Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 422


__ADS_3

"Lho kenapa non? Bukankah kamu dengan Erra adalah sekretaris dan bos? Kenapa kamu keberatan seperti itu?" tanya Pak Burhan.


"Maaf, kami bukan pasangan sekretaris dan bos. Sekarang tuan era adalah suamiku," jawab Lee sambil menarik tangannya namun genggaman Pak Burhan semakin kuat.


Melihat sang istri tidak bisa melepas tangannya. Erra langsung memegang tangan Lee kemudian menariknya. Lalu ia menatap tajam ke arah Pak Burhan.


"Yang dikatakan Lee adalah benar. Jangan sekali-sekali anda mengganggu istri saya! Jika anda mengganggunya. Kemungkinan besar saya jebloskan Anda ke dalam penjara," ancam Erra memakai nada dingin.


Sontak saja Pak Burhan terkejut. Ia langsung dari terbirit-birit dan masuk ke rumah. Iya tahu kalau era itu adalah orang yang berpengaruh di dunia. Jika sampai dirinya masuk penjara. Bagaimana dengan perusahaannya itu? Bisa-bisa perusahaannya dihancurkan oleh era dalam beberapa menit kemudian.


Jujur Pak Burhan tidak ingin membuat masalah dengan Erra. Dirinya memang takut jika Erra mengamuk. Yang ia tahu melalui omongan, berita dari media cetak, media sosial dan media elektronik. Erra tidak segan-segan menghancurkan perusahaan itu jika ada yang mengganggu privasinya.


Bagaimana dengan tanggapan Lee? Lee sudah biasa soal itu. Lee malah setuju dengan tindakan Erra. Memang yang namanya privasi itu sangat pribadi sekali. Dirinya tidak mau privasinya diusik oleh siapapun. Jujur dirinya bukan seorang artis. Mainkan seorang pembisnis yang memiliki banyak prestasi. Namun ia tidak berteriak-teriak soal prestasinya itu.


"Kenapa sih itu kakek tua selalu mengganggu kamu jika di sini?" tanya Erra yang kesal dengan Pak Burhan.


"Aku sendiri juga nggak tahu. Gara-gara dia juga aku dilabrak sama bininya. Semenjak saat itulah aku nggak mau berkomunikasi dengan Pak Burhan. Ternyata bininya itu mengerikan.ketimbang aku yang memiliki mode singa betina," jawab Lee yang membuat Erra menepuk jidatnya.


"Kamu jangan mengatakan mode itu. Mode mu sama kayak Ibu Carla. Sama-sama ganas. Yang satu kalau lagi kumpul sama orang-orang komplek sini. Dialah yang paling membuat orang-orang gregetan. Kamu bedanya di dunia bawah tanah alias mafia. Dan para mafia pun tunduk kepadamu. Kecuali aku," ucap Erra yang membuat Lee matanya membulat sempurna.


Lalu Erra menarik tangan Lee berjalan ke rumah Ibu Imah. Di dalam perjalanan menuju ke sana, banyak ibu-ibu komplek tidak sengaja melihat Erra. Ibu-ibu komplek itu berteriak histeris. Karena Erra sangat tampan sekali. Sangking tampannya ibu-ibu di komplek itu terpesona atas wajahnya Erra.


"Ternyata ini sangat parah sekali. Mereka berteriak-teriak ingin mengajakmu berkenalan," bisik Lee yang membuat Erra merinding.

__ADS_1


"Lebih baik aku ketemu mafia yang bertubuh ketimbang ketemu dengan ibu-ibu kompleks seperti ini. Baru lihat orang tampan sudah membuat semua orang makanya aku jarang banget keluar dari kompleks," ucap Erra.


Suasana di kompleks itu menjadi ramai. Ditambah lagi dengan anak-anak yang baru pulang dari sekolah. Terutama usianya remaja. Mereka berteriak sambil menyebut Erra salah satu anggota boyband terkenal di Korea Selatan sana. Erra semakin malas dan ingin mengajak Lee pulang. Namun apa daya Erra harus mengajak Lee ke rumah Bu Imah untuk membeli rujak.


"Ternyata mereka sangat mengerikan ketimbang bertemu dengan kain bisnis yang memiliki sifat kasar," keluh Erra.


Sepanjang perjalanan mereka berdua mendapatkan rintangan. Padahal mereka tidak mengambil kitab suci dari timur ke barat. Jujur Erra sangat membenci jika keluar dari istananya itu.


Meskipun dirinya dicap sombong, Erra tidak memperdulikannya. Itulah kenapa dirinya sangat malas sekali keluar Mansion. Jika ingin sesuatu maka Erra tinggal memanggil pengawalnya untuk membelikan apa yang diminta.


"Kamu tahu kenapa alasanku tidak pernah keluar dari Mansion ketika berlibur?" tanya Erra.


"Bukankah kamu kalau liburan sering lari pagi sekitar sini?" tanya Lee yang mengetahui kebiasaan Erra ketika libur.


"Gara-gara lari pagi itulah. Aku sering diteriakin sama ibu-ibu untuk mengajak berkenalan. Untung saja saat itu ada Garda. Mau tidak mau aku menyuruh Garda berkenalan dengan mereka. Akhirnya aku meninggalkan Garda yang kewalahan menghadapi ibu-ibu itu. Bahkan Garda sendiri mengenal ibu-ibu itu dan sering menyapanya.


"Dia humble karena terpaksa. Nggak mungkin Garda yang memiliki sifat keras akan melayani ibu-ibu ala mafia. Bahkan Garda sendiri takut sama ibu-ibu," jawab era dengan jujur.


Sesampainya di tukang rujak Bu Imah, Lee bertemu dengan Angela yang sedang makan rujak. Ia mengerutkan keningnya sambil mendekatinya, "Angel."


Merasa namanya terpanggil, Angela terkejut dan melihat Lee. Ia menghentikan makannya lalu berdiri sambil merentangkan kedua tangannya, "Kakak besar!"


Lee langsung berhambur ke dalam pelukan Angela. Ia tidak menyangka bisa bertemu dengan Angela di sini. Kemudian Lee mengelus perut Angela sambil berkata, "Bagaimana kabarmu?"

__ADS_1


"Aku baik-baik saja. Aku kira Kakak besar nggak akan pulang ke sini sampai empat bulan ke depan," jawab Angela sambil mengucap syukur bisa bertemu dengan kakak besarnya.


"Mana mungkin aku lama-lama di sana? Kita nggak bisa tertawa bersama-sama. Aku nanti jadi bosan dan tidak bisa mengerjai para pengawal," ucap Lee yang melepaskan Angela.


"Kakak ngapain di sini?" tanya Angela.


"Mau beli rujak sama Tuan Erra yang kesel sama ibu-ibu kompleks di sini," jawab Lee yang membuat Angela menahan tawanya.


"Sebelum kita mengobrol panjang lebar plus tinggi. Aku akan memesan rujak terlebih dahulu," ucap Lee.


Angela menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis. Kemudian Lee meninggalkannya sebentar dan memesan rujak.


Beberapa saat kemudian datang mobil mewah berwarna merah menyala. Lee yang memesan rujak itu pun terkejut dan kenal mobil itu. Begitu juga dengan Erra, Erra juga terkejut menatap mobil merah itu.


Selesai memesan Lee ingin kembali ke tempat Angela. Namun Erra menahannya sambil bertanya, "Bukankah mobil itu adalah milik Nanda?"


"Aku pun juga begitu. Ini sangat aneh sekali bagiku. Atau mungkin pemilik mobil itu bukan Kak Nanda," jawab Lee.


"Kamu tahu mobil itu sangat terbatas sekali. Yang punya di sini itu ada dua. Yang satu Imam. Yang satu Nanda. Mobil Imam berwarna hitam metalik," jelas Erra.


"Kalau hitam miliknya Kak Imam. Berarti yang merah itu miliknya Kak Nanda. Kenapa juga Kak Nanda ke sini? Bukan Kakak Nanda kalau pengen rujak bisa membuat sendiri?" tanya Lee.


Erra menganggukkan kepalanya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ketika sang pemilik mobil itu keluar, Erra dan Lee memilih menjadi patung untuk sementara. Mau tidak mau mereka berdiri tegak.

__ADS_1


Sang pemilik mobil itu pun masuk ke dalam kedai rujak Bu Imah. Lalu ia mendekati Angela dan memeluknya dari belakang. Tanpa basa-basi sang pemilik mobil itu memanggil Angela dengan kata sayang. Lee dan Erra terkejut dan menatap sang pemilik mobil itu.


"Sejak kapan kak Nanda berpacaran dengan Angela? Bukankah Kak Nanda kemarin bilang ke aku? Kalau sebentar lagi Kak Nanda akan menjadi ayah. Tapi Kak Nanda tidak bilang, siapa wanita yang mengandung benihnya itu?" tanya Lee yang menatap Erra yang mengedikkan bahunya tanda tidak tahu.


__ADS_2