Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 397


__ADS_3

"Kamu mau saja ditipu sama anakmu sendiri," ucap Andi yang menahan tawa karena Bayu tertipu oleh putranya sendiri.


"Aku nggak merasa ditipu. Tapi dia benar-benar pingsan," ujar Bayu.


"Kalau kamu nggak percaya ya sudah. Para dokter di sana bermain kartu bersama Erra," kata Andi yang baru saja mendapatkan laporan dari salah satu dokter yang menangani Erra.


"Apakah itu benar? Kamu lama-lama brengsek juga ya? Jangan bikin itu yang nggak-nggak," kesel Bayu.


"Kalau kamu nggak percaya ya sudah. Ini buktinya," sahut Andi sambil memberikan ponselnya kepada Bayu.


Baju menerima ponsel itu dan melihat sebuah video dari dalam ruangan IGD itu. Lalu Bayu tidak sengaja menatap Erra yang tersenyum sumringah sambil mengocok kartu. Di dalam video itu, Erra berdiskusi dengan para dokter tersebut. Yang lebih parahnya lagi Sang putra menanyakan tentang hubungan intim di saat Lee sedang mengandung.


"Memangnya tim dokter itu siapa saja?" tanya Bayu.


"Mereka adalah teman-temannya ketika kuliah di Harvard. Gara-gara Erra mereka mendapatkan pekerjaan di bidang medis di rumah sakit ini," jawab Andi.


"Jadi ini rumah sakit siapa?" tanya Bayu yang tidak paham dengan bisnis Andi.


"Aku sengaja membangun rumah sakit ini bersama Saga. Rumah sakit ini sudah difasilitasi dengan alat-alat canggih supaya bisa mendeteksi bermacam-macam penyakit dari tubuh pasien. Aku jarang ke sini jika tidak ada tidak ada kepentingan. Aku hanya ke sini Jika mendadak saja. Ditambah lagi rumah sakit ini ditangani oleh Saga dan Imam," jelas Andi.


"jadi selama ini kamu diam-diam membangun rumah sakit mewah seperti ini?" Tanya Bayu.


"Iya. Hanya di kawasan Asia tenggara saja. Belum di kawasan Asia.Aku tidak akan mungkin menambah rumah sakit seperti ini," tambah Andi.


Bayu matanya langsung memerah dan mengeluarkan kilatan cahaya. Bagaimana bisa dirinya tertipu oleh Erra? Sedangkan dirinya memang sangat licik. Akan tetapi kelicikannya itu dibalas oleh putranya sendiri.


"Sial, gue tertipu!" geram Bayu.


Mata Bayu menatap wajah sang menantu sedang cemas. Mengingat sang menantu sedang gelisah, Bayu mendekatinya dan berkata, "Kita telah kena tipu."


Lee yang baru saja sadar akhirnya mengangkat wajahnya. Kemudian Lee bertanya, "Bagaimana kabar Kakak tampan? Apakah Kakak tampan baik-baik saja?"


"Dia sedang bermain kartu di dalam bersama teman-temannya," jawab Bayu sambil memberikan kode untuk Andi.

__ADS_1


"Maksudnya papa bagaimana? Bukankah papa melihat kalau kakak tampan sedang pingsan tadi?" tanya Lee.


Ketika sedang menjelaskan tentang keadaan Erra, Caroline dan Rani menatap wajah Bayu sambil bertanya-tanya. Bukankah tadi Erra benar-benar pingsan? Lalu kenapa Bayu mengatakan kalau Erra bermain kartu di dalam? Sepertinya ada konspirasi di dalam ruangan sana.


"Apa yang kamu katakan Bayu? Kamu jangan mengada-ngada. Kamu tahu sendiri kan kalau Erra mengatakan perutnya tidak enak dan tubuhnya melemas?" tanya Rani yang kesal kepada suaminya itu.


"Aku serius mengatakannya. Jika tidak percaya lihatlah video ini," jawab Bayu sambil memberikan ponsel Andi kepada Rani.


Dengan terpaksa Rani menerimanya dan melihat adegan Erra yang masih bermain kartu. Mata Rani membulat sempurna dan mulai meledakkan amarahnya. Seketika Bayu menahannya agar tidak marah-marah. Lalu Bayu menggelengkan kepalanya kemudian menunjuk Lee.


"Sepertinya akan ada perang dunia yang kesekian antara Lee dan Erra," celetuk Bayu.


"Aku masih belum paham dengan kalimat Papa tadi," sahut Lee.


"Kalau kamu nggak paham juga Masuklah ke dalam. Lihatlah suamimu yang sedang bermain kartu itu. Jujur saja Papa juga sangat kecewa dengan kelakuannya itu. Bisa-bisanya orang tua ditipu oleh anaknya sendiri. Papa harus bagaimana saat ini?" tanya Bayu yang semakin frustasi dengan kasus baru ini.


"Bukankah kamu pernah melakukan hal yang sama? Hingga membuat almarhum Papa menjadi kesal dan kamu dikurung di ruangan bawah tanah selama dua hari?" tanya Rani sambil mengingatkan Bayu.


"Kata siapa aku melakukan hal seperti itu? Aku hanya bilang perutku tidak enak dan tidak keluar dari kamar selama seminggu," jawab Bayu.


Bayu mencoba menelan salivanya berkali-kali. Namun hal itu tidak bisa dilakukannya secara mulus. Ia merasakan sesuatu yang berada di tenggorokannya itu sehingga membuat dirinya tercekat. Jujur saja masa lalu Bayu itu sangat konyol sekali. Ketika putranya membalas Bayu tidak terima dan ingin menghajarnya.


"Memangnya papa Bayu seperti apa Ma?" tanya Lee.


"Orangnya dingin tapi memiliki sifat konyol. Kalau nggak gara-gara Bayu, kemungkinan besar Erra dilahirkan di Indonesia. Itulah kenapa aku sangat kesal sekali," jawab Rani.


"Kalau begitu izinkan aku masuk ke dalam?" tanya Lee.


"Masuklah ke dalam. Tapi kamu membuka pintunya harus silence. Kamu mengerti kan maksud Papa bagaimana?" tanya Andi.


Lee menganggukkan kepalanya dan menuju ke pintu itu. Jiwa detektif Lee mulai keluar kembali. Padahal Lee sudah membuangnya jauh-jauh agar tidak mengganggu hidupnya lagi. Namun jiwa itu akan selalu mengikutinya hingga akhir hayatnya.


Kemudian Lee memegang daun pintu itu dengan penuh perasaan. Ia membukanya secara perlahan tanpa ada suara keluar. Di saat dirinya masuk ke dalam, Lee melihat sang suami sedang bermain kartu dengan asyiknya.

__ADS_1


"Ini pingsan atau main kartu?" tanya Lee sambil melipat kedua tangannya di dada.


Mendengar suara renyah sang istri, wajah Erra langsung pucat. Ia segera berbaring sambil menarik selimutnya dan berpura-pura pingsan.


"Hey... Lee," sapa Rio sang ketua tim dokter Erra.


"Apa kabar Rio?" tanya Lee dengan penuh sopan.


"Aku baik-baik saja," jawab Rio.


"Bagaimana kabar suamiku itu?" tanya Lee yang membuat Rio terkejut dengan mata membulat sempurna.


"Benarkah pria itu adalah suamimu? Apakah aku tidak salah dengar?" tanya Rio kembali.


"Iya... Kamu nggak salah dengar kok," jawab Lee yang mengeluarkan mode singa betinanya.


Melihat Lee yang sudah merubah modenya, beberapa orang yang menangani Erra memutuskan keluar satu persatu kecuali Rio. Kemudian Lee menatap tajam Rio untuk menjelaskan penyakit yang diderita oleh suaminya itu.


"Sebenarnya Erra tidak apa-apa. Iya hanya mengidap morning sickness dengan parah. Aku sudah memberinya vitamin agar tidak terlalu lemas badannya," jawab Rio dengan serius.


"Apakah dia baik-baik saja? Apakah tadi dia pingsan?" tanya Lee yang penasaran dengan Erra.


"Ikutlah denganku. Aku nggak mau Erra mendengarnya," jawab Rio.


Mendengar Rio mengajak Lee, Erra terpaksa bangun dan berteriak, "Jangan bawa istriku!"


Tiba-tiba saja Les tersenyum kemenangan dan menatap Erra seperti pedang yang akan ditancapkan ke jantung sang musuh.


"Baguslah. Akhirnya dia bangun juga," ejek Lee.


"Memangnya aku kenapa?" tanya Erra yang berpura-pura lupa dengan keadaannya itu.


"Ternyata kamu mulai melupakan sesuatu. Baiklah aku akan menceritakan kisah seorang penipu yang berusaha menipu keluarganya demi mendapatkan pelayanan yang enak," gertak Lee.

__ADS_1


"Apa maksud kamu sayang? Aku tadi benar-benar pingsan. Lalu mereka menanganiku. Di saat mendengar suara rio aku langsung bangun dan menatapnya," jelas Erra yang mencari alasan agar istrinya tidak marah besar.


"Setelah pingsan kamu mengajak mereka main kartu ya?" tanya Lee yang membungkukkan badannya sambil mendekatkan matanya ke wajah Erra.


__ADS_2