Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 267


__ADS_3

"Aku hampir lupa jika kamu memiliki alergi dingin," jawan Erra dengan lemah.


"Tidak jadi masalah kak. Kita kan enggak tahu kalau ada badai salju datang. Aku juga tidak mempersiapkan baju hangat," ucap Lee dengan lembut.


"Tadi kenapa kamu tertawa?" tanya Erra.


"Apakah aku harus cerita sama kakak tampan?" tanya Lee dengan wajah kocaknya.


"Janganlah kamu membocorkan rahasia kita. Pembicaraan ini hanya aku dan kamu yang tahu," jawab Garda yang meledek Erra.


Entah kenapa mereka seperti de javu. Mereka seakan ingat tentang masa kecilnya ketika ada badai salju. Sejujurnya saat itu berada di Belanda. Apa yang dilakukan tadi sama persis dengan adegan masa kecilnya itu.


Lee dan Garda menyunggingkan senyumnya dan membuat Erra bingung. Lalu Erra pun semakin frustrasi melihat tingkah adik kakak itu.


Beberapa saat kemudian Nanda mendapatkan laporan dari prakiraan cuaca di Los Angeles mengatakan, kalau malam ini badai salju akan datang. Kemungkinan besok siang akan normal lagi.


Mengingat kejadian baru saja terjadi mereka memutuskan untuk keluar ruangan VVIP. Mereka memutuskan untuk bergabung dengan para penumpang yang terlantar.


Malam ini mereka melakukan hal yang kocak. Mereka memutuskan untuk bermain kartu. Disela-sela permainan mereka asyik bercanda. Sungguh mereka di luar dugaan.


Mereka adalah pembisnis terkenal yang memiliki aset di mana-mana bisa berbuat konyol. Mereka melakukan aksi yang dimana membuat para penumpang tertawa. Tak lupa juga Lee yang notabenenya ramah menarik para pengawalnya untuk tersenyum kepada setiap yang lewat. Hal ini disambut baik oleh para pengunjung.


Beberapa jam kemudian mereka membubarkan diri. Mereka tidur saling berhadapan. Lee yang notabenenya perempuan tidak malu tidur bersama. Memang Lee sering melakukannya ketika sedang latihan.


Jakarta Indonesia.


Rani yang bersantai dengan Caroline sedang melihat televisi. Mereka sedang melihat berita tentang Amerika. Jujur saja selama para suami dan anak di Amerika, mereka sangat khawatir.


Tak lama ada berita dari Amerika kalau Los Angeles sedang dihantam badai. Jantung mereka berdetak kencang tidak karuan. Mereka langsung meraih ponselnya masing-masing untuk menghubungi para suami dan anak-anak. Namun mereka tersambung ke mailbook.

__ADS_1


Alhasil mereka diam dan murung. Caroline yang duduk di sofa singel segera beranjak duduknya. Lalu ia menuju ke Tika dan duduk bersampingan. Mereka saling memeluk dan menangis meratapi buah hatinya dan juga suami.


Jujur saja mereka sangat kejam sekali kepada para istri. Mereka sengaja atau lupa untuk memberitahukan kalau dirinya selamat dan terjebak dalam badai salju di bandara. Meskipun para mama bersedih dan menangis, mereka masih bisa tertawa puas untuk melakukan hal yang konyol.


Setelah menangis mereka memutuskan untuk menghubungi Lee dan Erra. Akan tetapi jawaban mereka juga sama dan tersambung ke mailbox. Alhasil mereka menunggu beberapa jam ke depan.


"Bagaimana kabar anak dan suamiku ya?" tanya Caroline.


"Aku tidak tahu kabar mereka. Mereka sangat tega sekali tidak memberikan informasi tentang dirinya masing-masing," jawab Rani sambil menatap langit karena frustasi.


"Kalau mereka sudah tidak ada bagaimana?" tanya Caroline sambil menahan air matanya.


"Sepertinya aku juga akan melakukan hal yang sama. Dengan terpaksa seluruh asetku dan aset milik mereka berdua akan aku sumbangkan. Dan aku memutuskan untuk bunuh diri," jawab Rani dengan lemah.


Caroline menghembuskan nafasnya secara kasar. Apa yang dikatakan oleh Rani benar apa adanya. Ngapain juga hidup ketika anak dan suaminya pergi meninggalkan mereka sendirian di dunia.


Ketika Rani berpikir ulang dengan kejadian ini, Rani menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Kenapa juga kita bunuh diri? Bukankah nasi rawon dan nasi soto ayam buatan Mbok Ijah enak ya?"


"Kenapa kamu jadi mikirin makanan sih?" tanya Caroline yang garuk-garuk kepala sambil frustasi.


"Kan sudah bilang bunuh diri itu tidak baik. Aku hanya bisa menyarankan kalau nasi rawon buatan Mbok Ijah sangat enak. Bahkan aku sering memintanya membuatkannya kepadaku," jawab Rani.


Caroline hanya terkekeh mendengar Rani berbicara kalau soal makanan. Namun Caroline sangat menyadari akan hal itu. Maklumlah mereka sangat hobi kuliner.


"Apakah kamu akan membangun Queen Star lagi?" tanya Caroline.


"Membangun Queen Star sama berati membuat nyawaku di ujung tanduk. Aku enggak mau Kak Bayu marah lagi sama aku," jawab Rani yang menghela nafasnya secara kasar.


"Kenapa kamu tidak membangunnya lagi? Aku bisa membantumu membangunkan Queen Star," tanya Caroline dengan serius.

__ADS_1


"Kamu tahu apa yang dikatakan oleh Kak Bayu? Duduk manis saja jangan berbuat aneh-aneh. Jika kamu ingin membangun organisasi bawah tanah lagi akan aku hancurkan," jawab Rani yang sambil mengingat perkataannya sambil menirukan ucapan Bayu beberapa tahun silam.


"Apakah itu benar?" tanya Caroline dengan serius.


"Ya itu benar. Bahkan ancaman itu bukan buat aku saja melainkan kamu. Kak Bayu juga sudah mengkoordinasi sama Kak Andi agar membasmi Queen Star jika berdiri," jawab Rani dengan wajah sendu.


Caroline hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ternyata benar selama ini jika dirinya akan membangun Queen Star lagi pada waktu beberapa tahun silam. Namun Caroline mengingat perkataan Bayu dan Andi serta ancaman mengerikan. Dengan terpaksa Caroline membangun organisasi bawah tanah dengan nama baru yaitu Eternal Snow.


Selama ini Caroline tidak bercerita kepada siapapun agar organisasinya itu selamat. Caroline berjanji tidak akan membuat ulah di muka bumi. Bahkan Caroline ingin membantu White Eragon ketika mendapatkan musuh yang sepadan. Bisa dikatakan Eternal Snow adalah hasil cloningan Queen Star.


"Bukannya kamu sudah memiliki Eternal Snow?" tanya Rani.


"Ya... aku memilikinya. Bahkan organisasi itu semakin berkembang," jawab Caroline.


"Kalau begitu kenapa kamu ingin membangun Queen Star?" tanya Rani yang curiga.


"Buat jaga-jaga sih," jawab Caroline sedang memikirkan nasib White Eragon ke depan.


"Buat jaga-jaga bagaimana? Bukannya kita sudah memiliki White Eragon?" tanya Rani.


"Kamu tahukan musuh kita sebenarnya siapa?" tanya Caroline dengan memberikan pertanyaan kepada Rani.


"Selama ini aku kurang update. Kamu Tahukan kalau Kak Bayu sengaja tidak membahas persoalan White Eragon ke aku? Kak Bayu ingin membuat aku nyaman," jawab Rani dengan sendu.


"Musuh kita sebenarnya adalah Candra dan Adam. Mereka juga musuh bebuyutan enam pilar utama. Sedari dulu mereka mengincar kematian kita untuk mereka membuat sebuah kerajaan bisnis di dunia. Namun setelah diselidiki ternyata mereka sering melakukan kecurangan," jelas Caroline.


"Makanya aku butuh bantuan para mama untuk membangun kembali Queen Star. Kita bisa bekerjasama dengan anggun tanpa harus bersuara," tambah Caroline.


"Bagaimana kalau kita ketahuan?" tanya Rani yang mulai jiwanya menggelora.

__ADS_1


"Setelah masalah selesai kita akan menidurkannya lagi. Kelak kita memberikan kunci untuk ke cucu kita agar meneruskan perjuangan," jawab Caroline.


"Apakah itu tidak bahaya?" tanya Rani.


__ADS_2