
"Ya… aku siap," jawab Lee.
Mereka keluar dari mansion untuk menuju ke kontrakan Angela. Lee merasakan jantungnya berdetak kencang. Biasanya Lee tidak pernah setelah ini. Akan tetapi menurut Lee ini sangat aneh sekali.
"Kenapa kamu sangat aneh sekali?" tanya Erra.
"Aku enggak tahu kak. Sedari dulu aku memang sudah menyukai Lala. Perasaanku sama Lala sudah menyatu," jawab Lee.
"Apakah kamu ingin mengadopsi Lala?" tanya Erra.
"Apakah kakak mengizinkan?" tanya Lee balik.
"Jika kamu senang aku akan menerimanya sebagai anakku," jawab Erra.
Betapa bahagianya hati Lee ketika Erra memberikan izin untuk mengadopsi Lala. Lee berjanji akan merawat Lala. Akan tetapi hatinya Lee semakin gelisah. Lee bertanya-tanya dalam hati. Ada apa dengan Lala?
"Yang mana?' tanya Erra.
"Maju sedikit lalu masuk ke dalam gang," jawab Lee yang memberi petunjuk.
Akhirnya Erra mematuhi petunjuk Lee. Jujur saja Erra tidak pernah kesini. Namun sang istri sering bermain-main ke tempat kumuh seperti ini. Erra bangga dengan sang istri. Karena sang istri mencari teman tidak memilah-milah.
Setelah masuk gang Erra berhenti. Dikarenakan ada mobil yang terparkir tepat berada di depan rumah Angela. Erra mengerutkan keningnya sambil memandang mobil itu dari belakang. Erra sangat mengenali mobil itu sambil bertanya, "Bukankah mobil itu adalah milik Nanda?"
"Apakah itu benar?" tanya Lee balik.
"Ya… aku mengenal seluruh mobil milik anggota enam pilar utama," jawab Erra.
"Tumben, kak Nanda berada disini?" tanya Lee.
"Entahlah," jawab Erra. "Mana aku tahu?"
Mereka segera keluar dari mobil. Lalu Lee memperhatikan mobil itu dan tersenyum manis, "Sepertinya ada udang dibalik rempeyek."
"Maksudnya?" tanya Erra.
"Nanti kakak tahu juga," jawab Lee.
__ADS_1
"Terus kamu?" tanya Erra.
"Aku enggak tahu," jawab Lee.
Erra tersenyum melihat istri kecilnya itu sangat nyeleneh. Bagaimana tidak memberikan sebuah clue tentang Nanda sendirinya tidak tahu? Lalu apakah Erra kesal di dalam hati? Jawabannya tidak. Malahan mereka harus memecahkan teka-teki ini secara bersamaan.
Saat mereka ingin masuk ke dalam kontrakan Angela, mereka dikejutkan oleh kedatangan orang-orang memakai baju serba hitam yang sangat misterius. Lee menatap Erra sambil bertanya, "Mereka siapa?"
"Aku enggak tahu,'' jawab Erra. "Yang penting mereka bukan orang-orang kita.''
Lee memperhatikan mereka dengan seksama. Lalu Lee melihat mereka sedang membawa kantung mayat. Mereka mulai curiga dan menganggukan kepalanya.
"Masuk ke dalam sana. Hubungi kak Nanda!" perintah Lee.
Dengan terpaksa Erra mengalah. Erra langsung masuk ke dalam. Kemudian Lee berjalan dengan santai. Lee pura-pura membawa pulpen dan kertas. Jika dipergoki oleh mereka Lee akan berkilah dengan menjawab pergi ke rumah teman.
Beberapa orang itu berhenti dan melihat keberadaan Lee. Mereka menaruh kantong mayat itu sambil mendekati Lee, "Ngapain kamu ngikutin kami?"
"Aku enggak ngikutin kalian. Aku ingin mencari keberadaan rumah temanku. Kok kalian pede amat sih," decak Lee.
"Ngapain juga kamu ikut kami?" tanya salah satu orang tersebut.
"Bukan urusanmu!" bentak orang itu.
"Eh… galak amat Abang ini. Sudah tua, tampang jelek, gendut lagi. Pasti Abang ditinggal bininya ya," celetuk Sascha yang tidak berdosa sama sekali.
Dengan kesalnya orang itu marah. Orang itu mengangkat tangannya sambil bicara, "Jaga ucapanmu! Jika kamu masih menyayangi nyawa kamu!"
"Dasar setan genderuwo!" kesal Lee yang meraih tangan besar dari pria itu.
Lee menyilangkan kaki kanannya ke kaki kiri orang itu. Lalu Lee mulai mengangkat orang itu dan membantingnya.
BUGH!
"Argh! Tulangku!" teriak orang itu.
Lee menatap nyalang dan jongkok di hadapan orang itu. Lee berkata dengan nada dingin, "Kamu belum tahu siapa aku!"
__ADS_1
Kelima orang itu bergidik ngeri ketika Lee mulai berubah menjadi singa betina. Mereka langsung berlari dari sana. Namun Nanda dan Erra mencegah mereka. Sehingga pengawal bayangan Erra, Lee dan Nanda keluar untuk melumpuhkan musuh.
"Kamu belum tahu siapa saya! Ha!" bentak Lee dengan suara meninggi.
Orang itu hanya terdiam dan mulutnya terkunci. Orang itu hanya bisa pasrah dan tidak berani menatap Lee.
"Apa yang kamu bawa itu!" bentak Lee lagi.
"Aku tidak tahu," jawab orang itu dengan cepat.
"Periksa kantong mayat itu!" titah Lee dengan dingin.
Erra segera membuka kantong mayat itu dan matanya membola sempurna. Erra tidak bisa berkata apa-apa lagi. Erra melihat Lala sudah menjadi mayat.
"Kak," panggil Lee.
"Maaf," ucap Erra dengan lirih.
"Pegang orang ini segera!" teriak Lee sambil memberikan perintah.
Salah satu pengawal yang berada di sana langsung memegang orang itu. Lee berdiri lalu menghampiri Erra. Lee melihat tubuh Lala yang digenangi oleh darah segar. Wajah ayunya sangat pucat sekali. Bahkan Lala tidak akan pernah bermain lagi dengannya.
Lee benar-benar shock dan tidak bisa berkata apa-apa. Dengan bibir bergetar Lee memberi perintah menyuruh para pengawalnya menangkapnya dan membawanya ke markas.
"Panggil Pak Rio kesini!" ucap Lee yang meneteskan air matanya.
Beberapa saat kemudian Angela, Feli dan Jake datang. Mereka terkejut dengan apa yang dilihatnya. Feli segera berlari memanggil Rio. Sedangkan warga kampung keluar dan mendengar keributan. Mereka mendekat kemudian melihat Lala yang sudah tidak bernyawa. Sebagian orang yang melihat mayat Lala menjadi histeris. Bahkan mereka menangis tidak bisa menerima kenyataan.
Lima menit berlalu Rio datang dengan tergopoh-gopoh. Rio melihat Lala yang sudah menjadi mayat. Rio segera menumpahkan air matanya. Rio berteriak histeris. Melihat Rio yang berteriak, Lee tidak tega dan menyuruh sisa pengawalnya untuk membawanya ke rumah sakit Sebastian. Lee meminta Lala agar dirawat dengan layak.
Lee menghubungi kepolisian untuk menangkap Elizabeth. Lee tidak akan melepaskan Elizabeth begitu saja. Karena Lee mempunyai firasat kalau Elizabeth lah yang melakukannya. Lalu bagaimana dengan Erra yang tertuduh? Lee belum menerima informasi itu.
Setelah kejadian itu Lee memutuskan pulang ke mansion dengan wajah pucat. Namun setelah sampai mansion Bayu dan Andi menatap wajah Lee sangat pucat. Andi segera merentangkan kedua tangannya sambil memeluk Lee.
Andi dan Bayu sudah mendengar dari pengawal bayangannya. Mereka terkejut karena Lala meninggal secara mengenaskan. Mereka memang adalah pembunuh tapi tidak akan pernah membunuh anak kecil.
"Yang tenang ya nak. Kamu ikhlaskan Lala pergi ke surga," ucap Andi yang menenangkan Lee sambil menepuk-nepuk bahunya.
__ADS_1
Malam itu Lee tidak bisa tidur, Lee sangat gelisah hingga membuat Erra bingung. Lee membuka sosial medianya dan terkejut. Lee mendapat serangan demi serangan dari warganet. Lee membaca seluruh pesan yang mengatakan sang suami adalah pembunuh.
Masalah semakin runyam. Lee tidak mengerti apa masalahnya sekarang. Entah kenapa sang suami diserang seperti itu. Akhirnya Lee mengambil jaket lalu memakainya. Saat Lee sudah memakai jaket, Erra terbangun dan bertanya, "Kamu mau kemana?"