Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 251


__ADS_3

Lee melangkahkan kakinya masuk ke dalam markas. Lee sangat terkejut melihat markas yang berantakan seperti ini. Dengan terpaksa Lee pergi ke ruangan bawah tanah. Sepanjang perjalanan seluruh para pengawal memberi hormat. Namun Lee membiarkan saja.


Sedangkan Erra mengikuti Lee dari belakang. Erra merasakan amarah Lee yang sedang tertahankan. Sungguh terlalu malam ini. Kenapa mereka mengusik markas dengan damai seperti ini. Cepat atau lambat singa betina akan mengamuk dan menghajar mereka satu-persatu.


"Kamu mau kemana?" tanya Erra sambil memegang tangan kanan Lee.


"Aku ingin menghajar mereka satu persatu. Kamu tahukan gara-gara mereka aku tidak jadi makan," jawab Lee yang berhenti.


Erra segera berdiri di depan Lee sambil menatap lekat mata indah Lee, "Adik kecil lapar?"


"Sudah enggak nafsu!" ketus Lee sambil melangkahkan pergi.


Melihat kepergian Lee, Erra hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah. Erra bergidik ngeri ketika kesenangannya diganggu seperti ini. Disaat menyusul Lee, Sam menahannya sambil berbisik, "Sabar bro. Kamu tahukan singa betina itu hobinya makan? Kalau sudah waktunya jam makan. Lalu ada yang mengganggu bakalan habis itu orang," jelas Sam yang mengetahui sifat Lee.


"Ah... Habislah aku," ucap Erra.


Sam tersenyum melihat Erra yang bergidik ngeri. Lalu Sam menarik Erra sambil mengajaknya ke ruangan bawah tanah. Malam ini para petinggi-petinggi White Eragon memberikan suatu kehormatan pada Lee untuk menghajar mereka.


"Sabar saja sama Lee. Lee juga sama kaya kamu," celetuk Sam.


"Maksudnya?" tanya Erra.


"Kalian ini sama kejamnya pada musuh," jelas Sam.


Yang dikatakan oleh Sam benar. Lee dan Erra adalah dua orang yang paling kejam di dunia bawah tanah. Namun Lee jarang sekali memakai tangan untuk menghabisi mereka. Lee sering menyuruh para pengawalnya menghabisinya.


Erra lebih kejam dari Lee. Ditambah lagi dengan Garda. Jika dua orang ini bersatu untuk membantai mereka, maka mereka akan mengulitinya hidup-hidup. Setelah itu mereka akan memotong tubuh mereka dan memberikannya ke hewan buas di markas.


Lalu bagaimana dengan lainnya? Sam yang orangnya ceria dan suka tertawa ternyata memiliki jiwa psikopat. Jika ada yang menyusup Sam tidak segan-segan menghabisinya dengan tangan kosong.


Nanda Setiawan cenderung membuat para musuh cacat. Nanda sering memakai mereka sebagai samsak. Nanda sangat menikmati pukulan demi pukulan yang dihasilkan oleh tangannya. Bahkan Nanda sering tersenyum devil sambil melakukan aksinya.


Jacob atau lebih dikenal Jake adalah seorang manusia keren diantara para mafia di dunia ini. Bawaannya santai dan suka becanda ternyata memiliki hati yang kejam. Sebelum membunuh Jake menginterogasi mereka terlebih dahulu. Sekali dua kali kalau musuh berkata bohong siang itu juga langsung dieksekusi.

__ADS_1


Lain halnya dengan Imam Ali Pradipta. Pria yang terkenal dingin ini tidak menyukai basa-basi. Sebelum membunuh Imam sudah terlebih dahulu mencari informasi tentang sang musuh. Imam hanya memandang matanya dengan tajam. Dalam hitungan detik Imam tahu orang tidak berkata jujur. Imam segera mengambil pedangnya dan menebas sang musuh.


Ceklek.


Pintu terbuka.


Lee masuk ke dalam sambil memandang enam pria besar dengan tangan diikat. Lee memancarkan aura pekat hingga ruangan mulai panas. Lee tersenyum devil sambil berkata, "Aku tahu kalian berlima adalah suruhan seseorang dengan menyusup dan membaur ke para pengawal. Kalian memang sungguh hebat bisa menjebol pertahanan White Eragon. Bahkan secara terang-terangan kalian memang ingin menyentuhku. Jangan pernah bermimpi kalian bisa mendapatkan aku!"


Semua orang tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Lee. Mereka tidak pernah takut melawan Lee. Namun sebelum Lee melanjutkan ucapannya, Garda, Sam dan Erra masuk. Mereka segera mendekati Lee.


"Lee," panggil Garda sambil memberikan tabnya ke arah Lee.


"Iya kak," sahut Lee yang memandang Garda dan megambil tab itu sambil memandang wajah Garda.


"Semua informasi beberapa penyusup berada di sini. Kamu bisa baca dengan teliti. Ada keterlibatan Adam dan juga Candra," bisik Garda.


"Ah... Baiklah. Aku terima kasih banyak," balas Lee sambil melihat semua informasi.


Tak lama datang Imam sedang membawa pedang. Imam segera mendekati Lee sambil membuka pedangnya secara pelan-pelan di hadapan musuh. Dengan senyuman yang berubah menjadi iblis seluruh orang langsung menelan salivanya dengan susah payah.


"Ijinkan aku membunuh mereka. Hampir setahun aku tidak memenggal siapa-siapa," jawab Imam yang memamerkan deretan gigi putihnya jfu.


"Apa?" pekik Lee.


"Iya adik kecil. Aku harus membunuhnya," jawab Imam yang memainkan kedua alisnya.


"Silakan. Aku ingin mencari makan malam ini," ucap Lee dengan girang.


"Apakah itu benar?" tanya Imam.


"Ya itu benar. Percuma aku tanya mereka," jawab Lee yang mundur beberapa langkah. Lee segera mendekati sambil bergidik ngeri.


"Imam bagi aku satu!" teriak Garda dengan mata berbinar.

__ADS_1


"Kamu mau ikut?" tanya Imam.


"Iya. Aku sudah lama tidak membantai mereka," jawab Garda.


Erra segera menarik tangan Lee untuk meninggalkan mereka. Lalu Lee menuruti sang suami meninggalkan mereka. Sam yang masih berdiri di sana langsung melangkahkan kakinya keluar dari sana. Sam baru sadar kalau ada sosok Garda yang berada di sana.


"Sam," panggil Garda.


Sam yang akan membuka pintu memutar bola matanya dengan malas. Bahkan Sam tidak membalikkan badannya sambil bertanya, "Ada apa?"


"Kenapa kamu tidak ikut dengan kami berpesta malam ini bersama kami?" tanya Garda.


"Sialan!" bentak Sam dengan cepat membuka pintu dan meninggalkan mereka.


Garda dan Imam kompak membawa pedang mendekati mereka. Garda tersenyum miring sambil memandang mereka.


"Dari mana kalian?" tanya Garda yang sudah tahu.


"Enggak usah tanya dari mana," kesal Imam yang malas interogasi.


"Tenanglah bro. Jangan terburu-buru. Kita akan menikmati malam ini dengan penuh kemenangan," ucap Garda sambil menenangkan Imam.


Terpaksa Imam menuruti Garda. Lalu Garda melihat ada seseorang benar-benar mirip rivalnya di dunia bisnis ketika menjadi kaki tangan Erra.


"Kamu tahu, Mam. Ada seseorang pria menawarkan kerjasama dengan aku. Saat itu orang itu mengaku sebagai kerabat dari Pangeran Harry di kerajaan Inggris. Waktu itu aku pernah terjebak. Jika aku salah sangka sedikit saja, kemungkinan Asco akan hancur di tanganku. Untung saja adikku segera menyelamatkan aku terlebih dahulu. Sehingga perusahaan Asco tidak hancur," ujar Garda yang mendekati Teguh.


"Ah... Iya... Aku ingat orang ini. Bukankah orang ini adalah seorang penipu ulung?" tanya Imam.


"Hampir dua tahun enggak ketemu," celetuk Imam.


"Benarkah itu?" tanya Garda.


"Ya... Aku masih mengingatnya. Bukannya pria ini ingin menyamakan kedudukan dirinya sama enam pilar utama?" tanya Imam.

__ADS_1


Entah kenapa mereka tersenyum bahagia seperti mendapatkan lotre. Mereka tidak menyangka akan bertemu dengan salah satu musuh. Dengan tatapan matanya yang tajam Imam mendekati pria itu hingga tidak berkutik.


__ADS_2