Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 205


__ADS_3

Erra hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah. Meskipun memakai nada datar sedatar triplek maupun aspal jalanan, suara Lee sangat menakutkan. Bahkan nyali yang dimiliki Erra sangat ciut sekali.


"Ah… sayang… maafkan aku. Kamu tahu kalau aku adalah tipe pria pencemburu," tanya Erra yang memamerkan puppy eyesnya.


"Kalau sudah begini aku sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Seketika pertahanan ku luruh. Oh… Tuhan dimana jiwa singa betinaku?" tanya Lee dengan lirih.


Erra segera memeluk tubuh Lee dan Raka. Erra mencium pipi Lee sekali lagi. Setelah mencium pipi Lee, Erra memandang wajah Raka yang mirip dengan Imam, "Amazing sekali. Huh… dia sangat mirip sekali dengan Imam yang menyebalkan itu. Lihatlah Lee… wajah yang dimiliki seperti triplek. Aku berharap Raka tidak seperti Imam jika dewasa," celetuk Erra.


"Ya… bagaimana mungkin Raka bisa mirip Kak Nanda? itukan sangat aneh sekali," kesal Lee dengan memutar bolanya dengan malas.


"Mirip ibunya," jawab Erra.


"Biar bagaimanapun juga Raka adalah putraku. Aku harap Raka mirip aku dan memiliki jiwa kepemimpinan," protes Imam yang baru saja keluar dari kamar. 


"Terserahlah apa katamu. Aku pinjam anakmu untuk jalan-jalan," pinta Erra.


"Apakah kamu tahu? Hidupmu bahaya saat ini?" tanya Imam.


"Maksudnya?" tanya Lee.


"Erra sedang dikejar-kejar wartawan dari seantero bumi ini. Jika kalian keluar untuk menghirup udara segar. Mereka akan memburumu dan menguliti hidup-hidup,' jawab Imam. "Beberapa jam yang lalu Elizabeth mengadakan konferensi pers yang kedua kali. Jika kamu tidak memiliki itikad baik kepada Elizabeth. Bisa dipastikan di wanita sialan itu menuntutmu sebesar dua puluh lima triliun."


Erra tertawa terbahak-bahak mendengar tuntutan Elizabeth. Seluruh aset yang dimiliki olehnya sudah berganti atas nama Lee. Bisa dipastikan Erra adalah pria miskin. Jadi jika Elizabeth menuntut Erra, Elizabeth harus mengejar Lee. Ah… apa jadinya kalau Elizabeth menuntut uang tersebut? Bisa dipastikan Elizabeth menangis-nangis darah.


Selesai tertawa Erra menatap ke Imam, "BIarkan saja wanita itu menuntutku. Seluruh aset yang aku miliki sudah berubah menjadi nama Lee. Aku sudah menyerahkan kasus ini ke Lee," ujar Erra.


Imam hanya bergidik ngeri melihat Lee yang siap berperang. Entah jurus apa yang dipakai oleh Lee untuk menyerang Elizabeth, "Aku akan menunggu peperangan istri sah sama pelakor. Aku tidak bisa membayangkan kalau itu terjadi."


"Kak Imam mau kemana?" tanya Lee. "Kok sudah rapi begini."


"Mau ngantar Dennis dan Marvin ke Malang," jawab Imam. Apakah kamu mau ikut? Tapi aku tidak menginap. Kemungkinan besar malam hari aku akan pulang."


"Sepertinya enggak. Kalaupun menginap aku mau. Sekalian aku mau ambil alpukat dan stroberi di kebun," ucap Lee.


"Kalau kamu mau ikut bisa memetik alpukat dan stroberi," sahut Imam.

__ADS_1


"Lain kali saja. Aku juga rindu Malang. Ingin rasanya aku menginap beberapa hari," imbuh Lee. 


"Okelah kalau begitu," balas Imam.


"Sayang.. ikut ayah!" ajak Imam yang merentangkan kedua tangannya.


Lalu Raka berteriak, "Ikut!"


Imam mengambil Raka dari gendongannya Lee. Setelah menggendong Raka, Imam clingukan mencari keberadaan Dennis. 


"Dimana Dennis? Apakah Dennis sudah keluar?" tanya Imam.


"Dennis bersama para pengawal. Dennis telah mengganggu istriku," jawab Erra yang kesal


Imam hanya bisa menghembuskan nafasnya. Imam paham akan Erra yang sudah menjadi posesif. Namun sebelum pergi Imam menatap Erra sambil memperingatkan, "Jagalah istrimu!"


"Apa aksud kamu?" tanya Erra.


"Kamu tahu apa yang aku bicarakan. Jika kamu enggak tahu tanyakan saja pada para papa," jawab Imam yang sengaja membuat Erra bingung.


Setelah itu Imam pergi meninggalkan mereka. Erra hanya bisa memutar bola matanya dengan malas. Lalu bagaimana dengan Lee? Apakah Lee paham yang dimaksud oleh Imam. Lee segera menarik tangan Erra menuju ke kamar sambil memberikan jawaban kepada Erra.


"Ya… aku paham maksudnya. Kamu tahu aku sangat marah sekali kepada pria yang sering menggodamu. Jujur saja aku tidak menyukai itu. Maaf jika aku terlalu posesif," ucap Erra.


"Kakak tidak perlu meminta maaf kepadaku. Sudah sewajarnya jika kamu marah. Kamu harus mempertahankan wanitamu," ujar Lee yang bisa memahami hati pria.


"Kalau begitu ayo kita keluar. Aku ingin melihat pertemuan Dennis dan Marvin. Aku berharap mereka bisa melepaskan rindu!" ajak Lee yang sangat antusias sekali. 


Erra hanya menuruti saja keinginan sang istri. Biar bagaimanapun Erra merasakan kebahagiaan tiada tara yang dipancarkan oleh sang istri. Setelah Dennis diamankan oleh pengawal, Imam hanya menggelengkan kepalanya. Imam segera mendekati Dennis sambil memberi peringatan.


"Janganlah menggoda singa betina jika kamu masih ingin hidup!" tegas Imam.


"Kenapa aku enggak boleh menggodanya?" tanya Dennis.


"Kamu tahu singa betina itu adalah milik Erra. Bahkan mereka sudah menikah. Jika kamu menggodanya bisa dipastikan Erra akan mengamuk menjadi singa jantan yang buas," jelas Imam.

__ADS_1


Dennis pun paham apa yang dijelaskan oleh Imam. Dennis berjanji tidak akan menggoda singa betina lagi. Jangankan singa betina, wanita yang sudah berstatus menikah tidak akan menggodanya lagi. sekarang impiannya adalah mencari wanita yang singel atau janda yang akan dijadikan istri. Lalu bagaimana nasib Sandra yang mengaku menjadi istrinya. Entahlah.


Imam akhirnya mengajak Dennis keluar halaman. Begitu juga disusul dengan Erra dan Lee. Sesampainya di sana Imam memanggil pengawalnya untuk mengajak Marvin keluar. Ketika Marvin keluar, Dennis terkejut melihat sang papa mendekatinya. Mereka berjalan arah berlawanan sambil merentangkan kedua tangannya masing-masing. Mereka akhirnya berpelukan melepas rindu. 


Melihat mereka melepas rindu, Lee menitikkan air matanya. Lee merasa terharu bisa mempertemukan bapak dan anak itu. Hingga Erra pun memeluk Lee sambil berkata, "Tidak seharusnya kejahatan dibalas kejahatan."


"Kakak benar. Kita harus membalas kejahatan dengan kebaikan. Aku yakin Marvin dan Dennis adalah pria baik. Enggak seharusnya mereka berada di lingkaran Candra," ujar Lee yang melepaskan Erra.


"Memang eenggak seharusnya mereka di sana. Mereka telah dijebak oleh Candra yang sangat licik sekali," sahut Byu yang mendekati Lee dan Erra.


"Papa benar. Mereka juga enggak pantas melakukan kejahatan," tambah Lee.


Tak selang berapa lama ada sebuah heli milik Irwan tepat berada di atas mereka. Mereka terpaksa minggir untuk memberikan tempat mendarat. Heli itu mulai mendarat perlahan sampai bawah. Imam segera meminta Dennis dan Marvin masuk ke dalam beli. Karena sore ini mereka harus berangkat ke Malang.


"Semoga mereka tidak kembali lagi ke dunia mafia. Biarlah saya saja yang akan menghancurkan para musuh," ucap Lee.


"Apakah kamu tidak mengajakku?" tanya Erra.


Lee hanya menggelengkan kepalanya dengan ragu. Lee tidak akan mengajak sang suami untuk berperang. Seketika Erra kesal dan mengangkat tubuh mungil Lee seperti karung beras. Para pengawal yang berjaga di sana hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan singa betina dan singa jantan yang konyol seperti itu.


"Kak.. lepasin aku!" teriak Lee yang memukul punggung Erra sehingga mengundang para mama.


Kemudian pada mama keluar untuk melihat apa yang terjadi pada Lee. Mata mereka membola secara sempurna dan melihat Erra yang menggendong Lee seperti karung beras. Mereka hanya tertawa melihat Lee yang menjadi tawanan Erra. 


"Mama… tolong aku!" teriak Lee.


"Maaf.. kami tidak akan menolongmu," Caroline yang puas melihat sang anak menderita.


Erra terus saja berjalan kemudian masuk ke dalam kamar. Erra melemparkan tubuh Lee secara kasar lalu menindihnya. Lee yang melihat Erra berubah menjadi singa jantan hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah.


"Apakah kakak akan melakukannya lagi?" tanya Lee.


"Tidak. Aku akan mengunciku di sini supaya tidak kabur," jawab Erra.


"Hmmmp… aku kira minta lagi," ucap Lee yang cengengesan.

__ADS_1


"Sepertinya kamu yang minta. Kalau begitu ayo kita bermain kuda-kudaan!" ajak Erra.


"A… a… a… apakah ini dinamakan kesempatan dalam kesempitan?" tanya Lee.


__ADS_2