
"Gara-gara dia aku selalu kalah tender proyek yang dimiliki Asco," jawab Candra.
Lamiri pun menganggukkan kepalanya tanda setuju. Lamiri akhirnya menatap wajah Candra dan bertanya, "Mana bayarannya bos?"
"Ah... Iya aku lupa. Gerry... Berikan bayaran orang itu!" perintah Candra ke Gerry.
Gerry langsung memberikan cek sebesar dua ratus ribu euro. Lamiri langsung menerimanya. Namun sebelum pergi Candra mengingatkan kembali, "Jangan lupa sesuatu! Jika kamu berhasil menghabisi perempuan itu. Aku beri sisanya."
Lamiri menganggukan kepalanya tanda setuju. Akhirnya Lamiri pergi dari sana. Candra merasa puas dengan pekerjaan Gerry.
"Bagaimana dengan perusahaan?" tanya Candra.
"Perusahaan baik-baik saja. Para investor baru mulai menanamkan modalnya kembali," jawab Gerry.
"Lalu bagaimana dengan para investor kita yang lama?" tanya Candra.
"Mereka tidak mau kembali lagi. Karena mereka sudah merugi besar karena kejadian kemarin," jawab Gerry dengan jujur.
"Awas saja kamu Lee! Aku ingin kamu mati!" teriak Candra.
Lamiri yang selesai bertemu dengan Candra menghembuskan nafasnya. Bagaimana bisa Lamiri menghabisi nyawa Lee? Sedangkan Lamiri sendiri dibawah naungan Bayu. Jika Lamiri ingin menghabisi nyawa Lee bisa dipastikan hidupnya akan hancur.
"Rasanya aku ingin menangis saja. Aku disuruh Candra sialan itu menghabisi kakak besar. Jika aku menghabisinya karierku juga hancur. Ah... Rasanya aku harus pulang ke Jakarta ingin bertemu kakak besar saja," ucap Lamiri dalam hati.
Lamiri seorang pria berusia dua puluh delapan tahun adalah seorang penembak jitu dari White Eragon. Lamiri ditempatkan Bayu di Istanbul Turki untuk menjadi ketua mafia White Eragon di cabang Turki. Namun semua data-data sengaja di hapuskan. Lamiri termasuk orang yang terkejam dan paling bengis di daratan mafia.
Pagi menjelang di kota Jakarta. Sepasang suami istri itu masih terlelap tidur. Mereka sangat menikmati tidurnya itu dengan damai dan sejuk. Sedangkan yang lainnya bersiap-siap berangkat ke kantor. Namun ketika berangkat ke kantor Imam pun mendekati mereka, "Apakah kalian akan pergi ke kantor?"
"Ya... Kami ingin pergi ke kantor," jawab Saga.
"Lalu bagaimana dengan Dennis?" tanya Imam.
__ADS_1
"Apakah Dennis sudah sadar?" tanya Saga balik.
"Ya... Semalam Dennis sadar," jawab Imam.
"Biarkan saja. Kasih makanan yang bergizi. Kasian itu anak. Bisa-bisanya Candra menanamkan chip di tubuh anak itu," kesal Saga.
Imam menganggukkan kepalanya sambil berkata, "Baiklah. Aku akan menyuruh pelayan untuk memasak makanan yang bergizi."
Bayu yang sedari tadi mendengar perkataan mereka langsung mendekatinya. Bayu memandang wajah Saga dan Imam sambil bertanya, "Apakah kalian sudah mengoperasi Dennis?"
"Ya... Aku sudah mengoperasinya. Candra sengaja menanam beberapa chip di punggungnya Dennis. Karena dengan begitu Candra bisa mendikte Dennis," jawab Saga.
Bayu menganggukan kepalanya sambil menunggu keputusan Erra. Semua masalah di White Eragon berada di tangan Erra. Sedangkan Bayu akan menjadi penasehat Erra. Tak selang berapa lama Joko datang sambil menghempaskan bokongnya di sofa. Joko memijit keningnya tanda ada masalah di SW. Saat ada masalah di perusahaan Nanda malah menghilang.
"Kenapa Nanda malah menghilang pas waktu saat genting begini?" tanya Joko.
"Memangnya ada apa pa dengan SW?" tanya Sam yang baru saja masuk.
"Apa?" pekik Sam.
"Biar Sam yang atasi. Nanda sekarang berada di Taipei," ucap Sam.
Joko baru paham kalau Nanda pergi demi meeting bersama penanam modal di Taipei. Akhirnya Joko mempercayakan kasus ini ke Sam. Sementara itu Lee terbangun karena alarm ponsel yang berdering kencang. Lee membuka mata dan merasakan tubuhnya remuk semua. Lee mengepalkan tangannya.
Lee meraih ponselnya dan membawanya keluar. Lee pergi ke taman belakang sambil melihat halaman yang sangat luas. Ada senyum yang indah ketika merasakan hawa dingin yang menerpa. Otaknya mulai berpikir ingin membalas dendam kepada Candra. Tak lama Andi mendekati Lee dan menyapanya, "Apa kabar kamu sayang?"
"Kabarku baik-baik saja pa," jawab Lee sambil menoleh dan melihat Andi.
"Kemarin kita dihadapkan banyaknya masalah yang ingin menghancurkan Pradipta. Setelah itu malamnya kita dihadapkan dengan kasusnya Sam. Papa sudah menyuruh orang mengejar siapa yang sudah membuat masalah," ujar Andi yang memasukkan tangannya ke dalam kantong celananya.
"Ini mimpi buruk bagi aku. Aku akan segera menjalankan rencana pembelian saham Malikz Groups sebesar enam puluh persen. Jika aku berhasil mendapatkan saham itu maka otomatis Candra di bawah naunganku," sahut Lee.
__ADS_1
"Lakukanlah. Tapi saat Candra berada di tanganmu jangan sampai lengah. Ada Adam sang adik yang sangat ambisi membantai enam pilar utama," tutur Andi yang mengingat bahaya yang mengancam di depan.
"Lalu apakah Adam memiliki saham di sana?" tanya Lee.
"Sepertinya tidak," jawab Andi. "Setelah kamu memegang saham apa yang akan kamu lakukan?"
"Seperti biasa mengakuisisi ke Sebastian Groups atau ke Asco," jawab Lee yang memiliki ide brilian.
"Kalau kamu ingin mengakuisisi perusahaan tersebut. Kamu harus memiliki saham sebesar sembilan puluh persen. Setelah itu kamu dapat mengakuisisi semuanya. Ketimbang kamu merger ke Asco atau Sebastian. Mending kamu buat tabungan masa tuamu," pesan Andi.
"Papa... Aku sekarang sudah memiliki seorang suami. Suamiku sudah memberikan segalanya untukku. Disisi lain aku memiliki BL Company yang memproduksi fashion dan berlian. Menurutku aku sudah sangat cukup itu pa," balas Lee.
"Lee... Papa mau bilang sama kamu. Buatlah anak sebanyak mungkin. Kelak kamu bisa memperbanyak keturunan Drajat dan Sebastian. Jika mereka berkumpul mansion akan rame," pinta Andi.
"Aku belum membicarakan soal bayi lagi ke kakak. Aku masih bingung dengan keadaan ini. Aku harus mengejar musuh dan membumihanguskan demi kelangsungan orang banyak. Disisi lain kami ingin mempunyai anak yang banyak," ucap Lee dengan gundah.
"Papa tahu itu. Terkadang hidup itu dihadapkan pada kesulitan. Dibalik ini semuanya kita harus mengambil hikmahnya," kata Andi. "Sekarang kamu bersabar dengan masalah ini. Cepat atau lambat masalah ini akan selesai pada waktunya."
Lee menganggukan kepalanya tanda paham yang dikatakan oleh Andi benar apa adanya. Namun enam pilar utama harus mencari sumber keberadaan masalah ini dengan cepat. Agar masalah ini segera diselesaikan. Setelah itu Lee pamit masuk ke dalam dan untuk membangunkan Erra. Ketika ingin masuk ke kamar Lee melihat Raka yang berjalan-jalan sambil tersenyum. Lee segera mendekatinya dan jongkok untuk menyamai tinggi badan Raka.
"Raka," panggil Lee dengan lembut.
Raka menatap wajah Lee dan tersenyum. Dengan cepat Raka masuk ke dalam pelukan Lee dan mengendus aroma Lee. Raka semakin mempererat pelukannya kepada Lee dan mendongakkan kepalanya, "Ii (bibi)."
"Ya... Sayang... Apa kabar kamu?" tanya Lee yang mengangkat tubuh mungil Raka sambil berdiri.
"Aparku aik ii. (Kabarku baik bibi)," jawab Raka yang mulai pandai berbicara.
"Udah mam belum?" tanya Lee yang mengajaknya keluar.
"Eyum. (Belum)," jawab Raka.
__ADS_1