
"Bukannya kamu selama ini adalah seorang playboy?" tanya Haruka yang duduk di hadapan Sam.
Sam pun menahan tawa karena bingung dengan ucapan Haruka. Memang selama ini sebutan "PLAYBOY" sangat melekat di dirinya. Namun sayang semua ini hanyalah ekspektasi saja.
"Aku bukan playboy ma," ucap Sam dengan jujur.
"Apakah kamu serius?" tanya Haruka yang mengerutkan keningnya.
"Iya. Aku bukan playboy yang sering digembar-gemborkan sama seseorang," jawab Sam.
"Lalu kenapa kamu bisa mendapat julukan playboy?" tanya Haruka.
"Entahlah. Aku sendiri bingung. Cewek enggak punya malah dihembuskan oleh playboy," kesal Sam.
"Lalu, apakah kamu tidak menuntut sama itu orang?" tanya Haruka yang melihat Sam menjadi jomblo ngenes.
"Tidak perlu ma. Kata-kata playboy bukan penyakit buat aku. Lagian aku sendiri tidak terlalu memusingkan semuanya. Selama orang-orang itu tidak pernah membuat masalah sama aku kenapa tidak?" jawab Sam yang selesai meracik bumbu.
"Semoga kamu mendapatkan kekasih dan langsung menikah," ucap Haruka sambil berdoa dengan tulus.
"Amin," sahut Sam dengan tulus.
Di tempat lain Greg sang ahli hacker sedang berjalan-jalan di pasar malam. Malam Minggu ini Greg tidak mempunyai tujuan kemana-mana. Makanya Greg memutuskan untuk menghabiskan dan menikmati waktu seperti rakyat jelata.
Tak sengaja Greg bertemu dengan seorang gadis yang sudah tidak asing lagi. Greg mengerutkan keningnya sambil bertanya-tanya dalam hati, "Siapakah gadis itu sebenarnya?"
Gadis itu mendekatinya sambil menyapanya, "Greg."
"Kamu mengenalku?" tanya Greg.
"Iya aku mengenalmu," jawab Rina nama gadis itu. "Bukankah kamu adalah pasukan elit White Eragon khusus sistem jaringan perusahaan?"
"Dari mana kamu tahu aku?" tanya Greg yang mengerutkan keningnya.
"Ya... Aku tahu kamu semuanya," jawab Rina. "Kamu ini aneh. Masa teman sendiri tidak mengenalnya?"
"Apakah kamu anggota White Eragon?" tanya Greg.
"Ya. Aku adalah pasukan khusus Fields Of Disapier milik kakak besar. Tapi aku ditugaskan untuk memegang Eropa."
"Berarti kamu?" tanya Greg.
__ADS_1
"Aku Rina," jawab Rina.
"Rina?" tanya Greg yang mulai membuka memori di dalam otaknya.
"Ya... Aku adalah anggota elit juga," ucap Rina.
"Ah... Aku lupa. Kamu sangat jago bermain pedang," ujar Greg yang baru sadar.
"Ya... Aku sangat lihai. Bahkan Kakak besar sering menjuluki aku sebagai Ninja Shadow," sahut Rina.
Greg baru menyadari dengan apa yang dilihatnya sekarang. Jujur saja Greg sangat mengagumi Rina karena kepiawaiannya memakai pedang. Bahkan saat menyerang musuh pun pedang Rina tidak bisa terlihat sama sekali. Rina memakai pedangnya sangat cepat seperti kilatan petir yang sedang menyambar.
"Apakah kamu di sini bersama yang lainnya?" tanya Greg.
"Tidak. Aku di sini sendirian," jawab Rina.
"Dimana lainnya?" tanya Greg.
"Enggak tahu dimana. Aku seharian ini tidur. Bahkan aku tidak mengerti kemana semuanya," jawab Rina.
"Aish... Ternyata kamu adalah gadis pemalas," ucap Greg.
"Ya... Aku paham. Kamu harus berjaga di setiap malam," sahut Greg.
"Aku jarang berjaga. Begitu juga dengan lainnya. Mereka selalu waspada ketika ada musuh," jelas Rina.
"Apakah Lee juga sama?" tanya Greg.
"Ya. Meski kakak besar sudah menikah. Kakak besar selalu turun tangan untuk melihat pergerakan musuh," jawab Rina yang kagum kepada Lee.
"Jika kamu enggak bersama yang lain, bisakah kita berjalan-jalan menghabiskan waktu di sini bersamaku?" tanya Greg.
"Dengan senang hati," jawab Rina.
Greg mengajak Rina berkeliling sambil menikmati pasar malam. Rina sudah lama tidak menikmati suasana malam Minggu. Rina juga tidak menyia-nyiakan waktu untuk menghabiskan malam di sini.
Mansion Anderson.
Feli yang bersama Angela sengaja main di mansion milik Jake. Mereka memang diundang oleh Naomi untuk datang menikmati malam Minggu. Malam ini mereka sedang berdiskusi dengan March untuk mencari informasi tentang musuh. Namun March melupakan itu. Malah Naomi mengajaknya bermain kartu.
"Bagaimana dengan kabar mama sekarang?" tanya Angela yang sangat peduli dengan orang lain.
__ADS_1
"Kabar mama baik-baik saja. Bahkan kedua bayi mama sehat-sehat," jawab Naomi. "Bagaimana kabar kalian?"
"Kami baik ma. Maaf kami jarang bertemu dengan mama. Karena kesibukan yang padat," jawab Angela.
"Tak apa," jawab Naomi. "Bagaimana kabar Sebastian?"
"Kabar Sebastian Corporation Groups International aman ma. Selama Tuan Garda merangkap sebagai wakil CEO dan sistem keamanan jaringan maka Sebastian masih aman," jawab Angela.
"Terus ditambah dengan kakak besar yang memang jago ahli it semenjak SMA," tambah Feli.
"Bukan SMA lagi Feli. Tapi semenjak kecil Kakak besar sudah bisa IT," ucap Angela.
"Ya itu benar. Lee memang jago dengan IT. Semenjak mama dan kakaknya pergi aku memang sengaja mengalihkan perhatian agar melupakan kesedihannya. Jangankan Sebastian, seluruh perusahaan enam pilar utama Lee yang memegang kendali selain Jake dan Greg," sahut March.
Sontak saja Angela dan Feli sangat terkejut dengan pernyataan March. Bagaimana bisa sang kakak besar memiliki kelebihan yang sangat mumpuni untuk didaulat memegang keamanan cyber enam pilar utama.
"Menurutku ya kakak besar serba bisa. Sangking serba bisanya itu membuat kaum hawa yang melintas di depannya menjadi minder," celetuk Feli.
"Jangankan IT. Membetulkan mobil juga bisa," celetuk Angela.
"Apa?" pekik Naomi.
March semakin meringis mendengarkan ucapan Angela. Bagaimana bisa seorang Lee Sebastian bisa membetulkan mobil? Bahkan March tidak mengetahui soal ini.
"Apakah itu benar?" tanya Naomi.
"Ya itu benar. Entah dari mana kelebihan kakak besar satu itu? Padahal kakak besar enggak punya bakat di sana ya," jawab Angela dengan jujur.
"Bisa jadi kakak besar belajar dari Kak Sam atau Kak Nanda saat di Helsinki," imbuh Feli.
"Tidak. Mereka tidak memiliki bakat seperti itu. Yang memiliki bakat seperti itu adalah Erra dan Garda. Tidak mungkin jika mereka berada di sekitaran Lee saat itu," ucap Naomi yang menganalisis keadaan.
"Ya kamu benar. Memang saat itu Lee sedang disembunyikan untuk digembleng sebagai singa betina. Agar musuh tahu kalau keturunan dari Sebastian masih hidup agar bisa membalas dendam kepada Candra,'' jelas March.
Mereka mengangguk tanda setuju. Lalu mereka masih bertanya-tanya dari mana bakat yang dimiliki oleh Lee ketika membetulkan mobil. Ah... Ini masih misteri. Lee memang sangat berbakat untuk semua bidang. Namun Lee harus memilih untuk membangun perusahaan BL Company.
Hampir sehari Lee, Erra, James dan Arthur berada di atas awan. Mereka sangat membenci ketika berada di awan dalam jangka waktu lama. Ketika mendarat di Bandara Internasional John F. Kennedy mereka langsung disambut oleh beberapa pengawal milik Irwan di sana. Mereka berjejer membentuk barisan sambil memberi hormat kepada mereka, "Selamat datang Tuan Erra, Nona Lee, Tuan James dan Tuan Arthur."
"Terima kasih," balas Lee dengan ramah sambil membubarkan mereka.
"Mari ikut kami!" ajak Geo.
__ADS_1