
Markas besar White Eragon.
Joko yang baru saja pulang dari kantor melemparkan tas dan jasnya di sofa. Joko segera menghempaskan bokongnya sambil meraih ponselnya di kantong celana, "Hari yang sangat melelahkan."
Tak lama datang Irwan yang sedang membawa bahan dasar pembuatan bom. Irwan menatap Joko yang sedang duduk. Tak sengaja Irwan merasakan Joko dalam masalah besar sambil menaruh bahan dasarnya di atas meja, "Ada apa?"
"Perusahaan merugi sebesar dua milyar karena manager keuangannya korupsi," jawab Joko.
"Apakah itu benar? Apakah itu orang tidak takut siapa yang akan dihadapinya?" tanya Irwan yang berapi-api.
"Jika tahu orang itu tidak akan melakukannya," jawab Joko yang menghela nafasnya secara kasar.
"Apakah yang kamu maksud itu kroninya Candra?" tanya Irwan yang menghempaskan bokongnya di kursi.
"Tidak. Dia orang biasa. Jangan sampai Nanda tahu soal ini. Jika Nanda tahu habislah itu orang," jawab Joko.
__ADS_1
Irwan memicingkan mata dan kepalanya karena di otaknya banyak tanda tanya, "Apa maksudnya?"
"Maksudnya adalah jika Nanda tahu orang itu akan dilemparkan ke jalanan. Setelah itu terjadi Nanda tidak akan membiarkan orang itu bekerja di perusahaan manapun," jawab Joko yang paham akan sifat sang putra.
"Lalu bagaimana dengan nasib orang itu?" tanya Irwan.
"Aku sudah menyuruh Sam memecatnya dan mengembalikan uang itu secara bertahap. Namun Sam sudah memasukan ke kotak hitam enam pilar utama. Yang di mana kita tidak bisa menerimanya sebagai karyawan baru," jawab Joko.
Irwan menganggukkan kepalanya tanda paham. Irwan tahu kalau setiap orang yang bekerja di enam pilar utama gajinya sangat menggiurkan. Ketika orang itu korupsi di salah satu perusahaan tersebut bisa dipastikan tidak akan diterima lagi.
"Aku baru tahu kalau Nanda mempunyai sifat kejam selain Erra," celetuk Irwan.
"Bisa jadi," jawab Irwan. "Begitu juga dengan Imam yang notabenenya mirip sekali sama Saga. Sudah aku putuskan Imam menjadi ahli sayur-sayuran segar yang berjenis premium... Eh... Malah sifatnya Saga yang dipakai."
"Ada benarnya juga loh... Siapa tahu nanti Pradipta berubah menjadi perusahaan obat-obatan herbal dan sayuran premium," jawab Joko.
__ADS_1
"Tak apalah... Biarkan Imam mengepakkan sayapnya untuk membuat orang-orang sembuh," ucap Irwan yang serius dan bangga akan anaknya itu.
Tak lama mata Joko melotot melihat pesan dari Lee di grup chat. Joko mengerutkan keningnya sambil bertanya, "Apakah jika pria yang sudah menikah otaknya akan mesum terus-menerus?"
Irwan langsung tertawa terbahak-bahak ketika Joko membaca pesan itu. Irwan baru tahu kalau Lee adalah wanita yang polos. Sangking polosnya Lee menanyakan hal itu kepada para petinggi-petinggi White Eragon.
"Semua otak pria yang belum menikah akan aman seratus persen dari kemesuman. Jika mereka sudah menikah bisa dipastikan semua pria akan mesum. Hal itu wajar karena ada istri yang bisa menyalurkan hasrat sang pria itu. Jika belum menikah sang pria akan menyalurkan kemana nantinya jika hasrat itu menggelora," balas Joko yang mengetik jawaban di layar ponselnya. "Dasar itu anak masih polos banget ya."
Irwan hanya tersenyum bahagia mendengar Joko mengeluh. Bagaimana tidak seorang Lee yang dikatakan usianya sudah dewasa malah belum mengenal pria sedikitpun. Bahkan setelah menikah Lee belum paham dengan seluk beluk pria.
"Jadi bagus toh kalau seorang Lee baru memahami seluk beluk tentang pria," tambah Irwan. "Aku saja ingin memiliki seorang anak perempuan yang sangat polos seperti Lee."
"Tapi kenapa kamu tidak memilki anak lagi?" tanya Joko.
"Jujur saja aku dibuat pusing sama Imam yang notabenenya tidak ingin memiliki adik," jawab Irwan.
__ADS_1
"Hanya Andilah yang memiliki anak lebih dari satu," ucap Joko.
Mereka mengangguk serempak dan tersenyum bahagia. Pertanyaan konyol Lee mendapatkan jawaban dari pihak para papa. Meskipun begitu para papa sangat menyayangi Lee.