Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 313


__ADS_3

“Ya... itu benar. Kalian sangat menyeramkan bagi kami. Entahlah buat lainnya,” jawab Garda yang setuju dengan pendapat Erra.


“Jika seluruh makhluk hidup di sini tahu maka mereka tidak akan berani mendekatinya,” ucap Mama Yi.


“Bener sih apa kata mama. Jika ada pelakor datang menerjang rumah kita, maka kita bisa menjadi singa betina. Bahkan pelakor sekarang berani dan mencap dirinya sebagai pelakor rasa istri,” tambah Lee.


“Ya... kamu benar. Mereka tidak tahu malu mengklaim para suami miliknya ke seluruh dunia,” kesal Mama Yi dengan berita isinya tentang pelakor.


“Sabar ma... jangan keburu emosi. Untung saja papa tidak tampan seperti Papa Bayu, Papa Andi dan Papa March. Jika papa tampan maka banyak para wanita yang mengejanya. Mereka ingin menjadikan papa sebagai sugar Daddy,” ucap Nanda dengan serius.


“Kamu enggak tahu saja kalau mama selalu mengecek ponsel papa setiap hari. Jika ditemukan chat yang mencurigakan mama akan turun tangan,” sahut Mama Yi yang membuat Nanda menelan salivanya dengan susah payah.


“Aku juga sama. Sebagai wanita kita dituntut pintar dan peka dalam keadaan. Kita bekerja siang dan malam tanpa memperhatikan suami. Otomatis suami kita selingkuh,” jelas Lee.


“Tipe-tipe kaya kamu enggak bakalan selingkuh. Coba saja kamu tinggal sehari dua hari pasti nyariin kamu,” celetuk Nanda yang membuat Erra menganggukan kepalanya.


“Setuju. Menjadi pria setia itu sulit. Bukannya kita sudah diberikan kepercayaan sama pasangan untuk tidak melakukan kenakalan. Tapi jika itu terjadi maka seorang istri akhirnya murka dan pergi meninggalkan kita. Apakah kamu mau seperti itu?” tanya Erra.


“Biasanya sendiri kamu hidup,” sindir Garda.


“Setiap pria dan wanita sudah ditakdirkan bersatu. Sebelum dan setelah menikah pasti suasananya beda. Pria sudah beristri akan menanggalkan sedikit kebiasaan mandirinya untuk diserahkan kepada sang istri. Nah sebagai gantinya sang istri akan menerima kebiasaan itu dengan menggantinya sebagai bentuk pelayanan kepada sang suami. Apakah kamu paham?” tanya Mama Yi dengan bijak.


“Aku juga begitu ma. Aku merasa ada layanan plus-plus dari istriku,” ucap Erra.


“Nah... makanya hargai pasanganmu meskipun tidak sesempurna. Bukannya kita menikah saling melengkapi,” tambah Mama Yi.


“Ayo kak... cari kekasih sana. Biar kakak menikah dan ada yang mengurusnya,,” seru Lee yang membuat Garda yang menganggukan kepalanya.


Malam itu mereka sengaja tidak pulang ke markas. Mereka sangat bahagia mendapat wejangan dari Mama Yi. Meskipun mereka adalah anggota mafia, mereka ingin merasakan apa itu cinta?


Memang benar apa yang dikatakan oleh Mama Yi, Erra sekarang merasakan keistimewaan itu. Ia tidak pernah protes apa yang dilakukan oleh istri kecilnya itu. Namun Erra sudah mendapatkan reward walau itu hanya say hello dan hanya berbasa-basi. Ia sebagai pria yang tidak mau menuntut lebih. Bahkan sang istri adalah wanita yang sangat peka terhadap dirinya.


Bangkok Thailand.

__ADS_1


Yoona yang selesai mengadakan pertemuan antara para hacker kembali ke hotel. Ia melihat Elizabeth yang sedang semnnyum-senyum sendiri tidak jelas. Pria paruh baya itu pun mendekatinya lalu melihat foto tersebut. Matanya membulat sempurna dan tidak terima dengan kelakuan sikap Elizabeth. Dengan kesal Yoona menarik rambut Elizabeth sambil berkata dengan nada menekan, “Enak ya kamu di sini sambil senyum-senyum sendiri memandangi foto Erra! Kamu tahu pertemuan para hacker adalah tugasmu!”


“Maaf... aku baru saja bangun dari tidurku,” ucap Yoona tanpa merasa bersalah sama sekali.


“Cih... seenaknya kamu ngomong begitu!” geram Yoona.


“Kamu tahu aku bermimpi menjadi pengantin dan duduk di pelaminan bersama Erra. Aku ingin mewujudkan kisah cinta itu,” ujar Elizabeth yang berbunga-bunga.


“”Namun itu kebanyakan menghalu. Jangan sampai kamu menjadi gila gara-gara cita-citamu ketinggian!” geram Yoona.


“Enggak akan.., Aku akan mewujudkan segera impianku. Aku tidak perduli walau Erra sudah memiliki seorang istri,” ujar Elizabeth dengan tegas.


Ceklek.


Pintu terbuka.


Gerry segera melangkahkan kakinya dengan wajah yang menakutkan. Ia segera menatap kedua wanita paruh baya itu dengan dingin, “Bagaimana dengan para hacker? Apakah mereka mau bekerjasama dengan kita?”


“Sudah beres,” jawab Yoona yang menelan salivanya dengan susah payah.


Tanpa berpamitan Gerry akhirnya meninggalkan mereka. Sebelum keluar ponsel Gerry berdering. Ia berhenti dan mengambil benda pipih itu dan melihat nama yang tertera di ponselnya.


“hallo,” sapa Gerry.


“.....”


“Apa!” teriak Gerry. “Tuan Candra meninggal dunia!”


Kedua wanita berbeda generasi itu terkejut dengan apa yang baru saja didengarnya. Gerry langsung mematikan ponselnya dan membalikkan badannya sambil berkata, “Kita pulang sekarang!”


Gerry sangat terkejut sekali mendengar kematian Candra melalui pengawalnya. Ia tidak menyangka kalau sang tuannya telah meninggalkan dirinya begitu saja. Ia memutuskan untuk pulang ke Istanbul Turki.


Berita kematian Gerry langsung menyebar begitu cepat. Seluruh orang tahu Candra dikenal sebagai pembisnis licik. Banyak korban yang berjatuhan saat bekerjasama dengannya.

__ADS_1


Seluruh orang yang bekerjasama dengan Candra malah sorak kegirangan. Mereka akhirnya lepas dari belenggu kekejaman Candra. Banyak sekali yang mengucapkan rasa syukur di sosmed mereka karena tidak ada bayang-bayang Candra. Jujur mereka takut mengutarakan hatinya karena selalu ditekan oleh Candra. Setiap telepon dan semua sosmed selalu diretas. Hingga mereka tidak bisa bebas menjalani hidup normal.


New York City USA.


Lee yang terbangun dari tidurnya terkejut karena Erra tidak berada di sampingnya. Ia segera bangun lalu mencuci wajah. Setelah selesai Lee mencari keberadaan Erra.


Sementara itu Erra sedang berkumpul dengan para papa di ruangan khusus. Mereka sedang membahas nasib ke depannya enam pilar utama. Tak sengaja Garda mengambil ponselnya sambil melihat berita di layar ponselnya itu.


Sontak saja Garda terkejut dan melemparkan ponselnya hingga jatuh ke lantai. Melihat Garda yang terkejut, Erra menatap wajah Garda sambil bertanya, “Ada apa?”


“Candra sudah meninggal dunia,” jawab Garda yang mulai menetralkan perasaannya.


“Apa?” pekik mereka serempak.


Kemudian Lee masuk ke dalam dan melihat para papa sedang terkejut. Ia segera mendekatinya lalu duduk di samping sang suami. Wanita berparas cantik itu langsung mengerutkan keningnya sambil bertanya, “Ada apa kalian? Kalian seperti kehilangan sesuatu saja?”


“Kamu tahu Candra meninggal dunia,” jawab Garda.


“Apakah kakak bercanda?” tanya Lee dengan serius.


“Aku serius,” jawab Garda.


“Enggak mungkin Candra meninggal?” kesal Lee yang membuat para papa menepuk jidatnya.


“Aku pun juga,” jawab Irwan.


“Tenanglah... aku akan mengecek kebenarannya,” ucap Lee yang membuat mereka terdiam.


Lee memutuskan untuk mengecek atas bertiga kematian Candra. Lee berharap Candra tidak mati begitu saja, Jika sampai mati kemungkinan besar Lee tidak memiliki teman berantem.


“Apakah kamu menemukan kebenaran berita itu?” tanya Erra.


“Belum... aku masih mencarinya,” jawab Lee.

__ADS_1


“Kalau berita itu benar apa adanya kita akan menghadiri pemakamannya,” ucap Bayu.


“Apa?” pekik Lee yang terkejut dengan pernyataan Bayu.


__ADS_2