
"Kita akan kesana jika masalah markas selesai. Malam ini kita harus kembali dan membereskan semua barang-barang. Jika kita disini terus menerus bisa dipastikan mereka akan menyerang kita," jawab Erra.
Christian hanya terdiam dan tidak berkata apa-apa. Hatinya merasakan sesak karena melihat penderitaan Andi dan dua keponakannya. Memang sedari dulu Keluarga besar Sebastian sering diincar oleh para pengusaha yang iri dengan pencapaian.
Sekarang Christian sedang di hadapkan sebuah masalah pelik. Sang keponakan perempuan sedang diincar oleh para mafia. Cepat atau lambat mereka akan menangkap Lee lalu membunuhnya.
Lalu bagaimana dengan Lee? Lee sudah biasa. Meskipun Lee sering bertindak konyol akan tetapi dirinya memiliki kepekaan tinggi. Dikala waktu musuh menyerang Lee sudah tahu duluan dan menghajarnya terlebih dahulu. Bahkan Lee orang pertama yang menghajar mereka.
Tak sengaja Lee melihat sang paman dalam mode kecemasan. Lee mendekati Christian sambil berkata, "Paman tenanglah. Kami adalah pengusaha yang hidupnya dalam bahaya. Paman tahu sendiri kalau keberhasilan kami sedang diincar mereka. Itulah kenapa kami hidupnya dalam bahaya."
Lee mencoba menenangkan sang paman. Lee paham akan Christian yang gelisah. Bagaimana dengan Erra? Erra juga sama menenangkan Christian. Selama Erra di Amerika, Erra sering berkunjung ke Christian. Erra juga sudah menganggapnya keponakan bahkan anaknya sendiri. Meskipun Erra sering memasang tengil, Christian sering merindukan Erra.
"Bagaimana bisa tenang jika kalian hidupnya tidak tenang!" geram Christian.
"Itu hal yang wajar. Jika kita berada di atas awan maka akan banyak sekali angin yang menghempaskan. Kita harus kuat menghadapi angin kencang. Begitu juga kami memiliki karir yang cemerlang, memiliki segalanya maka akan ada orang yang ingin menghancurkan semuanya. Dan ini sangat mengerikan. Begitu juga paman. Aku sudah melihat prestasi paman yang banyak. Bahkan paman sendiri sangat membanggakan bagi kepolisian. Namun dibalik itu semua ada orang yang tidak senang dengan keberhasilan paman. Orang itu ingin menghancurkan karir paman. Dan aku tahu kematian Bibi Elena, Riu dan Charlotte semua itu ulah seseorang yang ingin menghancurkan paman," jelas Lee.
Deg.
Christian terdiam mengingat kematian istri dan anak-anaknya. Christian sangat sedih sekali mengingat kejadian dimana mereka sudah terbujur kaku.
"Kematian mereka bukanlah bunuh diri. Mereka mati karena dibunuh. Dan aku tahu siapa pelaku utamanya," jelas Lee.
Christian sangat terkejut mendengar pernyataan Lee. Bagaimana bisa Lee mengetahui semuanya? Pas kejadian itu rekannya mengatakan kalau mereka bunuh diri dan ditemukan sebuah surat dengan tulisan sang istri.
"Apakah kamu tahu semuanya?" tanya Christian.
"Ya... Aku tahu semuanya. Surat itu adalah rekayasa. Yang membunuh adalah sesama rekan kerja paman yang sengaja disuruh oleh seseorang," jawab Lee.
__ADS_1
Gilmore tersentak dan memandang Lee dan Erra. Gilmore menatap Lee sambil bertanya, "Apakah itu benar?"
"Ya itu benar. Bahkan tunangan paman yang bernama Dessy kecelakaan di tol Surabaya. Itu disebabkan oleh seseorang," jawab Lee yang mengetahui kasus pembunuhan Keluarga Christian dan tunangan Gilmore.
Mereka terdiam dan memilih bungkam. Entah kenapa mereka sangat takut ketika mengenai kasus ini. Lee paham atas ketakutan mereka dan memberikan sebuah opsi agar mereka membuka kasus itu.
"Jika paman ingin membuka kasus itu. Dengan senang hati aku bersama papa akan membantu paman untuk mencari pembunuh mereka," jawab Lee.
Christian mengusap wajahnya secara kasar. Entah kenapa dirinya sangat penasaran siapa pembunuh mereka.
"Kita akan membukanya setelah kasus ini selesai," jawab Christian.
"Enggak semudah itu paman. Paman harus pensiun terlebih dahulu lalu bergabung dengan kami. Setelah paman pensiun kami akan membantu mengusut kasus bibi Elena," ucap Lee.
"Apa-apaan ini? Kamu memaksaku untuk pensiun dini! Apakah kamu tidak memiliki opsi lain!" tegas Christian yang sangat marah sekali kepada Lee.
Sungguh berat opsi yang diberikan oleh Lee. Entah kenapa Christian merasakan hidupnya dalam bahaya. Akhirnya Christian membuka suara sambil berkata, "Kalau begitu baiklah. Paman akan menuruti kamu. Setelah ini paman akan mengundurkan diri."
"Tapi paman," potong Lee dengan cepat.
"Tapi apa?" tanya Christian dengan kesal.
"Paman enggak usah ikut-ikutan mencampuri pasar gelap yang diselenggarakan oleh Adam. Kalau paman menangkap Adam percuma saja. Dalam hitungan detik Adam akan terlepas. Apa paman enggak capek jika Adam terlepas?"
Erra hanya menepuk jidatnya karena melihat Lee bernegosiasi dengan Christian. Bisa-bisanya Lee menukar kasus kematian Bibi Elena dengan Adam? Akan tetapi ada benarnya juga kalau Lee tidak melakukan negoisasi gila ini. Sementara itu Gilmore menyetujui permintaan Lee.
"Kalau begitu aku menyetujuinya. Atas nama tunanganku aku tidak bisa hidup tenang jika kasus ini belum selesai," sahut Gilmore.
__ADS_1
"Bagus paman. Aku suka itu," jawab Lee. "Jika paman pensiun dini, paman bisa bekerja di Sebastian Groups, SW Groups, Asco Groups atau juga di Pradipta Groups. Paman bisa memilih dan mendapatkan upah dan bonus layak. Dan satu lagi para paman bisa mendapatkan seseorang untuk hidup bersama. Bagaimana paman dengan tawaran aku?"
Erra malah tertawa terbahak-bahak melihat kedua paruh baya itu takluk dengan Lee. Sedangkan Lee hanya tersenyum manis melihat mereka menyerah. Lee memang memberikan opsi kepada mereka agar bisa hidup tenang.
"Terserah paman mau mengikuti saranku. Aku hanya ingin melindungi kalian. Karena kalian adalah keluargaku," ucap Lee dengan tulus.
Kedua pria paruh baya itu memeluk Lee sambil mengucapkan terima kasih. Meskipun Lee seorang wanita bar-bar namun kebaikan hatinya yang selalu ditonjolkan.
Setelah itu mereka akhirnya melakukan penyelidikan. Sedangkan Lee hanya duduk bersama Erra. Mereka berdua sangat bosan dan menatap kedua pria itu bergerak dari sudut ke sudut lainnya.
"Paman," panggil Lee.
"Ada apa?" tanya Christian.
"Paman bisakah aku membantu penyelidikan kasus ini?" tanya Lee.
Christian terdiam sejenak karena tidak yakin dengan Lee. Namun Christian paham karena sang keponakan bosan. Tak lama Christian mengambil dua sarung tangannya sambil memberikan ke Erra.
"Jika kamu ingin membantu kami pakailah ini. Aku tidak mau sidik jari kalian tertinggal!" titah Christian.
Erra segera mengambilnya dan memberikan satu pasang sarung tangan ke Lee. Kemudian Erra memakainya sambil bertanya, "Kenapa kalian berdua melakukan penyelidikan? Bukannya kalian sering rame-rame melakukannya?"
"Ada beberapa barang bukti yang tertinggal sebelum kasus itu dilimpahkan ke pengadilan," jawab Christian.
"Kalau begitu baiklah. Aku akan membantu paman," ucap Lee dengan semangat.
"Jika ada yang menemukan hal yang mencurigakan tolong kamu taruh di kantong ini!" perintah Christian lagi dengan memberikan sebuah kantong kosong.
__ADS_1
"Kalau begitu baiklah paman," balas Lee yang mengambil kantong itu.