Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 210


__ADS_3

"Ah… tidak. Singa betina sedang ditindih oleh serigala beringas," jawab Garda.


"What?" pekik Imam.


Tubuh Imam mulai lemas dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Imam mulai mencerna apa yang dikatakan oleh Garda. Ketika sadar Imam langsung memukul lengan Garda.


Pletaaakkkkk!


"Kenapa kamu memukulku?" tanya Garda.


Mata Imam mulai membulat sempurna sambil berkata, "Makanya nikah dong. Biar bisa main tindih menindih!"


Garda mulai bingung dengan kata tindih menindih. Garda akhirnya pergi meninggalkan Imam. Dalam hatinya Garda ada pertanyaan yang sulit untuk dijelaskan. Apa artinya tindih menindih? Dalam tali ikatan pernikahan tindih menindih itu hal yang wajar. Lalu bagaimana dengan Garda yang berkutat dengan persenjataan buatan Black Dragon? Garda belum pernah merasakan adegan tindih menindih seperti itu. Bahkan Garda bisa dikatakan pria yang terlalu polos sekali. Seumur-umur Garda belum pernah merasakan jatuh cinta sama sekali.


Sedangkan Imam menggelengkan kepalanya sambil melihat kepergian Garda. Imam baru saja sadar kalau Garda adalah pria jomblo abadi. Imam akhirnya berdoa kepada Tuhan agar Garda diberikan jodoh.


Garda telah sampai di taman. Garda mengatur nafasnya sambil menormalkan detak jantungnya yang bertalu-talu. Garda mendekati Andi sambil berteriak, "Lapor Master Xi… Nona Lee dan Tuan Erra sedang berada di dalam kamar sedari tadi belum keluar juga."


Andi menghentikan latihan kungfunya lalu melihat Garda yang berteriak. Andi memutar bolanya dengan malas melihat kelakuan sang putri lebih asyik di dalam kamar.


"Ngapain adikmu di dalam kamar?" tanya Andi yang mengerutkan keningnya sambil menunduk.


"Erra telah menindih Lee," jawab Garda dengan lirih yang sempat didengar oleh Andi.


Andi mengangkat tongkatnya sambil memukul Garda. Garda yang mendapat serangan mendadak langsung menghindari Andi. Andi sangat kesal terhadap sang putra. Bisa-bisanya sang putra tidak paham apa yang dilakukan oleh sang adik dan Erra. Ingin rasanya Andi menangis melihat kelakuan sang putra.


Tak lama datang Caroline yang membawa susu sehat buat sang suami. Caroline jengkel melihat sang suami telah menghajar sang putra, Caroline hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Memang pagi ini sangat aneh sekali. Bahkan terlalu aneh buat Caroline. 


"Kenapa kamu tidak menyerang papa!" kesal Andi yang sedari tadi Garda menghindarinya.


"Ah… aku malas menyerang orang tua sepertimu. Aku ingin menyerang orang yang akan haus kekuasaan," jawab Garda berteriak.

__ADS_1


Andii paham apa yang dimaksud oleh Garda. Andi berhenti dan mendekati Garda sambil menepuk pundakya, "Baguslah… Memang kami membutuhkan orang-orang sepertimu."


"Ada apa dengan papa?" tanya Caroline yang mendekati Andi. "Kenapa papa menyerang Garda?"


"Papa tidak menyerang Garda. Tapi papa sebal melihat Garda. Yang dimana tidak tahu dengan adegan tindih menindih."


Caroline melihat wajah Garda yang kasihan. Caroline hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil menyuruh, "Nikah sana."


Mata Garda membulat sempurna. Pada pagi ini sudah ada dua orang yang menyuruhnya menikah. Garda bingung apa yang dilakukannya sekarang.


"Aku bingung," ucap Garda yang menundukkan kepalanya.


"Bingung kenapa?" tanya Caroline.


"Aku belum mempunyai kekasih. Lalu Mama menyuruhku menikah," jawab Garda secara jujur. "Bagaimana menikah kalau aku jomblo begini?"


Seketika mereka menepuk jidatnya mendengar kejujuran sang putra. Entah kenapa sang putra jujur sekali mengatakan kalau lagi jomblo. Jujur saja Garda sangat tampan sekali dan memiliki kharisma yang tidak bisa tertandingi. Bahkan Garda bisa menjadi saingan Erra. 


Caroline paham apa yang dirasakan oleh Garda. Caroline menggelengkan kepalanya lalu berkata lembut, "Jangan menyalahi takdirmu. Itu tidak baik buat kami semuanya. Carilah gadis lain yang mau menerima aku apa adanya. Kalau bisa carilah wanita yang sederhana, baik dan mau bersamamu. Yang terpenting dia mau merawatmu, anak-anakmu dan juga rumah. Mama dan papa nggak peduli perempuan itu dari kalangan mana."


Mendengar wejangan dari Caroline, Garda paham apa yang dimaksud. Hati Garda menjadi adem. Garda ingin memiliki istri seperti sang adik. Yang mampu melindungi dirinya sendiri. Mengingat saat ini statusnya akan ditetapkan sebagai ahli waris dan anggota mafia nyawa garda terancam. Para musuh dari dunia mafia dan bisnis akan mengejar dan melenyapkan nyawanya. 


"Aku enggak mau mencari wanita yang lemah. Mama tahukan kalau kita hidup di dunia berbeda? Disaat inilah hidupku sudah terancam," jelas Garda.


"Ya… aku tahu maksud kamu. Soal itu kamu mencarinya sendiri," jawab Caroline.


Beberapa saat kemudian Arini lewat bersama Pita dan Suci, Mereka berencana ingin ikut latihan. Garda yang tidak sengaja melihat Arini melemparkan senyum manisnya. Sementara itu Arini membalasnya hingga terjadi…


DUAAAAKKK!


Ah… maaf… Author harus membuat Arini tertabrak. Karena Arini sendiri jalan tidak lihat-lihat.

__ADS_1


"Augh," Arini memegang kepalanya sambil meringis. 


Garda yang sedari tadi melihat Arini bergegas menolongnya. Garda memegang tangan Arini sambil melihat kepala Arini yang benjol.


"Kamu enggak apa-apa?" tanya Garda yang lembut sambil tersenyum manis hingga membuat Arini jatuh pingsan.


BUUUUKKK!


Garda semakin bingung dengan Arini yang pingsan. Garda akhirnya mengangkat tubuh mungil Arini dan menggendongnya ala bridal style. Lalu Garda membawanya ke dalam markas. Sesampainya di dalam Garda membaringkan Arini di sofa.


"Kenapa dengan Arini?" tanya Garda.


"Tenang saja. Arini tidak apa-apa. Arini pingsan karena melihat senyuman manismu." jawab Imam yang sambil menggendong Raka.


"Apakah itu benar?" tanya Garda.


"Ya itu benar. Garda yang aku kenal sebagai sosok yang dingin dan jarang tersenyum. Tapi sekalinya tersenyum sudah membuat korban," ejek Imam.


Garda serba salah dengan dirinya. Garda bingung dengan senyumannya. Sekali tersenyum sudah harus menelan korban. Lalu bagaimana jika Garda tersenyum berkali-kali? Bisa dipastikan akan ada korban berjatuhan. Memang pesona Garda tidak bisa dipungkiri membuat wanita jatuh hati. Garda akan menunggu Arini sadar. 


Di dalam kamar Erra yang selesai main tindih menindih merasa puas. Semakin hari Lee semakin pandai membuat sang suami puas. 


"Perasaan tadi ada yang mengetuk-ngetuk pintu?" tanya Lee.


"Biarkan saja. Kemungkinan besar sih pengawal. Sudah jangan dipikirkan. Pergilah mandi sana. Atau kita mandi bersama," tawar Erra yang tersenyum manis.


"Kok lama-lama kakak tampan semakin mesum sih?" tanya Lee.


"Itukan karena kamu," jawab Erra yang tersenyum lucu.


Lee yang merasa dirinya tidak aman akhirnya memutuskan untuk masuk ke toilet. Lee akhirnya membersihkan tubuhnya. Sedangkan Erra meraih ponselnya. Erra tidak sengaja mendapat kiriman email dari Greg. Erra membuka pesan itu sambil membaca kalau Elizabeth sudah memasukkan berkas tuntutan itu ke pihak kepolisian. Erra menghembuskan nafasnya secara kasar sambil berkata, "Sakarepmu!"

__ADS_1


Cepat atau lambat Erra akan mendapatkan surat panggilan. Erra akan tenang melakukannya. Karena ini adalah bagian rencana sang istri. Beberapa menit kemudian Lee keluar dari toilet. Lee memberi kode agar Erra bersiap-siap. Erra segera masuk ke dalam toilet. Sedangkan Lee mempersiapkan bajunya da baju Erra. Meskipun sibuk Lee tidak melupakan kewajibannya sebagai seorang istri.


__ADS_2