
“Kamu seharusnya tidak pantas bekerja di sini.sebaiknya kamu bekerja di kantor milik Tuan Adam.Potensi yang kamu miliki itu sangat mumpuni sekali.Jika kamu masih bekerja di sini.Kamu tidak akan berkembang sama sekali,” jelas Pak Jang yang mengetahui potensi Ita.
“Tapi aku nyaman di sini pak.Saya ingin menjadi pelayan Tuan Fendi,” ucap Ita yang menahan air matanya karena tidak mau keluar dari pekerjaan sebagai pelayan.
"Kamu menjebak Ita!"seru Efendi yang baru saja datang sambil membawa gitarnya.
“Apa salah saya Pak?Mengapa Anda memecat saya?Apakah saya memiliki dosa besar kepada Anda?”tanya Ita bertubi-tubi.
“Kamu nggak salah.Pak Jang sudah menceritakan Kamu itu siapa.Kamu seharusnya tidak menjadi pelayan di sini.Kamu memiliki otak yang cerdas di atas rata-rata.Kenapa kamu tidak mau bekerja di berbagai perusahaan yang memiliki nama?Seperti Asco, Sebastian, Pradipta, SW, Tristan dan Anderson Group.Mereka adalah perusahaan yang sangat bagus.Jika ada karyawan yang sangat kreatif dan mau membangun perusahaan tersebut.Petinggi di sana akan menawarkan kamu untuk naik jabatan.Selain itu juga kamu bisa mendapatkan beasiswa untuk kuliah.Di sana mereka sangat royal sekali untuk karyawan yang memiliki potensi besar sepertimu,” ucap Fendi.
“Bukankah nama perusahaan yang Anda sebutkan adalah milik enam pilar utama tuan?”tanya Pak Jang Yang menatap wajah Fendi.
“Ya itu benar.Kenyataannya memang begitu.Sang empunya memang sangat baik sekali kepada karyawannya.Banyak karyawan yang betah bekerja di sana.Hingga mereka memiliki cucu.Bahkan mereka ada yang memiliki cicit juga.Sangking mereka sayangnya kepada keenam perusahaan tersebut,” jawab Fendi dengan jujur.
“Yang dikatakan oleh Tuan benar.Saya sering melihat status mereka di media sosial sangat bahagia sekali.Semoga saja para enam pilar utama akan berjaya hingga akhir nanti,” ucap pak Jang yang mendoakan mereka semua.“Bukankah sekarang kursi CEO telah diganti oleh generasi baru?”
__ADS_1
“Itu benar.Cepat atau lambat mereka akan mengumumkan pergantian kursi CEO dengan generasi baru secara serempak.Semoga generasi baru tersebut bisa membawa keenam perusahaan itu meraih tiket gold untuk naik ke atas lagi.Ditambah mereka memiliki banyak karyawan berpotensi membangun perusahaan itu menjadi lebih wah.Dan kamu Ita, aku mengizinkan Kamu tinggal di sini.Tapi saya tidak akan mengizinkan Anda sebagai pelayan.Kamu bisa bekerja oleh mereka.Jika suatu saat nanti kamu sukses.Aku juga senang.Di sini aku akan mengubah semua peraturan untuk para pelayan maupun penjaga.Mereka bisa keluar dari pekerjaannya.Lalu bekerja di tempat lain.Mereka bisa mencari kesuksesan di tempat lain,” pesan Fendi ke Pak Jang untuk merubah peraturan pelayan maupun pengawal.
Pak Jang tersenyum manis mendengar keputusan Fendi.Memang seharusnya kita memiliki seorang bos yang sangat baik.Membiarkan karyawannya berkembang dan meraih cita-citanya.Selain itu juga Fendi tidak akan pernah lagi membuat peraturan berat.Namun seluruh karyawan disana sangat nyaman berada di mansion Fendi.Karena Fendi sendiri adalah seorang juragan yang sangat baik sekali.
“Saya setuju dengan keputusan Anda.Kalau begitu saya undur diri dulu untuk menulis peraturan baru.Semoga kedepannya mereka bisa hidup dengan layak.Ditambah lagi mereka akan memiliki keluarga.Kita tidak perlu mengekang mereka.Mau kerja disini Terserah mau tidak ya terserah,” sahut Pak Jang
“Maksudku begitu pak.Saya tidak akan pernah membuat mereka kesusahan sama sekali.Saya ingin mereka meraih cita-citanya masing-masing.Semakin lama mereka akan mendapatkan apa yang diinginkannya.Semoga peraturan ini membuat mereka menjadi semangat untuk hidup,” Fendi sambil menatap wajah Pak Jang.“Pak Jang mau undur diri?Wah bapak mengajak saya berantem saja ini.”
Pak Jang terkekeh sambil melihat wajah Fendi.Jujur Pak Jang tidak akan keluar dari mansion ini.Karena Pak Jang sendiri adalah saksi hidup ketika Fendi belum sukses dan sekarang sangat sukses sekali.
“Ya nggak tuan.Saya hanya undur diri untuk memperbarui peraturan baru.Semoga mereka bisa berkembang dan menjadi orang sukses,” ucap pak Jang dengan tulus.
Kemudian Pak Jang meninggalkan Fendi dan Ita. Setelah Pak Jang pergi, Fendi melihat Ita yang sangat kasihan sekali. Lalu Fendi menyuruhnya duduk dan membicarakan ini dengan baik-baik.
“Kamu kenapa Ita?” tanya Fendi yang membuat Ita menangis terisak.
__ADS_1
“Jangan pecat saya tuan. Saya salah apa sama tuan? Hingga Tuan memecat saya,” tanya Ita.
“Kamu nggak salah sama sekali. Aku tahu kamu memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Kamu itu sayang banget kerja di sini. Masih banyak perusahaan yang membutuhkan otak cerdasmu itu. Kamu harus bangkit dari keterpurukan. Apalagi sekarang pamanmu Adam sangat menginginkanmu menjadi putrinya. Kamu tahu calon istrinya itu tidak bisa memiliki anak. Mereka memang bergelimangan harta. Tapi hidup mereka sangat sepi sekali. Aku minta kamu kembali ke sana. Mereka sangat tulus sekali menyayangi kamu,” jelas Fendi.
“Tapi saya tidak mau tuan. Saya betah kerja di sini. Saya ingin mengabdi kepada tuan,” ucap Ita yang menghapus air matanya.
“Kamu nggak boleh ngomong seperti itu. Kamu tahu hampir setiap malam teman-temanku datang untuk melakukan pesta di ruangan atas sana. Mereka sering mabuk dan memakai obat-obatan terlarang. Aku sengaja mengubah peraturan agar pelayanku yang masih berusia muda jangan sampai terkena kejahilan mereka. Mereka sangat brengsek sekali. Ketika mabuk, mereka bisa membuat kamu hamil. Jujur aku tidak mau mereka menjamah kalian semua. Karena kalian itu sudah aku anggap sebagai putriku sendiri,” jawab Fendi yang tidak rela jika teman-temannya mabuk dan menarik pelayan muda untuk melampiaskan hawa nafsunya.
Lalu kita teringat akan sesuatu. Ita akhirnya mengingat satu pesan sebelum ibunya meninggal. Yang di mana kita harus menjaga dirinya dari pria hidung belang. Ita mengangkat wajahnya sambil menatap wajah Fendi dan tersenyum manis.
“Baik Tuan. Saya mengerti dengan maksud anda. Kalau begitu saya memilih untuk mundur dari sini. Karena yang saya tahu mereka suka memaksa kami semua untuk melayaninya. Kami sebenarnya sangat takut sekali melihat mereka mabuk,” jelas Ita.
“Kamu benar. Lagian juga mansion ini akan aku jual. Aku sudah tidak akan lagi tinggal di sini. Aku lebih memilih untuk pulang ke Jakarta membantu mengurus perusahaan milik kakakku itu. Apalagi perusahaan kakakku semakin besar,” jelas Fendi yang membuat Ita terkejut.
“Kenapa Tuan menjual mansion ini?” tanya Ita.
__ADS_1
“Lebih baik aku tinggal bersama kakakku.Aku juga memiliki saham di sana.Aku sebentar lagi akan menyembuhkan diri sebagai anak band.Kamu harus kembali ke pamanmu Adam.Karena papamu sudah mewasiatkan beberapa perusahaan untukmu.
“Kapan itu Tuan?” tanya Ita yang semakin penasaran saja.