
"Imam akan menikah sebulan ke depan. Kamu tahu kan kalau Suci sedang hamil lagi anak keduanya Imam?" tanya Widya.
"Ya aku tahu itu. Menurutku ini sangat cepat sekali. Tapi tak apa. Sesuai dengan umurnya Imam," jawab Rani.
"Sekarang giliran Lee untuk mendapatkan seorang cucu," ucap Widya.
"Tenanglah. Lee akan berkonsentrasi untuk mendapatkannya. Apalagi para musuh sudah tidak ada. Kemungkinan besar Lee akan hamil berapa bulan ke depan," ujar Caroline.
"Kalau tidak punya anak ya nggak apa-apa. Hidup itu harus dinikmati. Jangan dibuat mainan. Jika sudah menikah maka kita harus patuh kepada suami," sahut Mama Yi.
"Kalau begitu aku pergi dulu ya Ma. Aku ingin berdiskusi sama anak-anak lainnya. Habis ini akan ada acara tentang pengamanan dalam acara amal milik Adam," pamit Lee yang beranjak berdiri meninggalkan mereka.
Para Mama pun mengangguk dan mengizinkan Lee pergi. Setelah itu membaca pesan dari Erra terlebih dahulu. Kemudian Lee akhirnya menuju ke kamar milik Nanda. Di sanalah mereka berkumpul dan membuat strategi untuk berjaga-jaga ketika Adam akan berontak.
Malam pun tiba. Mereka akhirnya bersiap-siap untuk pergi ke aula bawah. Sebelum pergi beberapa dari mereka sedang berkoordinasi dengan para pengawal. Di sana mereka akan membentuk suatu lingkaran yang mengelilingi acara tersebut.
Selesai buka koordinasi mereka akhirnya pergi ke acara itu. Acara sudah ramai, banyak orang-orang yang sudah diundang oleh Adam datang. Mereka terdiri dari orang-orang yang tak mampu dan anak yatim piatu. Mereka langsung menikmati makanan yang sudah tersedia di sana.
Lee dan Erra menatapnya dengan rasa haru. Kemudian mereka berkumpul bersama para papa. Sungguh senang hati mereka berdua. Ternyata ada mulai melaksanakan keinginannya untuk menjadi orang baik.
"Syukurlah... Hari ini adalah hari yang sangat indah bagi kita. Ternyata Adam sudah mulai menjadi orang baik. Aku ingin Adam selamanya begini dan tidak akan menjadi orang jahat lagi," Lee mendoakan Adam supaya tetap menjadi orang baik selamanya.
"Ya kamu benar," Erra memegang tangan Lee sambil tersenyum manis.
"Andaikan kalau kita seperti ini selamanya pasti dunia tidak akan ada peperangan," sahut Nanda sambil melihat Erra dan Lee.
"Semoga tidak ada terjadi perang dunia ketiga. Biarkanlah kita menebarkan kebaikan untuk seluruh makhluk hidup di muka bumi ini. Rencananya aku ingin membangun panti asuhan," ucap Lee.
"Bagaimanakah kita membangun panti asuhan terbesar di Asia untuk menampung banyak anak-anak yang kurang mampu? Jika setuju aku akan bantu kalian," sela Adam yang membuat mereka tersenyum manis.
__ADS_1
"Kapan-kapan kita bisa bicarakan lagi. Kalau begitu sukses ya acaranya. Semoga kamu bisa menjadi orang yang berguna bagi semua orang. Untuk seluruh kesalahanmu aku sudah memaafkannya," ucap Lee dengan tulus.
"Terima kasih. Aku tidak akan memanggilmu dengan nama itu lagi. Aku berharap kamu menjadi wanita terhormat dan menjaga kedamaian di bawah tanah," ujar Adam sambil tersenyum.
"Mulai hari ini aku tidak akan turun ke bawah tanah lagi. Aku ingin menjadi wanita normal saja. Jujur aku capek sekali jika mengurus dunia bawah tanah. Mau perang silakan mau nggak silakan," kata Lee.
"Begitu juga dengan kami. Kami juga tidak akan pernah ke sana lagi. Semoga kamu berbahagia dengan hidupmu yang baru. Kalau begitu aku izin pulang sekarang," pamit Nanda.
"Kamu mau pulang sekarang bro?" tanya Adam lagi.
"Ada seseorang wanita yang sedang menungguku. Wanita itu sedang mengandung benihku. Jujur aku sangat merindukannya. Aku harap bisa menemuinya dan menemaninya melahirkan," jawab Nanda.
"Congratulation. Semoga menjadi Papa yang baik untuk anak-anakmu kelak. Salam buat calon istrimu itu," ucap Adam sambil memberikan selamat buat Nanda.
"Ditunggu juga surat undangannya," balas Lee.
"Pastinya. Tinggal kirim saja undanganmu kemeja kantorku yang berada di Istanbul Turki," Adam tersenyum manis sambil memandang wajah Nanda.
"Apakah kamu tidak berencana ingin tinggal di Asia?" tanya Erra.
"Aku ingin tinggal di Singapura. Beberapa bulan lagi kantor Malikz Groups akan pindah di sana. Singapura akan menjadi pusat perusahaanku yang bertaraf internasional," jawab Adam.
"Kalau ada perlu mintalah bantuan kepada kami. Kami akan membantu semuanya," ujar Lee yang menawarkan bantuan untuk Adam.
"Baiklah," balas Adam. "Aku akan ke sana jika ada kesusahan membangun kembali perusahaanku itu."
Mereka mengangguk serempak dan menatap wajah Adam. Lalu mereka memutuskan untuk pamit dan pulang ke Surabaya. Akan tetapi Adam menahannya. Karena Adam ingin seluruh enam pilar utama hadir hingga acara berakhir.
Diam-diam ada mana nomor satukan mereka untuk menjadi tamu utama. Selain itu Adam sangat menghormati mereka. Di sisi lain Yoona sang tunangan dadakannya itu berterima kasih atas kedatangan mereka. Wanita itu mendekati mereka satu persatu dan meminta maaf atas kesalahannya selama ini. Kemudian Lee menawarkan pekerjaan untuknya. Namun Yoona menolaknya karena ingin fokus kepada Adam.
__ADS_1
Malam semakin larut Adam bersama enam pilar utama membagi-bagikan hadiah buat mereka. Enam pilar utama dan lainnya sangat bahagia sekali Jika ada acara begini. Untung saja acara ini tidak diliput oleh siapapun. Bisa dikatakan acara ini sangat privat sekali.
Acara telah berakhir. Mereka memutuskan untuk berpamitan dan pulang ke hotel masing-masing. Sedangkan Adam memegang Yoona dan menggendongnya. Lalu Yoona berteriak hingga membuat Lee menengok. Akhirnya Lee mendekati Yoona sambil membisiki sesuatu ke telinga Adam, "Jangan bermain kasar sama perempuan. Bermainlah dengan lembut. Kasihan tante Yoona."
"Sepertinya aku harus belajar dari kalian untuk menaklukkan calon istriku ini," sahut Adam.
"Terima kasih untuk malam ini. Kami sangat senang sekali menghabiskan waktu bersama mereka. Sering-seringlah kita membuat acara seperti ini," ujar Lee.
"Beres," balas Adam yang meninggalkan mereka.
Melihat kepergian Adam, Erra tersenyum manis sambil memegang tangan sang istri. Kemudian pria itu langsung mengajak Lee pergi ke kamar hotel. Di dalam perjalanan menuju ke kamar hotel mereka bertemu dengan Andi bersama Caroline.
"Kamu mau ke mana?" tanya Caroline.
"Mau ke kamar," jawab Lee.
"Lebih baik ikut papa yuk. Kita makan malam bersama dan menghabiskan waktu bersama lainnya," ajak Andi.
"Kalau begitu list aja yang ikut. Aku ingin beristirahat di hotel saja. Hari ini aku benar-benar capek sekali," tolak Erra.
"Alasan kamu saja," seru Garda yang membawa kentang goreng sambil menatap adik iparnya itu.
"Aku nggak alasan. Tapi aku serius. Kemungkinan besar Aku ingin istirahat," kesal Erra yang tidak sengaja melihat kentang goreng yang dipegang oleh Garda.
"Bolehkah aku memintanya?" tanya Erra yang tiba-tiba saja ingin meminta kentang goreng itu.
"Tumben kamu suka. Biasanya kamu nggak suka kentang goreng," ledek Andi.
"Aku ingin minta itu," tunjuk Erra ke arah kentang goreng.
__ADS_1