Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 333


__ADS_3

“Kamu tahu, anak-anak kita sedang membuat rencana,” jawab Andi yang membuat Bayu garuk-garuk kepala.


“Apakah itu benar?” tanya Bayu.


“Itu benar,” jawab Andi. “Mereka akan menghancurkan markas Black Lotus.”


“Apa yang kamu bilang?” tanya Irwan yang mendengar percakapan mereka.


“Iya itu benar. Singa betina sedang merencanakan sesuatu bersama mereka untuk menghancurkan Black Lotus. Itulah kenapa mereka pulang belakangan,” jawab Andi membuat mata mereka berbinar sempurna.


“Kenapa mereka nggak mengajak kita? Seharusnya kita diajak untuk merasakan sensasi gila mereka ketika membakar markas Black Lotus. Apalagi markas yang akan dibakar adalah markas terbesar Black Lotus yang berada di dunia mereka,” kesal Joko.


“Mungkin mereka takut sama kita. Karena kita terlalu keras untuk pulang ke rumah,” ucap Bayu menyesal.


“Jangan pernah menyesal begitu. Kemungkinan mereka memiliki rencana mendadak. Seperti yang kamu katakan tadi, mereka tidak menyerang acara perhelatan besar tersebut tanpa pertumbuhan darah. Kemudian menggantinya dengan pembatalan acara tersebut. Bagaimana jadinya jika pengisi acara di sana mengundurkan diri masing-masing? Dan rencana gila itu tercetus dari Lee sendiri,” jelas Andi yang mengingatkan Bayu agar tidak menyesal.


“Semoga saja mereka sukses melakukannya. Jujur saja aku sangat muak sekali sama Adam. Aku ingin melihat ada menangis tersedu-sedu,” ungkap March.


“Apakah kamu bisa melacak keberadaan mereka jika kita berada di Turki?” tanya Joko.


“Bisa. Hanya melalui nomor telepon mereka pakai saja. Kita akan tahu mereka tinggal di mana?” jawab Andi.


“Bayangkan ya.. kalau markas besar itu dibakar, berapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk membangun markas itu?” tanya Andi.


“Setahuku mereka membangun markas itu sebesar lima ratus juta dolar. Jadi kalau mereka membakar markas itu maka Adam kehilangan uang segitu. Bukannya kemarin Adam sudah kehilangan seperempat asetnya? Gara-gara kita membumihanguskan gedungnya itu. Ditambah lagi Adam menyimpan uang tersebut di loker pribadinya cepat di dalam ruangan kantornya,” jawab Bayu yang membuat mereka menghembuskan nafasnya secara kasar.


“Kalau aku menganalisis semuanya jika kita membakar markas itu, Adam akan kehilangan setengah aset yang dimilikinya. Pembatalan perhelatan besar itu Adam juga kehilangan asetnya kurang lebih seperempat. Jadi kalau kita melakukannya secara beruntun, Adam hanya memiliki aset seperempat saja. Aku tahu kalau singa betina tidak akan diam untuk menghancurkan Adam,” jelas Bayu yang menganalisis keadaan Adam setelah kenakalan singa betina.


“Bisa-bisa Adam nanti memiliki nasib yang apes,” ucap Irwan.


“jika Adam menghentikan permusuhan ini kami tidak akan melanjutkannya lagi. Mungkin saja kami bisa saling berpegangan tangan untuk saling melindungi. Kita nggak pernah dendam kepada siapapun apalagi bunuh membunuh. Jujur kami ingin hidup damai tanpa harus peperangan. Kalau kita perang maka banyak korban berjatuhan. Korban yang jatuh itu bukan dari kita melainkan dari orang-orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan kita,” jelas Andi.


“Apakah kamu masih ingin menyelamatkan Seva?” tanya Andi ke March.


“Aku mencoba menghubunginya tapi Seva membentakku. Aku bingung harus bagaimana lagi. Diam-diam Strada group sudah aku bangun pelan-pelan bersama singa betina. Aku tidak akan merebutnya kembali. Inilah yang berat buat aku. Kita menghancurkan Strada Group demi kebaikannya. Aku ingin kakakku kembali seperti dulu tanpa harus membuat perang antar saudara. Ketika aku masih sekolah kakakku diam-diam mengenal Adam. Aku baru sadar kalau Adam telah melakukan hal kecurangan kepada keluarga besarku. Di situlah kami banyak kehilangan seluruh aset karena Adam sialan itu. Aku nggak tahu apa lagi, bagaimana caranya aku bisa mendekati Seva?” tanya March yang frustasi.


“Kamu tenang saja masalah itu. Kita bisa meminta bantuan Lee untuk menyadarkan Seva. Atau juga kita bisa meminta bantuan Greg,” sahur Irwan.

__ADS_1


“Apakah dia keponakanku?” tanya March yang membuat Irwan ingin menghajarnya saat ini juga.


“Apakah kamu nggak sadar? Kalau Greg itu keponakanmu?” tanya Irwan datar.


“Selama ini kamu ke mana saja? Kamu nggak menyadari kalau Greg itu keponakanmu. Dia anaknya Seva. Yang di mana Greg itu ditelantarkan begitu saja sama Sheva. Kamu tahu aku yang merawatnya saat masih bayi.


March memilih untuk diam karena tidak tahu tentang keponakannya itu. Padahal hampir setiap hari Greg tinggal bersamanya. Ia sangat menyesali perbuatannya itu. Kenapa tidak dari dulu Greg diangkat menjadi anaknya.


“Aku tahu kamu menyesal. Kamu baru mengetahuinya sekarang,” ucap Irwan menggantung.


“Tapi dia tidak mirip Seva sama sekali,” sahut March.


“Greg lebih mirip dengan ibunya,” jawab Irwan.


“Makanya... March tidak mengetahui kalau Greg itu keponakannya. Dari segi wajah memang Greg tidak mirip sekali Seva,” ungkap Joko.


“Kalau soal penyelamatan Seva kita harus berkoordinir sama mereka. Sekarang kita pikirkan bagaimana caranya ikut mereka membumihanguskan markas musuh,” jelas Andi.


Jakarta Indonesia.


Rani dan Caroline sedang bersantai duduk di taman belakang. Mereka saling memandangi foto Lee. Beberapa hari terakhir mereka tidak mendengar suara putrinya. Pagi-pagi Lee sudah menyapa penghuni Mansion Sebastian. Terkadang Lee sering membuat heboh suasana pagi yang hangat di kota Jakarta.


“Aku dengar seluruh mafia dan gangster di Amerika mengurungkan niatnya untuk mengejar singa betina kita. Aku harap singa betina kita pulang ke dalam keadaan baik-baik saja. Rasanya aku ingin memeluknya dan mengajaknya tidur bersama,” jawab Caroline.


“Bagaimana kalau sudah sampai kita culik dan mengajaknya jalan-jalan lalu tidur bersama di sebuah hotel mewah? Semoga saja Erra tidak mengurung Lee terlalu lama di kamar,” ucap Rani yang membuat planning untuk menculik Lee.


“Bagaimana kalau Erra mencarinya?” tanya Caroline.


“Bukankah kamu punya jet pribadi?” tanya Rani.


“Lalu?” tanya Caroline.


“Kita bisa menculiknya ke Bali atau ke Lombok. Kita akan berlibur di sana beberapa hari setelah penyerangan perhelatan besar di Bangkok,” jawab Rani yang membuat Caroline tersenyum lebar.


“Kenapa tidak terpikirkan olehku?” tanya Caroline.


“Kalau begitu kita akan menghubungi para mama agar ikut sama kita,” ujar Rani.

__ADS_1


“Ide bagus itu,” puji Caroline.


Kedua wanita itu mulai membicarakan, bagaimana cara menculik Lee? Mereka berencana ingin liburan bersama-sama. Jujur saja semenjak menikah mereka tidak bisa mengajak Lee lama-lama.


Bangkok Thailand.


Yoona dan Elizabeth selesai mengecek tempat di mana dijadikan perhelatan pasar gelap. Mereka sudah mengumumkan di link rahasia tempat yang sudah disediakan. Mereka berharap acara ini menjadi sebuah acara yang sangat megah sekali. Apalagi beberapa minggu akan berganti tahun. Tanpa diketahui oleh mereka, James dan Arthur yang ditugaskan untuk menjadi mata-mata tersenyum puas. Mereka memberikan kode untuk dikirimkan ke Bayu. Setelah itu mereka pergi meninggalkan area tersebut.


“Rasain tuh! Sebentar lagi acara yang kalian buat hancur seketika. Jangan salahkan singa betina kami mengaum dengan kencang! Jika sudah mengaum seluruh pihak manapun tidak akan bisa mencegah. Rasanya aku pengen ketawa jika tempat itu hancur berantakan dan membayangkan Adam rugi besar,” ucap Arthur yang sedang menyetir mobil.


“Aku rasa itu sangat unik sekali. Aku sudah tidak sabar melihatnya hancur porak-poranda karena singa betina. Bagaimana perasaanmu setelah tahu Chandra meninggal?” tanya James.


“Aku merasa lega dan ingin membuat pesta saja. Andaikan orang tua kita masih hidup, kita tidak akan menjadi seperti ini. Aku nggak tahu kenapa kedua Kakak adik itu ingin menghancurkan seluruh keluarga yang penuh cinta,” ucap Arthur lirih.


“Bukan kita saja yang menjadi korbannya. Banyak sekali orang-orang di dunia ini menjadi korban kekejaman Candra maupun Adam. Seluruh sosial media yang dimiliki oleh Chandra diserang korbannya. Mereka akan menuntut Chandra agar mengembalikan seluruh asetnya,” jelas James.


“Bagaimana dengan Adam?” tanya Arthur yang masih bingung.


“Kemungkinan besar singa betina akan mengaung untuk meminta pertanggungjawaban atas perlakuan yang telah dibuatnya,” jawab James.


“Setelah ini kita akan belajar bisnis dari para enam pilar utama. Aku sudah tidak mau balik lagi ke Amerika,” ujar Arthur. “Apakah rencanamu selanjutnya Kak?”


“Entahlah. Aku belum memiliki rencana ke depan,” jawab James.


“Bukannya Kakak ditawari menjadi gitaris Asteria?” tanya Arthur.


“Sepertinya... Kalau aku terjun ke dunia musik gimana?” tanya James balik.


“Tanyakan saja pada para papa. kita nggak bisa mengambil keputusan begitu saja secara mandiri. Jujur kita belum kuat di dunia bisnis. Kalau kakak menjadi gitaris aku setuju saja. Tinggal mereka bagaimana cara memutuskan nasib kakak,” jawab Arthur.” Kita akan pulang ke Jakarta hari ini.”


“Kita tidak bisa pulang ke Jakarta secepatnya,” sahut James.


“Kenapa?” tanya Arthur.


“Kita disuruh papa menunggu mereka tiba di Bangkok hingga acara dimulai,” ujar Arthur.


“Berarti kita harus menunggu acara tersebut?” tanya Arthur lagi

__ADS_1


“Terpaksa,” balas James.


Di tempat tadi Yoona yang selesai mengecek di setiap sudut ruangan memutuskan untuk duduk. Sedangkan Elizabeth sedang menganalisis keadaan keamanan. Elizabeth mulai menandai tempat yang akan dipasang CCTV. Ia akan melapisi keamanan tersebut dengan kecanggihan teknologi. Selama satu jam, Elizabeth telah selesai melakukan pengecekan. Hingga akhirnya wanita itu melihat foto arah yang terpampang jelas di dinding. Elizabeth mengerutkan keningnya sambil bertanya-tanya dalam hati, kenapa di tempat ini ada fotonya Erra?


__ADS_2