
"Aku memang tidak memiliki seorang kekasih. Aku bingung jika memiliki seorang kekasih harus dikemanain. Padahal kamu tahu kalau aku ini orangnya suka di laboratorium. Hampir setiap hari aku berhadapan dengan komputer. Rasanya aku ingin menangis saja karena tidak mendapatkan seorang perempuan untuk dijadikan pacar," jawab Greg sambil membuat Jake terkejut.
"Astaga sepupuku ini. Maafkanlah aku jika kamu harus terkurung di dalam laboratorium," ucap Jake.
"Kamu nggak salah kalau aku terkurung di sana. Aku yang salah karena telah mengurung diriku masuk ke sana," ujar Greg yang membuat kedua orang tuanya terkejut.
"Pantas saja kamu tidak memiliki seorang kekasih. Setiap Mama bertanya pasti jawabannya nanti ma aku kenalkan. Nantinya itu kapan? Kok mama baru sadar kalau kamu tidak memiliki seorang kekasih," kesal Leony terhadap putranya itu.
"Ya maaf ma. Aku sendiri juga masih mencari yang tepat. Aku tidak mau berpacaran tapi langsung menikah. Adakah seorang wanita yang mau denganku?" tanya Greg sambil menunduk sedih.
"Pasti adalah jodoh buat kamu. Maka dari itu kamu tenanglah. Cepat atau lambat jodoh kamu akan segera datang," jawab Sheva yang menghibur Greg agar tidak bersedih.
"Baiklah... Kalau gitu kita keluar dari sini dan mencari keberadaan mama. Aku sangat rindu sekali pada mama," ungkap Jake yang merindukan Naomi.
Mereka akhirnya keluar dari mobil lalu melihat tidak ada orang sekalipun. Untung saja ada salah satu pengawal mendekatinya.
"Selamat siang tuan Jake dan tuan Greg," sapa pengawal sambil membungkukkan badannya.
"Siang-siang begini kok sepi. Pada ke mana semua?" tanya Jake.
"Maaf tuan.... Nyonya Naomi pergi ke rumah sakit karena akan melahirkan," jawab pengawal itu langsung membuat Jake terkejut.
"Berarti adikku akan lahir hari ini. Apakah ada pelayan di dalam?" tanya Jake lagi.
"Sebagian ada yang meliburkan diri. Sebagian lagi sedang stand by di dalam," jawab pengawal itu.
"Ya sudah kembalilah berjaga. Terima kasih bro," ucap Jake yang membuat pengawal itu tersenyum dan meninggalkannya.
__ADS_1
Melihat kepergian pengawal Jake bernafas lega. Syukurlah di dalam masih ada pelayan. Jadi dirinya tenang meninggalkan sang paman bersama istrinya itu.
"Kalau begitu aku antar ke dalam. Nanti aku minta kepada pelayan untuk mengurus kalian. Greg... Kamu di sini saja temani kedua orang tuamu. Aku akan pergi. Kemungkinan sore nanti aku kembali. Kalau kamu minta apa-apa mintalah kepada pelayan. Agar pelayan memberikan apa yang kamu minta!" perintah Jake.
Jake mengantarkan mereka masuk ke dalam. Lalu Jake meminta para pelayan untuk menyediakan kamar dan makan siang. Setelah itu jaket memutuskan untuk pergi ke rumah sakit.
Di tempat lain Nanda sudah sampai ke tempat perkampungan padat penduduk. Untung saja Nanda tidak memakai mobil mewah. Nanda hanya memakai mobil standar.
"Hari ini cuacanya sangat panas sekali. Apakah ada Angela di dalam ya?" tanya Nanda dalam hati sambil membuka pintu mobil.
Hari ini adalah hari yang sangat cerah bagi Nanda. Untungnya Nanda sudah mendapatkan surat izin untuk menikahi Angela. Siang ini dirinya akan membicarakan pernikahan ini. Ingin rasanya Nanda mengajak Angela untuk tinggal bersamanya.
Saat berjalan santai Nanda melihat anak-anak kecil yang sedang bermain. Ada senyum yang merekah dari sudut bibirnya. Nanda teringat pada masa lalunya. Yang di mana dirinya dibebaskan untuk memilih seorang teman.
Dahulu rumah Nanda dekat dengan perkampungan. Joko memang sengaja mendirikan rumah itu dekat dengan perkampungan. Ia ingin melatih sang putra bergaul dengan siapapun. Tidak menutup kemungkinan Joko membukakan pintu gerbang agar anak-anak bisa bermain.
Rumah itu sekarang sudah dijual. Mengingat Nanda sudah dewasa dan dirinya sudah membangun mansion mewah di pinggiran kota. Meskipun di pinggiran kota tempatnya sangat asri dan dingin. Joko sangat menikmati hari tuanya di sana.
"Andai saja kalau anakku udah sebesar ini. Aku akan mengajaknya bermain," kata Nanda dalam hati.
Sesampainya di rumah Angela, banyak anak perempuan yang sedang bermain boneka. Begitu juga dengan Angela dan Feli yang ikut-ikutan bermain. Lalu Nanda mendekati Angela sambil bertanya, "Kamu sedang apa?"
"Aku sedang bermain boneka sama anak-anak. Hampir setiap minggu juga aku tidak memiliki tugas. Kami selalu bermain di sini. Sering sekali kakak besar juga ikut. Maka dari itu kami memutuskan untuk bermain jika tidak ada pekerjaan," jawab Angela sambil menatap wajah Nanda.
Nanda pun tersenyum manis. Apa yang dikatakan Lee itu benar. Ternyata anggota pasukan khususnya memiliki jiwa orang tua. Bahkan mereka pun sangat mencintai anak-anak.
"Kalau begitu kita masuk ke dalam," ajak Angela.
__ADS_1
"Kamu di sini saja. Aku yang akan masuk ke dalam sambil menaruh paper bag ini. Aku juga ingin bermain bersama mereka," sahut Nanda sambil meninggalkan mereka dan masuk ke dalam.
Sedangkan Feli salah tingkah karena kedatangan Nanda. Hari ini Feli tidak kemana-mana. Berharap Angela tidak pergi bersama Nanda.
"Kak Angela," panggil Feli.
"Ada apa?" tanya Angela.
"Apakah kakak akan pergi bersama kak Nanda?" tanya Feli.
"Sepertinya aku tidak pergi. Aku ingin di rumah mengajak mereka bermain. Memangnya kenapa? Kamu nggak pergi ke mansion Anderson?" tanya Angela balik.
"Aku tidak pergi ke sana. Mama Naomi sudah ada yang menjaga yaitu tuan March. Aku kalau di sana tidak boleh pulang ke rumah. Mereka ingin mengurungku dan membuat pernikahan bersama kak Jake," jawab Feli yang kedengeran oleh Nanda.
Sontak saja Nanda terkejut mendengar pernyataan Feli. Jujur dirinya baru mengetahui kalau Feli adalah kekasih Jake. Sebelum berbicara Nanda duduk di lantai bersama anak-anak.
"Berarti selama ini kamu menutupi hubungan kamu sama Jake?" tanya Nanda.
"Aduh gimana nih. Mau cerita kok susah banget," batin Feli.
"Kalau kamu pacaran sama Jake nggak apa-apa. Aku nggak marah sama kamu," sahut Nanda.
"Bukannya itu ketua. Aku masih belum bisa mengatakan hubungan ini. Tuan Jake sudah memintaku untuk menjadi kekasihnya. Tapi tuan Jake memang belum meresmikan hubungan ini," ucap Feli secara blak-blakan.
"Oh peresmian hubungan. Di kamus kami tidak ada peresmian hubungan. Jika kita saling mencintai, kita tidak pernah meresmikan hubungan itu ke publik. Kami memang menutupi hubungan itu demi menjaga kenyamanan pasangan hidup. Aku yakin Jake adalah pria yang sangat baik dan bertanggung jawab. Bahkan dirinya akan menjadi pria yang sangat setia," ujar Nanda yang memberitahukan sifat asli Jake.
"Perasaan ketua tidak pernah berkumpul sama Tuan Jake?" tanya Feli. "Maaf ketua, bukannya Aku kepo. Tapi kalian tidak pernah kumpul satu dengan yang lainnya."
__ADS_1
"Kami suka berkumpul dalam satu wadah di dalam pesan singkat. Jake jarang sekali menampakan dirinya ketika sedang sibuk memperbarui virus atau membuatnya. Kami berteman baik satu sama lainnya. Tidak ada namanya permusuhan di antara kami," jelas Nanda.
"Sepertinya kamu sangat penasaran sekali ketika kak Nanda sama kak Jake berkumpul?" tanya Angela.