
"Aku memang pingsan sayang," jawab Erra yang pura-pura lupa dengan kejadian tadi.
"Oh hanya pingsan ya. Kamu tahu nggak papa Bayu frustrasi melihatmu pingsan seperti itu. Dan kamu di sini enak-enakan bermain kartu bersama teman-teman kamu itu. Kalau begitu nanti malam aku tidur bersama para mama. Sebagai gantinya kamu tidur sendiri. Apakah kamu paham Tuan Erra?" tanya Lee mulai memasang wajah sadisnya.
Lalu Erra terdiam dan tidak berkata apa-apa lagi. Memang apa yang dilakukannya itu salah? Kemudian para orang tua masuk ke dalam sambil menatap Erra dengan tajam.
"Bagus ya aktingmu ternyata. Diam-diam kamu memiliki bakat akting yang sangat luar biasa. Bisa-bisanya kami panik kamu langsung membuat adegan seakan-akan tidak merasa bersalah sama sekali," ucap Bayu dengan sarkas.
Erra mulai mencoba mengelak kepada Bayu. Ketika ingin mengeluarkan suaranya Erra menatap Rio sambil memberikan kode untuk membantunya. Namun Rio meminta izin terlebih dahulu. Karena ada pasien baru saja datang. Pria itu langsung meninggalkan ruangan itu dan membiarkan Erra dimarahi keluarganya.
"Baiklah aku jujur sama kalian semua. Entah kenapa aku memiliki ide gila hingga membuat kalian bingung. Kalau begitu maafkanlah aku," ucap Erra yang seperti anak kecil mengakui kesalahannya.
"Lain kali jangan begitu lagi. Kamu nggak kasihan sama papamu itu yang sudah panik. Awas aja kamu melakukannya. Aku yang akan menghukummu!" gertak Lee yang tidak main-main kepada Erra.
"Ba... Ba.. baik sayang," ucap Erra.
Akhirnya masalah konyol Erra sudah selesai. Mereka tidak habis pikir Kenapa Erra melakukan hal itu?Namun sebagai orang tua mereka tetap memaafkannya. Jujur seumur hidup Erra tidak melakukan hal seperti ini.
"Jika sudah selesai, lebih baik kamu ajak Lee ke dokter kandungan. Biar kami tahu, apakah benar benih supermu itu telah tumbuh dengan baik dan benar?" tanya Andi dengan serius.
Erra bangun lalu turun dari ranjang. Sebagai pria yang baik, Erra memegang tangan Lee sambil mengajaknya ke dokter obgyn. Di sana beli disambut oleh dokter perempuan yang sudah disiapkan oleh Andi.
"Selamat datang Nyonya Lee dan Tuan Erra. Silakan masuk ke dalam. Dokter Anong sudah menunggu kalian," sambut sang suster dengan penuh kelembutan.
__ADS_1
"Apakah dia seorang perempuan?" tanya Erra.
"Itu benar tuan. Sebelum anda ke sini, Tuan Andi sudah meminta dokter kandungan yang berjenis perempuan. Maka dari itu kami selaku jajanan rumah sakit memberikan dokter terbaik," jawab suster tersebut.
Dengan senyum simpulnya Lee mengajak Erra masuk ke dalam. Di sana Lee terkejut karena melihat dokter kandungannya itu. Matanya membulat sempurna sambil berteriak histeris, "Anong Achara."
Mendengar namanya dipanggil, sang dokter kandungan itu melihat Lee. Iya segera mendekat sambil bertanya, "Apakah kamu Lee Sebastian teman sekolahku ketika SD?"
"Iya aku Lee," jawab Lee sambil merentangkan kedua tangannya lalu Anong berhambur memeluknya.
Tidak sengaja Erra melihat pertumbuhan dokter kandungan bersama istrinya itu. Ia menggelengkan kepalanya sambil menarik rambutnya. Jujur dirinya tidak menyangka kalau sang istri bertemu dengan teman masa kecilnya itu.
"Apa kabar? Selesai lulus sekolah kamu tidak pernah mengabariku lagi? Kamu ke mana saja selama ini? Kamu tahu nggak kalau aku sangat merindukanmu?" tanya Anong bertubi-tubi hingga membuat Lee bingung menjawabnya.
"Kalau bertanya satu-satu saja. Aku bingung menjawabnya. Kabarku baik-baik saja. Aku saat itu masih berada di Indonesia dan tidak kemana-mana. Setelah SMP aku pindah ke Finlandia untuk melanjutkan sekolah. Setelah itu aku kembali dan bekerja di perusahaan suamiku ini," jelas Lee. "Kamu ke mana aja selama ini Anong?"
"Aku sudah sebulan tidak datang bulan. Aku bingung sama sekali," jawab Lee.
"Harusnya kamu senang jika seorang wanita tidak mendapatkan tamu bulanan seperti ini?" Tanya Anong.
"Jujur saja aku sangat senang sekali. Tapi aku bingung dengan suamiku itu. Beberapa hari belakangan ini suamiku Sangat aneh sekali. Pagi-pagi sudah mengalami mual dan muntah tidak karuan. Pola makannya juga turun drastis. Biasanya pagi-pagi mau makan roti coklat. Sekarang memilih nasi putih sama kerupuk. Ditambah lagi suamiku meminta nasi kuning buatan pak Bram. Aku hampir saja gila mencari permintaannya itu," jelas Lee.
"Tidak apa-apa. Hal itu sangat wajar sekali bagi wanita yang sedang hamil. Biasanya si bayi ingin berbagi penderitaan ibunya ke papanya sendiri. Kalau mual dan muntah nanti aku kasih vitamin saja. Agar suamimu itu tidak kekurangan cairan apapun. Apalagi kamu sedang hamil muda seperti ini," ucap Anong sambil menjelaskan tanda-tanda kehamilan untuk pertama kalinya ke Lee.
__ADS_1
"Tapi suamiku tidak apa-apa kan?" tanya Lee.
"Tidak apa-apa. Kalau begitu ayo kita periksa keadaanmu yang sebenarnya," jawab Anong.
Kemudian Anong memanggil asistennya untuk menyiapkan ruang USG. Sembari menunggu Erra bertanya tentang kehamilan pertama. Pria itu sangat mendetail sekali dan ingin mengetahui apa saja yang dilakukan oleh sang istri?
Bagi Anong itu tidak jadi masalah. Anong sangat sabar sekali menjelaskan setiap detailnya itu. Dirinya memang sangat menyukai pasien yang banyak bertanya. Apalagi menyangkut tentang kehidupan sang istri.
Jujur sang dokter itu sangat terharu sekali kepada temannya. Ia jarang sekali menemukan seorang suami yang sangat protect kepada istrinya. Banyak sekali Anong menemukan pasangan suami istri yang justru cuek sekali. Kebanyakan para pria yang ditemuinya tidak bertanya secara mendetail.
Anong tahu kalau temannya itu sangat mencintai suaminya. Begitu juga dengan sebaliknya. Maka dari itu diam-diam sang dokter kandungan itu mendoakan sahabatnya hingga hubungannya awet selalu.
"Dokter," panggil sang asistennya itu.
"Apakah sudah siap semuanya?" tanya Anong.
"Semuanya sudah siap dokter. Mari kita ke sana," ajak sang asistennya itu.
Kemudian mereka menuju ke ruangan USG. Di sana tempat untuk pemeriksaan sudah rapi. Saat ada perawat pria, Lee sudah merinding dibuatnya. Lalu dirinya menatap Anom sambil berbisik, "Kenapa ada perawat pria?"
"Oh itu... Perawat itu sering berjaga di sini. dia juga sebagai asisten pribadiku yang nomor dua. Apakah kamu keberatan atas perawat pria itu?"
"Aku sangat keberatan. Jujur saja suamiku itu adalah seorang pencemburu berat. Jika ada yang mendekatiku. Langsung saja orang itu akan disikatnya habis," jelas Lee yang masih berbisik dan membuat Anong ketakutan.
__ADS_1
"Baiklah. Lebih baik aku suruh pergi saja dari sini sebentar," bisik Anom lalu meninggalkan Lee dan menyuruh perawat pria itu pergi.
Selesai perawat pria itu pergi, Anang meminta Lee berbaring di atas ranjang. Di sana sang asisten langsung menyalakan layar USG. Sembari menunggu sebentar Anong mengambil gel dan membukanya. Setelah itu Anong mengambil transducer sambil tersenyum, "Apakah kamu sudah siap untuk melihat makhluk mungil yang berada di dalam perutmu itu?"