
Setelah itu Lee melihat Sam yang sedang mengotak atik laptopnya. Sedangkan Lee melihat para anggota Black Dragon.
''Paman Sam... Pinjam tim 5 ya...'' Lee merengek manja.
''Buat apa?'' tanya Sam sambil melihat Lee yang manja.
''Ah... Seperti biasa. Aku akan memasang bom di area gedung Prata's Grup, beberapa hotel, pusat perbelanjaan dan mansion yang berhubungan dengan Prata's Grup.'' Lee tersenyum smirk.
Sam yang melihat Lee tersenyum smirk pun mengerti apa yang akan di lakukan.
''Hubungi death note juga. Tim khusus kamu akan mengurus evakuasi para penghuni hotel dan mall. Biarkan death note yang akan memasang bom. Libatkan juga paman Irwan. Soalnya paman kamu punya bom keluaran terbaru. Kecil tapi mematikan.'' titah Sam.
''Iya... Aku akan bersiap pergi ke markas utama.'' Lee berdiri dan langsung mengambil kunci mobil Sam di kantong celananya Sam.
''Kebiasaan yang tak pernah hilang.'' Sam hanya menghela nafasnya.
''Pinjam dulu ya paman.'' Lee berdiri lalu berlari menuju area parkiran. Sebelum sampai sana. Lee yang berjalan dengan cepat tidak melihat ada Erra yang sedang melihat anak buahnya berlatih. Dan Lee menabrak Erra hingga jatuh ke tanah, Lee menimpa Erra hingga terjadi ciuman. Nanda dan Jake membulat sempurna melihat adegan itu di depan umum. Erra yang mendapat ciuman gratis dari Lee seketika wajah Erra memerah seperti kepiting rebus dan memeluk Lee.
''Hati-hati kalau berlari. Jangan sampai kejadian ini terulang dengan pria lain. Kalau sampai terjadi aku akan membunuhnya.'' Erra mengancam Lee dengan nada datarnya.
''Maaf, enggak sengaja. Aku harus pergi ke markas untuk mencari paman Irwan.'' Lee pun berdiri sambil mengulurkan tangannya.
Erra langsung menarik tangan Lee dan langsung berdiri.
''Aku ikut.'' seru Erra.
Kemudian Lee dan Erra pergi ke markas utama White Eragon dengan memakai mobil Sam. Sesampainya di sana. Lee melihat Irwan dan Bayu.
''Paman turunkan Tim Death Note ya.'' Lee memasang wajah puppies eyesnya.
Seketika Bayu sedang minum langsung tersedak dan membuang botol air mineralnya.
''Buat apa sayang?'' tanya Bayu menyelidik.
''Buat masang bom.'' Lee menjawab dengan santainya.
''Enggak usah memakai tim death note. Bagaimana kalau memakai pasukan paman saja. Red Blood.'' Irwan menyeringai licik.
Glek.
Lee seakan mematung tentang keputusan Irwan. Red Blood adalah tim yang sangat kejam sekali. Kelebihan Red Blood adalah pandai memasang bom dan menghilangkan jejak kejahatan dalam waktu sekejap.
''Enggak Death Note saja. Aku hanya memasang bom di beberapa mall dan hotel milik Prata's Grup.'' Lee menelan salivanya dengan susah payah.
__ADS_1
''Ayolah pakai punya paman saja. Paman juga sudah lama tidak bermain-main dengan kamu untuk menghancurkan gedung.'' tawa Irwan menggelegar.
''Papa Bayu.'' Lee melihat Bayu meminta bantuan.
''Kalau pamanmu ini yang turun. Papa tidak akan ikut campur.'' Bayu tersenyum smirk.
Erra yang diam mematung ingin menangis terguling-guling karena melihat kegilaan istrinya jika sudah menyangkut penyerangan nanti malam.
''Baiklah paman.'' Lee tersenyum devil langsung memukul pundak Erra karena melamun.
''Jangan melamun kak.'' Lee melihat Erra.
''Papa... Siapa yang mengajari istriku menjadi seperti ini?'' tanya Erra.
''Papa sendiri dan papa mertua kamu kalau dalam militer Samlah yang turun tangan bersama Nanda.'' Bayu tersenyum puas.
''Aku ingin menangis atau tertawa ya melihat istriku.'' Erra bergidik ngeri.
''Erra ikut paman sebentar.'' titah Irwan.
Setelah itu Irwan mengajak Erra pergi ke ruangan pribadinya dan memberikan nasihat.
''Jangan kamu hentikan kegilaan istrimu itu. Istrimu melakukan hal gilanya untuk menjaga orang-orang yang mencari uang untuk hidup. Istrimu tau kejahatan Prata's grup. Yang di incar prata's grup adalah Asco. Jika Lee tidak melakukannya sekarang. Jutaan orang di dunia menggantungkan hidupnya di Asco akan kehilangan pekerjaannya. Kamu harus mengerti itu.'' Irwan menjelaskan semuanya tentang Lee.
Kemudian mereka pun keluar. Irwan langsung meeting dengan anggota red Blood di dunia untuk melaksanakan tugasnya. Setelah selesai. Irwan melihat Lee tersenyum puas.
''Apakah nanti malam ada pesta?'' tanya Bayu.
''Iya pa...'' jawab Lee.
''Baiklah... papa dan mama ikut.'' Bayu tersenyum devil.
''Mari pa... nanti malam ketemu di markas Black Dragon.'' Lee tersenyum manis.
Malampun tiba. Lee bersiap-siap untuk menyambut para tamu misterius yang membuat pesta huru hara di markas Black Dragon. Lee memakai kaos hitam, celana jeans hitam sobek-sobek, jas hitam milik Erra dan memakai topi hitam terbalik. Malam ini, Lee berdandan ala dirinya di saat tugas. Erra melihatnya hanya menggelengkan kepalanya.
''Ini istriku apa anak ABG sih?'' Batin Erra menangis kencang karena belum berhasil unboxing Lee.
''Kalau gini bini lu enggak seperti biasanya.'' Nanda memperingati Erra.
''Jangan lu ganggu Lee. Sebentar lagi julukan singa betina akan muncul.'' Sam memukul bahu Erra.
Sedangkan Erra, Erra seperti biasa memakai baju serba hitam. Lee melihat Erra terpesona dan memandang Erra lalu merasakan gejolak yang ada dalam dirinya bangun.
__ADS_1
''Bolehkah aku memperkosa kamu?'' Lee berbicara lembut.
''Argh... Sial...'' Teriak Erra frustasi sambil menendang kursi kayu sampe melayang jauh.
''Upz...'' Lee tersenyum puas karena menggoda Erra.
''Sudah cukup kamu menggodaku, nyonya muda Drajat?" tanya Erra frustasi.
''Aku belum puas tuan muda Drajat. Setelah ini bersiaplah aku akan memperkosamu.'' bisik Lee dengan nada sensual.
Tak lama kemudian suci dan Indah masuk.
''Kak?'' seru Indah.
Lee yang berhasil menggoda Erra kaget dan memutar tubuhnya untuk melihat Indah.
''Semuanya sudah siap?'' tanya Lee.
''Iya kak.'' Indah keluar dengan tergesa-gesa.
Imam yang sedang main game matanya masih terfokus pada layar monitor CCTV membulat sempurna. Black Roses menerjunkan 500 orang dengan senjata lengkapnya sudah memasuki area. Imam langsung menghubungi seluruh anggota yang sudah berjaga untuk mengambil posisinya. Lee yang mendengar Black Roses masuk kedalam area tersenyum devil sambil mengambil ponselnya.
''Mari kita bermain.'' Lee tertawa devil.
Irwan pun masuk ke dalam sambil memakai baju hitam-hitamnya tersenyum manis.
''Mari kita bersenang-senang.'' Irwan memberikan ponselnya ke Lee.
''Paman saja yang menghancurkan semuanya.'' Lee mempersilahkan Irwan untuk menghancurkan seluruh hotel dan mall di dunia milik Prata's Grup.
''Terima kasih sayang.'' jawab Irwan dengan senyum merekah.
Di saat Black Roses menyerang markas Black Dragon. Irwan langsung mengaktifkan bom waktu dengan jarak jauh. Lee menghitung sampai 5. Akhirnya seluruh gedung perkantoran, hotel, mall, apartemen dan mansion milik Aldi hancur bersamaan. Lee bersiap-siap dengan pedang samurainya dan beberapa pistol yang di sembunyikan di belakang jas.
Erra yang sedang asyik main game online terkejut dengan hilangnya Lee dan Irwan. Erra pun menyimpan ponselnya lalu mengambil pistolnya.
Sementara di ASCO. Jake sudah mengamankan seluruh data-data yang akan di curi oleh Ferguso. Jake dan Feli bekerja sama mengirimkan jutaan virus ke Ferguso sehingga laptop milik Ferguso langsung mati dan tidak bisa di pulihkan. Jake dan Feli mencari Ferguso di ruangan it.
Sedangkan Aldi saat di restoran sedang merayakan kemenangan karena sudah membobol sistem keamanan Asco. Aldi akan menjual seluruh data-data milik ASCO malam ini ke seseorang. Aldi mendapat telepon dari seluruh karyawan Prata's Grup di dunia memberitahukan bahwa gedungnya hancur tak tersisa.
Dan seluruh karyawan meminta uang gajihnya yang belum di bayar suruh membayarnya segera. Jika malam ini tidak di bayarkan besok mereka akan lapor ke pihak berwajib.
Sementara Andi yang diam di rumah sambil main game online mendapat laporan bahwa Black Dragon di serang oleh Black Roses. Andi tau siapa dalang di balik penyerang tersebut kembali kejahilannya. Andi memblokir semua kartu kredit Aldi. Seluruh aset yang tersisa dari Aldi, Andi menyumbangkan ke panti asuhan di seluruh negeri ini. Sehingga uang yang dimiliki oleh Aldi tidak tersisa sama sekali.
__ADS_1