' jawab Andi.


"Apakah kamu memaksanya?" tanya Bayu.


"Pastinya. Aku mengancam Christian jika dia tidak muncul di markas. Lee akan meminta bahan peledak dari Irwan untuk menghancurkan mansionnya,'' jawab Andi dengan tertawa puas.


"Enggak anak enggak bapak sama saja. Kerjaannya hanya mengancam secara terus-terusan,'' kesal Bayu yang bergidik ngeri melihat Andi.


"Untung bukan Garda,'' celetuk Irwan.


"Memang bukan Garda. Garda memiliki sifat santai dan mematikan. Entah sikap siapa yang dipakai itu?" tanya Bayu ke Andi.


"Sifat dari sang mama,'' jawab Andi.


"Itu lebih baik,'' sindir March ke Andi.


"Untung saja Garda tidak menakutkan,'' ucap Irwan.


"Garda tidak menakutkan. Tapi menyeramkan. Ketika marah bisa menghabiskan nasi dua bakul sama sambel terong satu wajah,'' kesal Andi ke Bayu.


"Ternyata Garda doyan makan," celetuk Joko.


"Memang Garda hobinya makan tapi syukurlah tubuhnya tidak berlemak,'' ucap Andi dengan senyum terindahnya.


"Apakah Adam tahu kalau gedungnnya hancur berantakan?" tanya Bayu.


"Entahlah. Kenapa Fendy menyuruh kita menghancurkan gedung?" tanya Bayu.


"Bukannya Fendy berada di New York?" tanya Saya.

__ADS_1


"Aku menyuruhnya,'' jawab Bayu.


Di apartemen yang Adam tidak sengaja membuka ponselnya. Adam membuka dan ingin membaca sebuah berita. Tak lama matanya menemukan sebuah video gedung yang megah lalu meledak. Dengan senyumnya yang khas Adam memuji orang yang telah berhasil meledakkan gedung itu.


"Wah hebat sekali ya. Gedung semegah itu bisa hancur berantakan,'' gumam Adam yang tidak sadar kalau yang dilihatnya adalah gedung sendiri yang meledak.


Beberapa saat kemudian datang Lu dan Tung dengan wajah bersedih. Gadis kembar itu mendekati Adam sambil memberi hormat, "Selamat siang tuan.''


Adam mengangkat wajahnya sambil menyapa mereka, "Lu Tung.''


"Tuan,'' panggil Lu.


"Ada apa?' tanya Adam sambil melihat wajah si kembar penuh dengan airmata.


"Gedung megah tuan meledak,'' jawab Tung sambil menghapus air matanya.


"Apa?" pekik Adam. "Apakah itu benar?"


"Iya tuan. Berita itu tersebar hingga ke penjuru bumi ini. Para investor menarik semua modalnya,'' jawab Tung.


"Iya tuan. Video itu sangat viral di akun Yusup. Banyak yang memuji video itu karena yang meledakkan gedung itu semangat hebat sekali,'' tambah Lu.


Seketika kepala Adam berdenyut hebat. Adam baru sadar kalau seluruh aset yang berada di gedung itu musnah. Beberapa saat kemudian ponsel Adam berdering lagi sambil melihat nomor yang tertera di layarnya itu. Mau tidak mau Adam mengangkatnya.


"Hallo,'' sapa Adam.


"Apakah kamu sudah mendengar berita tentang gedung mewah dan megah meledak pagi ini?" tanya Lee dengan senyum yang merekah.


Adam terdiam dan mengepalkan tangannya dengan kuat hingga buku jarinya berwarna putih. Lalu Lee tertawa karena Adam memasang wajah muram. Lee melanjutkan pembicaraannya lagi dengan serius, "Kan aku sudah bilang sama kamu. Kalau kamu enggak narik pengawal kamu di sekitaran hutan. Aku pastikan gedungmu hancur."


"Oh ya... Satu lagi. Peledakan sekitar gedung ternyata berdampak pada gedung sekitarnya. Mereka akan mengganti rugi gedungnya yang terbakar. Jika tidak kamu akan mendekam di dalam penjara. Aku lupa mau ngomong tentang Nicky. Cepat atau lambat Nicky juga akan kehilangan pekerjaannya. Karena aku sudah mengirimkan skandal besar yang telah dibuat Nicky ke atasannya. Jadi aku yang akan memburumu. Selamat bersenang-senang tuan Adam Malik. Aku tidak akan membiarkan kamu tertawa terus di atas penderitaan orang lain. Sudah banyak orang yang kamu buat menderita," ucap Lee dengan jujut.


"Tunggu kehancuran kamu singa betina!" geram Adam.


"Bukankah kamu yang hancur pada pagi ini? Kok pake ngancam segala! Situ sehat!" ejek Lee.

__ADS_1


"Oh ya satu lagi. Aku tahu kelemahan kakek Candra. Ups... Gue panggilnya kakek sih. Maaf... Aku tahu kelemahan Candra. Cepat atau lambat Kakek Candra akan mati. Dengan cara melemparkan bom di bawah kursi Candra akan menghembuskan nafasnya terakhir," imbuh Lee yang sudah mengetahui penyakit jantung Candra.


Adam hanya bisa meringis dengan apa yang dikatakan oleh Lee. Bisa-bisanya Lee mengetahui kalau Candra memiliki penyakit jantung. Memang kenyataannya begitu toh.


"Akan kamu tuntut sekarang juga sebesar satu triliun dolar!" bentak Adam dengan serius.


"Oh.... Jangan marah atuh kang Adam. Bukankah uangmu masih ada lagi di tempat lain?" tanya Lee yang mendapatkan info dari Fendy. "Uang satu triliun dolar bagimu tidak ada artinya. Malahan kamu suka membeli perempuan-perempuan muda yang masih kinclong untuk dijadikan simpanan. Ah... Aku terlalu banyak tahu tentang kamu. Ya sudahlah kalau kamu ingin menangkapku kerahkan semua kaki tanganmu. Bahkan seluruh anggota mafia yang berada di muka bumi ini kamu kerahkan. Aku akan menunggumu. Jika tidak aku yang akan memburumu hingga memenggal kepalamu!"


Adam seketika melongo mendengar apa yang dikatakan oleh Lee. Lee sangat berani mengatakan kalau dirinya akan diburu. Namun Adam sadar karena kekuatan dari dalam dirinya sudah lenyap.


"Lu Tung kejar yang namanya singa betina!" titah Adam.


Mereka menganggukkan kepalanya dan keluar dari apartemennya Adam. Dengan petunjuk dari para pengawal yang dimiliki oleh Adam, mereka menuju ke suatu hutan. Sedangkan mobil yang ditumpangi oleh Bayu sudah sampai markas. Mereka segera menemui Lee dan lainnya.


"Akhirnya sampai juga," ucap Bayu yang tersenyum manis.


Lee hanya memutar bola matanya dengan malas. Bisa-bisanya sang ketua datang dengan senyum yang manis. Lee disini hanya untuk beberapa hari untuk mencari petunjuk. Kenapa para papa kesini?


"Papa," panggil Lee sambil melihat Bayu.


"Hmmp... Ada apa gerangan kamu panggil papa sayang?" tanya Bayu.


"Kami kan disini hanya beberapa hari. Kenapa papa kesini?" tanya Lee balik.


"Kami sangat mengkhawatirkan kamu. Kamu tahu beberapa hari ini Adam sedang mengincar kepalamu?" tanya Bayu yang menaruh tasnya.


"Ya tahulah pa. Aku sendiri enggak kaget," jawab Lee. "Yang membuatku kaget adalah bagaimana papa membakar gedung itu?"


"Aish... Kalian ini ternyata meremehkan kami!" kesal Bayu.


"Lee... Kami dulu pernah muda seperti kamu. Kami para papa lebih gila dari kalian. Papa sering bakar membakar gedung. Jangankan membakar menghancurkan gedung juga iya. Coba kamu tanya sama para mama. Para mama hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat kelakuan kami," ucap Irwan yang menjelaskan semuanya.


"Lalu apakah para mama marah?" tanya Nanda.


"Tidak. Para mama tidak marah. Mereka hanya menyayangkan itu,'' jawab Joko.

__ADS_1


"Ternyata kalian memiliki jiwa muda yang masih bersinar," puji Sam ke para papa.


__ADS_2