Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 442


__ADS_3

"Iya kami harus pergi ke sana. Sekalian mengkonfirmasi kalau putra kita sudah menikah. Mama sudah tidak mau lagi menerima lamaran dari ibu-ibu komplek sana. Hampir setiap hari kepala Mama mau pecah. Jika mereka masih bergeming ingin mendapatkan Erra," jawab Rani.


"Papa setuju. Papa juga hampir gila menerima lamaran mereka. Sudah Papa bilangin kalau Erra memiliki seorang istri yang cantik. Tapi mereka masih ingin mendapatkan Erra. Karena mereka tidak percaya pada kenyataan ini. Lagian Erra salah juga. Kenapa menikah kok diam-diam?" ucap Bayu.


"Maaf Pa. Bukannya aku membela kak Erra. Pada waktu itu Kak Erra memang terdesak untuk menikah. Tapi saat itu aku diminta untuk menjadi calon mempelai wanitanya. Diam-diam Kak Erra sudah berbuat curang. Dia sudah mendaftarkan namaku di kantor catatan sipil. Dengan terpaksa aku menurutinya dan menandatangani surat itu. Itu juga aku tidak tahu. Katanya sih surat perjanjian," jelas Lee yang tidak tahu apa-apa saat itu.


Rani langsung menahan tawanya. Bagaimana bisa sang menantu dibodohi oleh putranya itu? Bukankah Lee memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Namun kali ini Lee benar-benar ditipu.


Ada sisi positifnya buat Lee. Selesai melakukan penandatanganan surat tersebut. Dirinya sudah tidak disuruh menikah untuk kesekian kalinya. Jujur ia sangat capek sekali. Ketika sang papa menyuruhnya menikah.


"Gara-gara ucapanmu. Mamamu sampai ketawa gitu. Jujur saja kamu ternyata bisa tertipu oleh Putra aku sendiri. Aku sendiri saja baru mengetahui setelah kalian resmi menikah," kesal Bayu.


Seketika Rani berhenti sambil memandang wajah Bayu. Jujur hari ini adalah hari yang bahagia buat pasangan suami istri itu. Mereka akan mengangkat Lee bukan seorang menantu. Mereka mengubah statusnya Lee menjadi anak angkat.


"Aku pamit ya Ma Pa. Aku akan berganti baju dan meminta izin kepada Kak Erra," pamit Lee.


Rani tidak menjawab tapi hanya menganggukkan kepalanya saja. Lalu Lee memutuskan untuk meninggalkan mereka. Sesampainya di kamar Erra sedang berganti pakaian. Meskipun Erra hanya memakai celana panjang saja. Namun buat Lee sudah sangat mempesona sekali.


"Kakak," panggil Lee yang menghempaskan bokongnya di tepi ranjang.


"Ada apa?" tanya Erra sambil duduk di samping Lee.


"Aku hari ini mau ikut arisan ya. Sekalian Mama ingin mengkonfirmasi kalau kamu sudah menikah. Kakak tahu nggak kalau mereka itu sangat capek sekali dengan ibu-ibu komplek. Hampir setiap hari mereka melakukan lamaran secara mendadak buat putrinya," ucap Lee sambil memegang tangan kekar Erra.


"Ikutlah. Dan katakan pada mereka. Jangan sekali-sekali melamarku lagi," kesal Erra.


"Kok aku baru tahu ya. Kalau hidupmu seperti ini. Aku kira kamu hanya memiliki hidup untuk beban perusahaan saja. Tapi kamu lebih parah dari aku," ujar Lee secara terus terang.


"Kamu hanya mending saja. Kamu tinggal di markas sembari mencari ide untuk menghancurkan para musuh. Aku... Hampir setiap hari diganggu oleh mereka. Kalau kamu nggak percaya. Tanya saja sama kakakmu itu. Pasti kakakmu adalah orang pertama yang sangat membosankan sekali ketika mendapatkan lamaran seperti itu," jelas Erra.

__ADS_1


"Ada-ada saja mereka. Orang tidak suka kok ngegas terus. Untung saja Papa dan Mama sangat sabar sekali," ucap Lee.


"Awal-awal aku tidak pernah peduli soal itu. Lama kelamaan aku menjadi ilfil. Hampir setiap hari mereka ke sini. Jangankan aku dan Garda. Mama Papa juga sangat kesal karena ulah mereka," sahut Erra.


Lee pun menganggukkan kepalanya. Lee pernah mendengar kasus itu yang menimpa Erra. Semenjak menjadi sekretarisnya banyak sekali kedatangan tamu yang tidak diundang. Mereka adalah ibu-ibu komplek itu dengan membawa makanan.


Namun Erra menolaknya. Erra lebih memilih makan melalui aplikasi online. Selain itu juga pria bertubuh kekar itu meminta Garda untuk mencarikannya. Entah kenapa dirinya tidak mau memakan makanan itu.


"Ya sudah deh. Lebih baik aku bersiap-siap. Mama sudah menungguku," jelas Lee yang mulai berdiri untuk menuju ke walk in closet.


Sedangkan Erra, Erra mengikuti Lee dari belakang. Sebelum mengambil pakaian, Erra segera memegang tangan Lee.


"Jangan memakai itu. Aku sudah memberikan kamu sebuah dress. Jadilah wanita yang berkelas buat mereka. Meskipun ibu-ibu komplek. Mereka itu menganggap dirinya berkelas. Aku nggak mau dengar dari mereka. Kalau kamu dihina," pinta Erra.


"Jangan katakan Kakak membeli baju itu seharga fantastis. Jujur aku tidak akan bisa memakainya untuk menghadiri arisan itu. Aku ingin memakai baju sederhana. Namun bajuku itu sangat elegan sekali," jelas Lee.


"Apakah baju ini sangat mahal harganya?'' tanya Lee dengan serius.


"Tidak. Harganya kurang lebih lima juta saja," jawab Erra dengan serius,


"Ha!" Lee sangat terkejut sekali mendengar apa yang dikatakan oleh Erra.


Lee menggelengkan kepalanya dan menatap wajah sang suami. Bagaimana bisa ia memakai baju itu seharga lima juta demi berkumpul bersama ibu-ibu komplek.


"Aku menolaknya," tolak Lee dengan secara terang-terangan.


"Terserah kamu. Baju yang aku belikan harga paling murah adalah lima juta," ungkap Erra dengan jujur.


Lee pun terkejut untuk kedua kalinya. Ia tidak paham dengan konsep yang dianut oleh Erra. Ia ingin memakai baju yang murah saja namun elegan.

__ADS_1


Ditengah-tengah terkejutnya Erra tersenyum manis. Erra mengambil baju itu dan mencari label harga.


Setelah menemukan label harga itu, Erra menunjukkan harga baju itu. Erra tersenyum sumringah. Jujur harga lima juta hanya untuk mengerjai sang istri. Harga aslinya hanya lima puluh ribu.


Merasa dikerjai oleh Erra, Lee sangat kesal.Mulut mungilnya maju beberapa senti saja. Tiba-tiba saja Erra melihat mulut Lee yang maju seperti itu. Hingga membuatnya tertawa terbahak-bahak.


"Puas ya... ngerjain istri sendiri? Memangnya kamu tidak pikir apa dengan harga segitu membelikan aku?" kesal Lee yang membuat Erra masih tertawa.


Hari ini dirinya tidak niat sama sekali. Jujur saja ia memang tidak ingin mengerjai istrinya. Akan tetapi dirinya tiba-tiba saja memiliki sifat jahil. Seketika Erra berhenti tertawa lalu berkata, "Sesuai permintaan kamu. Aku tidak akan pernah membelikan baju dengan harga mahal. Aku sudah berkoordinasi sama para anggota kamu untuk mencarikan baju keseharian kamu dengan harga sederhana. Maka menunjukkan baju apa yang akan kamu pakai dalam keseharian," jelas Erra yang membuat sang istri tersenyum manis.


"Aku nggak jadi masalah dengan harga segitu. Tapi aku mau tampil sederhana dan tidak memalukan seperti itu. Terima kasih sayangku yang sudah mengerti aku. Kalau begitu kamu pergilah dari sini. Aku akan memadukan atasan dan bawahan yang sangat matching sekali," Lee mulai mengusir Erra dari ruangan tersebut.


"Kenapa kamu mengusirku? Bukankah kita sudah menikah? Emangnya aku tidak boleh ya melihatmu berganti pakaian," tanya Erra.


"Bukannya tidak boleh. Nanti kalau aku berganti pakaian di hadapanmu. Bisa-bisa kamu menjadi sangat aneh sekali. Pokoknya kamu nggak usah ikut-ikutan berganti pakaian di sini. Pergilah sana," Lee memutar bola matanya dengan malas.


"Kalau begitu ya sudahlah. Aku akan menunggumu di depan. Oh ya... Jangan lama-lama berganti pakaian," Erra memperingatkan Lee lalu menghilang dari pandangannya.


Diam-diam wanita berparas cantik itu pun sangat kesal terhadap Erra. Bisa-bisanya Erra memperingatkan tidak boleh berganti pakaian lama-lama. Lantas kenapa Erra berkata seperti itu? Entahlah.


Akhirnya Lee memilih sebuah baju lengan panjang berwarna peach. Bawahannya pun memakai batik senada dengan bajunya. Entah kenapa ketika dirinya memakai baju ini seperti anak ABG. Tapi banyak orang-orang bilang kalau dirinya memang sangat cocok sekali dengan fashion ini.


Setiap berjalan ke pusat perbelanjaan, Lee adalah sebuah boneka berjalan. Sering sekali banyak orang yang mendekatinya dan memegangnya. Untung saja dirinya tidak pernah risih kepada mereka. Bahkan dirinya rendah hati dan memperbolehkan foto.


Selesai memakai baju itu, Lee memutuskan keluar dan melihat Erra sedang bermain ponsel. Lalu ia memutuskan berdandan memakai make up tipis namun sederhana. Lipstiknya pun berwarna nude.


Tak sengaja Erra melihat wajah Lee yang memantul dari kaca. Tiba-tiba saja Erra sangat terpesona sekali dengan istrinya itu. Ia tidak menyangka kalau sang istri adalah wanita yang sangat sempurna. Kemudian dengan cepat era menyuruh Lee pergi.


"Pergilah keluar. Sebelum aku melahapmu secara hidup-hidup," usir Erra.

__ADS_1


__ADS_2