Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 278


__ADS_3

"Sepertinya Lee sendiri memiliki rencana," jawab Andi yang tidak mengetahui rencananya tersebut. "Apakah kamu tahu mall mana yang didatangi oleh para istri kita?"


"Mall milik Erra," jawab Bayu. "Bukannya kamu bisa meretas CCTV itu?"


"Lagi malas. Aku tahu Elizabeth terkesiap ketika membentak Rani. Impiannya ingin hidup bersama Erra telah pupus," ucap Andi.


"Bukan pupus lagi. Tapi Rani telah mencoretnya," sahut March.


"Jika Erra masih sendiri... Aku juga tidak ingin memiliki menantu seperti itu. Kamu tahu memiliki menantu seperti itu hanya membuat aku jantungan," ucap Bayu yang bergidik ngeri.


"Lalu bagaimana dengan Lee yang hobinya mencari ulah ingin menghabisi Candra?" tanya March.


"Ah... Itu lebih bagus. Aku sangat menyukainya. Bahkan aku akan mendukungnya," jawab Bayu yang telah berhasil membuat Lee menjadi gadis bar-bar sambil tersenyum devil.


"Dasar perusak anak orang!" geram Andi yang mendelik ke arah Bayu.


Bayu hanya tertawa terbahak-bahak. Rasanya dirinya sudah berhasil membuat Lee menjadi gadis liar. Lalu apakah Andi tahu? Ya... Otomatis Andi tahu. Andi juga menyuruhnya untuk menggemblengnya dengan campur tangannya.


"Cepat atau lambat Lee akan memburunya," celetuk March.


"Ah... Biarkan saja. Namanya pelakor harus dibumihanguskan. Jika tidak mereka akan menghancurkan rumah tangga orang seenaknya. Kamu tahukan setiap hari ada perceraian rumah tangga karena pelakor?" tanya Bayu yang menatap March.


"Ya... Itu benar. Hatiku meringis mendengar mereka," jawab Andi yang mengingat awal-awal pernikahannya dengan Caroline.


"Ya... Kamu benar. Kamu adalah orang pertama yang nyaris bercerai. Aku tidak bisa membayangkan itu," ucap Bayu yang sedih.


"Masa lalu adalah masa lalu. Sekarang adalah sekarang. Masa lalu adalah guru yang bisa membuat orang lebih dewasa untuk menghadapi masa depan. Begitu juga dengan aku. Bahkan kecelakaan yang pernah merenggut nyawa istri dan anakku membuat aku lebih menjadi semangat untuk hidup. Aku bukan tipe pria yang menyerah dengan keadaan. Aku harus berjuang buat mereka," jelas Andi yang membuat mereka terharu.


Tak lama datang Lee dan Erra yang selesai bersiap-siap. Lee mendekati mereka dan menghempaskan bokongnya di samping Andi.


"Tumben cepet?" tanya Bayu yang menatap Erra yang kusut.

__ADS_1


"Bukannya sebentar lagi berangkat?" tanya Lee yang paham akan pertanyaan Bayu.


"Aku sengaja memberimu jeda beberapa jam untuk menikmati mandi plus plus bersama Erra. Tapi tumben saja kamu cepat," jawab Bayu yang menahan tawanya ketika melihat Erra.


"Maaf pa... Enggak ada adegan plus-plus. Hari ini aku memang lagi buru-buru," jawab Lee yang menunduk malu.


"Pergilah ke kamar. Empat jam lagi pesawat akan berangkat!" titah Bayu yang melihat wajah Erra semakin menyeramkan.


"Ke.... Ke... Ke... Kenapa diundur empat jam?" tanya Lee yang mencium aroma tidak sedap.


"Erra!" panggil Bayu dengan nada meninggi.


"Iya pa," sahut Erra dengan tegas.


"Bawa singa betina ke kamar!" tegas Bayu.


"Apa yang akan dilakukan kak Erra padaku?" tanya Lee yang tiba-tiba saja tidak konek.


Erra tersenyum iblis dan mendekati Lee. Lalu Erra memegang tubuh Lee sambil berbisik, "Aku akan melakukan berbagai macam gaya di ranjang."


"Apa maksudnya?" tanya Lee yang tidak paham.


"Nikmati empat jam kamu di atas ranjang panasmu," seru Bayu yang tertawa lucu melihat Lee yang seperti karung beras.


Erra segera naik ke atas dengan perasaan membuncah. Bagiamana tidak ketika ingin menyalurkan hasratnya Lee menolaknya. Dalam artian tidak ada waktu. Akhirnya Erra turun bersama Lee dengan wajah ingin menelan para papa bulat-bulat. Ah... Itulah kalau pria yang telah melewatkan jatahnya begitu saja.


Sesampainya di kamar Erra melemparkan Lee di ranjang empuk. Erra tersenyum smirk sambil melepaskan kancing bajunya secara perlahan. Terlihat jelas tubuh putih seperti salju. Tak lupa juga perutnya yang seperti roti sobek yang membuat Lee terhipnotis.


"Masa kamu enggak tahu apa yang diinginkan oleh si ular piton aku?" tanya Erra yang mendesah.


Mendengar ular piton Lee menghembuskan nafasnya. Lee mulai menahan tawanya ketika tadi Erra membuat ulah. Hingga akhirnya Erra frustasi dengan wajah pucat. Mungkin inilah sang papa tahu dengan apa yang dirasakan oleh sang putra.

__ADS_1


"Kamu tahu aku membiarkan ular pitonku berdiri. Aku memang sengaja tidak membiarkan tidur lagi," ucap Erra sambil membuka ikat pinggangnya.


Lee hanya mengedikkan bahunya. Lee tidak tahu kenapa Erra tidak menidurkan hewan kebanggaannya itu. Ah... Erra meskipun pembawaannya dingin tapi otaknya mes*m.


Lee langsung meledakkan tawanya sambil memegang perutnya. Entah kenapa sang suami sekarang sering bertingkah konyol. Erra hanya bisa menghembuskan nafasnya sambil membuka celananya.


"Saatnya kita bercinta selama tiga ronde," ujar Erra dengan mata berbinar.


Mata Lee membola sempurna menatap Erra tanpa memakai baju sehelai benang pun. Lee hanya bisa menggelengkan kepalanya. Benar apa yang dikatakan oleh sang suami kalau sang ular piton sudah berdiri tegak. Lee hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan menutup matanya.


"Kenapa kamu menutup matamu? Bukannya kamu juga rindu sama ular pitonku?" tanya Erra yang mulai mendekati Lee.


Blush...


Lee segera mengambil bantalnya sambil menyembunyikan wajahnya yang sedang memerah. Lee malah tertawa keras karena kekonyolan Erra. Erra hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil duduk di tepi ranjang. Tangan Erra mulai menarik baju Lee dengan kasar hingga robek. Lee terkejut lalu melemparkan bantal itu.


"Apakah kakak tahu kalau aku sudah tidak segel lagi?" tanya Lee yang menggoda Erra.


"Apakah kamu mau menggodaku?" tanya Erra langsung menindih Lee.


"Ah... Sepertinya aku sudah kalah telak. Kakak lebih menyeramkan dari para musuh yang berada di depan!" teriak Lee yang langsung dibungkam oleh Erra.


Erra mulai melancarkan aksinya dengan lembut dan teratur. Ia mulai menjelajahi tubuh mungil sang istri sambil tersenyum devil. Jujur saja akhir-akhir ini dirinya pusing karena tidak bisa menyalurkan hasratnya.


Di bawah mereka hanya memijit keningnya. Mereka baru tahu kalau Erra tidak bisa lembut kepada seorang wanita. Lalu bagaimana tanggapan Andi sebagai orang tuanya Lee? Andi hanya bisa mengelus dadanya melihat kelakuan sang menantunya itu. Dalam pikirannya kenapa Lee mendapatkan seorang suami dengan model begitu.


"Apakah kita bisa bersiap berangkat?" tanya Garda yang membawa tasnya.


"Enggak jadi. Pending selama empat jam ke depan. Erra sedang melakukan ritual," kesal Andi.


"Ri... Ritual apa pa?" tanya Garda yang mengerutkan keningnya.

__ADS_1


Andi menepuk jidatnya sambil memandang wajah Garda yang mirip sekali dengannya. Bisa-bisanya Garda tidak paham dengan apa yang dimaksud dengan ritual yang sering dilakukan oleh suami istri! Ah... Memang Garda sangat polos sekali. Sangking polosnya Garda belum mengetahui adegan suami istri.


"Sepertinya nasib kamu sama dengan nasibku?" tanya Bayu yang menyadari Andi bingung.


__ADS_2