
"Ah... Rasanya pertanyaan kamu yang satu itu membuatku semakin semangat untuk melihat bentuk tubuhmu itu yang semakin lama semakin seksei," jawab Erra yang tersenyum lucu.
Mata Lee membulat sempurna. Lee hanya bisa menepuk jidatnya dengan sikap Erra yang semakin hari semakin konyol. Lee menggelengkan kepalanya sambil memberikan sebuah menu ke Erra, "Semakin hari kakak semakin aneh ya."
"Itu karena kamu," ucap Erra yang mengambil menu itu.
"Kok aku disalahkan? Memangnya aku salah apa sama kakak?" tanya Lee yang semakin bingung.
"Kamu salah ketika berganti pakaian di depanku. Aku bingung apa yang akan dilakukan saat tubuh ini sedang bereaksi dan menjadi panas dingin," ucap Erra yang tersenyum devil.
Lee tidak sengaja melihat senyuman devil Erra yang sangat menakutkan itu. Rasanya Lee ingin menangis saja saat tahu sang kakak tampannya berubah menjadi drastis seperti ini. Lee masih bertanya-tanya dalam hati kenapa kakak tampannya berubah menjadi mesum seperti ini? Lee meraih ponselnya dan mengirimkan pertanyaan konyol untuk para petinggi White Eragon. Lee tidak peduli apa yang akan selanjutnya terjadi. Apakah Lee jadi bahan tertawaan? Atau Lee menjadi bahan perbincangan yang bisa membuat mereka merasa aneh?
Setelah mengirim pesan itu, Lee membetulkan posisi duduknya lalu bertanya pada Erra, "Kakak mau pesan apa?"
"Ah... Terserah kamu," jawab Erra.
Lee akhirnya melambaikan tangannya sambil memanggil pelayan. Namun yang datang bukan pelayan melainkan Sam. Sam yang membawa kertas orderan tersebut langsung menyapa pasangan suami istri itu.
__ADS_1
"Pesan apa adik kecil?" tanya Sam yang tersenyum manis.
Lee mendongakkan kepalanya sambil menjawab, "Seperti biasanya."
"Ok... Kalau begitu. Sebentar lagi akan keluar," ucap Sam.
"Kak Sam... Bisakah aku ikut ke ruangan kakak sebentar?" tanya Lee yang memasang wajah memelas.
Sam menatap wajah Lee yang memelas sambil menahan tawa. Lalu Sam menganggukan kepalanya dan menyuruhnya ke sana. Setelah mendapat persetujuan dari Sam, Lee pergi dari sana hingga membuat Erra bertanya-tanya.
"Ada apa dengan Lee?" tanya Erra ke Sam.
Erra baru paham apa yang dikatakan oleh Sam. Terkadang Erra sering mengkhawatirkan keadaan Lee yang notabenenya adalah ketua inti. Erra menganggukkan kepalanya tanda paham, "Ya aku paham."
"Ya udah dech aku tinggal. Sebentar lagi Lee balik ke sini," pamit Sam.
"Ok," balas Erra.
__ADS_1
Setelah itu Sam pergi untuk memesan makanan mereka. Sedangkan Erra membuka situs rahasia Black Dragon. Erra menjadi ragu ketika ingin menggabungkan Black Dragon dan White Eragon. Bukannya Erra ragu untuk menggabungkan semuanya, alangkah baiknya Erra memisahkan diri dari White Eragon. Jika Erra tidak menjadi ketua White Eragon bisa dipastikan Sam atau Nanda yang menggantikan posisi Bayu. Atau bisa Lee yang menjadi ketua mafia White Eragon.
Tak lama Lee kembali dan duduk di hadapan Erra. Lee memandang wajah Erra yang sangat serius. Dengan lembut Lee memegang tangan Erra hingga si empunya terkejut. Erra mengangkat wajahnya sambil tersenyum, "Apakah kamu sudah selesai?"
"Ya... Aku sudah selesai," jawab Lee.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Erra lagi.
"Mengambil video dari ruangan kak Sam," jawab Lee.
"Apakah kamu mencuri?" tanya Lee.
"Tidak. Kakak tahu kalau di semua sudut ruangan itu ada beberapa CCTV yang sengaja terpasang. Kak Sam sengaja memasang CCTV itu hanya untuk melacak musuh. Kak Sam juga sudah memberikan aku akses untuk masuk ke ruangan dan mengambil rekaman CCTV tersebut," jawab Lee yang serius.
"Lalu gunanya apa kamu mengambil rekaman CCTV itu?" tanya Erra.
"Kakak enggak tahu kalau di meja arah jam 4 ada Elizabeth dan beberapa orang yang sedang merencanakan penggulingan kakak," jawab Lee dengan serius.
__ADS_1
Erra mengerutkan keningnya sambil menggelengkan kepalanya. Bagaimana bisa seorang ahli waris bisa digulingkan begitu saja. Akhirnya Erra menghembuskan nafasnya secara kasar dan menatap lembut wajah sang istri, "Ada-ada saja."