Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 216


__ADS_3

"Semuanya sudah siap asisten Lee," jawab Ervi nama seseorang yang berada di sana.


"Apakah mereka sudah datang?" tanya Lee lagi.


"Sudah semua," jawab Ervi lagi.


Lee segera memutuskan sambungan telepon tersebut. Lee menatap wajah mereka yang aneh. Bahkan Lee ingin tertawa karena wajah mereka yang sangat membagongkan itu.


"Apakah sudah siap semuanya?" tanya Erra.


"Ya… para peserta sudah hadir di sana," jawab Lee. "Kalau begitu mari kita kesana!"


Mereka langsung menganggukan kepalanya lalu berangkat ke sana. Dalam hati mereka memiliki rencana yang licik. Mereka ingin sekali menyekap Lee untuk memberikan jawaban jujur atas video itu. Ya memang mereka harus melakukannya. Kalau tidak melakukannya Lee akan menyebarkan video itu.


"Semakin lama singa betina sangat berbahaya," bisik Andi yang berjalan beriringan dengan Bayu.


"Ya… itu benar. Aku menjadi takut sama singa betina. Apa yang harus kita lakukan?" tanya Bayu yang resah.


"Entahlah," jawab Andi yang mengedikkan bahunya.


Sesampainya di aula pertemuan Lee menatap tajam ke semua orang. Lee memancarkan aura dingin yang bisa membuat sang lawan membeku. Lee sedang memilah-milah mana lawan dan kawan. Akhirnya Lee mengelompokkan satu persatu. Lee memiliki firasat di pihak lawan akan menyerang Erra.


Beberapa saat kemudian datang Elizabeth bersama Lala, Elizabeth sengaja mengajak Lala untuk menyerang Erra. Namun tidak disangka Lala melihat Lee. Matanya yang sayu berubah menjadi berbinar. Lala tersenyum dan segera melepaskan tangannya. Akan tetapi Elizabeth menahan tangan Lala dengan kencang. Kemudian Lala berteriak kencang.


"Lepasin ma! Aku mau bertemu dengan kakak cantik itu!" teriak Lala sambil menunjuk Lee.


Elizabeth sangat geram kepada Lala. Elizabeth melepaskan Lala lalu mendorongnya hingga terjatuh. Dengan cepat Nanda segera menolongnya. Nanda jongkok untuk mensejajarkan tinggi badannya sambil bertanya dengan lembut, "Kamu tidak apa-apa?" 


"Aku tidak apa-apa paman," jawab Nanda.

__ADS_1


"Berhati-hatilah," bisik Nanda yang sengaja lirih.


Nanda berdiri sambil tersenyum mengejek ke arah Elizabeth. Namun Elizabeth menganggap kalau senyuman Nanda membuka hatinya. Bagaimana tanggapan Nanda soal ini? Diam-diam Nanda memiliki kepekaan tinggi. Jadi Nanda bisa mendeteksi perasaan Elizabeth yang licik itu.


Lala segera menghampiri Lee lalu berteriak, "Kakak cantik."


Mata Lee membola sempurna. Lee sangat terkejut melihat Lala. Lee tersenyum manis lalu jongkok untuk menyamai tinggi badan Lala. Lee tersenyum lembut sambil bertanya, "Apakah kamu sudah sembuh?" 


"Belum sembuh kak. Masih sakit sedikit," jawab Lala.


Lee membetulkan baju Lala dengan rapi. Lee memancarkan aura keibuan hingga membuat Lala nyaman. Jangankan Lala, Erra yang selalu bersamanya sangat nyaman. Bahkan Erra tidak ingin jauh dari Lee. 


"Apakah kakak cantik hari Minggu akan bermain sama Lala?" tanya Lala yang berharap ingin bertemu dengan Lee.


"Ya… kakak akan kesana bersama Kak Angela," jawab Lee yang memandang wajah Elizabeth yang bermuram durja. "Kembalilah ke mamamu! Jika kamu masih disini terus mamamu akan marah."


Lala menganggukan kepalanya sambil tersenyum manis. Lala akhirnya kembali ke Elizabeth yang bermuram durja. Entah kenapa Elizabeth tidak menyukai pertemuan antara Lala dan Lee. hatinya meradang dan ingin memukul Lala. Namun Elizabeth menahannya.


Elizabeth tidak mengetahui rencana demi rencana yang telah tersusun rapi sudah bocor di telinga Lee. Lee sangat tenang menghadapi Elizabeth. Bahkan Lee tidak menunjukkan sikap yang membuat Elizabeth curiga.


Sedari tadi Erra dan Garda melihat Lee yang bercengkrama dengan Lala. Mereka tersenyum bahagia melihat Lee memancarkan sikap keibuan secara alami. Mereka langsung mengapit Lee sebagai para pengawal. Tak sengaja Elizabeth melihat Lee yang sangat beruntung mendapatkan dua pria tampan. Hatinya sangat panas dan mau meledak. Elizabeth tidak menyukai adegan tersebut. 


Tiba-tiba saja Elizabeth mendekati Lee dan mengangkat tangannya. Namun sebelum tangan itu melayang Lee segera menangkapnya sambil berkata dengan nada tegas, "Jaga sikapmu Nyonya!"


"Oh… jaga sikap! Kamulah yang jaga sikap! Kamu adalah wanita kegatelan yang tidur bersama mereka," ucap Elizabeth dengan suara keras hingga terdengar para dewan direksi.


"Kita buktikan siapa yang membuat isu kalau Tuan Erra yang tidak bertanggung jawab terhadap Lala!" bisik Lee dengan suara rendah sambil tersenyum mengejek.


Mereka akhirnya dipersilahkan masuk. Lee masuk ke dalam aula dengan anggun. Bahkan seluruh peserta rapat sangat mengagumi Lee. Lee duduk di kursi asisten CEO. Lalu Erra duduk di samping Lee. Setelah itu rapat dimulai. Dua jam rapat sangat tenang sekali. Seluruh dewan direksi yang terdiri dari enam pilar utama memberikan masukan demi masukan untuk Erra. Bahkan mereka juga mengkritik kinerja Erra. Namun kritik yang diberikan oleh mereka sangat membangun demi masa depan perusahaan. Lee mencatat semuanya dan akan didiskusikan oleh Erra. Mana saran terbaik itu yang akan dipakai. Begitu juga dengan kritik Erra harus memperbaiki segera. 

__ADS_1


Tak lama moderator rapat memberikan jeda satu jam istirahat. Mereka keluar dari aula rapat. Lee mengajak Erra untuk makan siang. Lee sudah memesan makanan favorit Erra melalui Sam.


"Ternyata kamu paham menjadi asistenku,'' puji Erra.


"Aku banyak belajar dari kak Garda. Aku menyukai belajar banyak hal. Jadi aku bisa menanganimu," ucap Lee.


"Kalau begitu aku akan menaikkan gajimu bulan ini sebesar tiga puluh persen," bisik Erra.


"Apakah itu benar?" tanya Lee.


"Ya… itu benar," jawab Lee. "Aku akan membeli baju dan make-up,'' jawab Lee yang bersemangat.


"Kamu ingin membeli baju?" tanya Erra.


"Ya… aku ingin membeli baju. Rasanya sangat menyenangkan. Aku ingin membeli baju di pasar," jawab Lee yang sedang membayangkan sedang berburu baju-baju murah yang bagus. "Aku akan mengajak Angela dan Feli memborong semua pakaian yang bagus. Terutama baju anak-anak."


"Apa?" pekik Erra yang sangat terkejut kepada sifat Lee yang satu ini. "Buat apa kamu membeli pakaian anak-anak? Bukankah kita belum memiliki anak?"


"Aku ingin memberikan ke anak-anak panti asuhan. Mereka sangat membutuhkan baju-baju baru. Aku juga tidak lupa memberikan ke anak-anak jalanan," jawab Lee.


"Kalau begitu kamu boleh memakai uang pribadiku. Belilah baju yang banyak dan makanan buat mereka. Aku ingin berbagi dengan sesama," ucap Erra yang tersenyum.


Lee menganggukkan kepalanya tanda senang. Tak sengaja Lee mengajarkan Erra untuk berbagi dengan sesama. Begitu juga dengan Erra, Erra tidak menyangka kalau dirinya sangat bahagia menemukan istri yang sangat baik Secara tidak sadar Erra belajar hal kecil yang sering diabaikan. Erra semakin mencintainya. Bahkan cinta Erra tidak akan pernah pudar dari dalam dirinya.


Setelah itu Sam datang dengan membawa dua paperbag. Sam memberikan satu paperbag itu ke arah Lee. Lee segera berdiri dan menerima paperbag itu lalu menaruhnya di meja.


"Aku sangka pengawal yang mengirimkan kesini?" tanya Lee.


"Aku sendiri. Aku kesini juga ingin numpang makan,'' jawab Sam.

__ADS_1


"Silahkan Kak," ucap Lee yang mempersilahkan Sam makan di ruangan Erra.


"Meeting dua jam tadi kok kubu kita yang memberikan pendapat ya?" tanya Sam yang menghempaskan bokongnya di sofa panjang.


__ADS_2